Abstract:This research is descriptive research and uses qualitative methods. This research aims to analyze the factors of students' low interest in learning in grade IV science and science subjects at SD 190 Palembang, totaling 16…
16 students. The sampling technique in this research uses the proportional sampling method, In this study, the data taken was in the form of interview data, questionnaires and documentation in carrying out this research. The first step taken by the researcher was distributing questionnaires to students. The questionnaire was closed with 5 answer choices, namely strongly agree, agree, neutral, disagree and strongly disagree. agree, the questionnaire instrument consists of 21 statement items. Next, carry out the interview stage which is carried out after giving a questionnaire consisting of 10 questions and then carry out the documentation stage which shows that there are several students whose scores are below the Kkm, namely 75. So the indicator that can be concluded is the feeling of happiness indicator which is 12.79%, while The indicator of student interest was 13.21%, then the indicator of student attention was 14.5%, then the indicator of student involvement was 20.95%. In terms of indicators of student interest in science and science subjects, the percentage results were 13.21% with poor criteria.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengadaan kaca cembung di tikungan sebagai safety mirror terhadap pengurangan risiko kecelakaan dan peningkatan kelanjutan ekonomi di lingkungan RT 34 Kelurahan Prapatan…
an Kecamatan Balikpapan Kota. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi dan wawancara dengan warga RT 34. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengadaan kaca cembung di tikungan efektif dalam mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas di lingkungan tersebut. Selain itu, pengadaan kaca cembung juga berdampak positif terhadap kelanjutan ekonomi di lingkungan RT 34, dengan adanya peningkatan aktivitas bisnis dan pertumbuhan ekonomi lokal. Berdasarkan hasil penelitian ini, disimpulkan bahwa pengadaan kaca cembung di tikungan merupakan solusi yang efektif untuk menghilangkan risiko kecelakaan dan meningkatkan kelanjutan ekonomi di lingkungan RT 34 Kelurahan Prapatan Kecamatan Balikpapan Kota.
Abstract:The Bunda Menyapa Campaign is a community service initiative designed to initiate institutional advocacy for early childhood education through the involvement of Bunda PAUD at the village and sub-district levels. This activity…
tivity was conducted in the form of a public discussion involving the Bunda Menyapa PKM project team, Bunda PAUD Desa Kedungbanteng Kecamatan Kedungbanteng, Banyumas District, and college students from the Early Childhood Education Teacher Education Study Program of Universitas Muhammadiyah Purwokerto. The students participated as the proposing group of the campaign idea and as the writers of the Bunda Menyapa campaign song. The activity aimed to formulate the initial embryo of the Bunda Menyapa Campaign as an institutional advocacy model to be proposed to Bunda PAUD Kabupaten Banyumas. The method consisted of participatory public discussion, campaign concept presentation, stakeholder dialogue, theme-song discussion, and initial review of a policy brief proposal. The result of the activity was the formation of an early campaign concept that integrates symbolic leadership, community communication, institutional advocacy, and policy recommendation. The discussion also opened an opportunity for the policy brief proposal to be developed into a practical advocacy document for strengthening PAUD governance in Banyumas District.
Abstract:Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini dilaksanakan dengan judul “Implementasi Sosialisasi Anti-Bullying sebagai Upaya Pencegahan Kekerasan di SMP Negeri 2 Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat”. Kegiatan ini bertujuan untuk…
an untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai bahaya bullying serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah sosialisasi interaktif melalui pemaparan materi, diskusi, tanya jawab, serta permainan edukatif yang melibatkan partisipasi aktif siswa dari kelas VII hingga kelas IX. Materi yang disampaikan mencakup pengertian bullying, bentuk-bentuk bullying, dampak yang ditimbulkan, serta cara mencegah dan menghadapi tindakan perundungan di lingkungan sekolah.Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa memiliki antusiasme yang tinggi selama proses sosialisasi berlangsung. Meskipun sebagian besar siswa telah mengenal istilah bullying, pemahaman mereka masih terbatas pada bentuk-bentuk tertentu saja dan belum sepenuhnya menyadari bahwa tindakan sehari-hari seperti mengejek, memberi julukan negatif, dan pengucilan juga termasuk dalam kategori bullying. Setelah kegiatan dilaksanakan, terjadi peningkatan kesadaran siswa mengenai pentingnya sikap saling menghargai dan menghindari segala bentuk kekerasan, baik verbal maupun non-verbal. Dengan demikian, kegiatan sosialisasi anti-bullying ini dinilai efektif dalam memberikan edukasi serta mendorong perubahan sikap siswa ke arah yang lebih positif. Program ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun budaya sekolah yang bebas dari bullying serta mendukung terciptanya lingkungan belajar yang kondusif dan harmonisess.
