Search Articles & Publications

Showing 1664 articles found for "Isti"

ANALISIS PERBANDINGAN KONSEP DASAR DAN URGENSI EVALUASI PEMBELAJARAN BAHASA ARAB

HM, Nawal Sa’adah, Herdah, Herdah
Abstract: Evaluasi merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran karena berfungsi untuk mengetahui tingkat keberhasilan peserta didik serta efektivitas proses pembelajaran. Dalam kajian evaluasi pendidikan terdapat tiga istilah… ah yang sering digunakan, yaitu pengukuran (measurement), penilaian (assessment), dan evaluasi (evaluation), yang memiliki konsep dan fungsi yang berbeda. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan konsep pengukuran, penilaian, dan evaluasi serta mengkaji urgensi penerapannya dalam pembelajaran bahasa Arab. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan menganalisis berbagai sumber buku dan jurnal yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengukuran berkaitan dengan proses memperoleh data kuantitatif melalui pemberian skor, penilaian merupakan proses menafsirkan hasil pengukuran untuk mengetahui tingkat pencapaian belajar peserta didik, sedangkan evaluasi merupakan proses pengambilan keputusan terhadap keberhasilan pembelajaran. Dalam pembelajaran bahasa Arab, evaluasi sangat penting karena mencakup empat keterampilan berbahasa, yaitu istima’, kalam, qira’ah, dan kitabah, sehingga dapat memberikan gambaran yang menyeluruh mengenai kemampuan berbahasa peserta didik.

PERBAIKAN MUTU BERKELANJUTAN (CONTINUOUS IMPROVEMENT) DAN STANDAR MUTU (QUALITY STANDART) DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Puspita, Kurnia Tri, Muallimin, Khoirul Anwar
Abstract: Islamic Religious Education (PAI) faces complex challenges in maintaining relevance and quality amidst social change, technology, and demands for public accountability. Two main concepts in educational quality management—continuous… —continuous improvement and quality assurance—are often discussed separately, despite their fundamentally synergistic relationship. This study aims to conceptually examine the integration of continuous improvement and quality assurance in the context of PAI, addressing how both frameworks can be operationalized simultaneously to improve the quality of PAI delivery. Using a systematic literature review method through Google Scholar and Publish or Perish (PoP) for the 2019–2026 period, 25 relevant articles were analyzed from 80 initial findings. The results show that quality assurance functions as a holding system that establishes standards, while continuous improvement acts as a driving force encouraging innovation and adaptation. However, in PAI practice, tension exists between standard compliance (QA) and the need for dynamic change (CI). This article offers an integrative framework called the Adaptive Quality Cycle (AQC), combining the Plan-Do-Check-Act cycle with Islamic principles such as muhasabah (self-evaluation), tahsin (continuous improvement), and itqan (professionalism). This integration is key for PAI institutions to not only meet minimum standards but also continuously develop dynamically without losing their Islamic identity.

ANALYSIS OF THE CONCEPT OF EDUCATION IN TAFSIR TARBAWI: A STUDY OF THE TAFSIR BY THE THREE SCHOLARS

Sulastri. A, Charles Rangkuti, Kiki Hardini, Ulil Amri
Abstract: This study aims to analyze the concept of Islamic education from the perspective of tafsir tarbawi based on the thoughts of the Indonesian three prominent Islamic education scholars, namely Ahmad Tafsir, Abuddin Nata, and… d Muhaimin. The focus of the study is directed toward three main aspects of education: educational goals, educational materials, and educational methods derived from the values of the Qur’an. This research employs a qualitative approach using library research. The data were obtained from primary sources in the form of the works of the examined scholars and secondary sources consisting of books, journal articles, and relevant research findings. Data collection was conducted through documentation, while data analysis employed content analysis with a descriptive-analytical approach. The results indicate that tafsir tarbawi views the goal of Islamic education as an effort to form insan kāmil, characterized by a balanced development of faith, knowledge, and morality. Educational materials are integrative, combining religious knowledge and general knowledge based on Qur’anic values. Meanwhile, educational methods in tafsir tarbawi emphasize humanistic, contextual, and participatory approaches through exemplification, dialogue, storytelling, and habituation. This study affirms that tafsir tarbawi has strong relevance in addressing the challenges of contemporary Islamic education, particularly in strengthening students’ character and moral values.

MANUSIA DAN KEHIDUPAN DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Siti Nasim Jf, Aulia ‘Aisyah, Rita Sriayu
Abstract: Manusia dalam perspektif Islam dipandang sebagai makhluk ciptaan Allah SWT yang memiliki keistimewaan berupa akal, hati, dan potensi spiritual yang membedakannya dari makhluk lain. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep… nsep manusia dan kehidupan dalam perspektif Pendidikan Agama Islam serta relevansi peran pendidikan agama dalam membentuk manusia yang beriman dan berakhlak di era modern. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan menelaah berbagai sumber ilmiah berupa jurnal dan literatur akademik yang relevan dengan tema kajian. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa Islam memandang manusia sebagai makhluk spiritual, sosial, dan intelektual yang harus dikembangkan secara seimbang melalui Pendidikan Agama Islam. Pendidikan Agama Islam berperan strategis dalam membimbing manusia memahami tujuan hidup sebagai hamba Allah dan khalifah di bumi, serta menginternalisasikan nilai iman, akhlak, dan tanggung jawab sosial dalam kehidupan nyata. Temuan ini menegaskan bahwa Pendidikan Agama Islam memiliki relevansi yang kuat sebagai fondasi pembentukan manusia seutuhnya (insan kamil) yang mampu menghadapi tantangan kehidupan modern tanpa kehilangan identitas moral dan spiritualnya.

