Search Articles & Publications

Showing 572 articles found for "Titi"

PENGUKURAN KINERJA RANTAI PASOK DENGAN PENDEKATAN SCOR MODEL (Studi Kasus : Rumah Magot Bedas 03 Babakan Penghulu, Kota Bandung)

Fadli Zaid Riyadi, Somadi
Abstract: Masalah sampah organik di Kota Bandung yang mencapai 1.946 ton per hari, dengan lebih dari 60% berupa sampah organik, menimbulkan tantangan serius dalam pengelolaan lingkungan. Budidaya magot larva Black Soldier Fly dipandang… ndang sebagai solusi alternatif untuk mengurai sampah menjadi pakan dan pupuk organik. Namun, praktik budidaya pada unit usaha seperti Rumah Magot Bedas 03 Babakan Penghulu masih menghadapi kendala, antara lain ketidakstabilan pasokan bahan baku, fluktuasi hasil produksi, serta belum adanya sistem evaluasi kinerja rantai pasok yang terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kinerja rantai pasok pada Rumah Magot Bedas 03 dengan menggunakan Supply Chain Operation Reference (SCOR) Model yang mencakup lima proses inti Plan, Source, Make, Deliver, dan Return. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui observasi langsung dan wawancara. Setiap proses dianalisis berdasarkan Key Performance Indicators (KPI), kemudian dievaluasi menggunakan Traffic Light System (TLS) sebagai alat visualisasi kinerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak semua indikator rantai pasok mencapai target optimal. Beberapa aspek seperti efisiensi produksi, ketersediaan pasokan bahan baku, dan ketepatan pengiriman berada pada kategori kuning (cukup) hingga merah (buruk), menandakan perlunya perbaikan segera pada proses-proses tersebut. TLS terbukti membantu dalam memetakan prioritas perbaikan secara lebih jelas. Penerapan SCOR model efektif dalam memberikan gambaran objektif mengenai kinerja rantai pasok budidaya magot. Evaluasi ini mengidentifikasi titik-titik kritis yang harus ditingkatkan agar proses produksi dan distribusi lebih efisien, berkelanjutan, serta mendukung pengembangan usaha berbasis ekonomi sirkular.

PENGARUH HARGA DAN KUALITAS PRODUK KOSMETIK TERHADAP MINAT BELI BELANJA ONLINE DI MARKETPLACE LAZADA

Shiva Windria Fauziahwati, Sindrawati
Abstract: Perkembangan teknologi digital dan pesatnya pertumbuhan e-commerce di Indonesia telah mengubah pola konsumsi masyarakat, termasuk dalam pembelian produk kosmetik. Marketplace seperti Lazada menjadi alternatif utama bagi… konsumen untuk memenuhi kebutuhan tanpa harus berbelanja langsung di toko fisik. Dalam proses menentukan keputusan pembelian, konsumen cenderung memberi perhatian utama pada dua faktor penting, yaitu harga dan kualitas produk. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini dilakukan untuk mengukur sejauh mana pengaruh kedua faktor tersebut terhadap minat beli produk kosmetik secara online di platform Lazada, khususnya di kalangan mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan populasi mahasiswa International Women University yang pernah melakukan pembelian produk kosmetik melalui Lazada. Sampel penelitian terdiri atas 94 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner dengan skala Likert, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda melalui aplikasi IBM SPSS Statistics 25. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel harga (X1) dan kualitas produk (X2) berpengaruh positif serta signifikan terhadap minat beli (Y), baik secara parsial maupun simultan. Koefisien regresi harga sebesar 0,484, sementara kualitas produk sebesar 0,443, yang mengindikasikan bahwa harga memiliki pengaruh lebih dominan dibandingkan kualitas produk. Secara simultan, kedua variabel tersebut mampu menjelaskan 78,5% variasi minat beli konsumen terhadap produk kosmetik di marketplace Lazada. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi harga yang kompetitif serta penyediaan produk berkualitas tinggi merupakan elemen kunci untuk mendorong minat beli konsumen di pasar digital. Secara teoritis, penelitian ini memperkaya literatur mengenai perilaku konsumen digital, sementara secara praktis, memberikan masukan bagi pelaku usaha untuk mengoptimalkan strategi pemasaran online dengan memperhatikan kedua faktor tersebut. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan penambahan variabel lain seperti promosi digital, tingkat kepercayaan terhadap platform, dan ulasan pelanggan, serta memperluas jangkauan sampel agar hasil penelitian memiliki daya generalisasi yang lebih tinggi.