Abstract:Kegiatan pengabdian kepada masyarakat merupakan wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan sosial dan kemanusiaan. Kegiatan ini dilaksanakan oleh mahasiswa dan dosen Institut Teknologi dan Bisnis Dewantara…
ntara di Rumah Qur’an Yatim dan Dhuafa Tholabul Ilmi, Bogor. Tujuan kegiatan ini adalah menumbuhkan kepedulian sosial mahasiswa serta memberikan motivasi dan kebahagiaan kepada anak yatim penghafal Al-Qur’an. Metode yang digunakan meliputi observasi, koordinasi, dan pelaksanaan kegiatan sosial berupa motivasi, santunan, dan pembagian perlengkapan ibadah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya respons positif dari peserta serta meningkatnya semangat dan kebahagiaan para santri.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan Desa Wanasuka sebagai destinasi wisata berbasis potensi lokal dengan mengintegrasikan perspektif resource-based view (RBV), modal sosial, dan pariwisata berkelanjutan.…
kelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap berbagai pemangku kepentingan desa. Analisis data dilakukan secara tematik dan diperkuat dengan pendekatan analisis SWOT untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pengembangan desa wisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Wanasuka memiliki potensi yang signifikan berupa sumber daya alam, budaya, dan modal sosial yang dapat menjadi dasar keunggulan kompetitif destinasi. Namun demikian, potensi tersebut belum sepenuhnya teroptimalkan akibat keterbatasan kapasitas sumber daya manusia, lemahnya tata kelola kelembagaan, serta rendahnya inovasi dan pemanfaatan teknologi digital. Dari hasil analisis, dirumuskan strategi pengembangan yang mencakup optimalisasi potensi lokal, penguatan kapasitas masyarakat, peningkatan tata kelola, serta integrasi teknologi digital dalam pengelolaan dan promosi destinasi. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis melalui pengembangan model strategi yang integratif dalam konteks desa wisata berbasis potensi lokal, serta kontribusi praktis sebagai dasar perumusan kebijakan dan pengelolaan desa wisata yang berkelanjutan. Dengan demikian, pengembangan Desa Wanasuka diharapkan tidak hanya meningkatkan daya saing destinasi, tetapi juga mendorong pembangunan ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan.
Abstract:Penelitian ini bertujuan menganalisis peran digital marketing dalam meningkatkan kunjungan wisatawan ke destinasi Gunung Puntang, Kabupaten Bandung, melalui penerapan RACE Framework (Reach, Act, Convert, Engage). Latar belakang…
elakang penelitian didasarkan pada adanya kesenjangan tingkat kunjungan dibandingkan destinasi unggulan lain di Bandung Selatan, meskipun Gunung Puntang memiliki potensi alam dan nilai historis yang signifikan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Validitas data dijamin melalui triangulasi sumber, metode, dan teori. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diperkaya dengan analisis SWOT berbasis RACE Framework. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahap Reach efektif dalam memperluas jangkauan promosi melalui optimalisasi media sosial, meskipun masih terkendala pada konsistensi konten dan pemanfaatan SEO. Tahap Act mampu meningkatkan ketertarikan calon wisatawan melalui konten visual dan narasi destinasi, namun belum sepenuhnya mengoptimalkan strategi storytelling. Tahap Convert berkontribusi terhadap peningkatan keputusan kunjungan melalui promosi musiman dan kolaborasi influencer, tetapi belum didukung sistem reservasi digital yang terintegrasi. Tahap Engage menunjukkan potensi dalam membangun loyalitas dan promosi organik, meskipun masih terbatas pada komunitas lokal. Analisis SWOT mengidentifikasi kekuatan pada keunikan lanskap dan sejarah, kelemahan pada keterbatasan SDM digital, peluang dari tren wisata digital, serta ancaman dari kompetitor. Penelitian ini menegaskan pentingnya strategi digital marketing terintegrasi untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan destinasi.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara nilai-nilai Al-Qur'an dan peningkatan Quality of Life (QoL) di Kelurahan Serua melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat. Studi ini menggunakan metode studi kasus…
kualitatif dengan analisis data yang bersumber dari laporan tahunan Kelurahan Serua tahun 2022–2023 dan teori WHOQOL sebagai kerangka analisis. Latar belakang penelitian ditinjau dari disegernya kondisi sosial-ekonomi di Kelurahan Serua yang membutuhkan revitalisasi nilai spiritual dan sosial guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Metode pengumpulan data melibatkan wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi berupa laporan resmi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai Al-Qur'an seperti keadilan, kasih sayang, dan gotong-royong berperan penting dalam peningkatan kualitas hidup, baik dari aspek kesehatan, lingkungan sosial, maupun kesejahteraan psikologis. Implikasi kebijakan yang dihasilkan memberikan rekomendasi strategis bagi pemerintah daerah untuk mengintegrasikan pendekatan spiritual dalam program pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini menyarankan agar kolaborasi antara aparat pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat diwujudkan secara berkelanjutan guna mencapai dampak yang terukur dalam perbaikan kualitas hidup. Dengan demikian, pemberdayaan masyarakat berbasis Al-Qur'an tidak hanya meningkatkan kesejahteraan material tetapi juga memperkokoh harmoni sosial dan spiritualitas masyarakat.
