Search Articles & Publications

Showing 1937 articles found for "Awan"

ANALISIS NILAI KARAKTER BERKEBINEKAAN GLOBAL PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 01 ANJONGAN.

Ade Apriani, Dessy Setyowati, Yuni listiarini
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Nilai Karakter Berkebinekaan Global Siswa Kelas V di SD Negeri 01 Anjongan. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan data dan sumber data yang diperoleh… eroleh menggunakan sistem pengumpulan data observasi dan wawancara. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik wawancara dan observasi. Sumber data dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas V dan guru kelas V. Hasil observasi menyatakan bahwa siswa kelas V tersebut telah berproses dalam upaya Pembelajaran dengan hasil yang menunjukkan bahwa sebagian besar siswa kelas V mempunyai sikap kebinekaan dalam dirinya dengan menunjukkan proses ruang lingkup lingkungan kelas dan sekolah dengan pencapaian  elemen  kebinekaan  global  yang  lebih  dominan  tinggi  dalam pencapaian, Mengenal dan Menghargai Budaya 99,5%, Komunikasi dan Interaksi antar Budaya 90%, Refleksi dan Tanggung Jawab Terhadap Pengalaman Kebinekaan 90,6% dan Berkeadilan Sosial 99,1% di dalam kelas dengan menunjukkan pencapaian observasi tentang Kebinekaan Global dalam pencapaian Indikator Kebinekaan Global.

Profesionalisme Guru dalam Penggunaan Blog dalam Pembelajaran Pendidikan Islam

Nurafifah, Rosdiana
Abstract: Profesionalisme guru merupakan aspek utama dalam peningkatan mutu pendidikan, terutama dalam pembelajaran Pendidikan Islam di era digital. Perkembangan teknologi menuntut guru tidak hanya menguasai aspek pedagogik dan keilmuan,… ilmuan, tetapi juga kompetensi dalam memanfaatkan media digital seperti blog. Sebagai media pembelajaran, blog menghadirkan proses belajar yang fleksibel, interaktif, dan berkesinambungan. Penelitian ini bertujuan mengkaji profesionalisme guru dalam penggunaan blog pada pembelajaran Pendidikan Islam dari perspektif pedagogik, nilai-nilai Islam, dan regulasi pendidikan nasional. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, ditemukan bahwa guru profesional mampu mengintegrasikan blog secara efektif, sistematis, dan bernilai Islami. Penggunaan blog terbukti meningkatkan motivasi belajar, kemandirian, literasi digital, serta penguatan nilai keislaman. Temuan ini menegaskan keselarasan antara profesionalisme guru digital dengan tuntunan Al-Qur’an dan amanat Undang-Undang Guru dan Dosen.

Perilaku Mencontek dalam Ujian Sekolah: Analisis Faktor Individu dan Lingkungan Sekolah

Sunardi
Abstract: Perilaku mencontek dalam ujian merupakan masalah yang berdampak pada integritas akademik dan kualitas proses pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk perilaku mencontek siswa serta faktor individual dan… lingkungan pendidikan yang melatarbelakanginya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan siswa dan guru, observasi pelaksanaan ujian, serta studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku mencontek muncul dalam berbagai bentuk, baik individual maupun kolektif, dan cenderung dipersepsikan sebagai praktik yang wajar dalam situasi tertentu. Faktor individual yang memengaruhi perilaku tersebut meliputi kecemasan akademik, rendahnya kepercayaan diri, serta orientasi belajar yang menekankan capaian nilai. Sementara itu, faktor lingkungan pendidikan seperti lemahnya pengawasan ujian, ketidaktegasan penegakan aturan, dan budaya sekolah yang berorientasi pada hasil turut memperkuat toleransi terhadap mencontek. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perilaku mencontek merupakan fenomena sistemik yang memerlukan pendekatan integratif melalui penguatan integritas akademik, pembenahan sistem evaluasi, dan penciptaan iklim pembelajaran yang menjunjung tinggi kejujuran

Analisis Komparatif Model dan Tahapan Pengembangan Kurikulum yang Relevan bagi Sekolah Dasar

Neyzha Veradine, Anissa Miftahqul Fauziyach, Nawang Sovyana, Dea Nurhani, Teguh Prasetya, Muhammad Ferhesa Himawar, Juniar Gita Permata
Abstract: Pendidikan sekolah dasar memiliki peran strategis dalam membentuk fondasi pengetahuan sikap dan keterampilan peserta didik sehingga pengembangan kurikulum perlu dilakukan secara relevan dan adaptif terhadap karakteristik… peserta didik serta dinamika kebijakan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan berbagai model serta tahapan pengembangan kurikulum yang relevan bagi sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif melalui studi kepustakaan yang bersumber dari buku jurnal ilmiah nasional dan dokumen kebijakan pendidikan. Data dianalisis dengan mengidentifikasi mengelompokkan serta membandingkan karakteristik dan tahapan pengembangan kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat satu model pengembangan kurikulum yang dapat diterapkan secara seragam di seluruh sekolah dasar. Model grass roots relevan dalam pengembangan kurikulum berbasis sekolah karena menekankan partisipasi guru dan penyesuaian terhadap kebutuhan lokal sedangkan Kurikulum Merdeka memberikan kerangka pengembangan kurikulum yang fleksibel dengan penekanan pada kompetensi esensial dan pembelajaran berdiferensiasi. Selain itu pemilihan model pengembangan kurikulum perlu disesuaikan dengan karakteristik mata pelajaran sehingga pendekatan integratif menjadi strategi yang paling relevan dalam mengembangkan kurikulum sekolah dasar yang adaptif kontekstual dan berkelanjutan.

