Abstract:Pembelajaran matematika materi waktu pada siswa Kelas III Sekolah Dasar Fase B sering menghadapi tantangan berupa rendahnya pemahaman konsep karena pendekatan pembelajaran yang bersifat abstrak. Penelitian ini bertujuan…
untuk: (1) mendeskripsikan penggunaan media pembelajaran jam analog dan kartu waktu dalam pembelajaran materi waktu; (2) menjelaskan langkah-langkah pelaksanaan pembelajaran menggunakan media tersebut; (3) menganalisis peningkatan pemahaman konsep waktu siswa setelah diterapkan media pembelajaran konkret. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Subjek penelitian adalah siswa Kelas III SDN yang berjumlah 28 orang. Pelaksanaan dilakukan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media jam analog dan kartu waktu secara signifikan meningkatkan pemahaman siswa dari rata-rata 58,2 pada pra-siklus menjadi 72,5 pada Siklus I dan 84,3 pada Siklus II, melampaui KKM yang ditetapkan sebesar 75. Keaktifan siswa dalam proses pembelajaran juga meningkat dari 45% menjadi 89%. Dengan demikian, media pembelajaran konkret berbasis jam analog dan kartu waktu terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep waktu pada siswa Kelas III SD Fase B.
Abstract:Mahasiswa kepaniteraan klinik menghadapi tuntutan akademik dan klinis yang tinggi sehingga rentan mengalami stres yang berpotensi memengaruhi kemampuan refleksi diri sebagai keterampilan metakognitif penting dalam pendidikan…
ikan kedokteran. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara tingkat stres dan kemampuan refleksi diri pada mahasiswa kepaniteraan klinik Fakultas Kedokteran Universitas Lampung. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross-sectional yang melibatkan 82 mahasiswa kepaniteraan klinik yang dipilih menggunakan teknik convenience sampling. Tingkat stres diukur menggunakan Medical Student Stressor Questionnaire (MSSQ) dan kemampuan refleksi diri diukur menggunakan Reflection-in-Learning Scale (RLS). Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Fisher-Freeman-Halton Exact Test. Hasil uji bivariat menunjukkan nilai p=0,302 yang menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara tingkat stres dan kemampuan refleksi diri pada mahasiswa kepaniteraan klinik. Faktor lain seperti mekanisme koping, dukungan sosial, dan pengalaman klinis perlu dipertimbangkan pada penelitian selanjutnya.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran manajerial kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di SMA Negeri 14 Luwu Timur dan mendeskripsikan faktor-faktor yang mendukung dan menghambat kepala sekolah…
olah dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di SMA Negeri 14 Luwu Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data yang digunakan terdiri atas data primer yang diperoleh secara langsung dari kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik, serta data sekunder yang berasal dari dokumen sekolah, laporan kegiatan, buku, jurnal ilmiah, artikel, dan data dari instansi terkait. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Pemeriksaan keabsahan data menggunakan konfirmasi kepada informan, triangulasi sumber, dan triangulasi teknik. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran manajerial kepala sekolah di SMA Negeri 14 Luwu Timur telah berjalan secara sistematis dan terintegrasi. Peran tersebut diwujudkan melalui fungsi kepala sekolah sebagai edukator dalam mengembangkan kompetensi guru dan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, sebagai manajer dalam melaksanakan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi program sekolah, sebagai supervisor dalam melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap proses pembelajaran, serta sebagai pemimpin yang menerapkan kepemimpinan demokratis dalam mengarahkan, memotivasi, dan melibatkan seluruh warga sekolah. Faktor pendukung peningkatan kualitas pendidikan meliputi kerja sama warga sekolah, komitmen dan kedisiplinan guru, lingkungan sekolah yang kondusif, kepemimpinan kepala sekolah, serta budaya kerja yang positif. Adapun faktor penghambatnya meliputi keterbatasan sarana dan prasarana, kemampuan teknologi guru yang belum merata, keterbatasan sumber daya pendidikan, serta perbedaan kesiapan guru dalam menghadapi perubahan.
