Search Articles & Publications

Showing 1705 articles found for "Satu"

MENUMBUHKAN MINAT BELAJAR MATEMATIKA SISWA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM GAMES TOURNAMENT (TGT)

Wilda Aprilia Simbolon, Marzuki Ahmad, Ummi Fadilla, Agave Trium Kristanti
Abstract: Daerah yang menjadi binaan PKM kami adalah siswa sekolah SD Muhammadiyah 100117 Simatorkis, pada umumnya anak-anak diwilayah SD Muhammadiyah 100117 ini memiliki kecenderungan malas belajar pelajaran matematika. Maka dari… itu tim kami melaksanakan program untuk menumbuhkan rasa minat siswa terhadap pelajaran matematika dengan model tipe team games tournament. Program ini akan dilaksanakan dengan metode games yang diantaranya : pertama, Bundaran hitung angka misalnya siswa itu dibuat dalam satu lingkaran kemudian satu per satu mulai berhitung. Kedua, Pelangi matematika misalnya dibuat terlebih dahulu kertas warna warni yang di isi sama angka untuk mempermudah anak mengingat angka. Melihat permasalahan yang terjadi dalam dunia anak yang terkait dengan kurangnya minat dalam pelajaran matematika. Maka melalui program yang telah dilaksanakan mampu merubah pola belajar anak sedikit demi sedikit  menjadi berminat untuk belajar matematika.

PENERAPAN PENTINGNYA BELAJAR MEMBACA DAN MENULIS KEPADA ANAK SEKOLAH DASAR

Sri Mahrani Harahap, Hotma Widia Safitri Harahap, Ria Damayanti Harahap, Lola Sapitri Siregar
Abstract: Ada dua macam keterampilan berbahasa yang harus dikuasai siswa sejak mengenal dunia pendidikan, yaitu: keterampilan menulis dan membaca. Dengan menguasai dua keterampilan itu, maka akan terjadi kemampuan awal dalam menguasai… asai ketrampilan yang lain. Penguasaan keterampilan menulis dan membaca merupakan hal yang mendasari penemuan metode Cooperative Integrated Reading and Composition. Pengembangan CIRC dihasilkan dari sebuah analisis masalah-masalah tradisional dalam pengajaran seperti pelajaran membaca, menulis, seni bahasa dan mengungkap sesuatu dari realita yang ada. Satu fokus utama dari kegiatan-kegiatan CIRC adalah membuat penggunaan waktu lebih efektif. Para siswa bekerja di dalam tim-tim kooperatif yang dikoordinasikan dengan pengajaran kelompok membaca, supaya dapat memenuhi tujuan-tujuan dalam bidang lain seperti pemahaman membaca, kosa kata, pembacaan pesan dan ejaan dalam materi yang sedang dipelajari.

PENGARUH KEBIASAAN MEMBACA ALKITAB TERHADAP PERILAKU POSITIF PADA REMAJA AWAL DI PUSAT PENGEMBANGAN ANAK (PPA) OEMATHONIS EFATA SOE

Dovansius R Bolang, Erdin Edward Fatuli, Hendrik A.E Lao
Abstract: Masa remaja awal merupakan periode penting dalam pembentukan karakter, sehingga diperlukan pembinaan yang mampu mengembangkan aspek moral, spiritual, dan sosial secara seimbang. Salah satu bentuk pembinaan spiritual dalam&#8230; m tradisi Kristen adalah kebiasaan membaca Alkitab yang diyakini berperan dalam membentuk perilaku positif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kebiasaan membaca Alkitab terhadap perilaku positif pada remaja awal di Pusat Pengembangan Anak (PPA) Oemathonis Efata Soe. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian berjumlah 30 remaja berusia 15–18 tahun, yang seluruhnya dijadikan sampel melalui teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket yang telah memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear sederhana dengan bantuan SPSS versi 30. Hasil analisis menunjukkan bahwa instrumen penelitian memiliki tingkat reliabilitas yang sangat tinggi dengan nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,988. Analisis regresi menghasilkan koefisien korelasi (R) sebesar 0,851 yang menunjukkan hubungan sangat kuat antara kebiasaan membaca Alkitab dan perilaku positif. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,724 mengindikasikan bahwa kebiasaan membaca Alkitab memberikan kontribusi sebesar 72,4% terhadap pembentukan perilaku positif, sedangkan 27,6% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Uji hipotesis juga memperlihatkan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05), yang membuktikan bahwa kebiasaan membaca Alkitab berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku positif remaja. Temuan ini menunjukkan bahwa pembiasaan membaca dan merenungkan firman Tuhan secara konsisten dapat memperkuat pembentukan karakter, seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, empati, kasih, dan kepedulian sosial. Oleh karena itu, kebiasaan membaca Alkitab perlu terus dikembangkan melalui keluarga, gereja, sekolah, dan lembaga pembinaan sebagai bagian dari upaya membentuk karakter remaja yang berlandaskan nilai-nilai Kristiani.

