Abstract:Abstract: Roeleven and Broer reveal that more than 66% of EA programs do not live up to expectations due to a failure to demonstrate sufficient value for the business. Business architecture has an important role to help…
companies achieve the desired business values. An organization also depends on how well the information provided on each artifact especially in the architectural business phase. That way, failure in business modeling can also have an impact on EA implementationw. Modeling artifacts in a good architectural business phase can help to avoid mistakes from the start, because the quality of the business modeling model will have an impact on the quality of information system design. Therefore, it need to test the quality of the model on every artifact in the architectural business, because many business models are not always of high quality. To have a high quality EA, one of them is by identifying a conceptual quality framework approach. There are six principles that must be considered when assessing the quality of a company model, in this study using the quality of the business architecture validity model with six attributes using the formal Petri net method.
Keywords: Enterprise Architecture; Business Architecture; Business Process; Validity,
Attribute Quality
Abstrak: Roeleven dan Broer mengungkapkan bahwa lebih dari 66% program EA tidak memenuhi harapan karena kegagalan untuk menunjukkan nilai yang cukup untuk bisnis. Arsitektur bisnis memiliki peran penting untuk membantu perusahaan mencapai nilai bisnis yang diinginkan. Sebuah organisasi juga bergantung pada seberapa baiknya informasi yang diberikan pada setiap artefak terutama pada fase bisnis arsitektur. Dengan begitu kegagalan pemodelan bisnis juga dapat berdampak pada implementasi EA. Memodelkan artefak pada fase bisnis arsitektur yang baik dapat membantu untuk menghindari kesalahan sejak awal karena kualitas model pemodelan bisnis akan berdampak pada kualitas desain sistem informasi. Maka dari itu, kualitas dari pemodelan bisnis model telah diakui sebagai faktor penting untuk pemodelan sukses di perusahaan, serta perlunya untuk melakukan pengujian kualitas model pada setiap artefak pada bisnis arsitektur, karena banyak model bisnis yang tidak selalu berkualitas tinggi. Untuk memiliki EA yang berkualitas tinggi salah satunya dengan mengidentifikasi pendekatan kerangka kualitas konseptual. Terdapat enam prinsip yang harus dipertimbangkan ketika menilai kualitas model perusahaan, dalam kajian ini menggunakan kualitas model validity arsitektur bisnis dengan enam atribut menggunakan metode formal Petri net.
Kata kunci: Arsitektur Perusahaan; Bisnis Arsitektur; Proses Bisnis; Validitas; Kualitas Atribut
Abstract:Abstract: The tracer study is a method of alumni tracker carried out by state universities and private universities .A function of the tracer study is a source of information and to know the presence of alumni and provides…
es information and an evaluation for stakeholders to know the quality of a college education .The implementation of the tracer study at the university of dharmawangsa is still done manually using google form that is facility from google , so the implementation in collecting the inefficient .Researchers to develop a web based information system for the purpose of completing deficiencies in the implementation of the tracer study. The goal is to ease the tracer study for stakeholders to an efficiently..
Keywords: alumni; tracer; tracer study; stakeholders; web
Abstrak: Tracer study adalah suatu metode pelacakkan alumni yang dilaksanakan oleh perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta. Fungsi dari tracer study adalah sebagai sumber informasi dan untuk mengetahui keberadaan dari alumni serta dapat menyediakan informasi dan bahan evaluasi bagi stakeholders untuk mengetahui kualitas pendidikan perguruan tinggi. Pelaksanaan tracer study di Universitas Dharmawangsa masih dilakukan secara manual menggunakan google form yang merupakan fasilitas dari google, sehingga pelaksanaannya dalam menghimpun data kurang efisien. Peneliti bermaksud membangun suatu sistem informasi berbasis web dengan tujuan untuk menyelesaikan kekurangan dalam pelaksanaan tracer study. Tujuannya adalah untuk memudahkan bagi stakeholders untuk melaksanakaan tracer study secara efisien.
