Search Articles & Publications

Showing 1937 articles found for "Awan"

PROBLEMATIKA LITERASI DALAM PEMBELAJARAN SISWA SEKOLAH DASAR

Farikhatul Atiqoh, Nova Khoirun Nisa, Adzin Eka Lindi, Yuliyati, Luthfa Nugraheni
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis permasalahan literasi dalam pembelajaran siswa sekolah dasar, khususnya siswa kelas V di SDN 1 Rahtawu, dan untuk mengusulkan solusi yang tepat untuk meningkatkan… gkatkan kemampuan literasi mereka. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data meliputi wawancara dengan guru, observasi langsung di kelas, dan tinjauan pustaka. Data dianalisis menggunakan teknik analisis interaktif Miles dan Huberman, yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa siswa masih menghadapi kesulitan dalam membaca dan memahami materi pembelajaran karena faktor internal, seperti potensi pribadi yang belum berkembang, motivasi rendah, dan kurangnya kepercayaan diri, serta faktor eksternal, termasuk dukungan dan bimbingan orang tua yang terbatas dan sumber belajar yang tidak memadai di sekolah. Solusi yang diusulkan meliputi peningkatan pembelajaran literasi melalui pendekatan kontekstual dan interaktif, penyediaan bahan bacaan yang beragam dan menarik, pemberian bimbingan dari guru dan orang tua, serta menumbuhkan kebiasaan literasi yang konsisten baik di sekolah maupun di rumah. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi guru, sekolah, dan orang tua dalam mengembangkan budaya literasi yang efektif di pendidikan dasar.

Analisis Determinan Keterlambatan Literasi Dasar pada Siswa Sekolah Dasar

Nayala Intani Parasdika, ARUM, FEBRIANA ARUM SUSILOWATI, Lisna, Lisna Wati Dewi, Indah, Indah Silvianingrum, Luthfa Nugraheni
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab keterlambatan literasi khususnya kemampuan membaca, pada siswa kelas IV SD 5 Bae. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui teknik observasi,… ervasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa siswa mengalami kesulitan dalam mengenali huruf, membedakan bunyi (fonem), membaca kata secara lancar, serta memahami isi bacaan. Faktor penyebab keterlambatan literasi berasal dari aspek internal siswa seperti rendahnya kemampuan fonologis dan minimnya motivasi membaca, serta faktor eksternal seperti kurangnya pendampingan orang tua, minimnya lingkungan literasi di rumah, dan metode pembelajaran membaca yang masih tradisional. Selain itu, kurangnya penggunaan media pembelajaran yang menarik turut memengaruhi rendahnya minat baca siswa. Berdasarkan temuan ini, diperlukan upaya pendampingan membaca secara individual, pembiasaan literasi di sekolah, peningkatan peran orang tua, serta penggunaan metode dan media pembelajaran yang variatif agar kemampuan literasi dasar siswa dapat meningkat secara optimal.

ANALISIS KENDALA GURU GEOGRAFI DALAM MELAKSANAKAN EVALUASI PEMBELAJARAN ABAD 21 DI SMA ERIA MEDAN

Nazwa Amelia Putri, Pinta Yosepin Turnip, Ovimena Simbolon
Abstract: Penelitian ini bertujuan menganalisis kendala yang dihadapi guru Geografi di SMA Swasta Eria Medan dalam melaksanakan evaluasi pembelajaran abad ke-21 yang mengintegrasikan prinsip Higher Order Thinking Skills (HOTs) dan… Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK). Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui wawancara, observasi, serta telaah dokumen perangkat evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah melaksanakan evaluasi secara terencana dan sesuai kurikulum, mencakup penilaian formatif, sumatif, sikap, dan keterampilan. Namun, penerapan soal HOTs masih terbatas karena rendahnya kemampuan analisis siswa, kurangnya pelatihan guru, serta minimnya sarana teknologi pendukung. Evaluasi berbasis TPACK mulai diterapkan melalui Google Form dan platform digital lain, tetapi belum optimal akibat keterbatasan jaringan dan fasilitas sekolah. Penelitian ini menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi guru, penyediaan sarana digital, serta kolaborasi MGMP untuk memperkuat implementasi evaluasi sesuai tuntutan pembelajaran abad ke-21.

