Abstract:Kasus-kasus penyalahgunaan wewenang oleh polisi marak dilakukan kendati telah ada kode etik yang mengatur tingkah dan laku para anggota polisi, namun demikian, kasus penyalahgunaan wewenang tidak bisa minimalkan. Penelitian…
ian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana peran etika profesi dalam mencegah penyalahgunaan wewenang di kepolisian dan kendala apa saja yang dihadapi dalam implementasi etika profesi untuk mencegah penyalahgunaan wewenang oleh anggota kepolisian. Penelitian ini termasuk dalam penelitian pustaka atau library research yaitu data penelitian sepenuhnya bertumpu pada data-data pustaka yang diperoleh dari sumber-sumber kepustakaan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik kepustakaan dan teknik analisis data dilaksanakan dengan metode deksriptif. Adapun hasil penelitian ini: Peran etika profesi dalam mencegah penyalahgunaan wewenang di kepolisian sebagai instrumen pencegah etika profesi dalam mencegah penyalahgunaan wewenang di kepolisian. Kendala utama dalam implementasi etika profesi untuk mencegah penyalahgunaan wewenang di kepolisian di antaranya meliputi minimnya pembinaan secara berkesinambungan bagi para anggota polri, budaya kerja yang buruk yang mendukung terlaksananya penyalahgunaan wewenang, kurangnya refleksi diri, ketidakseimbangan moral dan kekuasaan serta diri yang tidak berkeinginan untuk mematuhi kode etik. Kesimpulan penelitian ini bahwa etika profesi berperan penting dalam mencegah penyalahgunaan wewenang di kepolisian dengan memberikan panduan moral dan prinsip integritas bagi anggota Polri. Penerapan sanksi tegas diharapkan menciptakan efek jera. Namun, implementasinya menghadapi kendala seperti minimnya pembinaan, budaya kerja yang buruk, kurangnya refleksi diri, serta ketidakseimbangan moral dan kekuasaan yang menghambat kepatuhan terhadap kode etik.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemikiran epistemologi Muhammad Abid al-Jabiri, khususnya mengenai tiga bentuk nalar yaitu nalar Bayani, Burhani, dan Irfani dalam konteks filsafat Islam. Al-Jabiri, seorang filsuf…
lsuf kontemporer asal Maroko dikenal dengan upayanya dalam mengembangkan pemikiran filsafat yang mengintegrasikan rasionalitas, otoritas, dan intuisi. Dalam pemikiran al-Jabiri, ketiga bentuk nalar ini tidak hanya dianggap sebagai alat untuk memperoleh pengetahuan, tetapi juga sebagai cara untuk memahami hubungan manusia dengan Tuhan, alam, dan diri sendiri. Nalar Bayani, yang berfokus pada teks otoritatif, digunakan untuk memahami wahyu dan ajaran agama, sedangkan nalar Burhani lebih menekankan pada penggunaan logika dan rasio dalam mencari kebenaran ilmiah yang universal. Di sisi lain, nalar Irfani menggali dimensi pengetahuan yang lebih dalam melalui pengalaman batin dan intuisi mistik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis teks, menggali konsep-konsep yang dikemukakan al-Jabiri dalam karya-karyanya dan menghubungkannya dengan teori epistemologi dalam tradisi filsafat Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Jabiri memandang ketiga bentuk nalar ini sebagai saling melengkapi, bukan saling bertentangan, untuk mencapai pemahaman yang lebih utuh dan holistik tentang realitas. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman lebih dalam mengenai epistemologi Islam kontemporer dan relevansinya dalam menghadapi tantangan intelektual dunia modern.