Kata kunci: alumni; pelacakan; tracer study; web
Abstract:Abstract: The role of lecturers in higher education is one of the most influential parts of the quality of students produced. Lecturer educational qualifications are also an important aspect of improving academic and institutional…
titutional quality. Selection of foundation scholarships in the form of doctoral education currently has problems in choosing prospective lecturers. In the selection of doctoral scholarships for potential lecturers, there is still subjectivity in their selection manually. As a supporting medium in determining the selection of potential lecturers to obtain doctoral education foundation scholarships and testing the SMART (Simple Multi Attribute Rating Technique) method to provide scholarship recommendations for prospective lecturers. The selection process uses the SMART method because this method is able to solve multi-criteria problems from the foundation, in this case the Chancellor of the Indonesian Community Development University. Furthermore, the criteria are processed using an application built using the PHP and MySQL programming languages to test these criteria. From the application built, it can be concluded that Yuanita, M.Si with a score of 0.7342 and Khairuddin Tampubolon, M.Si with a score of 0.6311 are entitled to get a doctoral education scholarship from the foundation. Then subjective and computerized decisions can be obtained in this study..
Keywords: Decision Support Systems; Mysql; PHP ; Potential Lecturer Scholarships, Simple Multi Attribute Rating Technique.
Abstrak: Peran dosen di perguruan tinggi adalah salah satu bagian paling berpengaruh dari kualitas mahasiswa yang dihasilkan. Kualifikasi pendidikan dosen juga merupakan aspek penting untuk meningkatkan kualitas akademik dan kelembagaan. Pemilihan beasiswa yayasan dalam bentuk pendidikan doktor saat ini memiliki masalah dalam memilih calon dosen. Dalam pemilihan beasiswa pendidikan doktoral untuk dosen potensial masih ada subjektivitas serta dalam seleksi mereka secara manual. Sebagai media pendukung dalam menentukan seleksi dosen potensial untuk memperoleh beasiswa yayasan pendidikan doktoral dan menguji metode SMART (Simple Multi Attribute Rating Technique) untuk memberikan rekomendasi beasiswa bagi calon dosen. Untuk proses seleksi menggunakan metode SMART karena metode ini mampu menyelesaikan masalah multi-kriteria dari yayasan dalam hal ini Rektor Universitas Pembinaan Masyarakat Indonesia. Selanjutnya, kriteria diproses menggunakan aplikasi yang dibangun menggunakan bahasa pemrograman php dan mysql untuk menguji kriteria ini. Dari aplikasi yang dibangun dapat ditarik kesimpulan bahwa Yuanita, M.Si dengan nilai 0,7342 dan Khairuddin Tampubolon, M.Si dengan nilai 0,6311 berhak mendapatkan beasiswa pendidikan doctoral dari yayasan. Kemudian keputusan subyektif dan terkomputerisasi dapat diperoleh dalam penelitian ini.
Kata kunci: Beasiswa Dosen Potensial; Mysql; PHP; Simple Multi Attribute Rating Technique; Sistem Pendukung Keputusan.
Abstract:Abstract: Various specifications and prices for a laptop make potential buyers confused about choosing it. Information technology with its technological developments has produced a system that can provide alternative decisions…
isions for decision-making problems.This study aims to develop a system that can select the best laptop from several alternatives. There are 5 parameters used in determining the priority of alternative laptops. They are hard disk drive, RAM, processor, operating system and price.The alternative of the decision making system also consists of 5 alternatives.The method used in the MultiAttribute Decision Making (MADM) research is a combination of 2 methods. These methods are SAW and TOPSIS methods.The SAW method is used to optimize the parameter weighting process and the specific TOPSIS method to complete the alternative ranking process.This hybrid method can produce a more precise MADM process because it uses two methods, each of which has characteristics in accordance with the process specifications.
