Abstract:This study explores the potential of social media as a health communication platform for preventing filicide in Indonesia, focusing on disseminating information, reducing stigma, and engaging audiences. The study adopts…
an exploratory approach based on secondary data, including the analysis of scientific literature, reports from the Indonesian Child Protection Commission (KPAI) and UNICEF, and global campaigns such as #EndViolence. Research shows that social media can reach a broad audience, particularly the younger generation, through strategically designed educational content like infographics and videos. Empathy-driven campaigns utilizing real-life stories can also effectively reduce the stigma surrounding mental health, a primary cause of filicide. However, the study identifies challenges such as limited access in remote areas, potential misuse of platforms, and the sustainability of campaigns, which often pose obstacles. In Indonesia’s context, adapting global campaign models to local culture can enhance prevention outcomes. Collaboration among the government, non-profit organizations, and the community is key to ensuring long-term impact. By integrating technologies such as artificial intelligence and gamification, and implementing data-driven approaches, social media can become a powerful tool to drive behavioral change and raise public awareness about filicide prevention.
Abstract:In the implementation of the Independent Curriculum, we recognize the existence of a differentiated learning approach. Differentiated learning is a process of different learning treatments, both in terms of content, process,…
ess, and product carried out by teachers according to the level of readiness, needs, and learning styles of each student. This study aims to analyze how Pancasila education subject teachers prepare and implement differentiated learning at the UPT SPF SMP Negeri 3 Makassar. The number of informants in this study was 5 people consisting of 3 key informants and 2 additional informants. The data collection technique was by conducting observations, interviews and documentation. This research is a descriptive Qualitative study. The results of this study indicate that the way Pancasila education teachers prepare differentiated learning is: 1.1.) Making questions, compiling or preparing initial assessment instruments; 1.2.) Carrying out and analyzing initial assessments; and 1.3.) Making teaching modules. 2) The process of implementing differentiated learning is carried out by Pancasila education teachers, namely: 2.1.) Mapping or forming groups of students based on the results of the initial assessment; and 2.1.) Carrying out the differentiated learning process in terms of content, process, and product.
Abstract:Islamic Education Evaluation has many challenges. The author lists three of them. The first is that each student has different needs and learning styles. The second is that not all teachers can carry out proper and objective…
tive evaluation well. The third is cultural differences. This study aims to find out 1.identification of challenges in Islamic education evaluation 2.solutions to overcome challenges in Islamic education evaluation. This research uses qualitative-descriptive-literature method with data collection techniques including documentation such as books and journals. The author writes 3 (three) solutions to the 3 (three) challenges. The first is the suitability of the evaluation tool. Second is the standard for objectivity so as not to bias the evaluation. Third is a number of values related to cultural differences, namely tasamuh (tolerance), ta'awun (mutual help), and tawazun (harmony).
Abstract:Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Peran Kepemimpinan Visioner Kepala Sekolah dalam Mewujudkan Guru Bermutu untuk Mendukung Visi Indonesia Maju dan implementasinya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif…
dengan teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peran Kepemimpinan Visioner Kepala Sekolah di SDN Semangat Dalam 3, yaitu: a) berusaha memahami dan mendengarkan kebutuhan dan keinginan warga sekolah, b) memberikan dukungan unutuk meningkatkan mutu guru dengan pendidikan, pelatihan dan pengembangan kemampuan, c) jika ada guru yang kesulitan maka kepala sekolah tidak segan untuk memberikan arahan, mentoring dan evaluasi yang disesuaikan dengan kemampuan guru dan d) kepala sekolah berusaha menciptakan suasana kebersamaan yang nyaman dan mendukung. Sedangkan, implementasi Kepemimpinan Visioner Kepala Sekolah di SDN Semangat Dalam 3, yaitu dengan: a) berpedoman dengan tujuan, visi dan misi yang ditetapkan, b) berusaha mendengarkan, mengakomodasi dan mengkomunikasi sesuai kebutuhan guru, dan c) kepala sekolah mendorong dalam peningkatan pendidikan, pelatihan dan kegiatan pertemuan dengan berkalaborasi.