PENERAPAN SISTEM INFORMASI PELAYANAN PERIZINAN TERPADU (SIPINTER) DI DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU KABUPATEN TANGERANG

Nur Annisaa, Riny Handayani
Abstract: Abstract This study aims to analyze the implementation of the Integrated Licensing Service Information System (SIPINTER) at the Investment and One-Stop Integrated Services Office (DPMPTSP) of Tangerang Regency. The research&#8230; earch is grounded in issues of low institutional responsiveness in following up on complaints, mismatches between actual service completion time and the Standard Operating Procedure (SOP), and uneven public socialization of the system. This study employs a descriptive method with a qualitative approach, using 3-dimensional e-government success model, namely Support, Capacity, and Value, as the analytical framework. Data were collected through field observation, regulatory documentation review, and in-depth interviews. The findings indicate that the Support dimension is backed by strong political will, allocated funding, and multi-channel socialization that has driven growth in registered users, though technical assistance responsiveness outside office hours remains weak. The Capacity dimension shows adequate human resources and staff competence, but the technological infrastructure remains prone to disruptions such as OTP delivery failures and server downtime. The Value dimension has produced tangible benefits in efficiency and service transparency, yet this value is undermined by document processing delays exceeding SOP standards, driven by a "digital red tape" practice among internal verification officers. This study recommends strengthening online technical support and adopting contingency resource mechanisms to improve service. Keywords: SIPINTER, e-government, licensing service, DPMPTSP, Support-Capacity-Value model   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Penerapan Sistem Informasi Pelayanan Perizinan Terpadu (SIPINTER) di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tangerang. Latar belakang penelitian ini didasari oleh masih rendahnya responsivitas instansi dalam menindaklanjuti laporan, ketidaksesuaian durasi penyelesaian layanan dengan Standar Operasional Prosedur (SOP), serta sosialisasi yang belum merata kepada masyarakat. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, dengan analisis berlandaskan model keberhasilan e-government tiga dimensi yaitu Support, Capacity, dan Value. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi Support telah didukung oleh political will yang kuat, alokasi anggaran, dan sosialisasi multikanal yang mendorong pertumbuhan pengguna terdaftar, namun masih lemah dalam responsivitas bantuan teknis di luar jam kerja. Dimensi Capacity menunjukkan kecukupan sumber daya manusia dan kompetensi petugas, tetapi infrastruktur masih rentan mengalami gangguan teknis seperti kegagalan pengiriman OTP dan server down. Dimensi Value menghasilkan manfaat nyata berupa efisiensi dan transparansi pelayanan, namun nilainya terdegradasi akibat keterlambatan penyelesaian dokumen yang melampaui SOP, yang dipicu oleh praktik birokrasi digital (digital red tape) di tingkat verifikator internal. Penelitian ini merekomendasikan penguatan dukungan teknis daring serta penerapan mekanisme kontingensi sumber daya untuk meningkatkan layanan. Kata Kunci: SIPINTER, e-government, pelayanan perizinan, DPMPTSP, model Support-Capacity-Value

HUBUNGAN INTENSITAS PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM DENGAN KEPERCAYAAN DIRI MAHASISWA PSIKOLOGI KRISTEN IAKN KUPANG ANGKATAN 2025

