Search Articles & Publications

Showing 1179 articles found for "Pengguna"

OPTIMALISASI PELAYANAN ADMINISTRASI PUBLIK DI KANTOR CAMAT KOTA SELATAN KOTA GORONTALO

Delvina oktafiani kasim, Juriko Abdussamad, Sri Yulianty Mozin
Abstract: Penyelenggaraan pelayanan publik yang berkualitas merupakan kewajiban konstitusional birokrasi sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat. Namun, Kantor Camat Kota Selatan menghadapi tantangan penurunan Indeks Kepuasan Masyarakat… syarakat (IKM) pada tahun 2025 sebesar 5,18 poin menjadi 88,04%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hambatan sistemik dan mengukur kualitas pelayanan administrasi publik di Kantor Camat Kota Selatan, Kota Gorontalo, dengan menggunakan model SERVQUAL secara komprehensif. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan wawancara mendalam dengan informan utama yang terdiri dari aparatur kecamatan serta masyarakat pengguna layanan. Analisis data dilakukan secara kualitatif berdasarkan lima dimensi kualitas pelayanan SERVQUAL, yaitu Tangibles (bukti fisik), Reliability (keandalan), Responsiveness (daya tanggap), Assurance (jaminan), dan Empathy (empati). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan administrasi publik belum berjalan optimal dan masih menghadapi sejumlah kendala operasional pada kelima dimensi SERVQUAL. Pada dimensi Tangibles, infrastruktur gedung mengalami kerusakan fisik yang parah, fasilitas penunjang minim, serta pemanfaatan aplikasi Yanjak Gorontalo Kota belum maksimal karena operasional lapangan masih didominasi proses manual. Pada dimensi Reliability, terjadi keterlambatan penyelesaian dokumen akibat proses verifikasi yang birokratis dan koordinasi lintas instansi yang lemah. Dimensi Responsiveness menunjukkan sikap petugas sudah cukup baik, namun penyampaian alur prosedur dan prasyarat berkas belum transparan dan tidak seragam. Pada dimensi Assurance, terdapat inkonsistensi informasi antarpetugas yang berpotensi menurunkan kepercayaan publik. Sementara pada dimensi Empathy, sikap ramah dan humanis sudah mulai diterapkan, tetapi implementasinya masih bersifat individual dan belum konsisten secara institusional. Berdasarkan temuan tersebut, disimpulkan bahwa optimalisasi pelayanan memerlukan rehabilitasi fasilitas fisik, pemangkasan alur birokrasi, digitalisasi sistem informasi terpadu melalui optimalisasi teknologi, penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) pelayanan yang kaku untuk menyamakan persepsi staf, serta pengawasan berkala terkait internalisasi nilai-nilai hospitality bagi seluruh aparatur kecamatan.