Abstract:Penelitian ini mengkaji efektivitas metode pembelajaran bahasa isyarat di pesantren difabel, dengan fokus pada peningkatan kemampuan Baca Tulis Al-Quran (BTQ) bagi santri tunarungu. Studi dilakukan di Pondok Pesantren Tahfiz…
hfiz Difabel KH. Ahmad Lutfi Fathullah BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta menggunakan metode kualitatif deskriptif dan observasi lapangan. Sumber data utama adalah wawancara dengan praktisi pembelajaran difabel tunarungu dan literatur terkait. Pembelajaran BTQ dengan metode bahasa isyarat huruf hijaiyah memerlukan pendekatan terstruktur dan komprehensif, termasuk pelatihan guru, RPP, dan media pembelajaran visual. Pelaksanaan mencakup sesi rutin dan prinsip interaksi langsung, visualisasi, dan keperagaan. Evaluasi dilakukan melalui Ujian Harian (UH), Penilaian Akhir Semester (PAS), dan observasi langsung. Faktor pendukung meliputi media pembelajaran visual interaktif dan pelatihan guru, sementara faktor penghambat termasuk keterbatasan media pembelajaran, latar belakang pendidikan guru, dan variasi tingkat ketunaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan perencanaan matang dan dukungan berkelanjutan, metode ini dapat meningkatkan kemampuan BTQ santriwati tunarungu secara signifikan.
Abstract:Latar Belakang :Menurut survei yang dilakukan peneliti pada tanggal 7 November 2022 berupa wawancara dengan Ketua RT Desa Petir, diperoleh data bahwa warga Desa Petir masih kurang pengetahuannya tentang pemberantasan nyamuk…
muk dan fooging juga jarang. Selesai. Berdasarkan survei yang dilakukan peneliti pada tanggal 8 November 2022 berupa wawancara dengan Bidan Desa Petir untuk kasus DBD di Desa Petir, terdapat sekitar 10 kasus DBD dalam 1 tahun terakhir. rendah, masih banyak sampah berserakan, kurangnya promosi kesehatan di lingkungan sekitar dan pelaksanaan fooging yang masih belum efektif. Tujuan :Mengetahui perilaku, setelah diberikan edukasi pengetahuan tentang pemberantasan jentik nyamuk pada keluarga Pak H Pasca DBD di Desa Petir. Metode :Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan bantuan kategori media lembar pengetahuan dan lembar observasi. Hasil :Tingkat pengetahuan meningkat dari tidak tahu menjadi mampu menerapkan dan kategori pengetahuan meningkat dari kurang (skor 0-4) menjadi baik (skor 11-15). Kesimpulan :Dengan melakukan pendidikan dapat mengubah pengetahuan, sikap, dan tindakan individu, keluarga, dan masyarakat
.
Kata Kunci: Keluarga, Pasca DBD, Edukasi Pemberantasan Jentik Nyamuk
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penggunaan media pembelajaran wayang tulang rangka dalam meningkatkan pemahaman siswa kelas 6 tentang sistem gerak manusia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif…
dengan desain pre-test dan post-test. Sampel penelitian terdiri dari 7 siswa kelas 6 di sebuah sekolah dasar. Model pembelajaran yang digunakan adalah Project-Based Learning (PjBL). Data dianalisis menggunakan uji statistik paired sample t-test dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman siswa setelah menggunakan media wayang tulang rangka, dengan rata-rata nilai post-test lebih tinggi dibandingkan pre-test. Temuan ini menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis wayang tulang rangka efektif digunakan dalam pembelajaran sistem gerak manusia.
