Search Articles & Publications

Showing 1102 articles found for "Wawancara"

ANALISIS PRAKTIK DIGITALISASI SEKOLAH DALAM MEWUJUDKAN PROGRAM SEKOLAH PENGGERAK DI SD NEGERI 25 SABBAMPARU KOTA PALOPO

Nita Rusali, Firman Patawari, Firmansyah
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik digitalisasi sekolah dalam mewujudkan program sekolah penggerak di SD Negeri 25 Sabbamparu Kota Palopo. Fokus penelitian meliputi tiga aspek utama, yaitu: kondisi sekolah… ah penggerak, praktik digitalisasi sekolah, serta faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaan digitalisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode fenomenologi, yang berupaya memahami makna di balik fenomena sosial terkait implementasi digitalisasi pendidikan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi terhadap kepala sekolah, guru, pustakawan, serta tenaga administrasi. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi tahap pengumpulan, reduksi, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SD Negeri 25 Sabbamparu telah menerapkan program sekolah penggerak secara optimal melalui digitalisasi pada bidang pembelajaran dan manajemen sekolah. Digitalisasi diwujudkan dalam bentuk penggunaan platform e-learning, ujian daring, perpustakaan digital, serta sistem manajemen berbasis digital yang meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan transparansi tata kelola sekolah. Faktor pendukung keberhasilan digitalisasi meliputi dukungan pemerintah dalam penyediaan pelatihan dan perangkat teknologi, semangat guru dalam mengembangkan kompetensi digital, serta partisipasi orang tua dalam menyediakan sarana belajar. Namun, hambatan masih dijumpai pada keterbatasan anggaran, literasi digital siswa yang beragam, dan akses internet yang belum stabil. Secara keseluruhan, praktik digitalisasi di SD Negeri 25 Sabbamparu telah berkontribusi positif terhadap terwujudnya transformasi pendidikan yang adaptif, inovatif, dan berkelanjutan dalam konteks program sekolah penggerak.

ANALISIS STRATEGI BISNIS DENGAN METODE CANVAS UNTUK MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN DI NITUTY COOKIES BANDUNG

Rima Dina Puspitasari, Agnesia Natania Lumiu
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi bisnis Nituty Cookies Bandung dengan menggunakan metode Business Model Canvas (BMC) serta merumuskan strategi baru guna meningkatkan volume penjualan. Latar belakang penelitian… enelitian didasari oleh fluktuasi penjualan dan tingginya tingkat persaingan industri makanan di Kota Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model bisnis Nituty Cookies telah memenuhi sembilan elemen BMC, yaitu customer segments, value propositions, channels, customer relationships, revenue streams, key resources, key activities, key partnerships, dan cost structure. Namun, masih terdapat kelemahan dalam konsistensi kualitas produk, inovasi rasa, serta promosi digital. Strategi yang dapat diterapkan adalah peningkatan kualitas dan variasi produk, optimalisasi media sosial sebagai kanal promosi, penguatan layanan pelanggan, dan pengembangan kemitraan dengan     platform digital. Dengan penerapan strategi tersebut, Nituty Cookies berpotensi memperluas pasar, meningkatkan loyalitas pelanggan, serta mendorong pertumbuhan volume penjualan.

OPTIMALISASI RUANGAN PRODUKSI UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI PAKAIAN (Studi Kasus: Konveksi BR 21 Fashion)

Lilim Marliah, Somadi
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tata letak ruang produksi Konveksi BR 21 Fashion dalam penempatan fasilitas permesinan, mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam meningkatkan produksi, serta menganalisis upaya… ya yang dilakukan untuk meningkatkan produktivitas kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap proses produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata letak ruang produksi belum tersusun secara efisien, dengan penempatan mesin yang tidak mengikuti alur kerja dan kurangnya pemisahan zona antar proses. Selain itu, konveksi menghadapi sejumlah kendala seperti keterbatasan ruang, fasilitas penyimpanan yang tidak tertata, keterampilan tenaga kerja yang belum merata, serta belum adanya standar waktu kerja. Untuk mengatasi hal tersebut, konveksi melakukan perancangan ulang tata letak menggunakan pendekatan Operation Process Chart (OPC), Activity Relationship Diagram (ARD), dan Activity Area Diagram (AAD), menyelenggarakan pelatihan teknis internal bagi pekerja, serta merencanakan perluasan ruang produksi. Implementasi strategi ini menunjukkan peningkatan output produksi harian dari rata-rata 60 potong menjadi 96–116 potong per hari secara lebih efisien dan terstruktur.