PENGARUH KUALITAS PRODUK DAN HARGA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KOPI JANJI CABANG UJUNG BERUNG KOTA BANDUNG

Aryani Dwi Lestari, Bangkit Nuratri
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas produk dan harga terhadap keputusan pembelian pada Kopi Janji Jiwa Cabang Ujung Berung Kota Bandung. Keluhan konsumen menunjukkan adanya ketidakpuasan terhadap… p kualitas produk yang dianggap belum sebanding dengan harga, serta persepsi kurang transparan terhadap harga yang ditetapkan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan verifikatif. Populasi penelitian adalah konsumen Kopi Janji Jiwa Ujung Berung, dengan sampel 100 responden yang ditentukan dengan rumus Slovin dan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, regresi linier berganda, serta uji hipotesis dengan bantuan SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Harga juga berpengaruh positif dan signifikan. Secara simultan, kedua variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian dengan nilai R² sebesar 69,4%. Artinya, kualitas produk dan harga secara bersama-sama mampu menjelaskan 69,4% variasi keputusan pembelian. Temuan ini menegaskan pentingnya bagi perusahaan untuk menjaga kualitas produk dan menetapkan harga yang kompetitif guna meningkatkan kepuasan dan loyalitas konsumen.

PENGARUH KENAIKAN PAJAK PERTAMBAHAN NILAI (PPN) 11% TERHADAP PENETAPAN HARGA JUAL PRODUK DAN PENDAPATAN PELAKU USAHA MIKRO DI DESA CIBODAS KECAMATAN LEMBANG KABUPATEN BANDUNG BARAT

Wiwin Winarti, Boyke Nugrahanto
Abstract: Peran strategis UMKM sebagai penggerak ekonomi lokal yang rentan terhadap perubahan kebijakan fiskal, khususnya kenaikan PPN 11% yang berpotensi meningkatkan biaya produksi dan menekan daya beli masyarakat sehingga memengaruhi… garuhi pendapatan usaha mikro di Desa Cibodas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 11% terhadap penetapan harga jual produk dan pendapatan pelaku usaha mikro di Desa Cibodas, Kecamatan Lembang kabupaten Bandung Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan verifikatif, teknik survei melalui kuesioner skala Likert, serta analisis regresi linier untuk menguji pengaruh variabel secara parsial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenaikan PPN 11% berpengaruh signifikan terhadap penetapan harga jual, di mana pelaku usaha cenderung menaikkan harga sebagai respons terhadap meningkatnya biaya bahan baku. Selain itu, kenaikan PPN 11% juga berpengaruh signifikan terhadap penurunan pendapatan bersih akibat menurunnya volume penjualan dan margin keuntungan. Kesimpulan menyatakan kebijakan kenaikan PPN 11% memiliki implikasi langsung terhadap keberlangsungan usaha mikro, sehingga diperlukan strategi adaptasi harga dan dukungan kebijakan yang berpihak pada UMKM agar tetap kompetitif dan berkelanjutan di tengah perubahan fiskal.