Keywords: laptop; multi attribute decision making; SAW; TOPSIS
Abstrak: Spesifikasi dan variasi harga yang beragam dari sebuah laptop membuat calon pembeli menjadi kebingungan dan ragu dalam memutuskan jenis atau tipe laptop mana yang akan dibeli. Teknologi informasi beserta dengan perkembangan teknologinya dapat menghasilkan suatu system untuk membantu memberikan alternative keputusan untuk suatu permasalahan pengambilan keputusan. Pengembangan sistem yang dapat memilih laptop yang tepat dari beberapa alternatif yang ditawarkan merupakan tujuan dari penelitian ini. Ada 5 parameter yang digunakan dalam menentukan prioritas alternatif laptop, yaitu hard disk drive, RAM, prosesor, sistem operasi dan harga. Laptop yang ditawarkan sebagai alternatif juga sebanyak 5 jenis. Metode yang digunakan padaMulti Attribute Decision Making (MADM) adalah kombinasi dari 2 metode, yaitu metode SAW dan TOPSIS. Metode SAW digunakan untuk mengoptimalkan proses pembobotan parameter dan metode TOPSIS spesifik untuk menyelesaikan proses perangkingan alternatif. Metode hybrid ini dapat menghasilkan suatu proses MADM yang lebih tepat karena menggunakan dua metode yang masing-masing mempunyai karakteristik sesuai dengan proses yang dilakukannya.
Kata kunci: laptop; multi-attribute decision making; SAW; TOPSIS
Abstract:Abstract: Activities in the world of education and institutions are documents that must be documented which can be used as activity reports to the leadership. One such documentation is attendance documentation because attendance…
tendance is sometimes very sensitive because it affects the prerequisites for further activities. Meanwhile, most attendance systems currently use conventional methods, namely printing attendance forms and participants taking notes on the form. After completion of the event, it is recorded in an electronic storage and the original sheet is archived. Meanwhile, universities and schools are required to be sensitive to technology so that they are not out of date. So the researchers proposed a presence system based on Scan Id QR Code based on Restful Web Service technology with the following process: (i) Schedule 1 time in advance; (ii) attendance by scanning the QR-Code ID to a scanner; (iii) Attendance monitoring. This proposed technology can be used for multi-platform and multi-event, so that to use this presence system, each agency can list its activities and its members. And as a member, you can do attendance by just scanning the QR-Code Id you have into a scanner. The development of this system uses the web engineering method because this method is appropriate for developing this system. So that the system is deemed capable of trimming the administration of the committee and minimizing the problem of data fraud and corruption.
Keywords: presence, qr-code, web engineering
Abstrak: Kegiatan pada dunia pendidikan dan instansi merupakan dokumen yang wajib didokumentasikan yang dapat digunakan sebagai laporan kegiatan ke pimpinan. Salah satu dokumentasi tersebut adalah dokumentasi presensi kehadiran karena presensi kehadiran terkadang sangat sensitif karena mempengaruhi prasyarat kegiatan selanjutnya. Sedangkan hampir besar sistem presensi saat ini menggunakan cara konvensional yaitu cetak formulir presensi dan peserta mencatat di formulir tersebut. Setelah selesai acara, dicatat di penyimpanan elektronik dan lembar aslinya diarsipkan. Sedangkan universitas dan sekolah dituntut peka terhadap teknologi agar tidak ketinggalan zaman. Sehingga peneliti mengusulkan sistem presensi berbasis dengan Scan Id qr-code berbasis teknologi Restful Web Service dengan proses sebagai berikut: (i) Jadwal 1 kali diawal; (ii) Presensi dengan cara scan Id qr-code ke mesin scanner; (iii) Pemantauan kehadiran. Teknologi yang diusulkan ini dapat digunakan untuk multi platform dan multi event, sehingga untuk menggunakan sistem presensi ini, setiap instansi dapat membuat daftar kegiatan dan anggotanya masing-masing. Serta sebagai anggota dapat melakukan presensi hanya melakukan scan Id qr-code yang dimiliki ke mesin scanner. Pengembangan sistem ini menggunakan metode web engineering karena metode tersebut tepat untuk mengembangkan sistem ini. Sehingga sistem tersebut dirasa mampu memangkas administrasi panitia dan memperkecil permasalahan kecurangan dan rusaknya data.
