Search Articles & Publications

Showing 1102 articles found for "Wawancara"

IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PENDIDIKAN DALAM ADMINISTRASI RA PSM TANJUNGANOM: STUDI PENGALAMAN MAGANG

Alya Na’imah, Junaris, Imam
Abstract: Implementasi Sistem Informasi Manajemen Pendidikan (SIM-P) pada lembaga Pendidikan Anak Usia Dini menjadi kebutuhan penting untuk mempercepat proses administrasi dan meningkatkan ketepatan pengelolaan data. Jurnal ini bertujuan… rtujuan mendeskripsikan bagaimana SIM-P sederhana diterapkan dalam administrasi di RA PSM Tanjunganom berdasarkan pengalaman magang mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Manajemen Pendidikan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara informal, dokumentasi dan keterlibatan langsung dalam kegiatan administrasi selama dua bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RA PSM Tanjunganom telah memulai penerapan SIM-P sederhana melalui pengarsipan digital, penyusunan perangkat pembelajaran berbasis komputer, pengelolaan data siswa, serta dokumentasi kegiatan menggunakan perangkat digital. Meskipun belum sepenuhnya terintegrasi, implementasi SIM-P terbukti membantu efektivitas kerja guru dalam menyusun laporan dan mengelola arsip. Artikel ini menegaskan pentingnya peningkatan literasi digital, perangkat teknologi, serta sistem penyimpanan data yang lebih terstruktur untuk mendukung penguatan administrasi Pendidikan Anak Usia Dini.

IMPLEMENTASI MANAJEMEN RISIKO DALAM MENINGKATKAN MUTU PEMBELAJARAN DI SMPN 46 KOTA BANDUNG

Amir Asyauqi, Wahyu Hidayat
Abstract: Risiko dapat difahami secara umum dan sering berkaitan dengan hal yang berbau negative bahkan menakutkan. Kehidupan yang dijalani setiap manusia tentunya tak terlepas dari ketidak pastian yang dapat mengakibatkan risiko-risiko.… risiko. Untuk itu, menghindari akumulasi hal yang mengerikan, yang menimbulkan kepanikan maka dilakukan tahapan-tahapan terbaik dalam menyusun kepastian (certainty). Dalam Pembelajaran Merujuk pada seberapa baik atau suksesnya proses pembelajaran yang berlangsung dalam suatu sistem pendidikan. Ini melibatkan berbagai faktor yang mempengaruhi efektivitas dan hasil pembelajaran, termasuk metode pengajaran, materi yang disampaikan, serta pencapaian yang diperoleh oleh siswa. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui Hubungan Manajemen Risiko dengan Mutu Pembelajaran. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif desktiptif dengan alat pengumpul data observasi, wawancara dan studi dokumen.  Hasil penelitian menunjukan bahwa di Sekolah ini  menunjukan implementasi manajemen Risiko untuk mutu pembelajaran dari faktor Guru, siswa, kurikulum, dan  fasilitas yang menunjang pembelajaran.

ANALISIS KEBIJAKAN KARTU IDENTITAS ANAK PADA DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN KUANTAN SINGINGI

Nadila Dwi Juliska, Zulkarnaini
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan kebijakan Kartu Identitas Anak serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kuantan Singingi dalam penerapannya. Penelitian… enelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap Kepala Dinas, Sekretaris, pegawai pelayanan, serta masyarakat penerima dan belum penerima layanan Kartu Identitas Anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan kebijakan Kartu Identitas Anak mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, dengan capaian kepemilikan mencapai 69,2% pada tahun 2024. Namun, peningkatan tersebut belum sepenuhnya merata karena masih terdapat berbagai hambatan seperti rendahnya kesadaran masyarakat, kurangnya sosialisasi, serta keterbatasan sarana, prasarana, dan sumber daya manusia khususnya di wilayah pedesaan. Berdasarkan enam indikator evaluasi kebijakan William N. Dunn, kebijakan Kartu Identitas Anak dinilai cukup efektif dan efisien, tetapi masih belum memadai dalam aspek pemerataan, kecukupan, dan responsivitas terhadap seluruh kelompok sasaran. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi Dinas kependudukan dan pencatatan sipil Kuantan Singingi untuk memperkuat strategi pelayanan, memperluas kerja sama lintas sektor, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik guna mewujudkan tertib administrasi kependudukan bagi anak di Kabupaten Kuantan Singingi.