ANALISIS TEKNOLOGI INFORMASI DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN PUBLIK DI DESA PANTUNGO TELAGA BIRU

Nadya Adistya Abdul, Ismet Sulila, Zuchri Abdussamad
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan teknologi informasi dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik di Desa Pantungo, Kecamatan Telaga Biru. Kajian penelitian difokuskan pada pengelolaan data dan informasi,… ormasi, pemanfaatan komunikasi serta kolaborasi digital, otomatisasi layanan administrasi, dan berbagai faktor yang memengaruhi efektivitas penggunaan teknologi informasi dalam pelayanan publik di tingkat desa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara mendalam yang melibatkan kepala desa, sekretaris desa, perangkat desa, operator Sistem Informasi Desa (SID), serta masyarakat sebagai pengguna layanan. Selain itu, data pendukung diperoleh melalui kegiatan observasi langsung di lapangan dan dokumentasi yang berkaitan dengan penyelenggaraan pelayanan administrasi berbasis teknologi informasi di Desa Pantungo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknologi informasi di Desa Pantungo telah dimanfaatkan dalam pengelolaan data administrasi, penyebaran informasi melalui website dan media sosial, serta mendukung proses pelayanan dan pengambilan keputusan desa. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi lapangan, pemanfaatan teknologi informasi telah memberikan kemudahan dalam pengelolaan data, mempercepat pelayanan administrasi, dan mendukung koordinasi antarperangkat desa. Namun, penerapannya belum berjalan optimal karena pengelolaan data masih sebagian dilakukan secara manual, komunikasi digital belum dimanfaatkan secara merata oleh masyarakat, serta pelayanan administrasi belum sepenuhnya terintegrasi dalam satu sistem digital. Analisis penelitian menunjukkan bahwa efektivitas penerapan teknologi informasi masih dipengaruhi oleh keterbatasan sumber daya manusia, rendahnya literasi digital masyarakat, dan keterbatasan infrastruktur jaringan internet. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan sistem pelayanan digital yang lebih terintegrasi, peningkatan kapasitas aparatur desa, serta penguatan sarana dan prasarana teknologi informasi guna mewujudkan pelayanan publik yang lebih efektif, cepat, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

LITERASI DIGITAL DAN ETIKA SIBER: MENGKAJI PERAN MAHASISWA SEBAGAI AGEN PERUBAHAN DALAM RUANG DIGITAL

Nashir, Hisanah Amalia, Apriliani, Cahya Saskia, Jannah, Nisa Zahrotul, Abdyansyah, Abghy Nur, Sukanti, Rahma Putri, Safitri, Egidia Citra, Muttaqin, Muhammad Fazal, Widagdo, Arif
Abstract: Perkembangan teknologi digital yang pesat mendorong meningkatnya jumlah pengguna internet, khususnya di kalangan mahasiswa. Namun, tingginya intensitas penggunaan internet tidak selalu berbanding lurus dengan kualitas perilaku… rilaku beretika di ruang siber. Maraknya penyebaran hoaks, ujaran kebencian, cyberbullying, serta pelanggaran privasi menjadi indikator rendahnya literasi digital sebagian pengguna. Artikel ini bertujuan mengkaji secara konseptual: (1) peran strategis mahasiswa sebagai agen perubahan dalam ekosistem digital, (2) kontribusi literasi digital dalam membentuk perilaku beretika dan bertanggung jawab di dunia siber, serta (3) dampak nyata rendahnya literasi digital terhadap keamanan data pribadi dan privasi pengguna. Kajian ini menggunakan pendekatan studi literatur dengan menganalisis berbagai sumber relevan terkait literasi digital, etika siber, dan keamanan data. Hasil kajian menunjukkan bahwa literasi digital berperan sebagai instrumen kritis yang tidak hanya meningkatkan kompetensi teknis, tetapi juga membentuk kesadaran etis, tanggung jawab digital, dan kemampuan proteksi privasi. Mahasiswa, sebagai kelompok pengguna internet yang dominan dan terdidik, memiliki posisi strategis untuk memimpin perubahan budaya digital menuju ekosistem yang lebih sehat, aman, dan beretika.