DAMPAK PENGGUNAAN TIKTOK TERHADAP PENJUALAN KERAJINAN TANGAN MASYARAKAT BADUY KECAMATAN LEUWIDAMAR LEBAK-BANTEN

Arga Wijaya, Boyke Nugraha
Abstract: Perkembangan teknologi digital, khususnya media sosial seperti TikTok, telah membawa perubahan signifikan dalam strategi promosi budaya dan produk lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana budaya masyarakat… syarakat Baduy direpresentasikan dalam konten TikTok serta menganalisis dampaknya terhadap minat kunjungan wisatawan dan penjualan kerajinan tangan masyarakat Baduy di Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak-Banten. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik purposive sampling, melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap kreator konten, tokoh adat, pelaku UMKM lokal, wisatawan, dan perwakilan Dinas Pariwisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konten TikTok yang menampilkan keseharian dan nilai-nilai adat masyarakat Baduy Luar mampu menarik perhatian luas, membentuk persepsi positif, dan mendorong minat wisata budaya. Namun, tingginya eksposur digital ini belum diimbangi dengan peningkatan signifikan dalam penjualan kerajinan tangan secara langsung. Kesenjangan ini disebabkan oleh terbatasnya adopsi strategi pemasaran digital oleh masyarakat lokal serta minimnya intervensi promosi yang terstruktur. Penelitian ini menegaskan pentingnya optimalisasi representasi budaya yang otentik di media sosial sebagai strategi promosi digital yang sensitif terhadap nilai budaya lokal dan berorientasi pada keberlanjutan ekonomi komunitas adat.

PENGUKURAN KINERJA RANTAI PASOK DENGAN PENDEKATAN SCOR MODEL (Studi Kasus : Rumah Magot Bedas 03 Babakan Penghulu, Kota Bandung)

Fadli Zaid Riyadi, Somadi
Abstract: Masalah sampah organik di Kota Bandung yang mencapai 1.946 ton per hari, dengan lebih dari 60% berupa sampah organik, menimbulkan tantangan serius dalam pengelolaan lingkungan. Budidaya magot larva Black Soldier Fly dipandang… ndang sebagai solusi alternatif untuk mengurai sampah menjadi pakan dan pupuk organik. Namun, praktik budidaya pada unit usaha seperti Rumah Magot Bedas 03 Babakan Penghulu masih menghadapi kendala, antara lain ketidakstabilan pasokan bahan baku, fluktuasi hasil produksi, serta belum adanya sistem evaluasi kinerja rantai pasok yang terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kinerja rantai pasok pada Rumah Magot Bedas 03 dengan menggunakan Supply Chain Operation Reference (SCOR) Model yang mencakup lima proses inti Plan, Source, Make, Deliver, dan Return. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui observasi langsung dan wawancara. Setiap proses dianalisis berdasarkan Key Performance Indicators (KPI), kemudian dievaluasi menggunakan Traffic Light System (TLS) sebagai alat visualisasi kinerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak semua indikator rantai pasok mencapai target optimal. Beberapa aspek seperti efisiensi produksi, ketersediaan pasokan bahan baku, dan ketepatan pengiriman berada pada kategori kuning (cukup) hingga merah (buruk), menandakan perlunya perbaikan segera pada proses-proses tersebut. TLS terbukti membantu dalam memetakan prioritas perbaikan secara lebih jelas. Penerapan SCOR model efektif dalam memberikan gambaran objektif mengenai kinerja rantai pasok budidaya magot. Evaluasi ini mengidentifikasi titik-titik kritis yang harus ditingkatkan agar proses produksi dan distribusi lebih efisien, berkelanjutan, serta mendukung pengembangan usaha berbasis ekonomi sirkular.