Mnir, Sonia Armeliana, Sonia, Risna Akdalia Solukh, Lao, Hendrik A.E
Abstract: Instagram merupakan salah satu media sosial yang berfokus pada berbagi foto dan video serta dimanfaatkan pengguna sebagai sarana berkomunikasi, mengekspresikan diri, dan menjalin interaksi sosial di lingkungan digital, dimana&#8230; imana intensitas penggunaanya mencangkup aspek perhatian, penghayatan, durasi dan frekuensi (Umami & Rosdiana, 2022), sementara kepercayaan diri merupakan keyakinan individu terhadap kemampuan dirinya yang tercermin melalui sikap optimis, objektif, bertanggung jawab dan rasional (Puji et al., 2024)). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara intensitas penggunaan media sosal Instagram dengan kepercayaan diri mahasiswa Psikologi Kristen IAKN Kupang Angkatan 2025, yang dilatarbelakangi oleh fenomena lapangan dimana sebagian mahasiswa mengalami penurunan kepercayaan diri akibat social comparison ketika melihat unggahan teman yang tampak lebih berprestasi, sementara sebagian lainnya justru merasa lebih percaya diri melalui ekspresi diri dan validasi sosial di Instagram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional, melibatkan 30 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik total sampling, dengan pengumpulan data melalui kuesioner skala Likert empat pilihan jawaban. Uji validitas menghasilkan 34 butir valid dari 40 butir, dan uji reliabilitas menghasilkan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,971 yang tergolong sangat reliabel. Analisis data menggunakan korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan SPSS versi 20 menunjukkan nilai koefisien signifikansi 0,000 (p < 0,01), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan, positif, dan kuat antara kedua variabel, sehingga semakin tinggi intensitas penggunaan Instagram maka semakin tinggi pula kepercayaan diri mahasiswa. Temuan ini konsisten dengan penelitian Banoet dkk.(2025) dari Psikologi Undana Kupang, Oktaviani dkk. (2023), dan Dalila (2022), dan mengimplikasikan bahwa Instagram di lingkungan IAKN Kupang berfungsi sebagai media ekspresi diri dan validasi sosial yang konstruktif, sehingga program literasi digital perlu diarahkan pada pembimbingan pola penggunaan yang sehat dan bertanggung jawab.

ANALISIS OPTIMASI BIAYA DISTRIBUSI MENGGUNAKAN METODE NORTH WEST CORNER (NWC) DAN MODIFIED DISTRIBUTION (MODI) (STUDI KASUS: HOOMKIDS APPAREL)

Aeni Salsabila, Chika Della Wirmania, Somadi
Abstract: Distribusi merupakan salah satu elemen krusial dalam operasional perusahaan yang mempengaruhi efisiensi biaya. Pada operasional perusahaan Hoomkids Apparel mengalami permasalahan dalam memilih pola distribusi produk yang&#8230; dapat memenuhi permintaan dari berbagai daerah dengan biaya transportasi yang rendah. Ketidaktepatan dalam pengalokasian distribusi dapat mengakibatkan tingginya biaya operasional dan menurunkan efisiensi perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan biaya distribusi yang paling efisien. Metode yang diterapkan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara, yang berkaitan dengan kapasitas gudang, permintaan tujuan, dan biaya distribusi. Adapun metode analisis yang digunakan yaitu metode North West Corner dan Modified Distribution. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa metode North West Corner menghasilkan total biaya distribusi sebesar Rp. 12. 090.000. Setelah optimalisasi dilakukan dengan metode Modified Distribution, biaya distribusi dapat diturunkan menjadi Rp. 11. 705.000, sehingga menghasilkan penghematan sebesar Rp. 385. 000.  

IMPLEMENTASI PROGRAM KEGIATAN EKSTRAKURIKULER TAHFIDZ AL-QUR’AN PADA HAFALAN DOA HARIAN DAN SURAH PENDEK DI KB-TK ISLAM RAIH IMPIAN KOTA TANGERANG SELATAN