ANALISIS PENGGUNAAN ALAT BANTU PENERJEMAH DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BAHASA INGGRIS MAHASISWA

Aminullah, Arif, Akfan, Sofyan Sukwara, Lembang, Naomi, Wulanda, Nourma
Abstract: Perkembangan teknologi digital telah mendorong meningkatnya penggunaan alat bantu penerjemah dalam pembelajaran bahasa Inggris di perguruan tinggi. Alat bantu penerjemah seperti Google Translate banyak dimanfaatkan oleh… mahasiswa untuk membantu memahami kosakata, membaca teks berbahasa Inggris, serta menyelesaikan tugas akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan alat bantu penerjemah dalam meningkatkan kemampuan bahasa Inggris mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Populasi penelitian adalah mahasiswa yang menggunakan alat bantu penerjemah dalam pembelajaran bahasa Inggris, dengan sampel sebanyak 40 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa menggunakan alat bantu penerjemah secara aktif dalam kegiatan pembelajaran bahasa Inggris. Sebanyak 82,5% mahasiswa menyatakan sering menggunakan alat bantu penerjemah, sedangkan 90% mahasiswa menyatakan bahwa alat bantu penerjemah mudah digunakan. Selain itu, 87,5% mahasiswa menyatakan bahwa alat bantu penerjemah membantu meningkatkan kemampuan membaca (reading), 82,5% membantu kemampuan menulis (writing), dan 90% membantu meningkatkan penguasaan kosakata (vocabulary). Meskipun demikian, penggunaan alat bantu penerjemah secara berlebihan berpotensi menimbulkan ketergantungan dan mengurangi kemampuan mahasiswa dalam memahami tata bahasa (grammar) serta menyusun kalimat secara mandiri. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa alat bantu penerjemah memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kemampuan bahasa Inggris mahasiswa, khususnya pada aspek reading, writing, dan vocabulary. Oleh karena itu, penggunaan alat bantu penerjemah perlu diarahkan secara tepat agar dapat menjadi media pendukung pembelajaran yang efektif tanpa mengurangi kemampuan berpikir kritis dan kemandirian belajar mahasiswa.

PERAN PENGAWAS MADRASAH DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN GURU DI MTS NEGERI 3 TUTUYAN KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW TIMUR

Ginto, Sakina, Anwar, Khoirul, Makshun, Toha
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran pengawas madrasah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran guru di MTs Negeri 3 Tutuyan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif… atif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas pengawas madrasah, kepala madrasah, dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawas madrasah berperan penting dalam pelaksanaan supervisi akademik melalui penyusunan program supervisi, penjadwalan, observasi kelas, pembinaan, pemberian umpan balik, dan tindak lanjut hasil supervisi. Pengawas juga berperan sebagai pembimbing, motivator, evaluator, dan fasilitator bagi guru dalam memperbaiki proses pembelajaran. Pelaksanaan supervisi akademik memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas pembelajaran, terutama dalam penyusunan perangkat pembelajaran, penggunaan metode mengajar yang lebih variatif, perbaikan evaluasi pembelajaran, serta peningkatan profesionalisme guru. Faktor pendukung pelaksanaan supervisi meliputi kerja sama antara pengawas, kepala madrasah, dan guru, dukungan kepala madrasah, serta koordinasi yang baik. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan media pembelajaran, perbedaan kemampuan siswa, dan kurangnya pelatihan tatap muka. Dengan demikian, supervisi akademik perlu dilakukan secara berkelanjutan, bertahap, dan berjenjang agar kualitas pembelajaran guru semakin meningkat.

OPTIMALISASI PERAN FASILITATOR PENDIDIKAN DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI GURU DI MTS NEGERI KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW TIMUR

Kartiman, Rama Shinta Dewi, Anwar, Khoirul, Makshun, Toha
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan optimalisasi peran fasilitator pendidikan dalam meningkatkan kemampuan literasi guru di MTs Negeri Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif… ualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas guru, fasilitator pendidikan, dan kepala madrasah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitator pendidikan memiliki peran penting sebagai pembimbing, pendamping, pelatih, pengarah, dan motivator dalam meningkatkan kemampuan literasi guru. Literasi yang dikembangkan meliputi literasi membaca, literasi menulis, literasi digital, literasi informasi, serta kemampuan berpikir kritis dalam pembelajaran. Kemampuan literasi guru sudah mulai berkembang, terlihat dari pemanfaatan bahan bacaan, penyusunan perangkat pembelajaran berbasis literasi, penggunaan teknologi sederhana, serta pencarian sumber informasi untuk mendukung pembelajaran. Namun, masih terdapat kendala seperti keterbatasan bahan bacaan, fasilitas digital yang belum maksimal, keterbatasan waktu, serta belum meratanya kemampuan guru dalam menggunakan teknologi pembelajaran. Oleh karena itu, optimalisasi peran fasilitator perlu dilakukan melalui pendampingan rutin, pelatihan berkelanjutan, supervisi, pengembangan media pembelajaran, penguatan komunitas belajar, serta evaluasi program secara berkala. Dengan strategi tersebut, kemampuan literasi guru diharapkan meningkat dan berdampak positif terhadap kualitas pembelajaran di madrasah.