Abstract:Manajemen strategi perlu dikelola secara optimal agar suatu lembaga pendidikan, khususnya pondok pesantren salaf, mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Dengan pengelolaan yang tepat, pondok pesantren salaf dapat mempertahankan…
mempertahankan eksistensinya dan tetap diminati oleh masyarakat di era
modern. Dalam penelitian ini, peneliti mengambil focus permasalahan: 1) Bagaimana manajemen
strategi dalam mempertahankan eksistensi Pondok Pesantren Salaf Al Fadllu Kaliwungu, Kendal di era
modern, 2) Bagaimana hambatan dan peluang dalam menjaga eksistensi Pondok Pesantren Salaf Al
Fadllu Kaliwungu, Kendal di era modern. Metode penelitian yang diterapkan dalam penelitian ini
adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi lapangan, serta
dokumentasi yang diperoleh dari sekolah. Untuk memastikan keabsahan data, digunakan teknik
triangulasi dan bahan referensi sebagai pendukung. Analisis data dilakukan melalui tahapan-tahapan
berikut: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) strategi manajemen yang digunakan dalam
mempertahankan eksistensi Pondok Pesantren Salaf Al Fadllu Kaliwungu, Kendal di era modern
meliputi tiga tahapan yaitu dengan formulasi strategi seperti melakukan sosialisasi visi, misi, dan tujuan
pesantren, mengadakan rapat awal tahun untuk menyusun program pondok pesantren. Implementasi
strategi dengan merealisasikan program yang sudah dilaksanakan seperti penyusaian pesantren dengan
mengadakan pengenalan dan pelatihan dasar computer untuk kelas atas. Evaluasi strategi dengan
mengadakan rapat evaluasi bulanan untuk mengetahui efektivitas dari program yang sudah dirancang
dan implementasikan. 2) Hambatan dan peluang dalam menjaga eksistensi Pondok Pesantren Salaf Al
Fadllu Kaliwungu, Kendal mencakup kesiapan manajemen pesantren dalam menghadapi berbagai
hambatan, seperti tantangan perubahan sosial global dan keterbatasan sumber daya manusia serta sarana
prasarana. Selain itu, manajemen pondok juga siap memanfaatkan peluang yang ada, seperti melalui
pengembangan kebijakan pendidikan dan penguatan jaringan sosial.
Kata Kunci: Manajemen Strategi, Eksistensi Pondok Pesantren Salaf, Era Moder
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh penggunaan aplikasi Canva sebagai media pembelajaran terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran komputer di SMK Swasta Muhammadiyah 13 Sibolga. Pendidikan di era…
ra digital menghadapi tantangan besar dalam menarik minat siswa, khususnya dalam pembelajaran yang cenderung monoton dengan pendekatan konvensional. Salah satu solusi yang diajukan adalah penggunaan aplikasi desain grafis Canva yang memungkinkan siswa untuk menciptakan karya visual seperti poster, presentasi, dan infografis, guna mendukung pemahaman mereka terhadap materi pelajaran komputer. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan instrumen angket untuk mengukur minat belajar siswa setelah menggunakan aplikasi Canva. Sampel penelitian terdiri dari 19 siswa kelas XI Teknik Komputer dan Jaringan yang dipilih dengan teknik total sampling. Data yang terkumpul dianalisis dengan statistik deskriptif dan inferensial menggunakan SPSS, untuk menguji pengaruh penggunaan Canva terhadap minat belajar siswa. Hasil diharapkan dapat memberikan wawasan mengenai peran teknologi dalam pendidikan serta memberikan rekomendasi bagi guru dalam mengoptimalkan media pembelajaran guna meningkatkan motivasi dan minat belajar siswa.
Kata Kunci: Aplikasi Canva, Minat Belajar, Mata Pelajaran Komputer
Abstract:Diaspora Indonesia telah memainkan peran yang signifikan dalam konteks global, tidak hanya sebagai komunitas yang berkontribusi secara ekonomi, tetapi juga sebagai sumber daya manusia yang strategis bagi pengembangan kepemimpinan…
emimpinan di berbagai sektor. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana integrasi diaspora Indonesia dapat dioptimalkan dalam perencanaan strategis sumber daya manusia (SDM) untuk organisasi dan korporasi. Dengan fokus pada kemampuan diaspora yang beragam, penelitian ini mengkaji potensi diaspora dalam memberikan kontribusi pada pembentukan calon pemimpin yang berkualitas serta bagaimana organisasi dapat memanfaatkan sumber daya tersebut secara efektif. Diaspora Indonesia memiliki akses ke berbagai jaringan, pengalaman global, dan keahlian lintas budaya yang berharga bagi pengembangan SDM. Dalam konteks perencanaan SDM strategis, diaspora dapat diintegrasikan melalui program-program transfer pengetahuan, pertukaran pengalaman, serta inisiatif pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan organisasi modern. Penelitian ini juga menyoroti langkah-langkah yang diperlukan dalam perencanaan pengembangan calon pemimpin, termasuk identifikasi potensi individu dalam diaspora, perencanaan karier, dan penciptaan jalur kepemimpinan yang berkelanjutan. Dengan memanfaatkan kekuatan diaspora, organisasi dapat meningkatkan daya saing dan mempercepat inovasi melalui pemimpin yang memiliki wawasan global dan kemampuan manajerial yang unggul. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk menganalisis peran diaspora dalam beberapa organisasi yang telah berhasil menerapkan strategi ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi diaspora dalam perencanaan SDM tidak hanya mendukung diversifikasi kepemimpinan tetapi juga menciptakan nilai tambah bagi organisasi melalui peningkatan kolaborasi internasional dan adaptasi terhadap perubahan global. Dengan demikian, integrasi diaspora Indonesia dalam perencanaan strategis SDM bukan hanya relevan tetapi juga penting untuk menciptakan calon pemimpin yang mampu menghadapi tantangan masa depan.
