Abstract:Manajemen sarana dan prasarana pendidikan merupakan salah satu faktor penting dalam menunjang efektivitas proses pembelajaran dan peningkatan mutu pendidikan di sekolah. Dalam konteks tersebut, kepala sekolah memiliki peran…
ran strategis sebagai pemimpin dan manajer yang bertanggung jawab terhadap perencanaan, pengadaan, pemanfaatan, pemeliharaan, serta evaluasi sarana dan prasarana pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepala sekolah dalam manajemen sarana dan prasarana pendidikan berdasarkan kajian pustaka dari berbagai penelitian terdahulu yang relevan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dengan menelaah artikel jurnal nasional berbahasa Indonesia yang terbit paling lambat tahun 2020 dan memiliki keterkaitan dengan topik penelitian. Teknik analisis data dilakukan melalui pengumpulan, klasifikasi, dan sintesis temuan penelitian untuk memperoleh gambaran komprehensif mengenai praktik dan kecenderungan pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan oleh kepala sekolah. Hasil kajian menunjukkan bahwa peran kepala sekolah sangat menentukan efektivitas manajemen sarana dan prasarana, terutama dalam aspek perencanaan berbasis kebutuhan, koordinasi dalam pengadaan, pengawasan pemanfaatan, serta evaluasi dan pemeliharaan berkelanjutan. Namun demikian, masih ditemukan kesenjangan kajian yang menunjukkan bahwa beberapa penelitian lebih menekankan aspek administratif dibandingkan peran kepemimpinan strategis kepala sekolah. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi konseptual dalam memperkaya kajian tentang kepemimpinan kepala sekolah dalam manajemen sarana dan prasarana pendidikan.
Abstract:Administrasi pendidikan memerlukan sistem pengelolaan informasi yang efektif untuk mendukung penyelenggaraan kegiatan pendidikan. Arsip dan dokumentasi merupakan komponen penting dalam proses administrasi karena berfungsi…
i sebagai sumber data, bukti autentik, dan dasar pengambilan keputusan. Arsip adalah rekaman informasi yang dibuat, diterima, dan dipelihara oleh lembaga pendidikan dalam rangka pelaksanaan kegiatan akademik maupun non-akademik. Sementara itu, dokumentasi merupakan proses pencatatan, pengumpulan, dan penyimpanan data secara sistematis agar informasi dapat ditemukan kembali dengan cepat dan akurat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep, fungsi, dan prinsip pengelolaan arsip dan dokumentasi dalam lingkungan administrasi pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dari berbagai buku dan jurnal administrasi pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengelolaan arsip yang baik mampu meningkatkan efisiensi pelayanan administrasi, menjaga akuntabilitas sekolah, serta mendukung transparansi dan evaluasi program pendidikan. Selain itu, penerapan sistem dokumentasi yang terstruktur berkontribusi pada penyediaan data yang valid sebagai dasar perencanaan dan pengembangan mutu lembaga pendidikan. Oleh karena itu, sekolah perlu menerapkan manajemen arsip dan dokumentasi sesuai standar dan memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung efektivitas administrasi pendidikan.
Abstract:Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mengetahui Penerapan Model Pembelajaran Aktif dan Kereatif Untuk Meningkatkan Pemahaman Nilai-nilai Pancasila Pada Siswa Sekilah Dasar. kelas I semester genap MI NT Tibu…
u Lampit tahun pelajaran 2025/2026. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah siswa kelas I pada semester gnap tahun pelajaran 2025/2026 yang berjumlah 20 orang siswa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Data mengenai hasil belajar siswa dikumpulkan melalui tes hasil belajar. Data yang telah dikumpulkan tersebut dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada siklus I jumlah siswa 20 orang, yang lulus 8 orang dan yang tidak lulus 12 orang, Persentase kelulusan pada siklus I sejumlah 40% dan ketidaklulusan sejumlah 60%, karena belum memenuhi standar yang kami targetkan maka dilakukan penelitian kedua pada siklus II. Data yang diperoleh pada siklus II dengan jumlah siswa 20 orang, yang lulus 13 orang dan yang tidak lulus 7 orang, dengan persentase kelulusan 65% serta ketidaklulusan 35%. Karena belum merasa tuntas, peneliti melakukan penelitian kembali pada siklus III yang jumlah siswanya 20 orang, siswa yang lulus 18 orang, dengan persentase ketuntasan 90%.