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGAMBILAN KEPUTUSAN CALON MITRA PRODUK ES TEH INDONESIA DI KOTA BANDUNG

Asti Pratiwi, Wentri Merdiani
Abstract: Penelitian ini bertujuan mengetahui persepsi calon mitra terhadap faktor eksternal yang memengaruhi keputusan bergabung dengan Es Teh Indonesia, menyusun analisis SWOT, dan mengidentifikasi faktor eksternal dominan di Kota… ta Bandung. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan calon mitra, mantan mitra, dan ahli bisnis, serta dokumen sekunder. Analisis data menggunakan pendekatan tematik serta triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor eksternal seperti lokasi strategis, daya beli konsumen, serta intensitas persaingan sangat memengaruhi keputusan calon mitra. Analisis SWOT menekankan kekuatan pada popularitas merek dan sistem waralaba terstruktur, dengan kelemahan ketergantungan pusat dan biaya royalti tinggi. Faktor eksternal dominan adalah kekuatan merek serta potensi pasar lokal Bandung yang masih terbuka.

STRATEGI PEMASARAN DIGITAL DALAM UPAYA MENINGKATKAN LOYALITAS PELANGGAN DI ERA MEDIA SOSIAL (STUDI KASUS PT INDIGA NUSA DIGITAMA)

Senny Kresna Triaryanti Fransiska, Muhammad Sahlan
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pemasaran digital yang diterapkan oleh PT Indiga Nusa Digitama dalam upaya meningkatkan loyalitas pelanggan di era media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif… alitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi digital perusahaan meliputi pemanfaatan media sosial seperti Instagram dan TikTok, penggunaan Google Ads dan artikel SEO, serta penerapan pendekatan content marketing dan engagement yang terstruktur. Strategi tersebut terbukti efektif meningkatkan loyalitas pelanggan melalui tiga tahapan: kognitif, afektif, dan perilaku. Pengelolaan sumber daya manusia yang fleksibel, sistematis, serta budaya kerja kolaboratif menjadi faktor pendukung utama. Evaluasi menggunakan bauran pemasaran 7P menunjukkan bahwa setiap elemen strategi berkontribusi terhadap peningkatan kepuasan dan loyalitas pelanggan, sementara analisis SWOT membantu mengidentifikasi faktor kunci keberhasilan dan kendala yang mempengaruhi implementasi strategi. Penelitian ini juga menyoroti bahwa pendekatan pemasaran yang adaptif dan edukatif dapat membuka peluang pemberdayaan pelaku UMKM, termasuk perempuan, dalam ekosistem digital yang inklusif.

STRATEGI PEMASARAN DIGITAL RESTORAN MELALUI MEDIA SOSIAL DALAM KEPUTUSAN BERKUNJUNG (STUDI PADA RESTORAN BUMI KAYU DI KECAMATAN SAMARANG KABUPATEN GARUT)

Farah Ainun Agustin, Wentri Merdiani
Abstract: Triwulan III-2024 mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 3,57%. Kondisi ini membuat persaingan usaha semakin ketat, termasuk bagi Restoran Bumi Kayu di Kabupaten Garut. Penulisan ini bertujuan untuk menganalisis penerapan… strategi pemasaran digital melalui media sosial, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, serta merumuskan strategi yang tepat untuk meningkatkan daya tarik dan retensi konsumen. Metode penulisan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan analisis SWOT. Data penulisan diperoleh melalui wawancara dengan tujuh informan serta sumber pendukung lainnya.Hasil penulisan menunjukkan bahwa Restoran Bumi Kayu memiliki kekuatan berupa konsep bernuansa alam, menu yang selalu diperbarui, serta pelayanan yang ramah, sementara kelemahan utama terletak pada pengelolaan media sosial dan keterbatasan promosi digital.             Dari sisi eksternal, terdapat peluang berupa tren pertumbuhan industri makanan dan meningkatnya pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi, namun juga terdapat ancaman berupa persaingan usaha yang semakin ketat dan perubahan tren konsumen yang cepat. Berdasarkan hasil analisis, strategi yang paling sesuai adalah strategi S-O, yaitu penguatan branding melalui media sosial dengan menonjolkan konsep alam dan inovasi menu, disertai inovasi konten digital serta peningkatan kapasitas pengelola dalam literasi digital. Penerapan strategi ini diharapkan mampu meningkatkan brand awareness, menarik konsumen baru terutama kalangan muda, membangun interaksi yang lebih kuat dengan pelanggan, serta memperkuat daya saing Restoran Bumi Kayu di tengah kompetisi industri kuliner yang semakin dinamis.

