Search Articles & Publications

Showing 1179 articles found for "Pengguna"

STRATEGI GURU DALAM MENGATASI KENDALA PEMBELAJARAN PJOK DI SEKOLAH DASAR DENGAN KETERBATASAN FASILITAS

Anisatul Falihah, Lisa Damayanti, Pathurrohman
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru dalam mengatasi kendala pembelajaran PJOK di sekolah dasar dengan keterbatasan fasilitas sebagai upaya mengisi gap riset yang telah diidentifikasi sebelumnya. Penelitian… elitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru, kendala pembelajaran, dan tingkat efektivitasnya merupakan tiga aspek yang saling berkaitan dalam pelaksanaan pembelajaran PJOK. Dari sisi strategi, guru mampu menerapkan pendekatan adaptif melalui modifikasi alat sederhana, penggunaan metode berbasis permainan, serta pengelolaan kelas yang fleksibel. Strategi ini terbukti efektif dalam menjaga pembelajaran tetap aktif dan bermakna meskipun fasilitas terbatas. Namun, terdapat kendala signifikan yang dihadapi guru, seperti keterbatasan sarana dan prasarana, keterbatasan waktu pembelajaran, serta kurangnya variasi metode. Kendala tersebut tidak hanya berdampak pada aspek teknis, tetapi juga mempengaruhi motivasi dan perkembangan keterampilan motorik siswa. Meskipun demikian, strategi yang diterapkan guru menunjukkan efektivitas yang cukup baik, ditandai dengan meningkatnya partisipasi siswa, pemahaman konsep dasar, serta pengelolaan pembelajaran yang lebih efisien dan kondusif. Temuan ini menegaskan bahwa kreativitas dan kemampuan adaptasi guru menjadi faktor kunci dalam menjaga kualitas pembelajaran PJOK di tengah keterbatasan fasilitas. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan model strategi adaptif yang dapat dijadikan rujukan bagi guru dan pemangku kebijakan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PJOK di sekolah dasar.

TRANSFORMASI PEMBELAJARAN DI ERA KURIKULUM MERDEKA: STUDI LITERATUR TENTANG STRATEGI DAN IMPLEMENTASINYA

Nurmia Auvannissa, Vaelyn Celsi Rentauli Gultom, Gresia Romei Simatupang, Mayshe Rema Br Milala
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi pembelajaran di era Kurikulum Merdeka dengan fokus pada strategi pembelajaran dan implementasinya dalam praktik pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif… ualitatif dengan metode studi literatur melalui pengumpulan, seleksi, dan analisis berbagai sumber ilmiah yang relevan dalam lima tahun terakhir. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi untuk mengidentifikasi konsep, teori, serta temuan penelitian yang berkaitan dengan topik kajian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka membawa perubahan signifikan dalam proses pembelajaran, khususnya pergeseran dari pembelajaran yang berpusat pada guru menjadi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Strategi utama yang diterapkan meliputi pembelajaran berdiferensiasi dan pembelajaran berbasis proyek yang mampu meningkatkan keterlibatan, kreativitas, serta kemampuan berpikir kritis peserta didik. Selain itu, penggunaan asesmen formatif dan integrasi teknologi turut mendukung terciptanya pembelajaran yang lebih efektif dan bermakna. Namun, implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan, seperti kesiapan guru, keterbatasan sarana dan prasarana, serta perbedaan kondisi antar sekolah. Secara keseluruhan, transformasi pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka menunjukkan potensi positif dalam meningkatkan kualitas pendidikan, meskipun memerlukan dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak agar dapat berjalan secara optimal.