Abstract:Kurikulum memiliki peran yang sangat penting dalam sistem pendidikan karena berfungsi sebagai pedoman utama dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi proses pembelajaran. Secara umum, kurikulum tidak hanya berisi mata…
ata pelajaran yang harus dipelajari, tetapi juga mencakup tujuan pendidikan, metode pengajaran, serta cara-cara penilaian yang digunakan untuk mengukur pencapaian peserta didik. Tujuan penelitian adalah (1) untuk menganalisis konsep anak usia Dini (AUD), (2) untuk menganalisis kurikulum Pendidikan Agama Islam pada anak usia dini, (3) untuk menganalisis implementasi kurikulum PAI pada anak usia dini di Kelompok Bermain (KB) dan TK khususnya di TK Islam Ar Rehan Pekanbaru. Metode penelitian adalah Kualitatif Deskriptif, Data penelitian ini adalah data kualitatif berupa kata-kata atau kalimat hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data hasil wawancara diperoleh dari narasumber yang telah ditetapkan. Hasil penelitian adalah bahwa Kurikulum TK islam Ar-Rehan disusun dengan mengusung nilai-nilai islami sebagai dasar untuk pengembangan karakter peserta didik dan Metode pembelajaran PAI dilakukan dengan pembiasaan bernyanyi, bercerita, bermain dan sebagainya yang bersifat,interaktif, inovatif, dan menyenangkan. Setiap metode tersebut tentunya disesuaikan dengan perkembangan anak didik.
Abstract:Kasus-kasus penyalahgunaan wewenang oleh polisi marak dilakukan kendati telah ada kode etik yang mengatur tingkah dan laku para anggota polisi, namun demikian, kasus penyalahgunaan wewenang tidak bisa minimalkan. Penelitian…
ian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana peran etika profesi dalam mencegah penyalahgunaan wewenang di kepolisian dan kendala apa saja yang dihadapi dalam implementasi etika profesi untuk mencegah penyalahgunaan wewenang oleh anggota kepolisian. Penelitian ini termasuk dalam penelitian pustaka atau library research yaitu data penelitian sepenuhnya bertumpu pada data-data pustaka yang diperoleh dari sumber-sumber kepustakaan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik kepustakaan dan teknik analisis data dilaksanakan dengan metode deksriptif. Adapun hasil penelitian ini: Peran etika profesi dalam mencegah penyalahgunaan wewenang di kepolisian sebagai instrumen pencegah etika profesi dalam mencegah penyalahgunaan wewenang di kepolisian. Kendala utama dalam implementasi etika profesi untuk mencegah penyalahgunaan wewenang di kepolisian di antaranya meliputi minimnya pembinaan secara berkesinambungan bagi para anggota polri, budaya kerja yang buruk yang mendukung terlaksananya penyalahgunaan wewenang, kurangnya refleksi diri, ketidakseimbangan moral dan kekuasaan serta diri yang tidak berkeinginan untuk mematuhi kode etik. Kesimpulan penelitian ini bahwa etika profesi berperan penting dalam mencegah penyalahgunaan wewenang di kepolisian dengan memberikan panduan moral dan prinsip integritas bagi anggota Polri. Penerapan sanksi tegas diharapkan menciptakan efek jera. Namun, implementasinya menghadapi kendala seperti minimnya pembinaan, budaya kerja yang buruk, kurangnya refleksi diri, serta ketidakseimbangan moral dan kekuasaan yang menghambat kepatuhan terhadap kode etik.
Abstract:This study aims to analyze the differences in perceptions of professional ethics between male and female legal practitioners in Indonesia. In the legal profession, professional ethics have a very important role to maintain…
in integrity and public trust. However, factors such as gender are thought to influence the way legal practitioners perceive and apply these ethical principles. The research method used is Qualitative by using a literature-based approach. The data collected is analyzed using a quantitative approach to see if there is a significant difference between the perception of professional ethics between men and women. The results showed that there are differences in perspectives on several ethical issues, where women tend to emphasize the values of social justice and diversity, while men focus more on compliance with formal regulations. This research is expected to provide deeper insights into gender dynamics in the legal world and its contribution to the development of a more inclusive and equitable legal professional ethics.