IMPLEMENTASI CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT (CRM) TERHADAP PELAYANAN UNTUK MENINGKATKAN LOYALITAS PELANGGAN PADA TOKOWEB.CO

Susan Alfiani, Muhammad Sahlan
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Customer Relationship Management (CRM) dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan loyalitas pelanggan di Tokoweb.co, sebuah perusahaan digital yang menyediakan jasa… pembuatan website dan layanan digital lainnya. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari satu staf CRM Tokoweb.co dan satu klien yang telah menggunakan layanan perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CRM di Tokoweb.co diimplementasikan melalui komunikasi intensif menggunakan WhatsApp Business, personalisasi layanan, dan tindak lanjut berkala kepada klien. Strategi pelayanan yang diterapkan berfokus pada kecepatan, ketepatan, dan keramahan. Tokoweb.co juga menerapkan bauran pemasaran 4C (Consumer, Cost, Convenience, Communication) untuk memperkuat hubungan dengan klien. Temuan ini memperlihatkan bahwa CRM tidak hanya berperan dalam menjaga hubungan pelanggan, tetapi juga mampu meningkatkan kepuasan dan loyalitas klien secara signifikan. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan strategi CRM di sektor jasa digital dan menjadi rujukan bagi perusahaan lain dalam mengoptimalkan layanan pelanggan.

ANALISIS SWOT PADA INOVASI UMKM MAKANAN TRADISIONAL (STUDI KASUS PADA WARUNG SEBLAK PRIWIAL KECAMATAN CIHAMPELAS)

Niken Rahayu Lukman, Ani Wahyu Rachmawati
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman (SWOT) pada inovasi bisnis Warung Seblak Priwial yang merupakan UMKM makanan tradisional di Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat.… rat. Warung Seblak Priwial menawarkan keunikan berupa variasi menu yang lebih banyak, konsep prasmanan yang interaktif, serta layanan pesan antar dengan biaya terjangkau dan kemasan yang aman. Namun, terdapat sejumlah kendala operasional seperti keterbatasan tenaga kerja, jadwal buka yang tidak menentu, fasilitas pendukung yang minim, dan promosi yang belum maksimal secara digital. Analisis SWOT dilakukan melalui observasi dan wawancara mendalam dengan pemilik usaha dan konsumen, yang mengidentifikasi keunggulan produk dan tantangan dalam persaingan pasar serta adaptasi terhadap kenaikan harga bahan baku. Hasil analisis menunjukkan bahwa Warung Seblak Priwial berpotensi meningkatkan daya saing melalui optimalisasi promosi digital, pengembangan kualitas pelayanan, perluasan pasar daring, serta upaya inovasi menu yang berkelanjutan. Strategi penguatan sumber daya manusia serta integrasi dengan ekosistem digital dinilai penting untuk mempertahankan eksistensi dan memperluas jangkauan pelanggan di tengah persaingan yang semakin sengit. Penelitian ini merekomendasikan agar Warung Seblak Priwial fokus pada pemanfaatan faktor internal yaitu kekuatan (strength) dan kelemahan (weakness), lalu pemanfaatan faktor eksternal yaitu peluang (opportunity) dan ancaman (threats) guna mewujudkan pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.