Search Articles & Publications

Showing 565 articles found for "Negeri"

UPAYA PENCEGAHAN ABRASI DENGAN PENANAMAN MAGROVE DI PESISIR PANTAI BETING BERAS KUALA MERBAU –KEPULAUAN MERANTI

Azlina, Azlina
Abstract: Hutan mangrove adalah tempat yang penting bagi ekosistem kelautan dan sebagai penjaga pantai dari abrasi. Salah satu daerah yang mempunyai hutan mangrove dan cukup rentan dengan terjadinya abrasi adalah Desa Kuala Merbau… di Kecamatan Pulau Merbau Kabupaten Kepulauan Meranti. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa tentang pentingnya mangrove dalam mencegah terjadi abrasi. Kegiatan ini melibatkan Siswa SMP Negeri 2 pulau merbau kelas VIII Secara umum, kegiatan ini berjalan dengan lancar diharapkan dengan adanya kegiatan ini, masyarakat Desa Kuala Merbau dapat memahami dan mengambil manfaat besar yang dimiliki oleh mangrove serta mencegah Desa dari abrasi.

MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII PADA MATA PELAJARAN SENI MUSIK MELALUI IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL)

Angelia, Nola
Abstract: Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VIII pada mata pelajaran seni musik bernyanyi lagu daerah secara unisono melalui penerapan model pembelajaran Problem… Based Learning (PBL). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan tahapan mulai dari merencanakan pembelajaran, melaksanakan, observasi dan refleksi, yang dilakukan dari siklus I sampai siklus II dan seterusnya sampai diperoleh rekomendasi, hasil belajar peserta didik dan daya serap klasikal peserta didik pada siklus belajar terakhir tuntas. Subyek penelitian dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VII SMP Negeri 15 Kerinci. Jumlah peserta didik kelas VIII yang diteliti sebanyak 16 orang. Penelitian dilaksanakan dari tanggal 07 Januari 2023 – 05 Februari 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran seni musik materi bernyanyi lagu daerah secara unisono  mengalami peningkatan, mulai dari siklus I ke siklus II, Hasil belajar peserta didik mengalami peningkatan selama menggunakan model pembelajaran problem based learning. Peningkatan hasil belajar tampak pada jumlah peserta yang mencapai KKM bertambah banyak dan meningkat sebesar 32,14%. Nilai rata-rata hasil belajar di siklus I sebesar 71,66 dan pada siklus II rata- rata hasil belajar meningkat menjadi 85,69. Kemudian tanggapan dan sikap peserta didik terhadap model problem based learning yang diterapkan sangat positif.

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN SENI BUDAYA MATERI POKOK MEMAHAMI GERAK TARI TRADISIONAL DENGAN MENGGUNAKAN UNSUR PENDUKUNG TARI (IRINGAN) MELALUI PENERAPAN METODE DEMONSTRASI PADA SISWA KELAS VIII 3 SMP NEGERI 1 KUALA SIMPANG

Hasanah, Ulfatun
Abstract: Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran Seni Budaya khususnya materi pokok memahami gerak tari tradisional dengan menggunakan penerapan metode demonstrasi.… si. Hal ini disebabkan karena proses pembelajaran yang bersifat konvensional yakni lebih terpusat pada guru. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada pembelajaran Seni Budaya tentang gerak tari tradisional di kelas VIII 3 SMP Negeri 1 Kualasimpang melalui penerapan metode demonstrasi. Manfaat Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini yaitu memberikan sumbang pemikiran dalam merenovasi pembelajaran dari teacher center ke student center melalui penerapan metode demonstrasi. Dengan demikian, siswa akan terlibat secara langsung dalam mencari, menemukan, dan menggali pengetahuannya sendiri. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus. Data dalam penelitian ini diperoleh dari guru (observer) dan siswa melalui observasi, tes, dan dokumentasi. Berdasarkan data hasil penelitian dari siklus I sampai siklus II, diperoleh data bahwa aktivitas dan hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran melalui penerapan metode demonstrasi mengalami peningkatan secara signifikan dari pembelajaran sebelumnya yang menggunakan metode ceramah. Jadi, kesimpulannya adalah penerapan metode demonstrasi dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada pembelajaran Seni Budaya tentang gerak tari tradisional berdasarkan unsur pendukung tari iringan di kelas VIII 3 SMP Negeri 1 Kualasimpang.  