Analisis Perancangan Instrumen Evaluasi Pembelajaran Abad ke-21 (HOTS dan TPACK) sebagai Upaya Peningkatan Pemahaman dan Pengalaman Lapangan Mahasiswa Calon Guru

Siti Hajar Sahari, Nur Holila Nasution, Joni Tua Pasaribu, Nurmala Berutu, Eka Suci Anja Kusumawati
Abstract: Adapun tujuan penelitian ini  yaitu bertujuan untuk menganalisis kendala yang dihadapi guru dalam melaksanakan  pembelajaran pada evaluasi pelajaran Geografi di sekolah MAN 2 MODEL MEDAN. Didalam penelitian kami melakukan… kan dengan menggunakan metode deskriptif melalui pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan observasi terhadap guru pada mata pelajaran Geografi. Adapun hasil dari penelitian yang kami dapat yaitu yang  menunjukkan bahwa proses perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran pada mata pelajaran evaluasi telah mengacu pada Capaian Pembelajaran (CP), Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), serta prinsip Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK). Guru juga memanfaatkan beberapa berbagai media digital seperti Google Form, Quizizz, Educaplay, dan Exambro. Namun, juga guru evaluasi ini juga masih ada beberapa menghadapi masalah/kendala.Adapun masalah atau kendala yang sering dihadapi guru yaitu seperti: Keterbatasan Kompetensi Digital dan Pedagogik, Kurangnya Pelatihan Profesional, Minimnya Fasilitas Sekolah, Resistensi terhadap Perubahan, Waktu yang Terbatas.Selain itu, ada juga beberapa penerapan soal yang berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTs) masih terbatas pada level C3 dan belum optimal mencapai C4–C6. Kendala teknis seperti ketidakmerataan kepemilikan perangkat siswa yang selalu memengaruhi efektivitas evaluasi daring. Jadi penelitian ini dapat disimpulkan bahwa peningkatan fasilitas, pelatihan guru, serta penguatan kerja sama antara sekolah dan perguruan tinggi dalam menghadapi kendala harus memerlukan pendukung untuk evaluasi pembelajaran Geografi, supaya dapat lebih efektif, terstandar, dan relevan dalam evaluasi pembelajaran abad ke-21 berbasis HOTS dan TPACK.

Analisis Kendala Yang Dihadapi Guru Dalam Melaksanakan Evaluasi Pembelajaran Geografi Di Kelas XI Di SMA N 12 Medan

Aisyah Dwi Ramadhani, Silvia Novelina Simanullang, Tungunedo Manalu, Nurmala Berutu, Eka Suci Anja Kusumawati
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kendala yang dihadapi guru dalam melaksanakan evaluasi pembelajaran Geografi di kelas XI SMA Negeri 12 Medan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif melalui… pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan observasi terhadap guru mata pelajaran Geografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses perencanaan dan pelaksanaan evaluasi telah mengacu pada Capaian Pembelajaran (CP), Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), serta prinsip Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK). Guru memanfaatkan berbagai media digital seperti Google Form, Quizizz, Educaplay, dan Exambro. Namun, pelaksanaan evaluasi masih menghadapi sejumlah kendala, di antaranya kemampuan analisis siswa yang rendah, keterbatasan fasilitas sekolah (laboratorium SIG, peta tematik, jaringan internet), serta belum adanya standar baku dari Kemendikbud terkait komposisi soal berdasarkan level kognitif. Selain itu, penerapan soal berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTs) masih terbatas pada level C3 dan belum optimal mencapai C4–C6. Kendala teknis seperti ketidakmerataan kepemilikan perangkat siswa turut memengaruhi efektivitas evaluasi daring. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan fasilitas, pelatihan guru, serta penguatan kerja sama antara sekolah dan perguruan tinggi diperlukan untuk mendukung evaluasi pembelajaran Geografi yang lebih efektif, terstandar, dan relevan dengan tuntutan pembelajaran abad ke-21.

