Abstract:Apresiasi sastra memiliki peran penting dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar karena dapat mengembangkan kemampuan berbahasa, kepekaan estetis, dan karakter siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan…
sikan peran guru dalam mengembangkan apresiasi sastra pada pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas V SDN 100801 Pasar Sempurna. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan sebagai perancang, fasilitator, motivator, dan evaluator dalam pembelajaran apresiasi sastra. Guru menerapkan pemilihan materi yang kontekstual, metode pembelajaran variatif, serta memberi ruang ekspresi kepada siswa terhadap karya sastra. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa peran guru sangat menentukan keberhasilan pengembangan apresiasi sastra siswa sekolah dasar.
Abstract:Membaca permulaan merupakan keterampilan dasar yang menjadi fondasi utama dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas awal sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan membaca permulaan yang dialami…
ami siswa kelas I MIS Terpadu Alhijrah Bintuju serta implikasinya terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian siswa kelas I dan guru kelas. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan membaca permulaan siswa meliputi ketidakmampuan mengenal dan membedakan huruf, kesulitan menggabungkan huruf menjadi suku kata, membaca kata sederhana, serta rendahnya kelancaran membaca. Faktor penyebab kesulitan tersebut antara lain perbedaan kesiapan belajar siswa, kurangnya stimulasi literasi di lingkungan keluarga, serta keterbatasan variasi metode dan media pembelajaran yang digunakan guru. Implikasi penelitian ini menunjukkan perlunya penerapan strategi pembelajaran Bahasa Indonesia yang lebih kontekstual, penggunaan media pembelajaran yang variatif dan menarik, serta pendampingan khusus bagi siswa yang mengalami kesulitan membaca permulaan agar kemampuan literasi dasar siswa dapat berkembang secara optimal.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) melalui penerapan model Project Based Learning (PjBL) yang dibantu media Interaktif Flat Panel…
l (IFP) pada siswa kelas V UPT SD Negeri 03 Pekonina. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus; setiap siklus terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas V (n = 24). Instrumen pengumpulan data meliputi angket motivasi pra-dan pasca tindakan, lembar observasi keaktifan, catatan lapangan, dan wawancara guru. Analisis data dilakukan secara kuantitatif deskriptif untuk angket dan kualitatif untuk observasi/wawancara. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar yang bermakna setelah penerapan PjBL berbantuan IFP—ditandai oleh peningkatan persentase siswa yang menunjukkan motivasi tinggi, peningkatan partisipasi aktif, dan kualitas produk proyek IPAS. Temuan ini sejalan dengan penelitian-penelitian terkini tentang efektivitas PjBL dan peran IFP dalam meningkatkan keterlibatan dan motivasi siswa.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas V SD 28 Rawang pada pembelajaran Bahasa Indonesia melalui penerapan model pembelajaran Game Based Learning (GBL) berbantuan media Wordwall. Metode…
penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam empat siklus, dan masing-masing siklus terdiri dari empat pertemuan. Subjek penelitian adalah 28 siswa kelas V. Instrumen penelitian meliputi lembar observasi motivasi belajar, angket motivasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model GBL berbantuan Wordwall dapat meningkatkan motivasi belajar siswa secara signifikan. Rata-rata skor motivasi meningkat dari kategori rendah pada siklus I menjadi tinggi pada siklus IV. Dengan demikian, media Wordwall dalam pendekatan GBL efektif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) melalui penggunaan media interaktif Flat Panel di kelas V SD Negeri 03 Pekonina. Rendahnya motivasi…
otivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran IPAS menjadi latar belakang dilaksanakannya penelitian tindakan kelas ini. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus menggunakan model Kemmis dan McTaggart, yang meliputi tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 15 siswa kelas V. Instrumen penelitian meliputi lembar observasi motivasi belajar, angket, wawancara, dan dokumentasi
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) pada siswa kelas V SD Negeri 01 Surian Kabupaten Solok melalui penerapan media Interactive Flat Panel (IFP) menggunakan metode…
metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus dengan masing-masing siklus terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data meliputi tes (pretest–posttest), observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil (contoh) menunjukkan rata-rata skor pretest 58,2 meningkat menjadi 76,5 pada akhir siklus II; persentase ketuntasan (KKM = 75) meningkat dari 28% (pretest) menjadi 84% (akhir siklus II). Temuan menunjukkan bahwa penggunaan IFP meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan pemahaman konseptual siswa. Implikasi penelitian ini mengarah pada rekomendasi penggunaan IFP secara terintegrasi dengan pendekatan konstruktivis dan model pembelajaran yang mendukung interaksi siswa.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan media pembelajaran Interactive Flat Panel (IFP) terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Seni Rupa di kelas IV SD Negeri 02 Pekan Selasa, Kabupaten…
Solok Selatan. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) sebanyak dua siklus, setiap siklus terdiri dari satu pertemuan. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SDN 02 Pekan Selasa (n = [isi jumlah]). Teknik pengumpulan data meliputi observasi, angket motivasi, wawancara singkat dengan guru dan dokumentasi hasil karya siswa. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif pre–post siklus. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar setelah penerapan IFP: skor rata-rata motivasi meningkat dari __ (pra-siklus) menjadi __ (siklus I) dan __ (siklus II). Selain itu, keterlibatan aktif siswa dan kualitas hasil karya seni rupa mengalami peningkatan sesuai indikator yang ditetapkan. Temuan ini mengindikasikan bahwa IFP berpotensi meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran seni rupa.