ANALISIS MANAJEMEN PERPUSTAKAAN SEBAGAI PUSAT SUMBER BELAJAR DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 09 LUWU

Hafsari, ST. Marwiyah, Akbar
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi belajar siswa di SMA Negeri 9 Luwu serta untuk menganalisis manajemen perpustakaan sebagai pusat sumber belajar dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Penelitian ini… menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian studi kasus. Fokus penelitian meliputi kepala perpustakaan, guru, dan siswa di SMA Negeri 9 Luwu. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan tiga tahapan analisis data kualitatif yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi (penarikan kesimpulan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Motivasi belajar siswa di SMA Negeri 9 Luwu terbentuk melalui sinergi antara faktor internal dan eksternal. Faktor internal tercermin dari kesadaran, kemauan, dan dorongan diri siswa dalam memanfaatkan fasilitas perpustakaan secara mandiri. Sementara faktor eksternal berupa layanan, fasilitas, serta pengelolaan perpustakaan yang baik berperan penting dalam meningkatkan minat dan kesiapan belajar siswa. (2) Manajemen perpustakaan yang dijalankan melalui fungsi perencanaan, pengorganisasian, penempatan, pengarahan, dan pengawasan telah menjadikan perpustakaan sebagai pusat sumber belajar yang efektif. Manajemen yang baik menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, mudah diakses, dan relevan dengan kebutuhan akademik siswa. Dengan demikian, perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai penyedia koleksi bacaan, tetapi juga berperan strategis dalam menumbuhkan budaya literasi dan meningkatkan motivasi belajar siswa secara berkelanjutan.

POP-UP BOOK: “DONGENG PETUALANGAN LILY DAN CELENGAN AJAIB” SEBAGAI MEDIA LITERASI FINANSIAL UNTUK ANAK USIA DINI USIA 5-6 TAHUN

Sherly Karlina Nurocmah, Yudithia Dian Putra, Munaisra Tri Tirtaningsih
Abstract: Penguatan literasi finansial pada anak usia dini menjadi salah satu fondasi penting untuk membentuk perilaku pengelolaan keuangan yang bijak sejak awal, namun pada praktiknya, pembelajaran literasi finansial di Lembaga PAUD… AUD masih disampaikan secara verbal, bersifat abstrak, dan minim penggunaan media yang menarik sehingga anak mengalami kesulitan dalam memahami konsep kebutuhan dan keinginan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Pop-Up Book: “Dongeng Petualangan Lily dan Celengan Ajaib” sebagai media pembelajaran literasi finansial untuk usia 5-6 tahun. Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan implementasi, dan evaluasi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, validasi ahali, serta ujian coba skala kecil dan besar. Hasil validasi menunjukkan bahwa media memperoleh nilai 92,5% dari ahli materi (sangat valid), 95% dari ahli media (sangat valid), dan 96,25% dari ahli pengguna (sangat praktis). Uji coba pembelajaran menunjukkan peningkatan pemahaman anak terhadap konsep kebutuhan dan keinginan, meningkatnya antusiasme, serta keterlibatan aktif selama proses pembelajaran berlangsung. Dengan demikian, media pop-up book dinilai layak, menarik, dan efektif digunakan dalam pembelajaran literasi finansial di PAUD.

ANALISIS SWOT KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH DALAM PENGELOLAAN SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN DI MA DARUL ISTIQAMAH LEPPANGANG

