Search Articles & Publications

Showing 337 articles found for "Spirit"

JAPAN AND THE VALUES OF INCLUSIVE SUSTAINABILITY

Agung Pangeran Bungsu, Fajar Al Mahmudi
Abstract: Japan and the values of inclusivity are inseparable. This article briefly describes the revolution of one of the developed countries. Japan is a prime example of a country that has used education to advance and prosper.… This country has shown that sincerity and skill in overseeing the education system can change the situation of a country. Character education is a major component of the education system. Good character education will create a progressive, high-quality, and well-characterized society. A developed country can be easily built after society finds its quality. Independence is the milestone of human resource progress to give birth to breakthroughs in the latest innovations. Politeness is the spirit to continue to grow and continue the spirit of struggle. Exemplary behavior in appreciating differences to prioritizing tolerance as evidence of openness to progress. A high work ethic to finally loving tradition is used as capital to continue to contribute to advancing the country. The values of inclusivity reflected in Japan are by continuing to maintain the values of character education

KESELARASAN IMTAQ DAN IPTEK

Adik Fitra Ananda, Asmarani Putri, Mufaizah
Abstract: Jurnal ini membahas hubungan antara perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dengan pembentukan karakter yang berlandaskan nilai-nilai IMTAQ (Iman, Taqwa, dan Akhlak) dalam masyarakat modern. Dalam era digital… ini, kemajuan teknologi yang pesat membawa dampak signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan, baik dalam dunia pendidikan, ekonomi, maupun sosial. Namun, perkembangan tersebut tidak jarang menyebabkan pergeseran nilai-nilai moral dan spiritual di kalangan individu. Oleh karena itu, penting untuk mengintegrasikan IMTAQ dalam penerapan IPTEK agar teknologi yang berkembang dapat memberikan manfaat maksimal bagi umat manusia tanpa mengabaikan nilai-nilai etika dan agama. Melalui pendekatan multidisipliner, artikel ini  mengkaji bagaimana penerapan IMTAQ dapat memperkuat penggunaan IPTEK dalam menciptakan solusi yang berkelanjutan dan humanis. Temuan dalam artikel ini menunjukkan bahwa IMTAQ yang kokoh dapat menjadi landasan untuk memitigasi dampak negatif dari kemajuan teknologi, sekaligus mendukung kemajuan ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi kesejahteraan umat manusia. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pengembangan kurikulum pendidikan yang menyeimbangkan aspek IPTEK dan IMTAQ untuk menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara teknologi, tetapi juga kuat dalam iman, taqwa, dan akhlak.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. S SKIZOFRENIA RISIKO PERILAKU KEKERASAN DENGAN FOKUS TINDAKAN DZIKIR DI RUANG FLAMBOYAN RSJD Dr. RM. SOEDJARWADI KLATEN

Nurizky Sephia Putri, Fida Dyah Puspasari, Sudiarto
Abstract: Skizofrenia adalah gangguan mental dengan ciri-ciri perilaku dan percakapan yang tidak biasa, pikiran yang tak teratur, keyakinan yang keliru, dan pengalaman halusinasi. Salah satu masalah utama bagi individu dengan skizofrenia… ofrenia adalah risiko perilaku kekerasan. Risiko perilaku kekerasan adalah perilaku yang menunjukkan kemungkinan untuk mengancam keselamatan diri sendiri, orang lain, dan lingkungan, baik secara fisik, emosional, seksual, maupun verbal. Salah satu strategi yang diajarkan adalah terapi spiritual dzikir, di mana individu mendekatkan diri pada keyakinan yang diyakini. Penelitian terkait terapi spiritual dzikir menunjukkan bahwa penggunaannya dapat mengurangi gejala dan tanda risiko perilaku kekerasan, sambil meningkatkan kemampuan kognitif pasien. Penelitian ini bertujuen untuk mendapatkan gambaran nyata tentang skizofrenia dengan risiko perilaku kekerasan yang berfokus pada tindakan dzikir di ruang flamboyan Rumah Sakit Jiwa Daerah Dr. RM. Soedjarwadi Klaten. Menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan. Setelah dilakukan tindakan tanda dan gejala risiko perilaku kekerasan menurun setelah dilakukan dzikir berupa Astaghfirullah 33 kali, Subhanallah 33 kali, Alhamdulillah 33 kali, Allahu Akbar 33 kali yang dilakukan pada waktu pagi hari (08.00) dan siang hari (12.30) selama 3 hari dalam waktu 30 menit. Kesimpulan yang dapat diambil yaitu asuhan keperawatan pada Tn. S skizofrenia risiko perilaku kekerasan selama tiga hari dengan fokus tindakan dzikir terdapat penurunan tanda dan gejala risiko perilaku kekerasan. Kata kunci: Skizofrenia, Risiko perilaku kekerasan, Dzikir

INTEGRASI NILAI-NILAI ISLAM DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI (TELAH LITERATUR KAJIAN TEKS DAN KONTEKS)

