Search Articles & Publications

Showing 1926 articles found for "Dasar"

Analisis Determinan Keterlambatan Literasi Dasar pada Siswa Sekolah Dasar

Nayala Intani Parasdika, ARUM, FEBRIANA ARUM SUSILOWATI, Lisna, Lisna Wati Dewi, Indah, Indah Silvianingrum, Luthfa Nugraheni
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab keterlambatan literasi khususnya kemampuan membaca, pada siswa kelas IV SD 5 Bae. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui teknik observasi,… ervasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa siswa mengalami kesulitan dalam mengenali huruf, membedakan bunyi (fonem), membaca kata secara lancar, serta memahami isi bacaan. Faktor penyebab keterlambatan literasi berasal dari aspek internal siswa seperti rendahnya kemampuan fonologis dan minimnya motivasi membaca, serta faktor eksternal seperti kurangnya pendampingan orang tua, minimnya lingkungan literasi di rumah, dan metode pembelajaran membaca yang masih tradisional. Selain itu, kurangnya penggunaan media pembelajaran yang menarik turut memengaruhi rendahnya minat baca siswa. Berdasarkan temuan ini, diperlukan upaya pendampingan membaca secara individual, pembiasaan literasi di sekolah, peningkatan peran orang tua, serta penggunaan metode dan media pembelajaran yang variatif agar kemampuan literasi dasar siswa dapat meningkat secara optimal.

Analisis Kendala Yang Dihadapi Guru Dalam Melaksanakan Evaluasi Pembelajaran Geografi Di Kelas XI Di SMA N 12 Medan

Aisyah Dwi Ramadhani, Silvia Novelina Simanullang, Tungunedo Manalu, Nurmala Berutu, Eka Suci Anja Kusumawati
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kendala yang dihadapi guru dalam melaksanakan evaluasi pembelajaran Geografi di kelas XI SMA Negeri 12 Medan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif melalui… pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan observasi terhadap guru mata pelajaran Geografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses perencanaan dan pelaksanaan evaluasi telah mengacu pada Capaian Pembelajaran (CP), Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), serta prinsip Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK). Guru memanfaatkan berbagai media digital seperti Google Form, Quizizz, Educaplay, dan Exambro. Namun, pelaksanaan evaluasi masih menghadapi sejumlah kendala, di antaranya kemampuan analisis siswa yang rendah, keterbatasan fasilitas sekolah (laboratorium SIG, peta tematik, jaringan internet), serta belum adanya standar baku dari Kemendikbud terkait komposisi soal berdasarkan level kognitif. Selain itu, penerapan soal berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTs) masih terbatas pada level C3 dan belum optimal mencapai C4–C6. Kendala teknis seperti ketidakmerataan kepemilikan perangkat siswa turut memengaruhi efektivitas evaluasi daring. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan fasilitas, pelatihan guru, serta penguatan kerja sama antara sekolah dan perguruan tinggi diperlukan untuk mendukung evaluasi pembelajaran Geografi yang lebih efektif, terstandar, dan relevan dengan tuntutan pembelajaran abad ke-21.

Analisis Tingkat Pemahaman Mahasiswa mengenai Pancasila sebagai Dasar Pengembangan IPTEK

Inna Umi Fadillah, Julia Agnesia Harianja, Wan Saskia Putri, M. A. Jaya Damanik
Abstract: Pancasila sebagai dasar negara sekaligus landasan moral memiliki peran penting dalam mengarahkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) agar tetap selaras dengan nilai etika, kemanusiaan, dan kesejahteraan bangsa.… angsa. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi modern, pemahaman mahasiswa terhadap Pancasila menjadi aspek yang penting untuk memastikan penggunaan IPTEK berjalan secara bijak dan bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pemahaman mahasiswa mengenai Pancasila sebagai dasar pengembangan IPTEK. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan sampel sebanyak 50 mahasiswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa angket skala Likert 1–5 dengan 14 pernyataan yang dianalisis melalui klasifikasi skor menjadi tiga kategori tingkat pemahaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa berada pada kategori tinggi sebanyak 42 orang, kategori sedang sebanyak 8 orang, dan tidak ada responden pada kategori rendah. Temuan ini mengindikasikan bahwa pemahaman mahasiswa mengenai Pancasila sebagai dasar pengembangan IPTEK berada pada kategori baik hingga sangat baik. Hal ini mencerminkan efektivitas pendidikan Pancasila di perguruan tinggi dalam menanamkan nilai moral dan etika dalam pemanfaatan IPTEK. Meskipun demikian, masih diperlukan penguatan pembelajaran kontekstual dan aplikatif agar seluruh mahasiswa mampu menginternalisasi nilai-nilai Pancasila secara lebih komprehensif dalam menghadapi tantangan teknologi di era digital.