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PROJECT-BASED LEARNING BERORIENTASI HIGHER ORDER THINKING SKILLS (HOTS) DAN KETERAMPILAN ABAD KE-21 PADA PEMBELAJARAN IPAS DI SDN DUKUHMENCEK 04

Mufidatur Rizqiya Permana, Dwi Cahyani, Erma Fatmawati, Mu'alimin
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi model pembelajaran Project-Based Learning (PjBL) yang berorientasi pada Higher Order Thinking Skills (HOTS) dan keterampilan abad ke-21 dalam pembelajaran IPAS… di SDN Dukuhmencek 04. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk menggali secara mendalam proses pembelajaran, interaksi, serta pengalaman guru dan siswa dalam penerapan model tersebut. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi PjBL melalui proyek pembuatan pop-up book kearifan lokal mampu menciptakan pembelajaran yang aktif, kontekstual, dan bermakna, serta mendorong berkembangnya keterampilan HOTS dan kompetensi abad ke-21 (4C), yaitu berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi. Siswa terlibat secara langsung dalam proses merancang, menyusun, dan mempresentasikan produk, sehingga pembelajaran tidak lagi berpusat pada guru. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi simultan antara PjBL, HOTS, dan keterampilan abad ke-21 dalam konteks pembelajaran IPAS berbasis kearifan lokal, serta penggunaan pendekatan kualitatif untuk mengungkap proses implementasi secara nyata di kelas. Penelitian ini berkontribusi secara teoretis dalam memperkaya kajian pembelajaran abad ke-21 dan secara praktis memberikan panduan bagi guru dalam merancang pembelajaran inovatif, kontekstual, dan berbasis proyek di sekolah dasar.

IMPLEMENTASI MANAJEMEN MUTU TERPADU DALAM PELAYANAN ADMINISTRASI DI SMP NEGERI 8 PALOPO

Wahida, Dodi Ilham, Firmansyah, Firman Patawari, Sarmila
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk serta langkah-langkah implementasi manajemen mutu terpadu (Total Quality Management/TQM) dalam pelayanan administrasi di SMP Negeri 8 Palopo. Penelitian menggunakan pendekatan… endekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru, staf administrasi, dan siswa. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi TQM telah berjalan dengan baik melalui pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan pengguna, penerapan SOP yang jelas, serta keterlibatan aktif seluruh stakeholder. Proses implementasi dilakukan melalui siklus PDCA (Plan, Do, Check, Act) yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut. Secara keseluruhan, pelayanan administrasi di sekolah ini dinilai efektif, terstruktur, dan mampu meningkatkan kepuasan pengguna layanan.

LITERASI KEUANGAN, KESADARAN KEUANGAN DAN PERILAKU KEUANGAN PADA PELAKU BISNIS KOPI DI DESA TO’LONG KECAMATAN BASSE SANGTEMPE’

Raslin, Burhan Rifuddin
Abstract: Penelitian dilakukan dengan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap pelaku usaha kopi. Analisis data dilakukan melalui tahap pengolahan… engolahan data, penyajian informasi, dan penarikan kesimpulan, sehingga memberikan gambaran yang terstruktur dan mendalam mengenai praktik pengelolaan keuangan pada usaha tersebut. Fokus penelitian meliputi pemahaman literasi keuangan, kesadaran terhadap nilai uang dan risiko utang, serta penerapan perilaku keuangan dalam kegiatan usaha sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi dalam tingkat literasi keuangan pelaku usaha kopi. Sebagian informan telah menyadari pentingnya pencatatan transaksi dan pengaturan arus kas, serta perencanaan penggunaan keuntungan, sementara sebagian lainnya masih menggunakan metode tradisional dan pencatatan belum dilakukan secara konsisten. Pada aspek kesadaran keuangan, pelaku usaha menunjukkan sikap menghargai nilai uang, berhati-hati dalam mengambil utang, serta melakukan upaya menabung dan menetapkan tujuan keuangan jangka pendek maupun panjang, meskipun penerapannya belum sepenuhnya optimal. Sedangkan pada aspek perilaku keuangan, Sebagian pelaku usaha sudah melakukan pemisahan antara keuangan pribadi dan keuangan usaha, mengendalikan pengeluaran, serta menyediakan dana cadangan, namun masih terdapat keterbatasan dalam perencanaan keuangan yang sistematis dan berkelanjutan.  Ini menunjukkan bahwa peningkatan literasi dan kesadaran keuangan sangat diperlukan guna memperkuat perilaku pengelolaan keuangan pelaku bisnis kopi secara lebih terstruktur. Hasil penelitian diharapkan dapat dijadikan sebagai dasar dalam pengembangan program edukasi dan pendampingan keuangan bagi pelaku usaha kopi untuk meningkatkan keberlanjutan usaha dan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa.