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA TEMA CITA–CITAKU MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN SCRAMBLE PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 153074 PINANGSORI 3

Lasmaroha Sarumpaet, Hasibuan , Asriani, Nurbaiti
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa tematik pada tema cita–citaku    pada  siswa kelas IV SD 153074 Pinangsori 3 dan  Untuk mendeskripisikan penggunaan Model Pembelajaran Scramble… Scramble dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas IV  SD 153074 Pinangsori 3. Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), objek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD 153074 Pinangsori 3. Selanjutnya ditetapkan subjek sebanyak 10 orang. Instrumen yang digunakan sebagai alat pengumpul data adalah tes, observasi dan dokumentasi. Kemudian data hasil penelitian diolah dengan teknik analisa data yaitu  penggunaan model pembelajaran Model Scramble materi cita-citaku di kelas IV SD 153074 Pinangsori 3, Untuk meningkat ditandai dengan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran Scramble di kelas IV SD 153074 Pinangsori 3, kemudian  hasil observasi guru yang dilakukan pada setiap siklusnya dapat dilihat hasilnya yaitu siklus I pertemuan I memperoleh persentase 59,37% pertemuan II 65,62% dan pada siklus II guru lebih meningkat menjadi pertemuan I sebesar 75,00% dan pertemuan ke II sebesar 84,37% dilihat dari indikator keberhasilan maka guru mengalami peningkatan sebesar 18,75%, dan hal ini telah mencapai indikator yang ditetapkan kemudian hasil observasi aktivitas siswa juga mengalami peningkatan, dimana pada siklus I pertemuan I memperoleh persentase sebesar 47,22% pertemuan II  63,88% dan siklus II pertemuan I  sebesar 66,66% dan pertemuan II sebesar 91,66%.

SOSIALISASI PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA GASING MELALUI MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING PADA SISWA KELAS V SDN.100206 PINTU PADANG

Ilahi, Afdhal, Nurbaiti, Nurbaiti, Zulfadli, Zulfadli, Siregar, Mira Yanti, Pulungan, Nurmaisyah, Amliansyah, Amliansyah
Abstract: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berupa pengenalan model pembelajaran untuk materi matematika perkalian bagi peserta didik tingkat Sekolah Dasar. Tujuan dari penggunaan metode pembelajaran ini adalah untuk membantu… ntu Peserta didik memahami dan meningkatkan prestasi peserta didik pada materi matematika perkalian dengan menggunakan matode gasing dan membuat Peserta didik lebih partisipatif dalam pembelajaran. Khalayak sasaran dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah Peserta didik sekolah dasar negeri 100206 Pintu Padang kelas V yang berjumlah 30 Peserta didik. Pelaksanaan  pembelajaran dilakukan dengan model Quantum Teaching, yakni guru dan siswa melakukan pembelajaran dengan cara bermain sambil belajar. Metode yang digunakan dalam penyampaian pembelajaran adalah dengan metode Gasing, yaitu  dengan melibatkan peserta didik secara aktif dalam pembelajaran. Dalam pembelajaran ini, Pengajar menyampaikan sekilas tentang materi perkalian. Selain untuk mereview kembali ingatan Peserta didik, hal ini juga dimaksudkan untuk mengetahui seberapa dalam pengetahuan Peserta didik pada materi ini. Metode Gasing yaitu pelibatan Peserta didik dalam , dimulai dari membangun pertanyaan yang mengarahkan Peserta didik mendefinisikan sendiri konsep pangkat dua, melibatkan Peserta didik secara aktif dalam pengoperasian media pembelajaran, hingga menilai sendiri jawaban Peserta didik dalam pemberian soal dan menyimpulkan hasil pembelajaran Peserta didik. Manfaat yang dapat diperoleh oleh peserta didik dari kegiatan PKM ini antara lain dapat menciptakan suasana belajar yang berbeda, karena biasanya pembelajaran matematika di sekolah dasar disampaikan dengan ceramah saja, sementara pada pembelajaran ini digunakan media pembelajaran yang mendukung Peserta didik untuk menyentuh, merasakan sendiri dan mencari solusi secara mandiri. Proses pembelajaran yang melibatkan Peserta didik secara langsung dan menyenangkan diharapkan dapat meningkatkan pemahaman Peserta didik dan secara otomatis hasil belajar Peserta didik juga akan meningkat.

Implementasi Sistem Informasi Alumni dan Jenjang Karir Berbasis Web Pada SMK Negeri 1 Kisaran

Toro Putra Wiguna, Dian, Johannes Sitorus, Nicholas, Nugraha, Sigit
Abstract: Alumni data management is an important aspect for educational institutions, especially vocational high schools that focus on graduates’ readiness for the workforce. SMK Negeri 1 Kisaran still faces problems in managing alumni… alumni data and tracking career paths due to manual and unintegrated processes. This study aims to implement a web-based alumni and career tracking information system to improve the effectiveness of alumni data management, facilitate communication between the school and alumni, and support graduate career tracking. The research methods used include observation and interviews with school staff and alumni. The system was developed using PHP programming language and MySQL database, with system design based on Unified Modeling Language (UML). The results show that the developed system is able to manage alumni data centrally, provide career path information, and generate accurate and accessible alumni reports. Therefore, this system can serve as an effective solution to improve alumni information services at SMK Negeri 1 Kisaran

Optimasi Seleksi Penerima Bantuan PIP di SD Negeri 017107 Kisaran Naga dengan Metode Naïve Bayes