INTEGRASI PILAR PENDIDIKAN DAN KURIKULUM MERDEKA: UPAYA MEWUJUDKAN PEMBELAJARAN BERMAKNA

Juli Lestari Marbun
Abstract: Penelitian ini bertujuan mengkaji integrasi pilar pendidikan UNESCO dalam pelaksanaan Kurikulum Merdeka sebagai strategi menciptakan pembelajaran yang bermakna di sekolah. Pendekatan penelitian menggunakan metode deskriptif… tif kualitatif dengan melibatkan guru, kepala sekolah, dan peserta didik pada satuan pendidikan yang telah menerapkan Kurikulum Merdeka. Data dikumpulkan melalui pengamatan, wawancara, serta telaah terhadap dokumen modul ajar dan pelaksanaan proyek Profil Pelajar Pancasila. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa pilar pendidikan mulai terintegrasi ke dalam perencanaan pembelajaran melalui perumusan tujuan yang bukan hanya menekankan aspek pengetahuan, tetapi juga sikap, keterampilan, serta pembentukan karakter. Penerapan pembelajaran berdiferensiasi dan kegiatan proyek P5 menjadi bentuk nyata pengintegrasian tersebut, karena memberi kesempatan bagi peserta didik untuk belajar sesuai kebutuhan, bekerja sama, serta menghasilkan karya. Dampaknya terlihat pada meningkatnya kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kemandirian, kepercayaan diri, dan penguatan karakter siswa. Namun, optimalisasi pelaksanaan masih bergantung pada kompetensi pendidik serta dukungan sarana belajar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi pilar pendidikan dengan Kurikulum Merdeka mampu memberikan kontribusi besar dalam menciptakan pembelajaran yang holistik dan bermakna.

PENGEMBANGAN KECERDASAN EMOSIONAL ANAK USIA DINI

Yessica Nathania Nababan
Abstract: Penelitian ini dilakukan untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai bagaimana kecerdasan emosional anak usia dini dapat berkembang melalui proses pembelajaran, pola pengasuhan, serta interaksi sosial yang terjadi di lingkungan… ingkungan keluarga dan sekolah. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi pada anak usia 4–6 tahun, guru PAUD, serta orang tua sebagai pendamping utama. Temuan penelitian menunjukkan bahwa perkembangan kecerdasan emosional anak muncul melalui serangkaian aktivitas belajar yang mengarah pada pengendalian emosi, kemampuan bersosialisasi, dan pembentukan perilaku positif. Dalam praktiknya, guru memanfaatkan kegiatan bermain, bercerita, serta percakapan sederhana untuk menanamkan nilai emosional, sedangkan orang tua memberikan dukungan melalui komunikasi yang penuh empati, contoh perilaku baik, dan pengasuhan yang konsisten. Keberhasilan proses ini turut ditunjang oleh kesiapan pendidik, keterlibatan aktif keluarga, serta lingkungan belajar yang mendukung. Namun demikian, penelitian juga menemukan beberapa kendala seperti karakter anak yang berbeda-beda, ketidakteraturan pendampingan di rumah, serta keterbatasan sarana pembelajaran. Penelitian ini menegaskan perlunya kolaborasi antara sekolah dan keluarga untuk memastikan proses pengembangan kecerdasan emosional berlangsung efektif dan berkelanjutan.

Peran Self- Efficacy pada Mahasiswa yang berkerja paruh waktu

Monica Budi Saraswati, Safiinatun Najah
Abstract: Mahasiswa yang bekerja paruh waktu dihadapkan pada tuntutan ganda berupa kewajiban akademik dan tanggung jawab pekerjaan, yang berpotensi menimbulkan tekanan fisik maupun psikologis. Kondisi ini menuntut kemampuan adaptasi… si dan keyakinan diri yang kuat agar mahasiswa mampu menjalankan kedua peran secara seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran self-efficacy pada mahasiswa yang bekerja paruh waktu dalam menghadapi tuntutan akademik dan pekerjaan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah seorang mahasiswa berusia 24 tahun yang menjalani peran sebagai mahasiswa sekaligus pekerja paruh waktu. Analisis data dilakukan secara induktif dengan mengacu pada model analisis interaktif Miles dan Huberman, meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-efficacy berperan penting sebagai modal psikologis dalam membantu mahasiswa mengelola waktu, menghadapi kelelahan, serta mempertahankan motivasi akademik. Self-efficacy tercermin melalui tiga aspek utama, yaitu kemampuan menilai tingkat kesulitan tugas (magnitude), kekuatan keyakinan dalam menghadapi hambatan (strength), dan penerapan kepercayaan diri pada berbagai konteks akademik maupun pekerjaan (generality). Temuan ini menunjukkan bahwa self-efficacy mendukung ketahanan, regulasi diri, dan keberlanjutan peran ganda mahasiswa pekerja paruh waktu. Dengan demikian, penguatan self-efficacy menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan akademik dan kesejahteraan mahasiswa yang bekerja paruh waktu.