Abstract:Penelitian ini menguraikan tentang hubungan antara Tujuan Pendidikan Nasional dengan Pendidikan Kristen Anak Usia Dini. Latar belakang penelitian ini berangkat dari pemahaman bahwa masa anak usia dini adalah masa emas dalam…
lam proses membangun karakter, moral, dan spiritual anak. Pada tahap ini, perkembangan anak berlangsung sangat cepat, sehingga nilai-nilai dasar yang ditanamkan akan sangat memengaruhi kepribadian mereka di masa depan. Dalam konteks pendidikan di Indonesia, Tujuan Pendidikan Nasional menegaskan pentingnya membentuk manusia yang memikiki iman, bertakwa, dan berakhlak mulia. Hal ini sebenarnya sejalan dengan Pendidikan Kristen yang juga berfokus pada pembentukan karakter Kristiani, pengenalan akan kasih Allah, serta pertumbuhan iman sejak usia dini. Karena itu, penting untuk melihat bagaimana kedua hal ini saling terkait dan bagaimana sinmandiri, demokratis, dan bertanggung jawab. Selain itu, pendidikan Kristen anak usia dini berfokus pada penanaman iman, kasih, dan nilai moral yang bersumber dari Alkitab.Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka. Data diperoleh dari dokumen resmi pendidikan nasional serta literatur pendidikan Kristen anak usia dini yang terbit dalam sepuluh tahun terakhir. Analisis dilakukan dengan membandingkan dan melihat relevansi antara tujuan pendidikan nasional dengan praktik pendidikan Kristen anak usia dini.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat titik temu yang jelas antara keduanya, terutama dalam aspek spiritualitas, moralitas, dan pengembangan karakter. Pendidikan Kristen anak usia dini dapat menjadi salah satu bentuk implementasi nyata dari tujuan pendidikan nasional, karena selain menanamkan nilai iman, juga mendukung perkembangan kognitif, afektif, dan psikomotorik anak. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi kerangka tujuan pendidikan nasional dengan perspektif pendidikan Kristen, yang sebelumnya belum banyak dikaji.Penelitian ini memberikan kontribusi berupa pemahaman yang lebih komprehensif bagi guru, lembaga pendidikan Kristen, dan pembuat kebijakan dalam merancang kurikulum serta strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan anak usia dini sekaligus selaras dengan tujuan pendidikan nasional.
Abstract:Pendidikan sekolah dasar memiliki peran strategis dalam membentuk fondasi pengetahuan sikap dan keterampilan peserta didik sehingga pengembangan kurikulum perlu dilakukan secara relevan dan adaptif terhadap karakteristik…
peserta didik serta dinamika kebijakan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan berbagai model serta tahapan pengembangan kurikulum yang relevan bagi sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif melalui studi kepustakaan yang bersumber dari buku jurnal ilmiah nasional dan dokumen kebijakan pendidikan. Data dianalisis dengan mengidentifikasi mengelompokkan serta membandingkan karakteristik dan tahapan pengembangan kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat satu model pengembangan kurikulum yang dapat diterapkan secara seragam di seluruh sekolah dasar. Model grass roots relevan dalam pengembangan kurikulum berbasis sekolah karena menekankan partisipasi guru dan penyesuaian terhadap kebutuhan lokal sedangkan Kurikulum Merdeka memberikan kerangka pengembangan kurikulum yang fleksibel dengan penekanan pada kompetensi esensial dan pembelajaran berdiferensiasi. Selain itu pemilihan model pengembangan kurikulum perlu disesuaikan dengan karakteristik mata pelajaran sehingga pendekatan integratif menjadi strategi yang paling relevan dalam mengembangkan kurikulum sekolah dasar yang adaptif kontekstual dan berkelanjutan.
Abstract:Integrasi teknologi digital ke dalam ranah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) telah memicu pergeseran paradigma yang mendalam dalam cara pendidik memahami proses belajar mengajar. Laporan penelitian ini menyajikan analisis…
komprehensif mengenai persepsi guru PAUD terhadap penggunaan media digital, dengan mengambil studi kasus di TKIT Sholahuddin Al Ayyubi, Sumedang. Melalui lensa psikologi perkembangan, laporan ini mengevaluasi bagaimana alat-alat digital memengaruhi domain kognitif, sosial-emosional, dan motorik anak pada fase krusial "Masa Emas." Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, memanfaatkan teknik analisis data interaktif untuk mengeksplorasi narasi dan pengalaman nyata para pendidik di lapangan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa guru-guru di TKIT Sholahuddin Al Ayyubi memandang media digital sebagai instrumen ganda: sebagai katalisator motivasi dan literasi yang efektif, namun juga sebagai sumber risiko potensial terhadap perkembangan sosial dan kesehatan fisik anak. Berdasarkan perspektif sosiokultural Lev Vygotsky, media digital diidentifikasi mampu menyediakan scaffolding dalam Zone of Proximal Development (ZPD), khususnya melalui metode digital storytelling yang memperkaya kemampuan bahasa ekspresif. Namun, dari perspektif kognitif Jean Piaget, terdapat kekhawatiran mengenai kesesuaian konten digital dengan tahap pra-operasional anak yang masih membutuhkan interaksi konkret. Laporan ini juga menyoroti tantangan sistemik berupa keterbatasan literasi digital guru dan infrastruktur, serta upaya strategis Pemerintah Kabupaten Sumedang melalui platform Sumedang Simpati Academy (SSA) untuk meningkatkan kompetensi digital pendidik. Kesimpulan dari laporan ini menekankan perlunya model integrasi teknologi yang seimbang, berpusat pada anak, dan didukung oleh kolaborasi erat antara sekolah dan orang tua guna memastikan bahwa penggunaan media digital selaras dengan tugas-tugas perkembangan anak yang holistik.
