Abstract:Penelitian ini dilakukan untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai bagaimana kecerdasan emosional anak usia dini dapat berkembang melalui proses pembelajaran, pola pengasuhan, serta interaksi sosial yang terjadi di lingkungan…
ingkungan keluarga dan sekolah. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi pada anak usia 4–6 tahun, guru PAUD, serta orang tua sebagai pendamping utama. Temuan penelitian menunjukkan bahwa perkembangan kecerdasan emosional anak muncul melalui serangkaian aktivitas belajar yang mengarah pada pengendalian emosi, kemampuan bersosialisasi, dan pembentukan perilaku positif. Dalam praktiknya, guru memanfaatkan kegiatan bermain, bercerita, serta percakapan sederhana untuk menanamkan nilai emosional, sedangkan orang tua memberikan dukungan melalui komunikasi yang penuh empati, contoh perilaku baik, dan pengasuhan yang konsisten. Keberhasilan proses ini turut ditunjang oleh kesiapan pendidik, keterlibatan aktif keluarga, serta lingkungan belajar yang mendukung. Namun demikian, penelitian juga menemukan beberapa kendala seperti karakter anak yang berbeda-beda, ketidakteraturan pendampingan di rumah, serta keterbatasan sarana pembelajaran. Penelitian ini menegaskan perlunya kolaborasi antara sekolah dan keluarga untuk memastikan proses pengembangan kecerdasan emosional berlangsung efektif dan berkelanjutan.
Abstract:Mahasiswa yang bekerja paruh waktu dihadapkan pada tuntutan ganda berupa kewajiban akademik dan tanggung jawab pekerjaan, yang berpotensi menimbulkan tekanan fisik maupun psikologis. Kondisi ini menuntut kemampuan adaptasi…
si dan keyakinan diri yang kuat agar mahasiswa mampu menjalankan kedua peran secara seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran self-efficacy pada mahasiswa yang bekerja paruh waktu dalam menghadapi tuntutan akademik dan pekerjaan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah seorang mahasiswa berusia 24 tahun yang menjalani peran sebagai mahasiswa sekaligus pekerja paruh waktu. Analisis data dilakukan secara induktif dengan mengacu pada model analisis interaktif Miles dan Huberman, meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-efficacy berperan penting sebagai modal psikologis dalam membantu mahasiswa mengelola waktu, menghadapi kelelahan, serta mempertahankan motivasi akademik. Self-efficacy tercermin melalui tiga aspek utama, yaitu kemampuan menilai tingkat kesulitan tugas (magnitude), kekuatan keyakinan dalam menghadapi hambatan (strength), dan penerapan kepercayaan diri pada berbagai konteks akademik maupun pekerjaan (generality). Temuan ini menunjukkan bahwa self-efficacy mendukung ketahanan, regulasi diri, dan keberlanjutan peran ganda mahasiswa pekerja paruh waktu. Dengan demikian, penguatan self-efficacy menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan akademik dan kesejahteraan mahasiswa yang bekerja paruh waktu.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membuktikan pengaruh penggunaan media pembelajaran interaktif terhadap peningkatan motivasi belajar pada anak usia dini (0-6 tahun). Motivasi belajar merupakan variabel krusial…
sial yang menentukan keberhasilan stimulasi pada masa Golden Age. Metode yang digunakan adalah Penelitian Eksperimen Semu (QuasiExperimental Design) dengan desain PretestPosttest Nonequivalent Control Group. Subjek penelitian adalah dua kelompok anak usia 5-6 tahun dari TK X: Kelompok Eksperimen (diberi perlakuan media interaktif seperti game edukasi dan Augmented Reality) dan Kelompok Kontrol (pembelajaran konvensional). Data motivasi dikumpulkan melalui lembar observasi yang divalidasi, berpedoman pada indikator antusiasme, partisipasi, dan fokus perhatian. Hasil analisis Uji menunjukkan adanya perbedaan skor post-test yang signifikan antara kedua kelompok. Kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan motivasi yang jauh lebih tinggi dengan nilai N-Gain sebesar 0.78 (kategori tinggi). Disimpulkan bahwa media pembelajaran interaktif secara efektif menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan, menarik, dan relevan dengan karakteristik anak, sehingga berdampak positif dan signifikan terhadap peningkatan motivasi belajar mereka.