Kata kunci: presensi, qr-code, web engineering
Abstract:Abstract: The background of this research is that some of the risks of using technology that are classified as dangerous are often ignored by users of the monitoring system for learning activities at private universities…
so that there are several obstacles such as not being able to open the system because the system is hacked by irresponsible parties, the computer network used is often disrupted so that hampers the operational process, and the level of computer security is still relatively weak. This study aims to measure the likelihood of threats and risk impacts on the teaching and learning activity monitoring system and to provide recommendations for risk control of security problems that could become a threat that causes losses to universities. The framework used as a tool to measure the level of threat and risk impact is to use the NIST Special Publication 800-30r-1 framework. The framework of the NIST Special Publication 800-30r-1 has nine phases in carrying out risk assessments, namely introduction of system characteristics, recognition of threats, recognition of vulnerabilities, analysis of handling systems, determining likelihood, determining impact, risk determination, recommending control and determination of results. There are six risk assessment systems for monitoring learning activities at private universities, two of which are high so they are classified as very dangerous and the rest are moderate. The results of this study are used as a reference in making risk control standard documents as a form of improving the quality of a private university.
Keywords: Monitoring System; NIST Spesial Publication 800-30r1; Risk Assessment.
Abstrak: Latarbelakang penelitian ini adalah resiko penggunaan teknologi yang tergolong berbahaya sering tidak dihiraukan oleh pengguna sistem monitoring kegiatan belajar pada perguruan tinggi swasta sehingga terjadi beberapa kendala seperti tidak bisa membuka sistem karena sistem diretas oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, jaringan komputer yang digunakan sering terganggu sehingga menghambat proses operasional, serta tingkat keamanan komputer yang masih tergolong lemah. Penelitian ini mempunyai tujuan yaitu mengukur seberapa besar kemungkinan terjadi ancaman dan dampak resiko terhadap sistem monitoring kegiatan belajar mengajar serta memberikan rekomendasi pengendalian resiko dari permasalahan keamanan yang bisa menjadi suatu ancaman yang menimbulkan kerugian pada perguruan tinggi. Framework yang digunakan sebagai alat untuk mengukur tingkat ancaman dan dampak resiko adalah menggunakan kerangka kerja NIST Special Publication 800-30r-1. Kerangka kerja NIST Special Publication 800-30r-1 ini mempunyai sembilan fase dalam melakukan penilaian resiko yaitu pengenalan karakteristik sistem, pengenalan ancaman, pengenalan kerentanan, analisis penanganan sistem, menentukan kemungkinan terjadi (likelihood), menentukan dampak (impact), risk determination, merekomendasikan pengendalian dan penetapan hasil. Penilaian resiko sistem monitoring kegiatan belajar pada perguruan tinggi swasta ada enam resiko yang dua diantaranya termasuk tinggi sehingga digolongkan sangat berbahaya dan selebihnya termasuk sedang. Hasil dari penelitian ini digunakan sebagai acuan dalam pembuatan dokumen standar pengendalian resiko sebagai bentuk peningkatan mutu suatu perguruan tinggi swasta.
Kata kunci: NIST Spesial Publication 800-30r; Penilaian Resiko; Sistem Monitoring
Abstract:Abstract: The rapid development of digital technology has also contributed to the development of computer technology. Nowadays, many electrical devices work integrated with computer systems. This of course will greatly help…
elp human work in operating these electrical devices. One of the research that is currently being developed is about Smart Home. Smart Home has several benefits such as providing better comfort, more guaranteed safety and security, and sav-ing electricity use. By implementing Smart Home devices in homes or offices, electrical devices will be able to work automatically according to user needs. Users can also monitor and control electrical devices in the house remotely through a communication channel such as through the internet network, Wi-Fi or Bluetooth. The special properties of a microcontroller, which are small in size, save electrical power and flexibility, make the microcontroller very suitable for use as a data recorder/recorder in applications that do not require the presence of an operator.