Abstract:Penelitian ini dilakukan untuk menjelaskan bagaimana peran orang tua mempengaruhi proses pendidikan anak pada usia dini yang merupakan masa pertumbuhan paling penting. Berdasarkan hasil observasi dan kajian literatur, diperoleh…
peroleh gambaran bahwa keterlibatan orang tua sangat menentukan perkembangan anak dalam berbagai aspek, baik kemampuan intelektual, keterampilan sosial, pengelolaan emosi, maupun pembentukan nilai spiritual. Orang tua berperan sebagai pembimbing utama melalui rutinitas harian, pemberian contoh perilaku positif, serta penerapan pola pengasuhan yang tetap dan sesuai kebutuhan anak. Hasil menunjukkan bahwa anak yang mendapat perhatian intensif di rumah mampu menunjukkan minat belajar yang tinggi, lebih percaya diri, serta mudah menyesuaikan diri dalam kegiatan sekolah. Selain itu, kebiasaan religius dan moral yang dibangun dalam keluarga turut membentuk sikap saling menghargai, peduli, dan memiliki empati terhadap orang lain. Kerja sama yang baik antara keluarga dan lembaga PAUD juga memperkuat perkembangan anak. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa peran orang tua harus dilakukan secara terarah dan berkesinambungan agar pendidikan anak usia dini menghasilkan perkembangan optimal pada tahap selanjutnya.
Abstract:Penelitian ini adalah untuk mengatasi permasalahan yang dialami para siswa sekolah dasar yang terbatas memiliki media penunjang pembelajaran dan belum menguasai keterampilan berhitung menggunakan sempoa dalam pelajaran matematika.…
atematika. Jenis penelitian yang digunakan adalah Research and Development serta modifikasi dari tahapan penelitian pengembangan dengan model Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation.Hasil penelitian menunjukkan semua siswa menyetujui pengembangan media sempoa meningkatkan semangat dan motivasi belajar. Uji kevalidan ahli media dan ahli materi mendapatkan rentang nilai dengan kategori sangat layak.
Abstract:Pengembangan karakter peserta didik SMP merupakan kebutuhan mendesak seiring dengan dinamika perkembangan remaja awal yang rentan terhadap permasalahan perilaku dan sosial. Meskipun layanan Bimbingan dan Konseling memiliki…
ki peran strategis dalam pembentukan karakter, implementasinya di sekolah belum sepenuhnya optimal karena lemahnya pengelolaan layanan dan kurangnya integrasi dengan program pengembangan karakter sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep pengembangan karakter peserta didik SMP, menganalisis peran layanan Bimbingan dan Konseling, serta merumuskan strategi optimalisasi layanan Bimbingan dan Konseling dari perspektif manajemen layanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan melalui analisis literatur jurnal nasional yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa optimalisasi layanan Bimbingan dan Konseling dapat dilakukan melalui penerapan manajemen layanan yang sistematis, integrasi nilai karakter dalam layanan dasar, responsif, dan perencanaan individual, serta penguatan kolaborasi antara guru Bimbingan dan Konseling, guru, dan orang tua. Temuan ini menegaskan bahwa pengelolaan layanan Bimbingan dan Konseling berbasis manajemen mampu memperkuat efektivitas pengembangan karakter peserta didik SMP secara berkelanjutan. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa layanan Bimbingan dan Konseling yang dikelola secara optimal berpotensi menjadi instrumen utama dalam pembentukan karakter peserta didik di tingkat SMP.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis permasalahan literasi dalam pembelajaran siswa sekolah dasar, khususnya siswa kelas V di SDN 1 Rahtawu, dan untuk mengusulkan solusi yang tepat untuk meningkatkan…
gkatkan kemampuan literasi mereka. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data meliputi wawancara dengan guru, observasi langsung di kelas, dan tinjauan pustaka. Data dianalisis menggunakan teknik analisis interaktif Miles dan Huberman, yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa siswa masih menghadapi kesulitan dalam membaca dan memahami materi pembelajaran karena faktor internal, seperti potensi pribadi yang belum berkembang, motivasi rendah, dan kurangnya kepercayaan diri, serta faktor eksternal, termasuk dukungan dan bimbingan orang tua yang terbatas dan sumber belajar yang tidak memadai di sekolah. Solusi yang diusulkan meliputi peningkatan pembelajaran literasi melalui pendekatan kontekstual dan interaktif, penyediaan bahan bacaan yang beragam dan menarik, pemberian bimbingan dari guru dan orang tua, serta menumbuhkan kebiasaan literasi yang konsisten baik di sekolah maupun di rumah. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi guru, sekolah, dan orang tua dalam mengembangkan budaya literasi yang efektif di pendidikan dasar.