Abstract:Era modern ditandai oleh perkembangan teknologi, globalisasi dalam perubahan sosial yang cepat. Kondisi ini membawa peluang sekaligus tantangan bagi pembentukan dalam karakter generasi muda. Pendidikan memiliki peran yang…
g dalam untuk menanam nilai moral dan tanggung jawab sosial agar peserta didik mampu beradaptasi dengan dinamika zaman tanpa kehilangan jati diri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis literatur untuk mengkaji peran pendidikan dalam membentuk karakter di era modern. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan karakter perlu diintegrasikan dalam kurikulum, didukung oleh kompetensi guru, serta diperkuat melalui kolaborasi di antaranya sekolah, keluarga, masyarakat. Pendidikan memiliki peran dalam mengubah karakter pada generasi muda yang penuh banyak tantangan di era globaliasi pada masa modern ini.banyak dinera modern ini membuat generasi anak muda hanya bergantung pada teknologi,dan dalam era ini dapat juga saraa dalam pembentukan karakter dan yang berdaya saing.Pendidikan dalam di era modren ini banyak menghadapi tantangan dalam menggunakan teknologi,dan juga pada generasi muda juga memiliki sikapkarakter yang sopan,empati,dan bertanggungjawab pada Masyarakat.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sertifikasi guru terhadap kinerja dan profesionalisme guru di Indonesia. Sertifikasi guru selama ini dipandang sebagai upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas tenaga…
aga pendidik melalui pengakuan kompetensi, peningkatan kesejahteraan, serta dorongan untuk terus mengembangkan kemampuan pedagogik dan profesional. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan Kualitatif dengan teknik survei kepada sejumlah guru yang telah dan belum tersertifikasi. Data dianalisis menggunakan uji statistik deskriptif dan inferensial untuk melihat sejauh mana sertifikasi berkontribusi terhadap peningkatan kinerja, khususnya pada aspek perencanaan pembelajaran, pelaksanaan proses belajar mengajar, dan evaluasi hasil belajar.Penelitian ini menunjukkan bahwa sertifikasi guru dapat memberikan pengaruh yang di signifikan terhadap peningkatan profesionalisme, terutama dalam hal kemampuan pedagogik, penguasaan materi, serta tanggung jawab terhadap tugas-tugas pendidikan. Guru tersertifikasi cenderung memiliki kinerja yang lebih konsisten, menunjukkan perencanaan pembelajaran yang lebih sistematis, dan memiliki motivasi kerja yang lebih tinggi. Namun, penelitian ini juga menemukan bahwa peningkatan kinerja tidak semata-mata dipengaruhi oleh sertifikasi, tetapi juga oleh faktor-faktor lain seperti lingkungan kerja, dukungan sekolah, serta kesempatan mengikuti pelatihan lanjutan.Temuan ini menegaskan bahwa sertifikasi guru penting sebagai instrumen peningkatan mutu pendidikan, namun perlu diikuti dengan pembinaan profesional berkelanjutan agar hasilnya optimal. Implikasi penelitian ini dapat menjadi pertimbangan bagi pembuat kebijakan untuk memperkuat sistem sertifikasi sekaligus meningkatkan program pengembangan profesional guru secara menyeluruh.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media sosial terhadap prestasi akademik Generasi Z dengan melihat tingkat penggunaan, dampak terhadap motivasi dan perilaku belajar, serta hubungan antara pola penggunaan…
aan media sosial dan capaian belajar. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi, penelitian ini menggali secara mendalam pengalaman dan aktivitas digital siswa Generasi Z dalam kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial memiliki dua sisi pengaruh. Di sisi positif, media sosial menyediakan akses informasi yang luas, mendukung pembelajaran berbasis multimedia, serta mempermudah komunikasi akademik melalui platform digital. Namun, di sisi lain, penggunaan yang berlebihan menimbulkan distraksi, menurunkan fokus belajar, memicu kebiasaan belajar instan, dan mengurangi alokasi waktu yang seharusnya digunakan untuk kegiatan akademik. Dampak negatif tersebut terbukti memengaruhi kualitas proses belajar dan berdampak pada menurunnya prestasi akademik. Penelitian ini menegaskan bahwa pengaruh media sosial sangat bergantung pada pola penggunaan: produktif jika diarahkan dengan benar, tetapi merugikan apabila digunakan tanpa kontrol. Oleh karena itu, literasi digital, manajemen waktu, dan pendampingan dari guru maupun orang tua sangat diperlukan agar media sosial dapat dimanfaatkan secara optimal dalam mendukung prestasi akademik Generasi Z.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi rendahnya kualitas pendidikan Indonesia pada kondisi saat ini melalui analisis faktor penyebab, dampak, serta langkah strategis untuk perbaikan. Pendidikan merupakan pilar utama…
a dalam membangun kualitas sumber daya manusia yang berdaya saing tinggi, namun realitas menunjukkan bahwa mutu pendidikan nasional masih rendah. Hasil kajian menunjukkan bahwa rendahnya kompetensi pendidik, ketidakmerataan sarana dan prasarana, serta implementasi kurikulum yang belum maksimal menjadi faktor utama penyebab rendahnya mutu pendidikan. Kondisi tersebut diperkuat oleh hasil studi internasional seperti PISA yang menempatkan Indonesia pada posisi rendah dalam kemampuan literasi, numerasi, dan sains. Dampaknya terlihat pada rendahnya kualitas lulusan yang kurang mampu berpikir kritis dan beradaptasi dengan perkembangan global. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi guru, pemerataan fasilitas pendidikan, serta pengembangan kurikulum berbasis kompetensi abad 21 menjadi kebutuhan mendesak untuk menghasilkan sumber daya manusia unggul dan berdaya saing global.