AL-ISM WA AL-TASHRIF: STRUKTUR I’RAB DAN ISYTIQAQ

Nawal Sa’adah, Muhammad Riswan Liling, Hamzah
Abstract: Kajian ini membahas keterkaitan antara taṣrīf (morfologi), i‘rāb (sintaksis), dan isytiqāq (derivasi makna) dalam sistem bahasa Arab. Ketiga unsur ini saling berhubungan dalam membentuk struktur, fungsi, dan makna kata.… kata. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan menganalisis berbagai contoh kata dan kalimat dalam bahasa Arab. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa taṣrīf menjelaskan bentuk kata dan perubahannya, i‘rāb menunjukkan fungsi kata dalam kalimat, sedangkan isytiqāq menjelaskan makna asal dan turunannya. Pemahaman terhadap hubungan ketiganya penting untuk memperdalam analisis linguistik Arab dan meningkatkan efektivitas pembelajaran bahasa Arab.

AL-USLUB AL-INSYA’I WA AL- KHABARI (ANALISIS SINTAKSIS DAN PRAGMATIK DALAM KALIMAT ARAB)

Nur Atika Putri, Ummul Khaeriah, Hamzah
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan dan fungsi al  uslub al- insya’i dan al-uslub al-khabari dalam bahasa arab melalui pendekatan sintaksis dan pragmatik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan… dengan pendekatan studi pustaka (library research).Data dikumpulkan melalui penelaahan literatur berupa kitab nahwu dan balaghah Arab, buku linguistik modern, serta artikel ilmiah yang relevan. Analisis data dilakukan dengan model interaktif yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara sintaksis, al-khabarī dibentuk melalui jumlah ismiyyah dan jumlah fi‘liyyah yang berfungsi menyampaikan informasi yang dapat diuji kebenarannya, sedangkan al-insyā’ī direalisasikan melalui struktur khusus seperti fi‘il amr, fi‘il muḍāri‘ majzūm dengan lā an-nāhiyah, serta adawāt al-istifhām dan nidā’. Dari sisi pragmatik, makna kedua jenis kalimat tersebut tidak selalu bersifat literal, melainkan sangat dipengaruhi oleh konteks tutur, tujuan komunikasi, dan relasi sosial antara penutur dan mitra tutur. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengintegrasian analisis sintaksis dan pragmatik sangat penting untuk memahami fungsi dan makna kalimat bahasa Arab secara komprehensif, baik dalam konteks akademik, pendidikan, maupun teks keagamaan.

AL-MABĀNI WA AL-MA‘ĀNI: RELASI ANTARA BENTUK ṢARFIYYAH DAN MAKNA SEMANTIS DALAM BAHASA ARAB

Muhammad Rahmat Alimin, Nizar, Hamzah
Abstract: Kajian relasi antara bentuk (al-mabāni) dan makna (al-ma‘āni) merupakan aspek fundamental dalam linguistik Arab yang menegaskan keterpaduan antara sistem morfologi (al-ṣarf) dan semantik (al-dalālah). Dalam bahasa Arab,… Arab, setiap perubahan bentuk kata tidak hanya merepresentasikan variasi gramatikal, tetapi juga mengandung implikasi makna yang sistematis dan bermakna. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif hubungan antara bentuk ṣarfiyyah dan makna semantis melalui pendekatan morfosintaksis, dengan menelaah keterkaitan antara struktur morfologis dan fungsi sintaktis dalam pembentukan makna. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif–kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan mengkaji karya-karya linguistik klasik, seperti Al-Kitāb karya Sibawaih dan Al-Khaṣā’iṣ karya Ibn Jinnī, serta membandingkannya dengan perspektif linguistik modern. Hasil kajian menunjukkan bahwa dalam bahasa Arab, bentuk berfungsi sebagai wadah makna (al-mabnā qālib al-ma‘nā), di mana perubahan huruf, pola wazan, dan struktur derivatif senantiasa membawa konsekuensi semantis yang jelas dan teratur. Relasi antara bentuk dan makna bersifat non-arbitrer serta mengikuti kaidah linguistik yang logis. Dengan demikian, pemahaman terhadap konsep al-mabāni wa al-ma‘āni menjadi landasan penting dalam studi morfosintaksis Arab dan memiliki relevansi aplikatif dalam pembelajaran bahasa Arab modern, khususnya dalam penguatan analisis gramatikal dan semantik..