Handyanti, Destyana Lyra, Nurmaliyah, Yayah
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi program kegiatan ekstrakurikuler Tahfidz Al-Qur'an pada hafalan doa harian dan surah pendek di KB-TK Islam Raih Impian Kota Tangerang Selatan, serta faktor pendukung&#8230; ukung dan penghambatnya. Latar belakang penelitian didasari oleh keterbatasan waktu hafalan dalam jam reguler dan kajian mengenai kontribusi ekstrakurikuler Tahfidz Al-Qur'an pada hafalan doa harian dan surah pendek pada anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam kepada 4 informan, dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program kegiatan ekstrakurikuler Tahfidz Al-Qur’an dilaksanakan melalui tahap perencanaan mencakup penetapan tujuan, penyusunan target hafalan, penjadwalan kegiatan, dan perencanaan target 1-3 ayat per pertemuan beserta materi pendukung surah. Tahap pelaksanaan yaitu pembukaan, kegiatan inti, dan penutup yang berjalan saling melengkapi dengan pembiasaan hafalan di kelas. Tahap evaluasi dilakukan melalui pemantauan langsung setiap pertemuan mencakup kelancaran hafalan, urutan ayat, serta ketepatan makhraj dan tajwid dasar, dengan hasil hafalan ditampilkan pada kegiatan puncak Ramadhan dan akhirusanah. Anak yang mengikuti program ini menunjukkan kualitas pelafalan, daya ingat, dan semangat menghafal yang lebih baik, berbeda dengan anak yang tidak mengikutinya. Faktor pendukung meliputi dukungan orang tua, kompetensi guru pembimbing, motivasi anak, serta lingkungan sekolah yang kondusif dan bernuansa Islami serta faktor penghambatnya meliputi perbedaan kemampuan hafalan anak, kurangnya konsistensi pengulangan di rumah, keterbatasan konsentrasi anak, serta frekuensi pertemuan yang hanya satu kali per minggu tanpa sesi pengganti saat hari libur. Dengan demikian, keberhasilan program ini sangat bergantung pada kolaborasi yang kuat antara guru, orang tua, dan lingkungan.

PARTISIPASI PUBLIK DALAM PENGEMBANGAN POTENSI PARIWISATA DI KABUPATEN BANGGAI LAUT PROVINSI SULAWESI TENGAH

Bandeo, Murna A., Abdussamad, Zuchri, Nani, Yacob Noho
Abstract: Sektor pariwisata merupakan salah satu sektor strategis yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta membuka peluang usaha dan lapangan kerja. Keberhasilan pengembangan pariwisata&#8230; riwisata tidak hanya bergantung pada peran pemerintah, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif masyarakat sebagai salah satu pemangku kepentingan utama dalam mewujudkan pembangunan pariwisata yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis partisipasi publik dalam pengembangan potensi pariwisata di Kabupaten Banggai Laut, Provinsi Sulawesi Tengah, yang meliputi partisipasi pada tahap perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, evaluasi, serta bentuk-bentuk partisipasi masyarakat dalam pembangunan pariwisata. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap 10 informan yang terdiri atas unsur pemerintah daerah, pengelola objek wisata, dan masyarakat. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa partisipasi publik dalam pengembangan potensi pariwisata di Kabupaten Banggai Laut telah berjalan cukup baik. Pada tahap perencanaan, masyarakat berpartisipasi melalui penyampaian saran, usulan, dan aspirasi terkait pengembangan destinasi wisata. Pada tahap pelaksanaan, masyarakat terlibat dalam menjaga kebersihan lingkungan, pengelolaan fasilitas, serta mendukung promosi destinasi wisata. Pada tahap pengawasan, masyarakat berperan dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mengawasi pemanfaatan fasilitas wisata agar tetap berfungsi dengan baik. Sementara itu, pada tahap evaluasi, masyarakat memberikan masukan terhadap pelaksanaan program pengembangan pariwisata sebagai bahan perbaikan kebijakan di masa mendatang. Bentuk partisipasi masyarakat diwujudkan melalui kontribusi tenaga, pemikiran, serta keterlibatan langsung dalam berbagai kegiatan pengembangan objek wisata.Penelitian ini menyimpulkan bahwa partisipasi publik memiliki peran yang penting dalam mendukung pengembangan potensi pariwisata di Kabupaten Banggai Laut. Kolaborasi yang sinergis antara pemerintah, pengelola wisata, dan masyarakat menjadi faktor utama dalam mewujudkan pengelolaan pariwisata yang berkelanjutan, meningkatkan daya saing destinasi, serta memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan bagi masyarakat setempat.