EKSPLORASI MEDIA SENSORIK BERBASIS TEKSTUR DALAM MENSTIMULASI MOTORIK HALUS ANAK USIA 4 SAMPAI 5 TAHUN

Andepi Daryana, Marwah Triyati, Enih Hartiani, Siti Aminah, Nurul Fahimah
Abstract: Perkembangan motorik halus pada anak usia dini merupakan fondasi penting bagi kesiapan belajar dan kemandirian dalam aktivitas akademik maupun kehidupan sehari-hari. Pengalaman sensorik berbasis tekstur dipandang memiliki… i potensi dalam memperkuat koordinasi otot-otot kecil melalui aktivitas manipulatif yang bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bentuk implementasi, proses pelaksanaan, dan dampak penggunaan media sensorik berbasis tekstur dalam menstimulasi motorik halus anak usia empat sampai lima tahun di PAUD Plmboyan 3 Karawang Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif-eksploratif. Subjek penelitian adalah anak usia empat sampai lima tahun, dengan informan guru kelas dan kepala sekolah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi media tekstur melalui tahap pengenalan, eksplorasi bebas, dan kegiatan terarah secara konsisten meningkatkan koordinasi jari, ketepatan gerak manipulatif, serta keberanian anak dalam mengeksplorasi permukaan yang beragam. Peran guru yang memberikan pendampingan proporsional turut memperkuat efektivitas stimulasi. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa variasi tekstur dapat diposisikan sebagai komponen pedagogis dalam pembelajaran multisensori, sekaligus menjadi rujukan praktis bagi guru PAUD dalam merancang kegiatan yang mendukung perkembangan motorik halus secara sistematis.

KINERJA PEGAWAI DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DI REKTORAT UNIVERSITAS PATTIMURA

Ellna A. Nikijuluw, Megi R. Makailipessy, Herlina Octavia, Leonard Letsoin, La Hasamu, La Iga
Abstract: Pelayanan publik merupakan kewajiban pemerintah dan institusi pendidikan tinggi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Kinerja pegawai menjadi faktor utama dalam menjamin kualitas… layanan yang efisien, responsif, dan akuntabel. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja pegawai dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di Rektorat Universitas Pattimura. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis dilakukan dengan mengacu pada indikator kinerja menurut Mahsun, yaitu produktivitas, responsivitas, dan akuntabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pegawai telah memberikan pelayanan yang cukup baik, ditandai dengan kecepatan, ketepatan, keterbukaan terhadap aspirasi stakeholder, dan penggunaan teknologi penunjang seperti SIAKAD. Meski demikian, terdapat hambatan berupa keterbatasan SDM, kendala teknis jaringan, dan disiplin kerja yang belum konsisten. Temuan ini mengindikasikan perlunya penguatan kompetensi, disiplin, serta inovasi pelayanan agar kualitas layanan publik dapat meningkat.

EVALUASI DAN SUPERVISI PEMBELAJARAN ANALISIS DI SMK BUDI BAKTI UTAMA (SMK BBU)

Atep Jalaluddin
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan supervisi pembelajaran di SMK Bina Budi Utama (SMK BBU) dengan fokus pada efektivitasnya dalam meningkatkan kualitas proses belajar mengajar, mengidentifikasi kendala… la yang dihadapi dalam pelaksanaannya, serta merumuskan strategi supervisi yang lebih sistematis dan relevan dengan karakteristik pendidikan kejuruan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi langsung, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, pengawas, dan guru-guru produktif di SMK BBU. Validitas data diperoleh melalui teknik triangulasi sumber dan metode, sementara analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman, mencakup tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi pembelajaran di SMK BBU telah berjalan secara terstruktur dan memiliki kontribusi positif terhadap peningkatan kualitas pengajaran. Guru menunjukkan antusiasme terhadap proses supervisi dan aktif menerapkan masukan yang diberikan. Namun, beberapa kendala ditemukan, seperti terbatasnya waktu pengawas, kurangnya instrumen evaluasi baku, dan belum optimalnya proses pendampingan setelah supervisi. Strategi yang disarankan meliputi penguatan tim supervisi internal, penggunaan pendekatan kolaboratif dalam supervisi, serta penerapan evaluasi pembelajaran berbasis karakteristik pendidikan kejuruan. Simpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa supervisi pembelajaran di SMK BBU sudah efektif, tetapi perlu ditingkatkan secara sistematis agar lebih sesuai dengan kebutuhan guru kejuruan dan tuntutan dunia industri. Supervisi yang berbasis data dan berorientasi pada pengembangan profesionalisme guru menjadi kunci dalam meningkatkan mutu pendidikan vokasional. Penelitian ini memberikan kontribusi baik secara teoretis dalam pengembangan kajian supervisi pendidikan, maupun secara praktis sebagai acuan kebijakan sekolah dalam pelaksanaan supervisi yang berkelanjutan.