Abstract:Artikel ini mengkaji pemberdayaan masyarakat melalui perspektif Al-Qur'an dengan penekanan pada peningkatan kohesi sosial di Kelurahan Petukangan Selatan. Penelitian lapangan dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dengan…
engan teknik sampling purposive dan instrumen wawancara mendalam serta observasi partisipatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat berbasis nilai-nilai Al-Qur'an berkontribusi signifikan terhadap terbentuknya kohesi sosial, peningkatan rasa saling percaya, dan penguatan identitas keagamaan di tingkat komunitas. Temuan ini didukung oleh telaah literatur dan data empiris yang diperoleh di lapangan, serta memberikan rekomendasi praktis bagi pemangku kebijakan dan praktisi pemberdayaan masyarakat. Studi ini menyoroti pentingnya peran Al-Qur'an dalam merumuskan strategi pemberdayaan masyarakat yang berbasis nilai dan norma sosio-kultural, khususnya di lingkungan Kelurahan Petukangan Selatan. Dengan mengintegrasikan perspektif keislaman dan prinsip-prinsip pemberdayaan masyarakat, penelitian ini menegaskan pentingnya peran Al-Qur'an sebagai sumber inspirasi dalam merancang kebijakan komunitas yang efektif, responsif, dan berkelanjutan. Sejalan dengan tujuan strategis dalam meningkatkan kohesi sosial, temuan ini diharapkan dapat mendorong refleksi mendalam dan inovasi dalam program-program pemberdayaan masyarakat berbasis keagamaan di Indonesia. Penelitian ini memberikan kontribusi pada wacana akademis dan praktik lapangan dengan menyajikan model konseptual pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan nilai-nilai Al-Qur'an dan meningkatkan kohesi sosial secara signifikan. Diharapkan, penelitian lanjutan dapat memperluas cakupan studi dan menguji relevansi model ini di konteks geografis dan kultural yang berbeda.
Abstract:Perundungan fisik (physical bullying) masih menjadi permasalahan serius dalam dunia pendidikan dasar karena berdampak negatif terhadap perkembangan psikologis, sosial, dan akademik siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan…
endeskripsikan peran penanaman nilai empati dan toleransi sebagai strategi pencegahan physical bullying pada siswa kelas IV SDN 2 Mudalrejo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur dengan guru dan pihak sekolah, serta dokumentasi yang meliputi tata tertib sekolah, RPP, dan kegiatan pembelajaran. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, masih ditemukan perilaku physical bullying seperti mendorong, memukul ringan, mencubit, dan body shaming. Setelah diterapkan penanaman empati dan toleransi melalui pembelajaran berbasis cerita, diskusi, dan simulasi peran, terjadi penurunan perilaku kekerasan fisik serta peningkatan sikap peduli, kemampuan mengelola emosi, dan penghargaan terhadap perbedaan antar siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan empati dan toleransi yang terintegrasi dalam pembelajaran, serta didukung oleh peran guru sebagai teladan, efektif dalam mencegah physical bullying dan menciptakan lingkungan belajar yang aman, harmonis, dan kondusif di sekolah dasar.