Masriani, Nursaeni, Akbar
Abstract: Penelitian ini membahas tentang kepemimpinan kepala madrasah dalam pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan di MA Darul Istiqamah Leppangang. Penelitian ini bertujuan: untuk mengetahui kepemimpinan kepala madrasah dalam… am pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan di madrasah tersebut dan untuk mengetahui pengelolaan sarana dan prasarana pendidikannya. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskripsi kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari kepala madrasah, tata usaha dan guru. Teknik analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Untuk faktor internal dan ekternal mengunakan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kepala madrasah menerapkan gaya kepemimpinan yang bersifat partisipatif, komunikatif, dan solutif. Kepala madrasah melibatkan seluruh unsur madrasah dalam setiap tahapan kegiatan, mulai dari perencanaan hingga evaluasi, dengan menekankan nilai musyawarah (syura), transparansi, serta tanggung jawab bersama. Selain itu, nilai-nilai kepemimpinan islami seperti amanah, tanggung jawab, dan keikhlasan turut menjadi dasar dalam pengelolaan lembaga pendidikan tersebut. (2) Pengelolaan sarana dan prasarana di MA Darul Istiqamah Leppangang dilaksanakan secara terencana dan sistematis, mencakup tahap perencanaan, pengadaan, pemanfaatan, pemeliharaan, hingga penghapusan. Meskipun madrasah menghadapi hambatan berupa keterbatasan dana dan minimnya tenaga teknis, kendala tersebut dapat diatasi melalui kerja sama yang baik antara pihak madrasah, yayasan, masyarakat, serta pemerintah. (3) Berdasarkan analisis SWOT, kekuatan utama madrasah terletak pada sistem kerja yang kolaboratif dan partisipatif, sedangkan kelemahannya berada pada aspek pendanaan. Dukungan dari yayasan dan program pemerintah menjadi peluang strategis untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana, sementara tantangan yang dihadapi berupa perubahan kebijakan serta meningkatnya persaingan antar lembaga pendidikan.

KECEMASAN BERBICARA DITINJAU DARI LINGKUNGAN BELAJAR (STUDI FENOMENOLOGIS PADA SISWA KELAS X MAN 4 TANGERANG)

Muhamad Bagas Riyanto, Putri Dian Dia Conia, Lenny Wahyuningsih
Abstract: Kecemasan berbicara merupakan hambatan signifikan yang dialami siswa dan berpotensi menghambat partisipasi serta perkembangan akademik. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi faktor-faktor lingkungan belajar… yang menyebabkan kecemasan berbicara pada siswa kelas X MAN 4 Tangerang, dan (2) memahami persepsi siswa tentang pengalaman kecemasan berbicara yang mereka alami. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, melibatkan 13 partisipan siswa yang dipilih melalui purposive sampling serta seorang guru BK untuk triangulasi sumber. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara mendalam, kemudian dianalisis menggunakan metode Colaizzi. Hasil penelitian menunjukkan kecemasan siswa disebabkan oleh tiga faktor lingkungan: pertama, lingkungan fisik sebagai faktor kondisional, penataan ruang (formasi letter U) meningkatkan perasaan tersorot (conspicuousness). Kedua, lingkungan sosioemosional sebagai faktor paling dominan, dipicu oleh interaksi negatif (teguran terbuka guru) dan diredam oleh dukungan afektif. Ketiga, lingkungan akademik sebagai puncak intensitas cemas akibat situasi evaluatif (ujian lisan/tahfidz) dan panggilan tiba-tiba. Kesiapan materi (preparedness) ditemukan sebagai strategi koping internal paling ampuh. Disimpulkan bahwa akar dari fenomena ini adalah persepsi kognitif internal siswa, yaitu "ketakutan akan penilaian negatif" (fear of negative evaluation), yang diaktifkan oleh pemicu di ketiga lingkungan tersebut, meskipun ditemukan pula adanya resiliensi dan motivasi perbaikan diri yang proaktif pada siswa.

STRATEGI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI DALAM MENGEMBANGKAN KOMPETENSI SISWA YANG TELAH MEMENUHI KRITERIA KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN DI KELAS XI F3 SMAN 5 PALOPO

Abdul Riski
Abstract: Skripsi ini membahas terkait Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Dalam Mengembangkan Kompetensi Siswa yang Telah Memenuhi Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran di Kelas XI F3 SMAN 5 Palopo. Tujuan dari… ari penelitian adalah untuk mengetahui strategi yang diterapkan dan faktor-faktor yang mempengaruhi strategi pembelajaran yang diterapkan oleh guru dalam mengembangkan kompetensi siswa yang telah memenuhi kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran dikelas XI F3 SMAN 5 Palopo.             Penelitian kualitatif digunakan dalam penelitian ini, agar bisa menjelaskan kejadian yang sifatnya alamiah dan tidak memberikan perlakuan pada variabel yang diteliti, melainkan memberi gambaran suatu kondisi apa adanya. Lokasi penelitian di SMAN 5 Palopo dengan subjek penelitian adalah tiga guru pendidikan agama islam dan budi pekerti. Instrumen penelitiannya adalah  lembar observasi, lembar wawancara, dan catatan lapangan. Untuk memperoleh data, peneliti melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya, data yang diperoleh itu di analisis dengan model Miles dan Huberman.             Dari hasil pelaksanan penelitian, strategi yang digunakan guru adalah 1) literasi Al-qur'an, 2) apersepsi dan kajian tematik, dan 3) pembelajaran diferensiasi. Sedangkan faktor-faktornya adalah 1) faktor internal, yang meliputi (1) kompetensi guru (pedagogik dan kepribadian), dan (2) variasi metode pembelajaran. 2) faktor eksternal yang meliputi (1) karakteristik siswa, dan (2) penggunaan handphone.