Abstract:Koperasi Pegawai Pemerintah Provinsi Jawa Barat (KPPP Jabar) menghadapi masalah stockout berulang pada unit usaha niaga barang, meskipun sistem informasi SmartCoop telah tersedia sejak tahun 2024. Pengendalian persediaan…
yang berjalan masih bersifat intuitif dan reaktif, sehingga data historis penjualan pada SmartCoop belum pernah dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan keputusan pemesanan ulang. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi sistem pengendalian persediaan yang berjalan, mengidentifikasi kendala dalam menjaga ketersediaan barang dagang, serta merumuskan penerapan metode Reorder Point (ROP) dan Safety Stock. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, melalui wawancara semi terstruktur, observasi non partisipan, dan studi dokumentasi, yang dianalisis dengan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 17 barang yang mengalami stockout selama periode Januari sampai Maret 2026, perhitungan ROP dan Safety Stock berhasil dirumuskan untuk enam barang prioritas, dengan nilai ROP berkisar 10 sampai 36 unit dan total Safety Stock 65 unit. Penelitian menyimpulkan bahwa penerapan ROP dan Safety Stock berbasis data SmartCoop yang sudah ada layak diadopsi tanpa memerlukan investasi teknologi tambahan.
Abstract:Penelitian ini dilatar belakangi oleh kondisi SD Negeri 111 Burau Pantai yang berada di wilayah rawan banjir sehingga berpotensi mengganggu proses pembelajaran dan keselamatan warga sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk…
k mendeskripsikan upaya sekolah dalam menghadapi banjir di SD Negeri 111 Burau Pantai. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan kepala sekolah, siswa, dan pihak Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Luwu Timur. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya sekolah dalam menghadapi banjir telah dilakukan pada tahap pra bencana, saat bencana, dan pascabencana. Upaya tersebut meliputi peningkatan kesiapan warga sekolah melalui pemberian arahan dan pembiasaan menghadapi banjir, pelaksanaan tindakan tanggap darurat dengan mengutamakan keselamatan peserta didik dan pengamanan aset sekolah, serta rehabilitasi dan rekonstruksi melalui pembersihan lingkungan, perbaikan fasilitas, dan perbaikan sarana pendukung setelah banjir. Namun demikian, pelaksanaan upaya tersebut belum didukung oleh sistem kebencanaan yang terstruktur, seperti sistem peringatan dini, jalur evakuasi, titik kumpul, serta pelaksanaan pelatihan dan simulasi kebencanaan secara berkala. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa upaya sekolah dalam menghadapi banjir telah dilaksanakan, tetapi masih memerlukan penguatan melalui penyediaan sarana pendukung, peningkatan kapasitas warga sekolah, dan kerja sama dengan instansi terkait agar pelaksanaannya lebih efektif, terencana, dan berkelanjutan.
Abstract:Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) keripik gadung di Desa Arjasa menghadapi tantangan serius dalam memanfaatkan teknologi digital untuk pemasaran produk. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam strategi…
tegi pemasaran digital melalui WhatsApp Business yang diterapkan oleh pelaku UMKM keripik gadung serta mengidentifikasi secara komprehensif faktor-faktor pendukung dan penghambat penerapannya. Pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus instrumental digunakan dalam penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap 12 informan, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap lima UMKM keripik gadung di Desa Arjasa selama periode Maret hingga Mei 2026. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran digital yang diterapkan masih bersifat dasar dan belum terstruktur secara sistematis, dengan pemanfaatan fitur WhatsApp Business yang belum optimal. Hanya dua dari lima UMKM yang menggunakan WhatsApp Business, itupun dengan pemanfaatan fitur yang terbatas pada katalog produk. Faktor pendukung utama adalah kemudahan penggunaan aplikasi, biaya yang terjangkau, dan dukungan keluarga serta komunitas. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan literasi digital, kekhawatiran akan penipuan, kendala infrastruktur internet, dan rendahnya tingkat pendidikan formal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan pendampingan dan pelatihan berkelanjutan yang disesuaikan dengan kapasitas dan karakteristik pelaku UMKM untuk mengoptimalkan penggunaan WhatsApp Business dalam meningkatkan daya saing UMKM keripik gadung.