STRATEGI GURU PAI DALAM MENINGKATKAN MINAT BACA AL-QUR'AN PADA SISWA DI SDN 1 PINONOBATUAN KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW TIMUR

Mamonto, Mardia, Anwar, Khoirul, Makshun, Toha
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan minat baca Al-Qur’an pada siswa di SDN 1 Pinonobatuan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, mengidentifikasi faktor pendukung… ndukung dan penghambat, serta menganalisis dampak penerapan strategi tersebut terhadap siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI menerapkan beberapa strategi, yaitu pembelajaran yang menyenangkan, pembiasaan membaca Al-Qur’an selama 10–15 menit sebelum pembelajaran, penggunaan metode tahsin dan talaqqi, pemberian apresiasi, pendampingan khusus, pemanfaatan media pembelajaran, serta kegiatan ekstrakurikuler BTQ. Faktor pendukung pelaksanaan strategi ini meliputi dukungan kepala sekolah, guru sejawat, orang tua, dan fasilitas sekolah. Adapun faktor penghambatnya meliputi rendahnya minat sebagian siswa, perbedaan kemampuan membaca, kurangnya penguasaan makharijul huruf dan tajwid, serta pengaruh gadget. Penerapan strategi guru PAI memberikan dampak positif terhadap peningkatan antusiasme, kemampuan membaca, kedisiplinan, kepercayaan diri, dan sikap religius siswa. Dengan demikian, strategi guru PAI berperan penting dalam menumbuhkan minat baca Al-Qur’an secara bertahap dan berkelanjutan.

AKUNTABILITAS BERBASIS ARTIFICIAL INTELLIGENCE PADA UMKM: PELUANG DAN TANTANGAN

Nasution, Juni Erpida, Widiyan, Tika, Arumsari, Tania
Abstract: Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah mendorong transformasi digital dalam berbagai sektor, termasuk pengelolaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi… si akuntabilitas berbasis Artificial Intelligence pada UMKM di Kota Makassar serta mengidentifikasi peluang dan tantangan yang dihadapi dalam penerapannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang terdiri atas pemilik dan pengelola UMKM yang telah memanfaatkan teknologi digital dalam aktivitas usahanya. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan AI melalui aplikasi pembukuan digital, chatbot, analisis data penjualan, dan sistem pemasaran digital mampu meningkatkan transparansi, efisiensi, dan kualitas pengelolaan informasi usaha. Penggunaan AI juga membantu pelaku UMKM dalam memperkuat sistem pencatatan transaksi dan pelaporan keuangan sehingga mendukung peningkatan akuntabilitas usaha. Namun demikian, implementasi AI masih menghadapi berbagai tantangan, seperti rendahnya literasi digital, keterbatasan sumber daya manusia, biaya teknologi, serta risiko keamanan dan privasi data. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Artificial Intelligence memiliki potensi besar dalam mendukung akuntabilitas UMKM, tetapi keberhasilannya memerlukan peningkatan kapasitas digital, dukungan infrastruktur, dan tata kelola teknologi yang memadai.