Abstract:Remaja adalah tahap dari kehidupan di mana seseorang berada pada peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa yang dapat ditandai dengan perkembangan yang dinamis serta perubahan signifikan dalam hal fisik, mental,…
sosial, dan emosional. Menurut klasifikasi World Healt Organization (WHO), usia remaja dalam hal ini berkisar antara 10 sampai 19 tahun. Pada usia remaja kemasan dapat dirasakan dalam situasi apapun salah satunya pada saat akan menghadapi ujian terutama pada siswa SMA kelas XII. Dalam menangani kecemasan pada siswa kelas XII sebelum ujian dapat dilakukan dengan terapi relaksasi hipnosis lima jari. Tujuan dari dilakukannya Pengabdian kepada Masyarakat ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan siswa mengenai kecemasan dan keterampilan melakukan terapi relaksasi hipnosis lima jari untuk menurunkan kecemasan. Metode yang digunakan adalah dengan pendidikan kesehatan melalui ceramah dan demonstrasi video terapi. Kegiatan ini dilakukan sebanyak 2 pertemuan dan dihadiri oleh 60 siswa kelas XII sebagai responden. Hasil dari PkM ini menunjukan adanya peningkatan pengetahuan tinggi setelah pendidikan kesehatan sebanyak 34 siswa (56,7%) dan adanya penurunan terhadap tingkat kecemasan dengan mayoritas siswa tidak cemas sebanyak 34 siswa (56,7%). Kesimpulan dari kegiatan ini yaitu melalui pendidikan kesehatan dapat meningkatkan tingkat pengetahuan dan terapi relaksasi hipnosis lima jari dapat menurunkan tingkat kecemasan.
Abstract:Penelitian ini mengkaji problematika proses pembelajaran anak berkebutuhan khusus (ABK) dengan kondisi autism di kelas 3 SD Muhammadiyah Socah.Fokus utama Penelitian anak yang bernama ilham,seorang siswa kelas 3 yang mengalami…
galami autisme.Selama proses pembelajaran,ilham menghadapi berbagai tantangan ,seperti kesulitan berbicara yang
mengharuskannya ditatap terlebih dahulu sama guru,serta kesulitan dalam menulis,ketidakma
mpuannya dalam memahami dan mengikuti perintah dasar guru.Pada masa penelitian ini,SD
muhammmadiyah Socah tidak memiliki guru pendamping khusus untuk anak berkebutuhan
khusus setelah sebelumnya pernah ada tetapi kemudian mengundurkan diri.Disini untuk wali
kelas 3 bernama ustadzah Dian,berperan penting dalam mendampingi dan membantu proses
pembelajarannya,meskipun tanpa bantuan khusus dari pendamping Anak Berkebutuhan
Khusus (ABK).Ilham disini sering duduk di lantai atau dipangku oleh guru selama kegiatan
belajar mengajar berlangsung.Meskipun demikian,perawatan sehari-hari ilham berlangsung
normal,dan ia mampu berjalan dan berinteraksi dengan teman-temannya di kelas.Untuk Kepala
sekolah SD ini bernama Bapak Ali Imron,menyadari tantangan ini dan terus berupaya mencari
solusi terbaik untuk mendukung perkembangan dan pembelajaran ilham di lingkungan
sekolah.Penelitian ini menyoroti pentingnya peran pendamping Anak Berkebutuhan Khusus
(ABK) dalam mendukung proses pembelajaran yang inklusis dan optimal bagi anak-anak
dengan autisme.