Lived Experiences Guru Madrasah dalam Mengembangkan Kompetensi Pedagogik dan Profesional melalui Pembelajaran Mendalam

Puspa Meilina, Anita
Abstract: Penelitian ini mengkaji pengalaman hidup guru-guru Madrasah Ibtidaiyah di Pekalongan, Lampung Timur dalam mengembangkan kompetensi pedagogik dan profesional melalui penerapan pembelajaran mendalam (deep learning). Dengan… menggunakan pendekatan fenomenologi interpretatif, penelitian ini berupaya menangkap makna subjektif dan dinamika praktik mengajar yang dialami para guru dalam konteks perubahan kurikulum, tuntutan profesionalisme, dan kebutuhan pembelajaran yang lebih bermakna bagi siswa. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan langkah-langkah reduksi fenomenologis berdasarkan Moustakas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran mendalam mendorong guru untuk berefleksi secara kritis, merancang pembelajaran berbasis pemahaman konseptual, serta meningkatkan kemampuan profesional melalui kolaborasi dan pengembangan diri. Temuan ini menegaskan bahwa pengalaman mengajar yang autentik, ditopang oleh pemahaman pedagogik yang matang, menjadi fondasi penting bagi peningkatan kualitas pembelajaran di madrasah. Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual bagi penguatan kompetensi guru dan implikasi praktis bagi pengembangan program pelatihan guru berbasis pengalaman.

IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KESETARAAN DI PKBM LASKAR PELANGI SEBAGAI UPAYA PEMERATAAN AKSES PENDIDIKAN MASYARAKAT

Ibnu Hajar, Dwi Fide Christanti Purba, Frayogi Benedict Tamba, Monica Choirala Purba, Muhammad Aldi, Nimas Ayu Larasati
Abstract: Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan pendidikan setara di PKBM Laskar Pelangi dan kontribusinya dalam memperluas akses pendidikan bagi komunitas yang tidak terlibat dalam pendidikan formal. Latar… belakang penelitian berasal dari masih banyaknya individu yang belum menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah akibat faktor ekonomi, sosial, dan usia. PKBM hadir sebagai lembaga pendidikan nonformal yang memberikan peluang untuk belajar melalui program Paket A, B, dan C. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan, wawancara, dan dokumentasi selama proses pembelajaran di PKBM. Temuan dari penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pendidikan setara di PKBM Laskar Pelangi berlangsung dengan baik dan fleksibel, didukung oleh lingkungan belajar yang nyaman serta peran tutor yang mirip dengan guru formal. PKBM juga memberikan keuntungan nyata bagi masyarakat melalui pendidikan tanpa biaya dan penyediaan alat tulis untuk peserta. Namun, beberapa tantangan seperti keterbatasan sarana, ketidakhadiran peserta secara tidak teratur, serta kurangnya pengajar masih menjadi kendala. Secara keseluruhan, PKBM Laskar Pelangi memainkan peran penting dalam menciptakan kesetaraan pendidikan dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya belajar sepanjang hidup.  

STUDI LITERATUR: PERBANDINGAN EFEKTIVITAS BERBAGAI METODE PEMBELAJARAN DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA

Purba, Tessalonika
Abstract: Berdasarkan temuan penelitian yang dipublikasikan selama lima tahun terakhir (2020–2025), penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan efektivitas berbagai pendekatan pembelajaran dalam pembelajaran matematika.… tematika. Data yang dikumpulkan dari delapan artikel ilmiah nasional dan internasional yang relevan membahas penerapan metode Problem Based Learning (PBL), Realistic Mathematics Education (RME), Cooperative Learning, Blended Learning, dan Team Assisted Individualization (TAI) dalam pembelajaran matematika di berbagai jenjang pendidikan. Studi ini menggunakan metode studi literatur deskriptif-komparatif dengan pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembelajaran yang berbeda memiliki fitur dan keunggulan yang unik. Pendidikan matematika realistik (RME) meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah matematis siswa, sedangkan model masalah dasar belajar (PBL) efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis dan pemahaman konseptual siswa. Pembelajaran kooperatif, yang melibatkan kerja kelompok dan interaksi sosial, terbukti meningkatkan hasil belajar dan meningkatkan motivasi siswa untuk belajar. Blended learning, di sisi lain, lebih fleksibel dan meningkatkan hasil belajar.