Rahmah, Hamdan, Ani Cahyadi
Abstract: Ada dua aspek utama terkait pendidikan agama Islam di lingkungan sekolah, yaitu integrasi nilai-nilai Islam dalam kurikulum dan dampaknya terhadap perilaku serta moralitas siswa. Pertama, integrasi nilai-nilai Islam dalam… m pendidikan sekolah berpotensi memperkuat kualitas pendidikan karakter siswa. Nilai-nilai seperti kejujuran, disiplin, dan empati menjadi dasar dalam pembentukan sikap positif yang sangat penting dalam perkembangan pribadi siswa. Namun, proses integrasi ini dihadapkan pada tantangan seperti ketidakcocokan antara nilai-nilai agama dengan kurikulum yang ada, resistensi pendidik, serta perbedaan pandangan masyarakat terkait penerapannya. Untuk mengatasi hambatan ini, diperlukan pendekatan yang holistik dan partisipatif, melibatkan semua pemangku kepentingan. Kedua, dampak pendidikan agama terhadap perilaku dan moralitas siswa di luar sekolah terbukti signifikan. Metode dalam penulisan yaitu kualitatif deskriptif. Tahapan dalam penulisan ini meliputi: menyeleksi topik, mencari literatur, menulis review, dan mengembangkan pendapat.  Pada tulisan ini diambil obyek 11 jurnal terkait dengan Integrasi nilai-nilai Islam dalam pendidikan di lingkungan sekolah, dan dampak pendidikan agama terhadap perilaku dan moralitas siswa. Penelitian menunjukkan bahwa pendidikan agama Islam dapat membentuk karakter siswa, menghasilkan sikap positif, serta membentengi mereka dari pengaruh buruk perubahan zaman. Pendidikan agama Islam tidak hanya membentuk individu yang cerdas secara akademis, tetapi juga membentuk pribadi yang memiliki moralitas yang tinggi, sesuai dengan nilai-nilai agama. Dengan demikian, pendidikan agama Islam memainkan peran penting dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya berpengetahuan, tetapi juga berkarakter dan memiliki kedalaman spiritual yang tinggi, yang dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

PERMAINAN TRADISIONAL MELAYU: KAJIAN SEJARAH, BUDAYA, DAN STRATEGI PELESTARIAN

Mastarina, Yasnel
Abstract: Permainan tradisional Melayu merupakan bagian integral dari budaya masyarakat Melayu yang kaya akan nilai-nilai sosial, pendidikan, dan spiritual. Permainan seperti congkak, gasing, sepak raga, dan wau tidak hanya menjadi… i hiburan, tetapi juga sarana pembelajaran nilai kolektif dan ekspresi budaya. Namun, modernisasi dan globalisasi mengancam eksistensi permainan ini. Artikel ini mengkaji sejarah, jenis-jenis permainan tradisional Melayu, nilai-nilai yang terkandung, serta tantangan dalam pelestariannya. Melalui pendekatan kualitatif berbasis kajian literatur dan wawancara, penelitian ini menyoroti pentingnya peran pendidikan, digitalisasi, dan kebijakan pemerintah dalam melestarikan permainan tradisional Melayu untuk generasi mendatang.

THE INFLUENCE OF ENTREPRENEURIAL SPIRIT, SELF-EFFICACY AND PERSONAL CHARACTERISTICS ON INTEREST IN ENTREPRENEURSHIP OF SULTAN ISKANDAR MUDA MEDAN HIGH SCHOOL

Dolok Saribu, Alfriado Leonard Noprian, Dolok Saribu, Afriani Mindo, Siregar, Dahrul, Siregar, Muhammad Yamin, Riza Fanny Meutia
Abstract: The purpose of this study was to determine the entrepreneurial spirit, self-efficacy and personal characteristics on the interest in entrepreneurship in SMA sultan Iskandar muda medan. Methods of data collection using a… questionnaire. Sampling with the slovin method. The results of this study indicate that the entrepreneurial spirit has a positive and significant effect on the interest in entrepreneurship in SMA sultan Iskandar muda medan. Self-efficacy has a positive and significant effect on the interest in entrepreneurship in SMA sultan Iskandar muda medan students. Personal characteristics have a positive and significant effect on the interest in entrepreneurship in SMA sultan Iskandar muda medan students. Simultaneously entrepreneurial spirit, self-efficacy and personal characteristics have a positive and significant effect on the interest in entrepreneurship in SMA sultan Iskandar muda medan students.

Respect for Ancestors in the Bau Lolon Riteln Kolilanang Village, Adonara Subdistrict East Flores Regency

Angela Merici Benga Angin, Nurlela
Abstract: This study examines the Bau Lolon ritual in Kolilanang Village, Adonara Sub-district, East Flores Regency, focusing on its role as a traditional practice of ancestral veneration. The Bau Lolon ritual serves as a sacred medium… edium for the local community to express gratitude, seek blessings, and maintain a spiritual connection with their ancestors. Utilizing a qualitative approach with ethnographic methods, data were gathered through field observations, structured interviews with traditional elders (Tua Adat), and documentation of the ritual steps. The findings reveal that the ritual embodies deep philosophical values, including cosmic balance, kinship solidarity, and cultural identity preservation. Furthermore, the Bau Lolon ritual functions as a social mechanism that strengthens communal bonds among the villagers. Despite modern societal shifts, the people of Kolilanang continuously preserve this ritual, demonstrating a resilient synthesis between ancestral traditions and contemporary community life.