Abstract:Integrasi teknologi digital ke dalam ranah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) telah memicu pergeseran paradigma yang mendalam dalam cara pendidik memahami proses belajar mengajar. Laporan penelitian ini menyajikan analisis…
komprehensif mengenai persepsi guru PAUD terhadap penggunaan media digital, dengan mengambil studi kasus di TKIT Sholahuddin Al Ayyubi, Sumedang. Melalui lensa psikologi perkembangan, laporan ini mengevaluasi bagaimana alat-alat digital memengaruhi domain kognitif, sosial-emosional, dan motorik anak pada fase krusial "Masa Emas." Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, memanfaatkan teknik analisis data interaktif untuk mengeksplorasi narasi dan pengalaman nyata para pendidik di lapangan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa guru-guru di TKIT Sholahuddin Al Ayyubi memandang media digital sebagai instrumen ganda: sebagai katalisator motivasi dan literasi yang efektif, namun juga sebagai sumber risiko potensial terhadap perkembangan sosial dan kesehatan fisik anak. Berdasarkan perspektif sosiokultural Lev Vygotsky, media digital diidentifikasi mampu menyediakan scaffolding dalam Zone of Proximal Development (ZPD), khususnya melalui metode digital storytelling yang memperkaya kemampuan bahasa ekspresif. Namun, dari perspektif kognitif Jean Piaget, terdapat kekhawatiran mengenai kesesuaian konten digital dengan tahap pra-operasional anak yang masih membutuhkan interaksi konkret. Laporan ini juga menyoroti tantangan sistemik berupa keterbatasan literasi digital guru dan infrastruktur, serta upaya strategis Pemerintah Kabupaten Sumedang melalui platform Sumedang Simpati Academy (SSA) untuk meningkatkan kompetensi digital pendidik. Kesimpulan dari laporan ini menekankan perlunya model integrasi teknologi yang seimbang, berpusat pada anak, dan didukung oleh kolaborasi erat antara sekolah dan orang tua guna memastikan bahwa penggunaan media digital selaras dengan tugas-tugas perkembangan anak yang holistik.
Abstract:Penelitian ini dilakukan untuk menjelaskan bagaimana peran orang tua mempengaruhi proses pendidikan anak pada usia dini yang merupakan masa pertumbuhan paling penting. Berdasarkan hasil observasi dan kajian literatur, diperoleh…
peroleh gambaran bahwa keterlibatan orang tua sangat menentukan perkembangan anak dalam berbagai aspek, baik kemampuan intelektual, keterampilan sosial, pengelolaan emosi, maupun pembentukan nilai spiritual. Orang tua berperan sebagai pembimbing utama melalui rutinitas harian, pemberian contoh perilaku positif, serta penerapan pola pengasuhan yang tetap dan sesuai kebutuhan anak. Hasil menunjukkan bahwa anak yang mendapat perhatian intensif di rumah mampu menunjukkan minat belajar yang tinggi, lebih percaya diri, serta mudah menyesuaikan diri dalam kegiatan sekolah. Selain itu, kebiasaan religius dan moral yang dibangun dalam keluarga turut membentuk sikap saling menghargai, peduli, dan memiliki empati terhadap orang lain. Kerja sama yang baik antara keluarga dan lembaga PAUD juga memperkuat perkembangan anak. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa peran orang tua harus dilakukan secara terarah dan berkesinambungan agar pendidikan anak usia dini menghasilkan perkembangan optimal pada tahap selanjutnya.