STRATEGI PEMERINTAH DESA ADAT DALAM PENGEMBANGAN DAYA TARIK WISATA SUWAT WATERFALL DI DESA SUWAT KABUPATEN GIANYAR

I Wayan Raditya Wargata, I Putu Dharmanu Yudartha, Gek Aris Veratiani
Abstract: Penelitian ini membahas strategi Pemerintah Desa Adat Suwat dalam mengembangkan objek wisata Suwat Waterfall di Kabupaten Gianyar, Bali. Tujuan penelitian adalah menganalisis strategi yang telah diterapkan serta merumuskan… an rekomendasi untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan destinasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Desa Adat Suwat menerapkan strategi peningkatan infrastruktur, promosi berbasis media sosial, serta pemberdayaan masyarakat lokal. Tantangan utama yang dihadapi mencakup keterbatasan dana, rendahnya kualitas sumber daya manusia, dan minimnya pemanfaatan teknologi. Analisis SWOT menunjukkan kekuatan utama terletak pada keunikan alam dan aksesibilitas, kelemahan pada keterbatasan SDM, peluang pada perkembangan teknologi dan lokasi strategis, serta ancaman pada persaingan destinasi lain. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas SDM, kolaborasi dengan pemerintah dan swasta, promosi digital yang lebih masif, serta penerapan prinsip pariwisata berkelanjutan. Dengan strategi tersebut, Suwat Waterfall berpotensi menjadi destinasi wisata yang kompetitif, berkelanjutan, dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.

ETNOGRAFI WAKTU PERKOTAAN UNTUK MEMBACA PERLAWANAN RITMIK KOMUNITAS MARJINAL DALAM RUANG KOTA MAKASSAR

Djufri, Djufri
Abstract: This study explores how marginalized communities in Makassar construct and sustain their life rhythms amidst the temporal pressures shaped by infrastructure systems, mobility regimes, and urban development logics. Employing… ing a space- and time-based urban ethnographic approach, the research traces residents’ daily tactics, rhythmic narratives, and spatial practices in navigating mobility exclusion and the accelerating, non-inclusive urban pace. Field findings reveal that residents engage in various forms of micro-resistance—such as adjusting selling hours, utilizing interstitial moments in urban space, and cultivating social rhythms that diverge from technocratic logics. Within temporalities not governed by state or capital, urban spaces are collectively reproduced from below, positioning spatial production as a bottom-up process rather than a top-down imposition. The study contributes theoretically by advancing Lefebvre’s rhythmanalysis, Urry’s notion of differential mobility, and Gandy’s political ecology of infrastructure within the context of Global South cities. By foregrounding time as a critical analytical lens, the research expands our understanding of how power operates temporally in urban life, and how residents negotiate this power through their everyday rhythms. Ultimately, this research offers a new perspective for interpreting urban dynamics—not only through spatiality but also through socially produced temporalities.

TERAPI ISLAM KOMPLEMENTER UNTUK KARDIOVASKULAR: PENGARUH BEKAM DAN RUQYAH TERHADAP TEKANAN DARAH, DETAK JANTUNG, DAN HRV

Isdianto, Andik, Al Indunissy, Nuruddin, Fitrianti, Novariza, Widada, Wahyudi, Fajariadi, Thry Harry, Arif, Abdul Hamid
Abstract: Artikel ini mengkaji efektivitas terapi bekam (hijamah) dan ruqyah terhadap regulasi tekanan darah dan detak jantung serta peluang sinerginya dalam praktik klinis. Tujuan penelitian adalah menilai bukti fisiologis–psikologis… ologis kedua terapi dan merumuskan rekomendasi aplikatif yang selaras dengan tata laksana medis. Metode yang digunakan adalah studi pustaka terstruktur terhadap literatur ilmiah (kedokteran komplementer, kardiovaskular, psiko-fisiologi) dan sumber-sumber primer pengobatan Islam (Al-Qur’an, hadis) dengan pendekatan interpretatif-komparatif. Hasil dan pembahasan menunjukkan bahwa bekam memberikan efek hemodinamik langsung berupa peningkatan perfusi, penurunan resistensi vaskular perifer, penurunan tekanan darah sistolik–diastolik, serta perbaikan variabilitas denyut jantung (HRV). Ruqyah terutama bekerja melalui reduksi stres dan pergeseran otonom ke arah parasimpatis, yang tercermin pada penurunan kecemasan, detak jantung, dan tekanan darah serta peningkatan HRV. Integrasi ruqyah sebelum bekam secara rasional berpotensi memberi efek aditif pada sumbu neuro–kardio–endokrin, sekaligus menurunkan respons stres prosedural. Simpulan: bekam dan ruqyah layak diposisikan sebagai terapi komplementer yang aman dan terjangkau untuk membantu pengendalian hipertensi dan stabilitas denyut, dengan perhatian pada seleksi pasien, kontraindikasi, asepsis, dan monitoring vital. Saran: perlunya standardisasi protokol (titik, durasi, “dosis” cawan; durasi dan materi ruqyah) serta uji acak terkontrol jangka panjang dengan luaran klinis, metrik HRV, dan biomarker stres untuk memperkuat validitas dan panduan praktik.