HUBUNGAN PENGGUNAAN GADGET TERHADAP KUALITAS TIDUR DAN PERILAKU EMOSIONAL ANAK USIA SEKOLAH DI SD INPRES TINGGIMAE

Arlinda, Zakariyati, Evi Kusmayanti
Abstract: Latar Belakang : Peningkatan penggunaan gadget membuat anak-anak semakin Anak-anak kini semakin akrab dengan teknologi digital. Secara global, jumlah pengguna gadget diprediksi mencapai 6,1 miliar pada tahun 2029, meningkat&#8230; kat 42,62% sejak 2024. Di kawasan Asia, pertumbuhannya diperkirakan mencapai 49,46% dengan total sekitar 1,2 miliar pengguna. Penggunaan gadget pada anak memiliki dampak positif dan negatif, salah satunya menurunkan kualitas tidur serta memengaruhi perilaku emosional seperti mudah marah dan menangis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan gadget terhadap kualitas tidur dan perilaku emosional anak usia sekolah. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 76 siswa kelas IV, V, dan VI di SD Inpres Tinggimae. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk mengukur kualitas tidur dan Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ) untuk mengukur perilaku emosional anak. Hasil: Berdasarkan analisis menggunakan uji Chi-Square dengan alternatif Fisher Exact Test menunjukkan adanya hubungan signifikan antara penggunaan gadget dan kualitas tidur dengan nilai p = 0,010 (<0,05). Namun, tidak ditemukan hubungan signifikan antara penggunaan gadget dan perilaku emosional anak usia sekolah dengan nilai p = 0,449 (>0,05). Kesimpulan: Intensitas penggunaan gadget yang tinggi dapat memengaruhi kualitas tidur anak, sedangkan perilaku emosional lebih dipengaruhi oleh pola asuh dan lingkungan.  

ANALISIS KOMPARATIF MODEL PEMBELAJARAN ASYIK DAN ATIK DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI AKTIF PADA ANAK USIA DINI

Anisya Fitriasari, Indri Ristiani, Mega Endang Sari, Faridatul Ula, Sri Watini
Abstract: Penelitian ini menganalisis implementasi Model Pembelajaran ASYIK (Aman, Senang, Yakin, Inovatif, Kreatif) dan Model ATIK (Amati, Tiru, Kerjakan) dalam meningkatkan partisipasi aktif anak usia dini melalui pendekatan kualitatif&#8230; litatif studi literatur. Temuan kajian menunjukkan bahwa Model ASYIK berperan strategis dalam menstimulasi dimensi afektif melalui penciptaan ekosistem belajar yang kondusif, di mana penggunaan instrumen reward dan yel-yel secara efektif memitigasi kecemasan instruksional serta meningkatkan kepercayaan diri anak. Sementara itu, Model ATIK menyediakan kerangka kerja metodologis sistematis yang mengakomodasi kebutuhan eksplorasi sensorik dan motorik anak melalui tahapan belajar berbasis pengalaman (experiential learning). Sinergi antara aspek emosional pada model ASYIK dan struktur kognitif pada model ATIK menghasilkan paradigma pembelajaran holistik yang tidak hanya meningkatkan keterlibatan kinestetik dan literasi numerasi, tetapi juga memperkuat kesiapan mental (school readiness) anak dalam menghadapi jenjang pendidikan selanjutnya. Secara teoretis, integrasi kedua model inovatif ini menegaskan pentingnya reposisi peran pendidik sebagai desainer pengalaman yang mampu menyelaraskan stimulasi pedagogis dengan karakteristik perkembangan alamiah anak pada masa golden age.