ANALISIS KENDALA DAN SOLUSI GURU GEOGRAFI DALAM PELAKSANANN EVALUASI PEMBELAJARAN DI SMA NEGERI 11 MEDAN

Rizky Ahmadani, Amanda Anggraini, Juni Paramita Nababan, Nurmala Berutu, Eka Suci Anja Kusumawati
Abstract: dilakukan guru dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran Geografi di SMA Negeri 11 Medan. Melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen pembelajaran dengan narasumber utama Ibu Nurbaiti Panggabean, S.Pd, penelitian… litian ini menemukan bahwa proses evaluasi mencakup tiga aspek utama yaitu penilaian pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah melaksanakan evaluasi secara sistematis dan berkesinambungan, namun masih menghadapi berbagai hambatan, terutama dalam perencanaan instrumen penilaian, pelaksanaan observasi lapangan, dan penilaian autentik. Kendala tersebut dipengaruhi oleh keterbatasan waktu, fasilitas pembelajaran, serta perbedaan kemampuan siswa. Guru menerapkan berbagai strategi untuk mengatasi kendala tersebut, antara lain peningkatan kompetensi melalui MGMP, penerapan teknologi seperti Google Form dan Quizizz, penilaian proyek berbasis autentik, serta penggunaan rubrik penilaian yang lebih objektif. Selain itu, guru mulai mengintegrasikan pendekatan HOTS dan TPACK dalam evaluasi, meskipun masih pada tahap awal. Hasil evaluasi juga dimanfaatkan untuk memberikan umpan balik, perbaikan metode pembelajaran, dan penentuan tindak lanjut akademik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa optimalisasi evaluasi masih membutuhkan dukungan sistemik dari sekolah, seperti penguatan fasilitas digital, pengembangan bank soal HOTS, peningkatan literasi data guru, dan penyediaan waktu khusus untuk refleksi pedagogik. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa evaluasi pembelajaran Geografi akan lebih efektif apabila didukung oleh kompetensi guru, fasilitas memadai, serta sistem kolaboratif yang berkelanjutan..

Lived Experiences Guru Madrasah dalam Mengembangkan Kompetensi Pedagogik dan Profesional melalui Pembelajaran Mendalam

Puspa Meilina, Anita
Abstract: Penelitian ini mengkaji pengalaman hidup guru-guru Madrasah Ibtidaiyah di Pekalongan, Lampung Timur dalam mengembangkan kompetensi pedagogik dan profesional melalui penerapan pembelajaran mendalam (deep learning). Dengan… menggunakan pendekatan fenomenologi interpretatif, penelitian ini berupaya menangkap makna subjektif dan dinamika praktik mengajar yang dialami para guru dalam konteks perubahan kurikulum, tuntutan profesionalisme, dan kebutuhan pembelajaran yang lebih bermakna bagi siswa. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan langkah-langkah reduksi fenomenologis berdasarkan Moustakas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran mendalam mendorong guru untuk berefleksi secara kritis, merancang pembelajaran berbasis pemahaman konseptual, serta meningkatkan kemampuan profesional melalui kolaborasi dan pengembangan diri. Temuan ini menegaskan bahwa pengalaman mengajar yang autentik, ditopang oleh pemahaman pedagogik yang matang, menjadi fondasi penting bagi peningkatan kualitas pembelajaran di madrasah. Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual bagi penguatan kompetensi guru dan implikasi praktis bagi pengembangan program pelatihan guru berbasis pengalaman.

IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KESETARAAN DI PKBM LASKAR PELANGI SEBAGAI UPAYA PEMERATAAN AKSES PENDIDIKAN MASYARAKAT