PELAKSANAAN FUNGSI-FUNGSI MANAJEMEN DALAM LEMBAGA KEPENDIDIKAN ISLAM

Nurfaizin, Fikrial, Jabar, Jaja Abdul, Zohriah, Anis, Patimah, Siti
Abstract: In today's competitive era of globalization, management plays a strategic role in optimizing the performance of Islamic educational institutions to produce high-quality human resources. This study aims to examine the implementation… lementation of management functions—particularly the planning function—and their contribution to achieving educational goals. The planning function, which includes needs identification, vision and mission setting, goal determination, and evaluation, has been shown to enhance institutional effectiveness through optimal resource utilization, clear direction, and adaptability to change. Additionally, this research highlights the importance of leadership, innovative learning strategies, and the integration of technology as key factors in the success of educational management. Despite facing various challenges such as limited resources and resistance to change, educational institutions can overcome these obstacles through appropriate managerial strategies, stakeholder engagement, and continuous improvement. The findings of this study are expected to contribute to the development of more effective and responsive management practices within the context of Islamic educational institutions in Indonesia.  

ANALYSIS OF THE COMPETITIVE STRATEGY OF PERCAYA DIRI TOFU FACTORY IN UTAN JAYA VILLAGE, CIPAYUNG DISTRICT, DEPOK CITY

Mujito, Mujito, Asri, Tika Kartika, Putri, Eidelweijs Andririnjani
Abstract: This study aims to analyze the internal and external business environment and determine the priority competitive strategy for the Percaya Diri Tofu Factory located in Utan Jaya Village, Cipayung District, Depok City. A descriptive… escriptive qualitative approach was employed using SWOT analysis as the analytical tool. The findings reveal that the company's main strength is its strong customer relationships (score 0.51), while its primary weakness is the absence of a flagship product (score 0.42). The main opportunities include a broad market share and high customer loyalty (score 0.46), whereas the major threats are intense competition and fluctuating raw material prices (score 0.22). Based on the IFE, EFE, and SWOT analyses, the recommended strategy is business development to enhance the company's competitive advantage.

DISASTER RISK GOVERNANCE AND SOCIO-ECOLOGICAL VULNERABILITY IN THE DEVELOPMENT OF REMPANG ISLAND

Oktaviane, Diga Putri, Yustina, Yustina
Abstract: The development of Rempang Island through the Rempang Eco-City project has become one of Indonesia’s strategic initiatives to promote investment, industrialization, and regional economic growth in coastal areas. While the… the project is expected to strengthen economic competitiveness and attract large-scale investment, its implementation has generated significant social, environmental, and governance challenges. Existing studies on Rempang have primarily focused on land disputes, relocation issues, and agrarian conflicts, with limited attention given to disaster risk governance and socio-ecological vulnerability perspectives. This study aims to analyze the development of Rempang Island through the lens of Disaster Risk Governance (DRG) and socio-ecological vulnerability to understand how development policies, environmental change, and governance arrangements interact in shaping risks within coastal regions. This study employs a qualitative approach using literature review and policy analysis. Data were collected from government regulations, official reports, public policy documents, human rights reports, academic publications, and other credible secondary sources. The analytical framework integrates disaster risk governance, socio-ecological vulnerability, and public policy theories. The findings indicate that the Rempang conflict should not be understood solely as an agrarian dispute or community resistance to relocation. Instead, it reflects broader governance challenges associated with integrating disaster risk considerations into coastal development policies. The project has the potential to generate socio-ecological vulnerabilities related to land tenure uncertainty, livelihood transformation, cultural identity concerns, environmental pressures, and limited stakeholder participation. The study argues that sustainable coastal development depends not only on economic investment but also on the capacity of governance systems to manage emerging risks through collaborative, adaptive, and inclusive approaches. The article contributes to the literature by positioning the Rempang case as a governance-of-risk issue and highlighting the need to integrate economic development, environmental sustainability, and disaster risk reduction within coastal governance frameworks.