Abstract:Pendidikan Islam pada fase usia dini menuntut pendekatan yang tidak hanya bersifat kognitif-normatif, tetapi juga kinestetik-emosional guna menginternalisasi nilai-nilai ketauhidan secara holistik. Penelitian ini mengevaluasi…
luasi efektivitas penerapan Metode Kauni yang diintegrasikan melalui aktivitas Senam Asmaul Husna di TKIT Sholahuddin Al Ayyubi. Fokus utama penyelidikan adalah bagaimana stimulasi panca indera melalui modalitas Visual, Auditori, dan Kinestetik (VAK) dalam Metode Kauni mampu memperkuat fondasi spiritualitas anak. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan pendidik, serta dokumentasi kegiatan harian sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi Metode Kauni dalam senam pagi mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sesuai prinsip "Quantum Memory" yang menekankan aspek "menghafal semudah tersenyum". Penguatan nilai spiritual termanifestasi melalui peningkatan kesadaran ketuhanan, pembentukan karakter disiplin, kejujuran, dan empati sosial yang selaras dengan visi "Gema Ceria" lembaga. Penemuan ini menegaskan bahwa keterlibatan fisik yang ritmis dengan pelafalan asma Allah secara berulang-ulang memberikan jangkar memori yang kuat pada anak usia dini, sehingga nilai-nilai spiritualitas tidak hanya dihafal secara lisan namun juga tercermin dalam perilaku keseharian.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media sosial terhadap prestasi akademik Generasi Z dengan melihat tingkat penggunaan, dampak terhadap motivasi dan perilaku belajar, serta hubungan antara pola penggunaan…
aan media sosial dan capaian belajar. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi, penelitian ini menggali secara mendalam pengalaman dan aktivitas digital siswa Generasi Z dalam kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial memiliki dua sisi pengaruh. Di sisi positif, media sosial menyediakan akses informasi yang luas, mendukung pembelajaran berbasis multimedia, serta mempermudah komunikasi akademik melalui platform digital. Namun, di sisi lain, penggunaan yang berlebihan menimbulkan distraksi, menurunkan fokus belajar, memicu kebiasaan belajar instan, dan mengurangi alokasi waktu yang seharusnya digunakan untuk kegiatan akademik. Dampak negatif tersebut terbukti memengaruhi kualitas proses belajar dan berdampak pada menurunnya prestasi akademik. Penelitian ini menegaskan bahwa pengaruh media sosial sangat bergantung pada pola penggunaan: produktif jika diarahkan dengan benar, tetapi merugikan apabila digunakan tanpa kontrol. Oleh karena itu, literasi digital, manajemen waktu, dan pendampingan dari guru maupun orang tua sangat diperlukan agar media sosial dapat dimanfaatkan secara optimal dalam mendukung prestasi akademik Generasi Z.
Abstract:Penelitian ini dilakukan untuk menjelaskan bagaimana peran orang tua mempengaruhi proses pendidikan anak pada usia dini yang merupakan masa pertumbuhan paling penting. Berdasarkan hasil observasi dan kajian literatur, diperoleh…
peroleh gambaran bahwa keterlibatan orang tua sangat menentukan perkembangan anak dalam berbagai aspek, baik kemampuan intelektual, keterampilan sosial, pengelolaan emosi, maupun pembentukan nilai spiritual. Orang tua berperan sebagai pembimbing utama melalui rutinitas harian, pemberian contoh perilaku positif, serta penerapan pola pengasuhan yang tetap dan sesuai kebutuhan anak. Hasil menunjukkan bahwa anak yang mendapat perhatian intensif di rumah mampu menunjukkan minat belajar yang tinggi, lebih percaya diri, serta mudah menyesuaikan diri dalam kegiatan sekolah. Selain itu, kebiasaan religius dan moral yang dibangun dalam keluarga turut membentuk sikap saling menghargai, peduli, dan memiliki empati terhadap orang lain. Kerja sama yang baik antara keluarga dan lembaga PAUD juga memperkuat perkembangan anak. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa peran orang tua harus dilakukan secara terarah dan berkesinambungan agar pendidikan anak usia dini menghasilkan perkembangan optimal pada tahap selanjutnya.