Ibnu Hajar, Dwi Fide Christanti Purba, Frayogi Benedict Tamba, Monica Choirala Purba, Muhammad Aldi, Nimas Ayu Larasati
Abstract: Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan pendidikan setara di PKBM Laskar Pelangi dan kontribusinya dalam memperluas akses pendidikan bagi komunitas yang tidak terlibat dalam pendidikan formal. Latar… belakang penelitian berasal dari masih banyaknya individu yang belum menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah akibat faktor ekonomi, sosial, dan usia. PKBM hadir sebagai lembaga pendidikan nonformal yang memberikan peluang untuk belajar melalui program Paket A, B, dan C. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan, wawancara, dan dokumentasi selama proses pembelajaran di PKBM. Temuan dari penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pendidikan setara di PKBM Laskar Pelangi berlangsung dengan baik dan fleksibel, didukung oleh lingkungan belajar yang nyaman serta peran tutor yang mirip dengan guru formal. PKBM juga memberikan keuntungan nyata bagi masyarakat melalui pendidikan tanpa biaya dan penyediaan alat tulis untuk peserta. Namun, beberapa tantangan seperti keterbatasan sarana, ketidakhadiran peserta secara tidak teratur, serta kurangnya pengajar masih menjadi kendala. Secara keseluruhan, PKBM Laskar Pelangi memainkan peran penting dalam menciptakan kesetaraan pendidikan dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya belajar sepanjang hidup.  

ANALISIS FAKTOR PEMICU RADIKALISME PADA REMAJA SERTA DAMPAKNYA PADA DEMOKRASI

Inna Umi Fadillah, Julia Agnesia Harianja, Wan Saskia Putri, Anugrah Setiawan
Abstract: Penelitian ini menganalisis faktor-faktor pemicu radikalisme pada remaja serta dampaknya terhadap demokrasi di Indonesia. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan kajian literatur, penelitian ini menelaah sumber dari jurnal… nal dan buku. Hasil kajian menunjukkan bahwa radikalisme remaja dipicu oleh beberapa faktor utama, yaitu ideologis, psikologis (krisis identitas), sosial-budaya (diskriminasi, eksklusivitas budaya), ekonomi (ketidakadilan dan kesenjangan), serta pengaruh media digital. Fenomena ini berdampak serius pada demokrasi, antara lain terkikisnya nilai toleransi, ancaman terhadap kebebasan beragama, meningkatnya polarisasi sosial, melemahnya partisipasi politik sehat, hingga berkurangnya kepercayaan publik terhadap institusi demokratis. Penelitian ini menegaskan bahwa radikalisme remaja bukanlah masalah individu semata, melainkan persoalan kolektif yang mengancam keberlanjutan demokrasi. Oleh karena itu, pencegahan perlu dilakukan secara sinergis melalui peran keluarga, pendidikan, pemerintah, media, dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan generasi muda.

STRATEGI PENDIDIKAN ANTI KORUPSI DALAM MEMBENTUK KARAKTER GENERASI MUDA

Alya Anggriani Sinaga, Nia Novita Insani Sinaga, Putri Arga L. Munte, Anugrah Setiawan
Abstract: Korupsi masih menjadi masalah besar di Indonesia yang tidak hanya berdampak pada aspek hukum, tetapi juga moral, sosial, dan budaya. Fenomena ini menunjukkan adanya kegagalan dalam pembentukan karakter bangsa yang berintegritas.… egritas. Oleh karena itu, diperlukan strategi pencegahan yang efektif melalui jalur pendidikan, khususnya pendidikan anti korupsi sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui urgensi pendidikan anti korupsi dalam membentuk karakter generasi muda, mengidentifikasi tantangan implementasi di sekolah maupun perguruan tinggi, serta menganalisis strategi pembelajaran yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab, kepedulian sosial, dan keadilan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui angket online (Google Form) yang disebarkan kepada mahasiswa dan siswa sebagai representasi generasi muda. Analisis data dilakukan dengan pendekatan statistik deskriptif serta interpretasi kualitatif dari jawaban terbuka responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden menilai pendidikan anti korupsi sebagai aspek yang sangat penting dalam membentuk karakter generasi muda. Indikator kejujuran dan kepedulian sosial memperoleh persentase tertinggi (masing-masing 80%), diikuti oleh disiplin, tanggung jawab, dan keadilan. Temuan ini menegaskan adanya kesadaran kolektif generasi muda mengenai urgensi pendidikan anti korupsi, meskipun masih terdapat sebagian kecil responden yang belum menempatkan disiplin dan tanggung jawab sebagai prioritas. Dengan demikian, pendidikan anti korupsi terbukti berperan signifikan sebagai instrumen strategis dalam membangun generasi berintegritas, serta perlu diimplementasikan secara sistematis, berkesinambungan, dan berbasis nilai Pancasila, agama, serta budaya bangsa.