Amanda Sari, Isma Kania, Nadia Oktasari
Abstract: This research aims to apply the Naïve Bayes method to determine the eligibility of receiving the Smart Indonesia Program (PIP) at the 017107 Kisaran Naga State Elementary School by analyzing 207 student data. The CRISP-DM… DM approach was used through six stages: business understanding, data understanding, data preparation, modeling, evaluation, and implementation. The variables analyzed included means of transportation, KPS and KIP recipients, worth a pip, reasons for eligibility, number of siblings, distance from home to school, and parents' income. The results showed that this method achieved 89% accuracy, 85% precision for the positive class, and 92% for the negative class. A total of 125 students (59.9%) were declared eligible to receive assistance, while 82 students (40.1%) did not meet the criteria. The Naïve Bayes method is effective in supporting decision-making for the provision of targeted educational assistance

Hubungan Frekuensi Konsumsi Minuman Berpemanis Dengan Kejadian Gizi Lebih Pada Remaja SMP Negeri 28 Surabaya

Anli Manuela, Noor Rohmah Mayasari
Abstract: The consumption of sugar-sweetened beverages (SSBs) among adolescents has increased and may contribute to the rising prevalence of overweight due to their high sugar and energy content. This study aimed to analyze the relationship… lationship between the consumption of sugar-sweetened beverages and the incidence of overweight among adolescents at SMP Negeri 28 Surabaya. This study employed an analytical observational design with a cross-sectional approach. A total of 164 respondents were selected using proportional random sampling. Data on sugar-sweetened beverage consumption were collected using a Food Frequency Questionnaire (FFQ), while nutritional status was assessed using Body Mass Index-for-Age (BMI-for-Age). Data were analyzed using the Chi-square test. The results showed a significant association between the consumption of sweetened tea (p = 0.023) and carbonated soft drinks (p = 0.000) with overweight, whereas the consumption of coffee, bubble tea, sweetened milk, isotonic drinks, syrup, and yogurt was not significantly associated with overweight (p > 0.05). It can be concluded that frequent consumption of sweetened tea and carbonated soft drinks is associated with an increased risk of overweight among adolescents. Therefore, nutrition education and limiting the consumption of sugar-sweetened beverages are recommended as preventive strategies to reduce overweight among adolescents.

REKONSTRUKSI LARANGAN RANGKAP PROFESI: KEDUDUKAN DOSEN PNS SEBAGAI ADVOKAT PENGABDIAN PASCA PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 150/PUU-XXII/2024

Nasri Wijaya, Muhammad Saiful Fahmi, Syahrabudin Husein Enala
Abstract: Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 150/PUU-XXII/2024 mengubah watak larangan dosen pegawai negeri sipil (PNS) menjadi advokat. Larangan yang semula berlaku mutlak melalui Pasal 3 ayat (1) huruf c dan Pasal 20 ayat (2) Undang-Undang… ang-Undang Advokat kini diberi pengecualian terbatas bagi dosen PNS yang memberikan bantuan hukum cuma-cuma dalam rangka pengabdian kepada masyarakat. Artikel ini berangkat dari persoalan bahwa putusan tersebut tidak sekadar membuka peluang profesi, tetapi juga menciptakan kategori baru yang dapat disebut sebagai advokat pengabdian. Dengan metode penelitian hukum normatif, artikel ini menelaah rasio legis larangan rangkap profesi, konstruksi pertimbangan Mahkamah, serta masalah implementasi yang muncul setelah putusan. Artikel ini berpendapat bahwa putusan Mahkamah dapat dibenarkan sejauh dibaca sebagai instrumen akses keadilan dan penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Namun, tanpa revisi UU Advokat dan peraturan pelaksana yang mengatur pengangkatan, penyumpahan, magang, pengawasan etik, izin perkara, dan akreditasi lembaga bantuan hukum kampus, putusan tersebut berisiko melahirkan ketidakpastian baru.

Implementasi Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2022 di Kabupaten Merauke

Berlianna Priscilla Fangohoy, Jalal, Nur, Samel W Ririhena
Abstract: This study provides an overview of the implementation of the Regulation of the Minister of Home Affairs Number 72 of 2022 in Merauke Regency. The purpose of this study is to analyze and comprehensively describe the implementation… mentation of the Regulation of the Minister of Home Affairs Number 72 of 2022 in Merauke Regency and to identify the factors inhibiting its implementation in the region. This study applies Edward C. III’s policy implementation theory and uses a qualitative research approach through in-depth interviews with 16 informants to explore their meanings, perceptions, and understandings. A semi-structured interview approach was employed to enable the researcher to obtain flexible yet focused data, as stated by Prof. Dr. Lexy J. Moleong (2014). The study utilized an interactive data analysis technique consisting of data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of this study indicate that the implementation of the Digital Population Identity (IKD) policy in Merauke Regency has been carried out in accordance with directives from the central government through a tiered and continuous communication mechanism. However, its implementation has not yet been optimal at the regional level. The main obstacles include limited socialization, low understanding and acceptance of the policy among implementers, the absence of specific Standard Operating Procedures (SOPs) for IKD, and the lack of motivation, commitment, and integrity of human resources, ICT infrastructure, and budgetary support. In addition, the social, economic, cultural, and geographical conditions of the community also hinder the utilization of IKD, resulting in its limited use and the continued dominance of physical population documents. The findings of this study emphasize the need to strengthen communication aspects, resources, implementers’ commitment, and policy adjustments to local conditions in order to achieve the objectives of the IKD policy effectively and equitably.