Keywords: Arduino-Uno; ESP8266; IOT; Relay; Wifi
Abstrak: Perkembangan teknologi digital yang pesat juga turut berkontribusi pada perkembangan teknologi komputer. Saat ini banyak perangkat listrik yang bekerja terintegrasi dengan sistem komputer. Hal ini tentunya akan sangat membantu pekerjaan manusia dalam mengoperasikan perangkat listrik tersebut. Salah satu penelitian yang sedang dikembangkan adalah tentang Smart Home. Smart Home memiliki beberapa keunggulan seperti memberikan kenyamanan yang lebih baik, keamanan dan keselamatan yang lebih terjamin, serta penghematan penggunaan listrik. Dengan mengimplementasikan perangkat Smart Home di rumah atau kantor, perangkat listrik akan dapat bekerja secara otomatis sesuai kebutuhan pengguna. Pengguna juga dapat memantau dan mengontrol perangkat listrik di rumah dari jarak jauh melalui saluran komunikasi seperti melalui jaringan internet, Wi-Fi atau bluetooth. Sifat khusus dari mikrokontroler yaitu ukurannya yang kecil, hemat daya dan kelenturan listrik, menjadikan mikrokontroler sangat cocok digunakan sebagai rekorder / perekam data pada aplikasi yang tidak membutuhkan kehadiran operator.
Kata kunci: Arduino-Uno; ESP8266; IOT; Relay; Wifi
Abstract:Abstract: Higher Education can exercise management autonomy, that is to evaluate using an information system independently. The case study taken in this study is the Kalimantan Institute of Technology (ITK). So far, ITK…
has used a survey information system to evaluate ITK, but the information system is static so that it is not following the current needs of ITK. Based on that, this research is developing an evaluation information system at ITK so that this information system is expected to be able to monitor and evaluate the process of activities at ITK. The method used is the waterfall model. Based on the waterfall method, the methodology used in this research is start from the identification of the problem, then study the literature and enter the system building stage, namely the analysis, design, implementation and testing stages, as well as conclusions and suggestions. The results obtained are in the form of an information system for evaluating academic activities and services that have been approved by ITK on the http://evaluasi.itk.ac.id page.
Keywords: evaluation; information system; ITK
Abstrak: Perguruan Tinggi memiliki kemampuan untuk melaksanakan otonomi pengelolaan yaitu dievaluasi secara mandiri menggunakan sistem informasi. Studi kasus yang diambil pada penelitian ini adalah Institut Teknologi Kalimantan (ITK). Selama ini ITK telah menggunakan sistem informasi survey untuk mengevaluasi ITK, namun sistem informasi tersebut bersifat statis sehingga telah tidak sesuai dengan kebutuhan ITK saat ini. Berdasarkan hal itu, penelitian ini adalah mengembangkan sistem informasi evaluasi di ITK sehingga diharapkan sistem informasi ini dapat memantau dan mengevaluasi proses kegiatan di ITK. Metode yang digunakan adalah waterfall model. Berdasarkan metode waterfall tersebut, maka metodologi yang digunakan pada penelitian ini dimulai dari identifikasi masalah, kemudian studi literatur dan memasuki tahap membangun sistem yaitu tahap analisis, desain, implementasi dan pengujian, serta kesimpulan dan saran. Hasil penelitian yang diperoleh adalah berupa sistem informasi evaluasi kegiatan akademik dan layanan yang telah disetujui ITK di halaman http://evaluasi.itk.ac.id.
Kata kunci: evaluasi; sistem informasi; ITK
Abstract:Abstract: Practicum Introduction to Information Technology is a general course that is always present at every IT campus in Indonesia. To give an introduction to hard ware to students, each lecturer always requires a long…
g time, because they have to open (CPU) the Central Processing Unit and release other components to be explained by students. Inefficient time in opening and releasing computer hardware components when the course is taking place is the main problem that will be solved by researchers in this study. Plus the computer components that will be explained are quite small, making students unable to see it clearly when in the teaching and learning process. The offered solution, utilizing a technology based on 3D animation. Where this 3D animation technology will provide a more realistic appearance. As in the study entitled SINDO JOURNALIST 3D FILM ANIMATION in the journal Art Design and Culture volume 2. No. 1 March 2017, which researchers have reviewed, also explained that the use of 3D design technology can produce vivid and real visuals that are close to their original form [1]. The method in developing 3D animation in this study uses the Reseach and Development (R&D) Method. Conclusions from this study, researchers have succeeded in making a 3D animation-based information media about the introduction of computer hardware for the Introduction to Information Technology Practicum, with the process of animation results that have been tested using blackbox test.