Abstract:dilakukan guru dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran Geografi di SMA Negeri 11 Medan. Melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen pembelajaran dengan narasumber utama Ibu Nurbaiti Panggabean, S.Pd, penelitian…
litian ini menemukan bahwa proses evaluasi mencakup tiga aspek utama yaitu penilaian pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah melaksanakan evaluasi secara sistematis dan berkesinambungan, namun masih menghadapi berbagai hambatan, terutama dalam perencanaan instrumen penilaian, pelaksanaan observasi lapangan, dan penilaian autentik. Kendala tersebut dipengaruhi oleh keterbatasan waktu, fasilitas pembelajaran, serta perbedaan kemampuan siswa. Guru menerapkan berbagai strategi untuk mengatasi kendala tersebut, antara lain peningkatan kompetensi melalui MGMP, penerapan teknologi seperti Google Form dan Quizizz, penilaian proyek berbasis autentik, serta penggunaan rubrik penilaian yang lebih objektif. Selain itu, guru mulai mengintegrasikan pendekatan HOTS dan TPACK dalam evaluasi, meskipun masih pada tahap awal. Hasil evaluasi juga dimanfaatkan untuk memberikan umpan balik, perbaikan metode pembelajaran, dan penentuan tindak lanjut akademik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa optimalisasi evaluasi masih membutuhkan dukungan sistemik dari sekolah, seperti penguatan fasilitas digital, pengembangan bank soal HOTS, peningkatan literasi data guru, dan penyediaan waktu khusus untuk refleksi pedagogik. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa evaluasi pembelajaran Geografi akan lebih efektif apabila didukung oleh kompetensi guru, fasilitas memadai, serta sistem kolaboratif yang berkelanjutan..
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lingkungan kampus terhadap penghayatan mahasiswa terhadap ideologi Pancasila di Universitas Negeri Medan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif…
siatif dan teknik survei melalui penyebaran angket kepada 50 mahasiswa sebagai sampel. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji t, dan korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kampus berpengaruh secara signifikan terhadap penghayatan mahasiswa terhadap Pancasila, dibuktikan dengan nilai signifikansi 0,001 (< 0,05). Koefisien korelasi sebesar 0,714 menunjukkan hubungan kuat dan positif antara kedua variabel. Temuan ini menegaskan bahwa semakin kondusif lingkungan kampus, semakin tinggi tingkat penghayatan mahasiswa terhadap nilai-nilai Pancasila. Oleh karena itu, penguatan budaya akademik, interaksi sosial, dan kegiatan kemahasiswaan menjadi aspek penting dalam meningkatkan internalisasi nilai-nilai kebangsaan di perguruan tinggi.
Abstract:Penelitian ini mengkaji pengalaman hidup guru-guru Madrasah Ibtidaiyah di Pekalongan, Lampung Timur dalam mengembangkan kompetensi pedagogik dan profesional melalui penerapan pembelajaran mendalam (deep learning). Dengan…
menggunakan pendekatan fenomenologi interpretatif, penelitian ini berupaya menangkap makna subjektif dan dinamika praktik mengajar yang dialami para guru dalam konteks perubahan kurikulum, tuntutan profesionalisme, dan kebutuhan pembelajaran yang lebih bermakna bagi siswa. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan langkah-langkah reduksi fenomenologis berdasarkan Moustakas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran mendalam mendorong guru untuk berefleksi secara kritis, merancang pembelajaran berbasis pemahaman konseptual, serta meningkatkan kemampuan profesional melalui kolaborasi dan pengembangan diri. Temuan ini menegaskan bahwa pengalaman mengajar yang autentik, ditopang oleh pemahaman pedagogik yang matang, menjadi fondasi penting bagi peningkatan kualitas pembelajaran di madrasah. Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual bagi penguatan kompetensi guru dan implikasi praktis bagi pengembangan program pelatihan guru berbasis pengalaman.
Abstract:Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya penggunaan media digital di kalangan Generasi Z yang menimbulkan perubahan perilaku sosial dan munculnya permasalahan etika. Penelitian sebelumnya banyak membahas pemahaman…
an Pancasila secara teoritis, namun belum mengkaji bagaimana nilai Pancasila diterapkan dalam gaya hidup digital mahasiswa pada konteks kampus tertentu. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemahaman dan penerapan nilai Pancasila sebagai sistem etika dalam kehidupan sosial dan digital mahasiswa Universitas Negeri Medan. Metode yang digunakan adalah metode campuran dengan pengumpulan data melalui angket skala dan pertanyaan terbuka kepada dua puluh responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki tingkat pemahaman dan penerapan nilai Pancasila yang tinggi, terutama dalam kehati-hatian membagikan informasi, penghargaan terhadap perbedaan, sikap adil, dan kepedulian sosial. Temuan penting penelitian ini adalah bahwa mahasiswa tidak hanya memahami konsep nilai Pancasila, tetapi juga menerapkannya dalam perilaku digital sehari-hari. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa Pancasila tetap relevan sebagai pedoman etika bagi Generasi Z dan perlu terus diperkuat melalui pendidikan nilai dan literasi digital.