PERAN PROGRAM ASISTENSI MENGAJAR DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI KEGURUAN PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

Joen Parningotan Purba, Reflina Sinaga, Liskawaty Manullang, Theresia, Nora Wita Purba, Wido Munthe, Dahlia F. Simanullang
Abstract: The Independent Learning Campus Independent Program (MBKM) is a government initiative to improve the quality of higher education through off-campus learning activities, one of which is the Teaching Assistance program. This… is study aims to describe the role of the Teaching Assistance program in improving the teaching competence of students of the Elementary School Teacher Education Study Program (PGSD). The study used a descriptive qualitative approach with data collection methods through interviews, observations, and documentation. The results of the study showed that the Teaching Assistance program significantly supported the improvement of four dimensions of student teaching competence, namely pedagogical, professional, personality, and social competence. Students gain direct experience in the world of education, practice teaching skills, prepare learning tools, and build positive communication and interaction with school residents. In addition, students also develop character and personality as prospective professional educators. Thus, the Teaching Assistance program has proven to be an effective strategy in preparing competent PGSD graduates who are ready to face the real world of education work.  

PENDEKATAN PERSONAL DALAM MENGATASI KESULITAN BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR: STUDI KASUS PADA SISWA KELAS V

Regina Sipayung, Lastri Helmalia Sitohang, Ella Sharifa Tamba, Herna Elisabeth Lumbanbatu, Elisabeth Sihombing, Kurnia Devi Saragih
Abstract: This study aims to determine the effectiveness of a personal approach in helping elementary school students who experience learning difficulties. The subject of the study was a fifth-grade student with the initials D, who… o showed obstacles in learning focus, motivation, and independence. The methods used included observation, interviews, and the provision of guidance services in two sessions. The results of the study indicate that a personalized approach can enhance self-awareness, problem-solving skills, and learning focus among students. Additionally, active support from parents and teachers plays a significant role in supporting the success of counseling. This study contributes to counseling practice in elementary schools by emphasizing the importance of empathetic and collaborative individual interventions.

Analisis Pengaruh Financing to Deposit Ratio (FDR) dan Capital Adequacy Ratio (CDR) terhadap Non Performing Financing (NPF) pada PT Bank Muamalat Indonesia Periode 2021–2025

Aliya Mayla Faiza, Cici Imaniar, Syifa Jeany Lourentia, Ainun Calvin Nur Alamsyach
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Financing to Deposit Ratio (FDR) dan Capital Adequacy Ratio (CAR) terhadap Non Performing Financing (NPF) pada PT Bank Muamalat Indonesia periode 2021–2025. NPF merupakan… pakan indikator penting dalam menilai kualitas pembiayaan dan tingkat kesehatan bank syariah, sehingga perlu diketahui faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif berdasarkan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan PT Bank Muamalat Indonesia periode 2021–2025. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda yang diawali dengan uji asumsi klasik dan dilanjutkan dengan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial FDR tidak berpengaruh signifikan terhadap NPF dengan nilai signifikansi sebesar 0,823, sedangkan CAR juga tidak berpengaruh signifikan terhadap NPF dengan nilai signifikansi sebesar 0,980. Secara simultan, FDR dan CAR tidak berpengaruh signifikan terhadap NPF dengan nilai signifikansi sebesar 0,965. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 3,5% menunjukkan bahwa variasi NPF lebih banyak dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa perubahan NPF pada PT Bank Muamalat Indonesia periode 2021–2025 tidak ditentukan secara signifikan oleh FDR dan CAR, melainkan dipengaruhi oleh faktor internal maupun eksternal lainnya.

Analisis IHSG Sebagai Indikator Kesehatan Ekonomi Indonesia

Wardah, Suhaimatul, Iramawan, Habibi, Ria Armayani Hasibuan, Reni
Abstract: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sering diposisikan sebagai barometer kondisi ekonomi nasional yang merangkum ekspektasi pelaku pasar terhadap fundamental makroekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi… engevaluasi peran serta efektivitas IHSG sebagai indikator kesehatan ekonomi Indonesia berdasarkan bukti-bukti empiris dari studi terdahulu. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kepustakaan (literature review) sistematis yang mensintesis artikel jurnal, laporan ilmiah, dan data sekunder terkait. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa IHSG memiliki hubungan dua arah yang signifikan dengan variabel makroekonomi utama seperti inflasi, suku bunga, nilai tukar, dan pertumbuhan PDB. Penguatan IHSG mencerminkan optimisme investor dan stabilitas keuangan, sementara penurunannya memberikan sinyal risiko makroekonomi atau tekanan eksternal akibat integrasi keuangan global. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi keterbatasan IHSG, antara lain kerentanannya terhadap perilaku spekulatif jangka pendek, serta ketidakmampuannya dalam merefleksikan kondisi sektor UMKM secara komprehensif. Kesimpulannya, meskipun IHSG sangat relevan sebagai leading indicator untuk membaca dinamika pasar dan mendiagnosis denyut nadi perekonomian, penggunaannya tidak boleh berdiri sendiri. Otoritas kebijakan disarankan untuk mengintegrasikan analisis IHSG dengan indikator sektoral dan sosial-ekonomi yang lebih luas guna menciptakan gambaran kesehatan ekonomi nasional yang utuh, inklusif, dan berkelanjutan.