Keywords: animation; hardware; research and development
Abstrak: Mata kuliah praktikum Pengantar Teknologi Informasi adalah matakuliah umum yang selalu terdapat pada setiap kampus IT di Indonesia. Untuk memberikan pengenalan hardware kepada peserta didik, setiap dosen selalu membutuhkan waktu yang cukup lama, dikarenakan harus membuka (CPU) Central Processing Unit dan melepaskan komponen lainnya agar dapat dijelaskan oleh peserta didik. Tidak efisiennya waktu dalam membuka dan melepaskan komponen hardware komputer ketika matakuliah berlangsung menjadi permasalahan utama yang akan diselesaikan peneliti dalam penelitian kali ini. Ditambah lagi komponen komputer yang akan dijelaskan cukup kecil, membuat peserta didik tidak dapat melihatnya dengan jelas ketika dalam proses belajar mengajar. Solusi yang ditawarkan, memanfaatkan sebuah teknologi berbasis 3D animasi. Dimana teknologi 3D animasi ini akan memberikan tampilan yang lebih realistis. Metode didalam pengembangan animasi 3D pada penelitian ini menggunakan Metode Reseach and Development (R&D). Simpulan dari penelitian ini, peneliti sudah berhasil membuat sebuah media informasi berbasis animasi 3D tentang pengenalan hardware komputer untuk matakuliah Praktikum Pengantar Teknologi Informasi, dengan proses hasil animasi yang sudah diuji dengan menggunakan blackbox testing.
Kata kunci: animasi; hardware; reseach and development.
Abstract:OSN (Olimpiade Sains Nasional) merupakan kegiatan perlombaan di bidang sains dan ilmu pengetahuan yang dirancang pemerintah untuk mengembangkan bakat dan prestasi siswa. OSN juga menjadi salah satu ajang tahunan yang sangat…
gat diminati siswa dalam mengasah kemampuan dibidang sains dan ilmu pengetahuan. Untuk dapat menjadi peserta dan mendapatkan juara dalam dalam kompetisi ini bukanlah hal yang mudah. Perlu adanya pembimingan yang intensif kepada siswa yang memiliki potensi. Dalam memilih siswa yang akan dibimbing dan dikutsertakan dalam OSN, seleksi internal yang ketat perlu dilakukan sekolah untuk dapat mengantarkan siswa meraih prestasi tersebut. Selama ini seleksi yang dilakukan guru cenderung subyektif seperti dengan menujuk langsung peserta yang akan mengikuti tes seleksi. Seperti halnya dilokasi penelitian SMPS Tamansiswa Sukadamai, selama ini guru menyeleksi peserta OSN hanya fokus dengan yang mendapatkan ranking 1-3 di kelas saja. Padahal bisa saja ada siswa yang tidak rangking 1-3 justru memiliki keahlian pada bidang yang diolimpiadekan. Hasilnya, belum ada siswa yang mampu bersaing di tingkat kecamatan. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk membantu sekolah menyeleksi seluruh siswa yang berminat dalam olimpiade dengan menggunakan teknologi Sistem Pendukung Keputusan. Melalui perbandingan 2 metode yaitu Multy Factor Evaluation Process (MFEP) dan Multi Attribute Utility Theory (MAUT), peneliti akan melakukan analisis perbandingnan untuk mendapatkan hasil yang lebih konsisten. Metode MFEP merupakan metode yang menimbang beberapa faktor yang berpengaruh terdahap alternatif. Sedangkan metode MAUT merupakan metode yang memiliki skema evaluasi akhir dengan bobot dan nilai relavan terhadap alternatif. Berdasarkan hasil yang telah dilakukan, metode MFEP dapat menghasilkan calon peserta terbaik yaitu A13 dengan nilai16,96. Sedangkan metode MAUT dapat menghasilkan calon peserta OSN terbaik yaitu A5 dengan nilai 0,680. Penelitian ini diharapatkan dapat membantu untuk seleksi calon peserta OSN.