Mangrara Banua Tongkonan Ceremony For The Toraja Tribal Community In Akung Village

Riani Bunga Samma, Darman Manda
Abstract: This research examines the persistence of the Mangrara Banua Tongkonan ceremony in Akung Village through a cultural anthropology approach. As a sacred Torajan ritual, this traditional house consecration ceremony endures… due to its deep cultural significance for the local community. Anthropological analysis reveals that Mangrara Banua is not merely a physical celebration of a new structure, but a cultural institution rich in symbolic meaning. First, the ritual serves as a collective expression of gratitude to God the Creator. Second, it functions to articulate and legitimize the family's social status (tana') within the community hierarchy. Third, this momentum acts as a unifying medium for the extended family (tongkonan) to reinforce kinship ties. Finally, the ritual embodies sacred reverence for the ancestors. Through an anthropological lens, the continuity of this tradition proves that the Tongkonan remains the cosmic, social, and spiritual center for the people of Akung Village amid modernization.

Tradisi Lisan dan Kearifan Lokal: Kajian Cerita Rakyat Masyarakat Anim Ha di Kabupaten Merauke

Syahrabudin Husein Enala, Ekfindar Diliana, Syahfitriani Br Ginting, Ricardo Goncalves Klau
Abstract: Penelitian ini mengkaji cerita rakyat masyarakat Anim Ha (Marind) di Kabupaten Merauke sebagai bagian dari tradisi lisan yang berfungsi sebagai media pendidikan moral, pelestarian budaya, serta penguatan identitas sosial.… . Dengan menggunakan pendekatan etnografi dan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña untuk menelaah tema, nilai moral, serta kearifan lokal yang terkandung dalam cerita rakyat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita rakyat Marind memuat pesan-pesan universal seperti kesetiaan, persahabatan, keadilan, keberanian, kemandirian, serta penghormatan terhadap alam. Cerita-cerita seperti Janji Ajaib Seorang Sahabat, Kisah Nona dari Salor, Kutukan Alamem di Tanah Domande dan Kalibian, dan Qaraipe memperlihatkan nilai solidaritas, keadilan sosial, kesadaran ekologis, serta pentingnya ketabahan menghadapi diskriminasi. Selain itu, unsur magis dan simbolisme alam dalam cerita memperkuat relasi spiritual masyarakat dengan lingkungannya. Temuan ini menegaskan bahwa tradisi lisan masyarakat Anim Ha memiliki relevansi dengan isu kontemporer, terutama dalam pendidikan karakter, pelestarian budaya, mitigasi bencana, dan literasi lingkungan. Oleh karena itu, cerita rakyat Marind penting untuk didokumentasikan serta diintegrasikan dalam pendidikan formal guna menjaga identitas budaya lokal sekaligus menanamkan nilai-nilai luhur pada generasi muda Papua Selatan. Kata kunci: Cerita Rakyat Marind, Kearifan Lokal, Pendidikan Karakter

Resiliensi Guru PAI dalam Mengembangkan Kemampuan Adaptif pada Era Society 5.0 di SMP Asy-Syafi’iyah Lohgung Brondong

Sisfiana Ajeng Anggraeni, Fathul Amin
Abstract: The development of education in the Society 5.0 era has introduced new challenges for Islamic Religious Education (PAI) teachers through the integration of digital technology, changes in students’ characteristics, and increasing… increasing demands for innovative and adaptive learning, particularly in schools with limited facilities. This study aims to analyze PAI teachers’ understanding of resilience, the forms of resilience they develop, and its relevance to adaptive learning competencies at SMP Asy-Syafi’iyah Lohgung Brondong. The study employed a phenomenological qualitative approach with a case study design. Data were collected through observation, semi-structured interviews, and documentation involving PAI teachers, the school principal, and curriculum personnel selected purposively. The findings reveal that PAI teachers perceive resilience as the ability to endure, adapt, and remain productive in responding to digital educational changes through emotional, spiritual, social, and professional strengths. Resilience is manifested through the use of digital media, individualized learning assistance, and collaboration with schools and students’ families. The study concludes that resilience plays a crucial role in strengthening teachers’ adaptive capacities by fostering innovation, openness to change, and more communicative learning practices. The novelty of this research lies in the finding that the resilience of PAI teachers in coastal schools functions not merely as a coping mechanism against educational pressures but also as the primary foundation for developing adaptive learning in the Society 5.0 era. These findings underscore the necessity of strengthening resilience through continuous professional development, institutional support, and digital literacy to ensure that PAI learning remains relevant and adaptive.