KETERAMPILAN MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU KINERJA GURU DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 17 LUWU

Hasriani, Firmansyah, Akbar
Abstract: Skripsi ini membahas mengenai Keterampilan Manajerial Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Kinerja Guru di Sekolah Menengah Atas Negeri 17 Luwu. Tujuan penelitian ini yaitu: untuk mengetahui keterampilan manajerial Kepala… ala Sekolah di SMAN 17 Luwu; untuk mengetahui mutu guru di SMAN 17 Luwu; dan untuk mengetahui hambatan dan tantangan yang dihadapi kepala sekolah dalam meningkatkan mutu guru di SMAN 17 Luwu. Metode penelitian yang digunakan yaitu menggunakan penelitian kualitatif deskriptif, dengan menggunakan teknik pengumpulan data seperti observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun teknis analisis data yang diambil adalah reduksi data, display data, dan verifikasi. Subjek penelitian ini yaitu Guru yang ada di Sekolah Menengah Atas Negeri 17 Luwu. Hasil penelitian ini menunjukkan 3 temuan utama. Pertama, Keterampilan manajerial kepala sekolah di SMA Negeri 17 Luwu terlihat dari perencanaan program peningkatan kompetensi guru, supervisi akademik rutin, serta dukungan berupa anggaran, workshop, bimtek, dan diklat. Kepala sekolah juga bekerja sama dengan pengawas dan memberi motivasi, sehingga guru lebih profesional, kreatif, dan berkualitas dalam pembelajaran.  Kedua, Mutu guru di SMA Negeri 17 Luwu tercermin dari kualifikasi akademik yang sesuai bidang, kedisiplinan, serta upaya berkelanjutan meningkatkan kompetensi melalui belajar mandiri, pelatihan, dan seminar. Guru juga merancang pembelajaran sesuai karakteristik siswa dengan metode variatif dan inovatif untuk menciptakan suasana belajar interaktif. Ketiga, Hambatan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu guru di SMA Negeri 17 Luwu mencakup keterbatasan anggaran dan rendahnya motivasi sebagian guru akibat faktor keluarga, sosial, dan sikap apatis. Kendala ini diatasi melalui pertemuan untuk mencari solusi serta dukungan dari dinas pendidikan, komite sekolah, orang tua, dan kebijakan pemerintah agar guru tetap terdorong meningkatkan kompetensi dan kualitas pembelajaran.

PEMANFAATAN LINGKUNGAN SEKOLAH SEBAGAI SUMBER BELAJAR INTERAKTIF DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI SISWA DI SMP NEGERI SATAP 2 RANO KABUPATEN TANA TORAJA

Juni Mitra Yanti, Mifta Zulfahmi Muassar, Tasdin Tahrim
Abstract: Penelitian ini membahas tentang pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar interaktif dalam meningkatkan partisipasi siswa di SMP Negeri Satap 2 Rano. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan lingkungan… kungan sekolah sebagai sumber belajar interaktif dalam meningkatkan partisipasi siswa di SMP Negeri Satap 2 Rano dan untuk mengetahui tingkat partisipasi siswa dengan pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar interaktif di SMP Negeri Satap 2 Rano. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analisis deskriptif kualitatif dengan sumber data yang terdiri dari data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi terkait permasalahan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar interaktif di SMP Negeri Satap 2 Rano dilakukan melalui pemanfaatan taman sekolah, perpustakaan, dan area taman baca yang mendukung suasana belajar lebih variatif dan bermakna sehingga meningkatkan partisipasi siswa secara aktif dalam pembelajaran 2) tingkat partisipasi siswa tergolong tinggi, ditandai dengan keaktifan bertanya, berdiskusi, dan keterlibatan dalam berbagai aktivitas pembelajaran di lingkungan sekolah yang kondusif dan terkelola dengan baik.