Abstract:Pengintegrasian nilai-nilai moderasi beragama ke dalam pengajaran Pancasila di sekolah dasar telah menjadi kebutuhan mendesak karena munculnya kecenderungan intoleransi dalam pergaulan siswa, sementara praktik pembelajaran…
an di kelas seringkali tidak memberikan pengalaman yang cukup untuk menumbuhkan sikap moderat. Situasi ini menciptakan kesenjangan antara tuntutan kurikulum dan implementasi nyata di kelas, sehingga penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan implementasi nilai-nilai moderasi beragama, jenis nilai yang diintegrasikan, dan upaya guru dalam mengoptimalkan pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif lapangan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi pada guru dan siswa di sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai moderasi beragama terjadi melalui penguatan diskusi kelas, pembiasaan saling menghormati, dan mengaitkan materi Pancasila dengan situasi sosial yang dekat dengan pengalaman siswa. Guru mengimplementasikan nilai-nilai toleransi, keseimbangan, musyawarah, dan menghargai perbedaan melalui metode bercerita, kerja kelompok, dan pemanfaatan momen-momen insidental dalam dinamika kelas. Meskipun demikian, efektivitas implementasi masih dipengaruhi oleh keterbatasan pedoman, variasi kompetensi guru, dan kurangnya evaluasi berbasis karakter moderat. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya pengembangan model pembelajaran yang lebih sistematis, pelatihan berkelanjutan bagi guru, dan dukungan kebijakan sekolah agar pembelajaran Pancasila dapat menjadi ruang strategis untuk menumbuhkan sikap moderasi beragama sejak dini.
Abstract:Pembelajaran bangun datar di sekolah dasar sering dianggap abstrak sehingga siswa mengalami kesulitan memahami konsep dasar geometri. Artikel ini bertujuan menjelaskan bagaimana integrasi kearifan lokal Sumatera Utara dalam…
lam perspektif etnomatematika dapat digunakan sebagai pendekatan kontekstual untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap bangun datar. Metode yang digunakan adalah kajian literatur melalui analisis berbagai jurnal, buku, dan sumber ilmiah terkait etnomatematika, budaya lokal, dan pembelajaran geometri. Hasil kajian menunjukkan bahwa artefak budaya seperti Rumah Bolon, motif ulos, kain tenun Melayu, Bika Ambon, dan onde-onde mengandung representasi bangun datar, seperti persegi, persegi panjang, segitiga, trapesium, belah ketupat, dan lingkaran yang dapat dijadikan media konkret dalam pembelajaran. Integrasi budaya tersebut membantu siswa menghubungkan konsep abstrak dengan objek nyata, meningkatkan motivasi belajar, serta menumbuhkan apresiasi terhadap budaya daerah. Implikasinya, pembelajaran matematika berbasis etnomatematika dapat menjadi strategi efektif untuk menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna dan relevan bagi siswa sekolah dasar.
Abstract:This study aims to analyze the low English speaking and listening skills of 4th grade elementary school students at SD PAB 12 Sampali. The research approach used is descriptive qualitative, with interview methods to obtain…
in in-depth data from teachers and students regarding the obstacles they face during the English learning process. The results of the study indicate that the main factors influencing students' limited speaking and listening skills include lack of practice, minimal use of interesting learning media, and internal factors such as lack of self-confidence and less than optimal pronunciation. These findings provide an important overview of the need to develop more effective and innovative learning strategies to improve students' communication skills in English at the elementary level. It is hoped that the results of this study can be a reference for educators and educational institutions in improving the quality of English teaching in elementary schools.