KONSEP DASAR SERTA MANFAAT ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) DALAM KEHIDUPAN MODERN

Putri, Anklita Nurul Eka, Syahda, Talitha Quds, Nursihab, Ihab Muhammad, Putri, Zahra Navisa, Veralin, Livia, Nuraini, Salsa, Putri, Cinta Alviana, Desmafitano, Mufti Falah, Widagdo, Arif
Abstract: Artificial Intelligence (AI) merupakan salah satu inovasi teknologi yang berkembang pesat pada era modern dan telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji&#8230; kaji konsep dasar, sejarah perkembangan, prinsip-prinsip utama, serta implementasi Artificial Intelligence dalam berbagai sektor kehidupan modern. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur melalui kajian terhadap buku, jurnal ilmiah, laporan penelitian, dan berbagai publikasi akademik yang relevan dengan topik AI. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan dianalisis secara deskriptif untuk mengidentifikasi perkembangan, karakteristik, serta penerapan teknologi AI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Artificial Intelligence merupakan teknologi yang dirancang untuk meniru kecerdasan manusia melalui proses pembelajaran, penalaran, pengenalan pola, dan pengambilan keputusan. AI telah diterapkan secara luas dalam berbagai bidang, seperti kesehatan, pendidikan, bisnis, transportasi, keamanan, pertanian, dan industri digital. Pemanfaatan AI mampu meningkatkan efisiensi, produktivitas, akurasi, serta kualitas layanan pada berbagai sektor. Namun demikian, perkembangan AI juga menghadirkan tantangan berupa persoalan etika, keamanan dan privasi data, ketergantungan teknologi, serta kebutuhan peningkatan literasi digital masyarakat. Oleh karena itu, pemanfaatan AI perlu diimbangi dengan tata kelola yang bertanggung jawab serta pengembangan sumber daya manusia yang memadai guna mengoptimalkan manfaat teknologi secara berkelanjutan.

ANALISIS TEKNOLOGI INFORMASI DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN PUBLIK DI DESA PANTUNGO TELAGA BIRU

Nadya Adistya Abdul, Ismet Sulila, Zuchri Abdussamad
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan teknologi informasi dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik di Desa Pantungo, Kecamatan Telaga Biru. Kajian penelitian difokuskan pada pengelolaan data dan informasi,&#8230; ormasi, pemanfaatan komunikasi serta kolaborasi digital, otomatisasi layanan administrasi, dan berbagai faktor yang memengaruhi efektivitas penggunaan teknologi informasi dalam pelayanan publik di tingkat desa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara mendalam yang melibatkan kepala desa, sekretaris desa, perangkat desa, operator Sistem Informasi Desa (SID), serta masyarakat sebagai pengguna layanan. Selain itu, data pendukung diperoleh melalui kegiatan observasi langsung di lapangan dan dokumentasi yang berkaitan dengan penyelenggaraan pelayanan administrasi berbasis teknologi informasi di Desa Pantungo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknologi informasi di Desa Pantungo telah dimanfaatkan dalam pengelolaan data administrasi, penyebaran informasi melalui website dan media sosial, serta mendukung proses pelayanan dan pengambilan keputusan desa. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi lapangan, pemanfaatan teknologi informasi telah memberikan kemudahan dalam pengelolaan data, mempercepat pelayanan administrasi, dan mendukung koordinasi antarperangkat desa. Namun, penerapannya belum berjalan optimal karena pengelolaan data masih sebagian dilakukan secara manual, komunikasi digital belum dimanfaatkan secara merata oleh masyarakat, serta pelayanan administrasi belum sepenuhnya terintegrasi dalam satu sistem digital. Analisis penelitian menunjukkan bahwa efektivitas penerapan teknologi informasi masih dipengaruhi oleh keterbatasan sumber daya manusia, rendahnya literasi digital masyarakat, dan keterbatasan infrastruktur jaringan internet. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan sistem pelayanan digital yang lebih terintegrasi, peningkatan kapasitas aparatur desa, serta penguatan sarana dan prasarana teknologi informasi guna mewujudkan pelayanan publik yang lebih efektif, cepat, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.