Gadung chips Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Arjasa Village face serious challenges in utilizing digital technology for product marketing. This study aims to describe in depth the digital marketing strategies through WhatsApp Business implemented by gadung chips MSMEs and to comprehensively identify the supporting and inhibiting factors of its implementation. A qualitative approach with an instrumental case study type was used in this research. Data collection was conducted through in-depth interviews with 12 informants, participant observation, and documentation of five gadung chips MSMEs in Arjasa Village during the period March to May 2026. Data analysis used the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that the digital marketing strategies implemented were still basic and not systematically structured, with the utilization of WhatsApp Business features not yet optimal. Only two out of five MSMEs used WhatsApp Business, even then with limited utilization of features to product catalogs. The main supporting factors are the ease of use of the application, affordable costs, and support from family and community. Meanwhile, inhibiting factors include limited digital literacy, concerns about fraud, internet infrastructure constraints, and low levels of formal education. This study concludes that continuous assistance and training tailored to the capacity and characteristics of MSME actors are needed to optimize the use of WhatsApp Business in increasing the competitiveness of gadung chips MSMEs.
Abstract:Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian berjumlah 7 orang…
ang yang terdiri dari Kepala Dinas, Kepala Bidang Perpustakaan, Pustakawan Ahli Madya, Admin/Staf IT, dan Pemustaka/Pengguna Masyarakat. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang mencakup pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui uji kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan aplikasi iArPusGorontalo sebagai inovasi layanan publik berbasis e-government secara keseluruhan belum berjalan secara optimal. Dari sisi persepsi kegunaan, fitur-fitur aplikasi dinilai memadai secara fungsional, namun kesenjangan besar antara koleksi digital yang tersedia sekitar 2.000 judul dengan kebutuhan ideal 40.000 judul menyebabkan manfaat aplikasi belum dirasakan secara penuh oleh pemustaka, yang tercermin dari penurunan jumlah pengguna aktif dari 215 pengguna pada tahun 2024 menjadi 172 pengguna pada tahun 2025. Dari sisi persepsi kemudahan penggunaan, pustakawan menilai aplikasi mudah dipelajari, namun pemustaka masih menghadapi hambatan pada proses login, pendaftaran akun, pemuatan konten, serta keterbatasan infrastruktur jaringan internet dengan kapasitas bandwidth hanya sekitar 50 Mbps dari kebutuhan ideal 100 Mbps dan hanya tersedianya 6 unit komputer untuk pemustaka. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan agar Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo segera memprioritaskan penambahan koleksi digital secara terencana, meningkatkan kapasitas bandwidth minimal hingga 100 Mbps, menambah perangkat komputer bagi pemustaka, mengembangkan media pembelajaran seperti tutorial video, memperluas jangkauan sosialisasi hingga ke sekolah-sekolah dan komunitas masyarakat, serta mengintegrasikan fitur bantuan teknis langsung ke dalam aplikasi agar seluruh lapisan masyarakat dapat memanfaatkan layanan perpustakaan digital secara optimal dan inklusif.