PROBLEMATIKA DIGLOSIA BAHASA ARAB FUSHA DAN AMIYAH BAGI PELAJAR INDONESIA

Rabia'tul Adawiya1, Yarno Eko Saputro
Abstract: Bahasa Arab memiliki fenomena unik bernama diglosia, yakni penggunaan dua varietas bahasa secara berdampingan dengan fungsi sosial yang berbeda: fusha (Arab Standar Modern) untuk ranah formal, dan amiyah (dialek kolokial)… ) untuk percakapan sehari-hari. Bagi pelajar Indonesia, kondisi ini menciptakan tantangan berlapis yang kerap diabaikan dalam sistem pendidikan. Penelitian ini bertujuan memetakan problematika diglosia dari perspektif linguistik, pedagogis, psikologis, dan sosiolinguistik, serta merumuskan rekomendasi berbasis bukti. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) berbasis protokol PRISMA, dengan menganalisis 25 sumber terpilih dari 187 sumber awal yang diterbitkan antara 2017–2024. Hasil penelitian mengidentifikasi lima klaster masalah utama: (1) kesenjangan sistem linguistik fusha-amiyah pada tataran fonologi, morfologi, dan sintaksis; (2) kurikulum dan bahan ajar yang hampir sepenuhnya berorientasi fusha; (3) hambatan psikologis berupa kecemasan komunikasi dan disorientasi identitas; (4) keterbatasan sumber belajar berbasis kebutuhan peserta didik; serta (5) kompleksitas sosiolinguistik dalam memilih dialek regional yang tepat. Penelitian ini merekomendasikan kurikulum terpadu berbasis needs analysis, pengembangan bahan ajar yang mengakui realitas diglosia, peningkatan kompetensi diglosik pendidik, serta pemanfaatan media digital sebagai sarana paparan amiyah yang autentik.

TANTANGAN GURU DALAM MEMBENTUK KARAKTER SISWA MI DI ERA DIGITAL

Muthmainnah, Fitria, Jihan Khairum Nisa, Siti Masyitoh
Abstract: Studi ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan yang dihadapi guru dalam membentuk karakter siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) di era digital saat ini. Ini juga bertujuan untuk menemukan cara-cara yang bisa digunakan untuk mengatasi… ngatasi perubahan yang dibawa oleh teknologi digital. Penelitian ini menggunakan metode penelitian perpustakaan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Informasi ini dikumpulkan dari berbagai sumber seperti jurnal, buku, makalah ilmiah, dan referensi penting lainnya yang berhubungan dengan pendidikan karakter dan perkembangan teknologi digital dalam pendidikan. Metode pengumpulan data melibatkan pemeriksaan berbagai dokumen. Ini dilakukan dengan membaca, memahami, dan menganalisis berbagai sumber literatur yang berkaitan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan teknologi digital menghadirkan tantangan besar bagi para guru dalam membimbing karakter siswa MI. Tantangan-tantangan ini meliputi penggunaan gadget yang berlebihan, kurangnya perhatian siswa terhadap belajar, sedikitnya interaksi sosial secara langsung, dampak buruk dari media sosial, dan kurangnya bimbingan dari orang tua tentang bagaimana anak-anak menggunakan teknologi digital. Selain itu, kemajuan teknologi mempengaruhi bagaimana sikap siswa dan karakter mereka. Ini termasuk masalah seperti kurangnya disiplin, menggunakan bahasa yang tidak baik, dan kecenderungan untuk meniru perilaku negatif yang terlihat di internet dan media sosial. Ketika menghadapi tantangan ini, guru sangat penting karena mereka mendidik, membimbing, menjadi panutan, dan mengawasi untuk membantu siswa menggunakan teknologi dengan bijak. Guru dapat menggunakan beberapa cara, seperti memanfaatkan alat belajar digital, mengajarkan nilai-nilai karakter dengan memberikan contoh, membiasakan siswa dengan kebiasaan baik, mengamati cara siswa menggunakan perangkat mereka, dan bekerja sama dengan orang tua untuk memantau penggunaan teknologi oleh siswa. Jadi, mengajarkan karakter di era digital saat ini harus dilakukan secara rutin, agar siswa dapat memanfaatkan teknologi dengan cara yang baik sambil tetap menjaga nilai moral dan etika dalam kehidupan sehari-hari mereka.