ANALISIS ISI KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MATA PELAJARAN SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM (SKI) DI MTS AL-MUSYARROFAH

Ahmad Bakir, Muhammad Zuhdi, Bobi Erni Rusadi
Abstract: Penelitian ini bertujuan menganalisis isi Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di madrasah dengan pendekatan analisis konten (content analysis). Kajian ini didasari pentingnya… ntingnya SKI sebagai mata pelajaran yang tidak hanya menyajikan peristiwa sejarah, tetapi juga memuat nilai moral, budaya, dan identitas keislaman yang berperan dalam pembentukan karakter peserta didik. Analisis dilakukan terhadap struktur kurikulum, kompetensi, dan substansi materi yang tercantum dalam regulasi resmi, termasuk KMA 450 Tahun 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isi kurikulum SKI memiliki karakter integratif yang menggabungkan aspek historis dengan nilai-nilai keagamaan, serta berfungsi sebagai sarana penguatan literasi sejarah dan pembentukan karakter. Kurikulum disusun secara spiral mulai dari tingkat dasar hingga menengah, selaras dengan tahapan perkembangan kognitif peserta didik. Meski demikian, temuan empiris memperlihatkan adanya sejumlah kendala, seperti keluasan materi yang tidak sebanding dengan kedalaman pembelajaran, keterbatasan waktu belajar, dan variasi kompetensi guru dalam bidang historiografi. Analisis juga menegaskan bahwa kurikulum SKI perlu lebih adaptif terhadap perkembangan zaman melalui integrasi literasi digital, pendekatan historiografi kritis, dan model pembelajaran berbasis proyek. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kurikulum SKI memiliki potensi kuat dalam membentuk pemahaman sejarah Islam yang komprehensif dan relevan, namun memerlukan penguatan pada aspek implementasi agar mampu menjawab tantangan pendidikan Islam di era modern. Rekomendasi diberikan untuk perbaikan substansi kurikulum, peningkatan kompetensi guru, dan penyediaan sumber belajar yang lebih variatif.

AKSIOLOGI ISLAM Fungsi dan Tujuan Ilmu Serta Keterjalinan Nilai Metakosmos,Makrokosmos dan Mikrokosmos

Puaddi
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep tripatrik dalam aksiologi Islam,yang membagi realitas menjadi tiga dimensi utama :metakosmos,makrokosmos dan mikrokosmos.ketiga unsur ini tidak dipandang sebagai entitas yang… g terpisah,tetapi sebagai sistem yang saling terhubung dan mencerminkan keesaan tuhan dalam struktur kosmo.studi ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis kepustakaan,dengan menelaah literatur klasik dan kontemporer terkait filsafat islam,sains,dan tasawuf.hasil analisis ini menunjukkan bahwa metakosmos merepresentasikan realitas ilahiah sebagai sumber nilai dan makna,makrokosmos sebagai alam semesta yang dapat diobservasi,dan mikrokosmos sebagai manusia yang memiliki unsur jasmani dan rohan,relasi antara ketiga lapisan ini menjadi dasar dalam membangun epistemology sain islam yang integrative,menggabungkan aspek rasional,etis,dan spiritua. Pendekattan inin jga menjawab tantangan dualisme antara ilmu dan agama dalam pendidikandan pengembangan ilmu pengetahuan kontenporer.penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi tripatrik kosmos dapat menjadi landasan dalam merancang system pendiikan dan pengembangan sains yang holistik dan beroreitasi pada keberlanjutan moral dan spiritual umat manusia.                                                                                                                                           

EPISTEMOLOGI ISLAM (Akal, Indra, Hati Dalam Kesatuan Pengetahuan Dan Implementasi Dalam Pemahaman Dan Pengetahuan Ilmu Di Madrasah Ibtidaiyah)

Firdaus Jimmy Pasaribu, Sri Murhayati
Abstract: Epistemologi Islam memiliki karakteristik khas yang membedakannya dari epistemologi Barat karena menempatkan akal, indra, dan hati (qalb) sebagai satu kesatuan yang saling melengkapi dalam memperoleh pengetahuan, dengan… wahyu sebagai landasan utamanya. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep epistemologi Islam melalui integrasi akal, indra, dan hati serta menganalisis implementasinya dalam pemahaman dan pengajaran ilmu di Madrasah Ibtidaiyah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka terhadap sumber-sumber klasik dan kontemporer yang relevan dengan epistemologi Islam dan pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa akal berperan dalam proses berpikir rasional dan analitis, indra berfungsi sebagai sarana empiris dalam memahami realitas, sementara hati menjadi pusat kesadaran spiritual dan moral. Integrasi ketiga instrumen pengetahuan tersebut sangat relevan untuk diterapkan dalam pendidikan Madrasah Ibtidaiyah guna membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul secara kognitif, tetapi juga memiliki keimanan, kepekaan spiritual, dan akhlak mulia. Dengan demikian, epistemologi Islam dapat menjadi landasan filosofis dalam pengembangan pembelajaran yang holistik dan berorientasi pada pembentukan insan berilmu dan berkarakter.