Abstract:Peningkatan volume sampah yang tidak diimbangi dengan infrastruktur pengelolaan yang memadai menjadi salah satu permasalahan lingkungan utama di Indonesia. Bank sampah hadir sebagai solusi berbasis komunitas, namun keberlanjutannya…
lanjutannya sering kali terbentur keterbatasan modal dan manajemen. Program Corporate Social Responsibility (CSR) memiliki potensi strategis untuk mengatasi kendala tersebut, meskipun dalam praktiknya masih menghadapi berbagai hambatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model penerapan CSR pada bank sampah di Indonesia serta mengidentifikasi tantangan utama yang menghambat efektivitas program tersebut. Metode yang digunakan adalah [kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada Bank Sampah X / metode tinjauan pustaka sistematis (systematic literature review)]. Data dikumpulkan melalui [wawancara mendalam dengan pengelola bank sampah dan perwakilan perusahaan, serta analisis dokumen laporan CSR]. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan CSR telah memberikan kontribusi positif dalam bentuk penguatan infrastruktur (seperti penyediaan mesin pencacah plastik dan kendaraan angkut) serta peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan pembukuan. Namun, penelitian ini juga menemukan tantangan krusial, meliputi sifat program CSR yang masih bersifat filantropi jangka pendek, kurangnya monitoring berkala dari pihak korporasi, dan terjadinya penurunan partisipasi warga akibat ketergantungan pada insentif program. Kesimpulannya, keberhasilan jangka panjang CSR pada bank sampah memerlukan transformasi model dari bantuan karitatif menjadi kemitraan strategis yang berfokus pada kemandirian ekonomi sirkular masyarakat.
Abstract:Maraknya kasus pelanggaran etika bisnis seperti korupsi, manipulasi laporan keuangan, dan penyalahgunaan jabatan saat ini mengancam keberlangsungan usaha jangka panjang dan merusak kepercayaan publik. Penerapan Good Corporate…
orate Governance (GCG) umumnya diadopsi oleh perusahaan sebagai sistem untuk menciptakan tata kelola yang transparan dan bertanggung jawab. Namun, implementasi GCG di lapangan sering kali menghadapi kendala seperti lemahnya komitmen manajemen dan benturan kepentingan, sehingga diperlukan analisis komprehensif mengenai strategi internalisasi etika yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan prinsip GCG—yakni transparansi, akuntabilitas, pertanggungjawaban, kemandirian, dan kewajaran—dalam meminimalisir praktik menyimpang serta merumuskan solusi atas kendala penerapannya. Studi ini menggunakan metode literatur kualitatif dengan pendekatan deskriptif (library research). Hasil analisis menyimpulkan bahwa penguatan instrumen GCG yang diimbangi dengan keteladanan pimpinan dan budaya kerja etis terbukti secara signifikan mampu menekan angka kecurangan, menjaga keandalan operasional, serta mengamankan reputasi perusahaan dalam jangka panjang.
Abstract:Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memegang peranan penting dalam mendukung perekonomian Indonesia, khususnya melalui penciptaan lapangan kerja dan pengembangan ekonomi lokal. Namun, banyak UMKM masih menghadapi tantangan…
tangan dalam mengelola tenaga kerja langsung secara efektif akibat belum adanya standar jam kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan standar jam kerja dalam pengendalian tenaga kerja langsung pada Usaha Mikro Keripik Pisang Nona Acha di Ambon. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode observasi langsung, wawancara mendalam dengan pemilik usaha dan karyawan, dokumentasi, serta studi pustaka. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha tersebut belum menerapkan standar jam kerja formal, jadwal kerja terstruktur, maupun sistem evaluasi kinerja. Karyawan bekerja sekitar 66 jam per minggu melebihi standar jam kerja yang diatur sementara pengawasan tenaga kerja hanya mengandalkan pemantauan langsung oleh pemilik usaha. Ketiadaan standar jam kerja telah menurunkan efisiensi operasional dan menyulitkan pengukuran produktivitas tenaga kerja secara objektif. Oleh karena itu, penetapan standar jam kerja yang terstruktur, pembagian tugas yang jelas, serta evaluasi kinerja secara berkala diharapkan dapat meningkatkan efektivitas tenaga kerja, efisiensi produksi, dan produktivitas usaha secara keseluruhan.