Penerapan Metode Kauni melalui Senam Asmaul Husna dalam Penguatan Nilai Spiritual Anak Usia Dini di TKIT Sholahuddin Al Ayyubi

Eska Hifdiyah Sahal, Apiatno
Abstract: Pendidikan Islam pada fase usia dini menuntut pendekatan yang tidak hanya bersifat kognitif-normatif, tetapi juga kinestetik-emosional guna menginternalisasi nilai-nilai ketauhidan secara holistik. Penelitian ini mengevaluasi… luasi efektivitas penerapan Metode Kauni yang diintegrasikan melalui aktivitas Senam Asmaul Husna di TKIT Sholahuddin Al Ayyubi. Fokus utama penyelidikan adalah bagaimana stimulasi panca indera melalui modalitas Visual, Auditori, dan Kinestetik (VAK) dalam Metode Kauni mampu memperkuat fondasi spiritualitas anak. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan pendidik, serta dokumentasi kegiatan harian sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi Metode Kauni dalam senam pagi mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sesuai prinsip "Quantum Memory" yang menekankan aspek "menghafal semudah tersenyum". Penguatan nilai spiritual termanifestasi melalui peningkatan kesadaran ketuhanan, pembentukan karakter disiplin, kejujuran, dan empati sosial yang selaras dengan visi "Gema Ceria" lembaga. Penemuan ini menegaskan bahwa keterlibatan fisik yang ritmis dengan pelafalan asma Allah secara berulang-ulang memberikan jangkar memori yang kuat pada anak usia dini, sehingga nilai-nilai spiritualitas tidak hanya dihafal secara lisan namun juga tercermin dalam perilaku keseharian.   

Implementasi Aplikasi Exambppp Dalam Pelaksanaan Ujian PPG di SD Narwastu Pekanbaru

Nona Nabila, Dinda Ayuni, Elly Nielwaty
Abstract: Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) merupakan upaya peningkatan profesionalisme guru melalui pembelajaran berbasis kompetensi, workshop perangkat ajar, praktik mengajar di sekolah, serta evaluasi kompetensi melalui ujian… an berbasis aplikasi. Salah satu instrumen evaluasi yang digunakan adalah Aplikasi Exambppp, yang berfungsi untuk menyelenggarakan ujian PPG secara daring dan terstandar. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi program sertifikasi dan PPG, termasuk penggunaan Aplikasi Exambppp, serta dampaknya terhadap peningkatan kompetensi guru di UPT SD Narwastu Pekanbaru.Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan meliputi guru peserta PPG dan sertifikasi, kepala sekolah, serta pengawas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program PPG dan sertifikasi, termasuk pelaksanaan ujian melalui Exambppp, berjalan cukup baik meskipun masih menghadapi kendala seperti keterbatasan fasilitas teknologi, jaringan internet, dan dukungan pelatihan lanjutan mengenai penggunaan aplikasi ujian.Penggunaan Exambppp turut meningkatkan kesiapan guru dalam menghadapi evaluasi berbasis teknologi, serta mendorong kedisiplinan dalam memahami materi sebelum ujian. Guru yang mengikuti program mengalami peningkatan pada kemampuan perencanaan pembelajaran, penguasaan materi, serta penerapan strategi pembelajaran aktif. Secara keseluruhan, sertifikasi, PPG, dan implementasi Exambppp terbukti berkontribusi dalam memperkuat kompetensi profesional guru serta mendorong terciptanya proses pembelajaran yang lebih berkualitas di sekolah.

PENGARUH PERGAULAN BEBAS DAN TEKANAN TEMAN SEBAYA TERHADAP PERILAKU REMAJA DI DESA HELVETIA KECAMATAN LABUHAN DELI

Anggun Syahfitri, Minna Bella, Naila Nafisah Zulfa, Riwati Amelia, Sani Susanti
Abstract: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pengaruh pergaulan bebas dan tekanan teman sebaya terhadap perilaku remaja di Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dengan teknik wawancara… cara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pergaulan remaja cenderung bebas dan tidak terkontrol, ditandai dengan kebiasaan nongkrong malam, mencoba rokok atau minuman beralkohol, serta mengikuti tren media sosial tanpa pengawasan. Tekanan teman sebaya memperkuat kecenderungan tersebut melalui ajakan, bujukan, dan rasa takut dikucilkan. Proyek penyuluhan yang dilaksanakan sebagai tindak lanjut penelitian membantu meningkatkan pemahaman remaja mengenai bahaya pergaulan bebas dan strategi menghadapi tekanan sebaya. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam membentuk perilaku remaja yang positif dan mencegah penyimpangan sosial.