Abstract: Penelitian ini menganalisis permasalahan yang dihadapi anak berkebutuhan khusus tunagrahita di SLB Karya Bhakti Surabaya. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi kendala-kendala yang dihadapi dalam proses pembelajaran…
pembelajaran serta mencari solusi efektif untuk meningkatkan kualitas pendidikan mereka. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru dan orang tua, serta studi dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak tunagrahita di SLB Karya Bhakti Surabaya menghadapi berbagai tantangan, termasuk keterbatasan dalam memahami materi pelajaran, kurangnya alat bantu pembelajaran yang memadai, dan keterbatasan sumber daya manusia yang terlatih khusus. Selain itu, dukungan dari keluarga dan masyarakat juga sangat penting dalam proses pembelajaran anak tunagrahita. Studi ini menemukan bahwa peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan khusus, penyediaan fasilitas belajar yang sesuai, serta keterlibatan aktif orang tua dan komunitas dapat membantu mengatasi permasalahan tersebut.jadi dapat disimpulkan dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi bagi pihak sekolah, pemerintah, dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak berkebutuhan khusus tunagrahita di SLB Karya Bhakti Surabaya, sehingga mereka dapat mencapai potensi maksimal mereka.
Abstract:Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan anak berkebutuhan khusus, khususnya anak tunarungu di SLB Negeri PGRI Kamal, serta aktivitas belajar mereka. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan observasi…
bservasi dan wawancara. Penelitian ini menggambarkan penyesuaian pembelajaran melalui penggunaan bahasa isyarat untuk memudahkan pemahaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak tunarungu menghadapi kesulitan dalam komunikasi dan pemahaman, sehingga memerlukan dukungan metode pengajaran yang spesifik. Faktor penyebab tunarungu meliputi faktor internal, seperti keturunan dan kondisi medis ibu selama kehamilan, serta faktor eksternal, seperti infeksi saat lahir. Studi ini menemukan bahwa meskipun anak tunarungu memiliki potensi intelektual yang sama dengan anak lainnya, mereka memerlukan pendekatan pembelajaran yang berbeda, seperti penggunaan media visual dan bahasa isyarat. Guru memainkan peran penting dalam mendukung proses belajar dengan strategi yang sesuai. Penelitian ini menekankan pentingnya empati dan kesadaran tinggi dari pendidik dalam memenuhi kebutuhan anak tunarungu untuk mencapai pendidikan yang setara.
Abstract:Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di bidang kesehatan di desa berkaitan kebutuhan akan peningkatan akses ke layanan kesehatan yang berkualitas dan pemberdayaan masyarakat setempat. Beberapa masalah bidang kesehatan di desa…
esa antara lain fasilitas kesehatan sering kali jauh dan tidak memadai, ada kekurangan tenaga kesehatan yang bersedia bekerja di daerah pedesaan, pendidikan kesehatan yang kurang memadai berakibat pada kesalahpahaman mengenai praktik kesehatan yang baik, dan desa-desa sering menghadapi beban penyakit yang tinggi. Desa Suka Merindu merupakan salah satu desa di Ogan Ilir dengan jumlah penduduk sebanyak 1111 jiwa dan luas wilayah 850 ha/m2. Fasilitas layanan kesehatan berupa puskesmas dan posyandu terletak menyebar di dekat beberapa desa di sekitarnya. Masalah kesehatan di Desa Suka Merindu bervariasi mulai dari masalah penyakit tidak menular, penyakit menular hingga penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA). Pengabdian ini dilakukan di Desa Suka Merindu pada bulan Januari 2024. Ada empat kegiatan PKM holistik yang dilakukan adalah pemeriksaan dan edukasi gratis kepada warga, penyuluhan kesehatan reproduksi dan pencegahan anemia di kalangan remaja dengan pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) kepada remaja putri Sekolah Menengah Atas (SMA), sosialisasi mengenai Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan Hipertensi di Puskesmas, dan penyuluhan mengenai bahaya penyalahgunaan NAPZA di balai desa. Tahapan masing-masing kegiatan terdiri dari perencanaan, analisis situasi, studi literatur, survei awal, koordinasi perizinan dan kesediaan sasaran, persiapan materi, alat dan bahan, pelaksanaan yang terdiri dari tanya jawab awal, penyampaian materi, diskusi, dan penyerahan poster serta evaluasi. Sesuai dengan tujuan kegiatan, hasil kegiatan tercapai berupa penyampaian materi dan terwujudnya diskusi. Melalui PKM di bidang kesehatan, ada peluang untuk mengatasi ketidaksetaraan dalam layanan kesehatan dan memperbaiki kualitas hidup penduduk desa. Ini juga membantu dalam mengidentifikasi dan mengatasi kebutuhan kesehatan yang spesifik dari komunitas yang mungkin tidak tercakup dalam kebijakan kesehatan yang lebih luas.