Abstract:Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pengaruh pergaulan bebas dan tekanan teman sebaya terhadap perilaku remaja di Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dengan teknik wawancara…
cara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pergaulan remaja cenderung bebas dan tidak terkontrol, ditandai dengan kebiasaan nongkrong malam, mencoba rokok atau minuman beralkohol, serta mengikuti tren media sosial tanpa pengawasan. Tekanan teman sebaya memperkuat kecenderungan tersebut melalui ajakan, bujukan, dan rasa takut dikucilkan. Proyek penyuluhan yang dilaksanakan sebagai tindak lanjut penelitian membantu meningkatkan pemahaman remaja mengenai bahaya pergaulan bebas dan strategi menghadapi tekanan sebaya. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam membentuk perilaku remaja yang positif dan mencegah penyimpangan sosial.
Abstract:Pengembangan karakter peserta didik SMP merupakan kebutuhan mendesak seiring dengan dinamika perkembangan remaja awal yang rentan terhadap permasalahan perilaku dan sosial. Meskipun layanan Bimbingan dan Konseling memiliki…
ki peran strategis dalam pembentukan karakter, implementasinya di sekolah belum sepenuhnya optimal karena lemahnya pengelolaan layanan dan kurangnya integrasi dengan program pengembangan karakter sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep pengembangan karakter peserta didik SMP, menganalisis peran layanan Bimbingan dan Konseling, serta merumuskan strategi optimalisasi layanan Bimbingan dan Konseling dari perspektif manajemen layanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan melalui analisis literatur jurnal nasional yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa optimalisasi layanan Bimbingan dan Konseling dapat dilakukan melalui penerapan manajemen layanan yang sistematis, integrasi nilai karakter dalam layanan dasar, responsif, dan perencanaan individual, serta penguatan kolaborasi antara guru Bimbingan dan Konseling, guru, dan orang tua. Temuan ini menegaskan bahwa pengelolaan layanan Bimbingan dan Konseling berbasis manajemen mampu memperkuat efektivitas pengembangan karakter peserta didik SMP secara berkelanjutan. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa layanan Bimbingan dan Konseling yang dikelola secara optimal berpotensi menjadi instrumen utama dalam pembentukan karakter peserta didik di tingkat SMP.
Abstract:Penelitian ini bertujuan menganalisis kendala yang dihadapi guru Geografi di SMA Swasta Eria Medan dalam melaksanakan evaluasi pembelajaran abad ke-21 yang mengintegrasikan prinsip Higher Order Thinking Skills (HOTs) dan…
Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK). Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui wawancara, observasi, serta telaah dokumen perangkat evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah melaksanakan evaluasi secara terencana dan sesuai kurikulum, mencakup penilaian formatif, sumatif, sikap, dan keterampilan. Namun, penerapan soal HOTs masih terbatas karena rendahnya kemampuan analisis siswa, kurangnya pelatihan guru, serta minimnya sarana teknologi pendukung. Evaluasi berbasis TPACK mulai diterapkan melalui Google Form dan platform digital lain, tetapi belum optimal akibat keterbatasan jaringan dan fasilitas sekolah. Penelitian ini menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi guru, penyediaan sarana digital, serta kolaborasi MGMP untuk memperkuat implementasi evaluasi sesuai tuntutan pembelajaran abad ke-21.
Abstract:Adapun tujuan penelitian ini yaitu bertujuan untuk menganalisis kendala yang dihadapi guru dalam melaksanakan pembelajaran pada evaluasi pelajaran Geografi di sekolah MAN 2 MODEL MEDAN. Didalam penelitian kami melakukan…
kan dengan menggunakan metode deskriptif melalui pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan observasi terhadap guru pada mata pelajaran Geografi. Adapun hasil dari penelitian yang kami dapat yaitu yang menunjukkan bahwa proses perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran pada mata pelajaran evaluasi telah mengacu pada Capaian Pembelajaran (CP), Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), serta prinsip Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK). Guru juga memanfaatkan beberapa berbagai media digital seperti Google Form, Quizizz, Educaplay, dan Exambro. Namun, juga guru evaluasi ini juga masih ada beberapa menghadapi masalah/kendala.Adapun masalah atau kendala yang sering dihadapi guru yaitu seperti: Keterbatasan Kompetensi Digital dan Pedagogik, Kurangnya Pelatihan Profesional, Minimnya Fasilitas Sekolah, Resistensi terhadap Perubahan, Waktu yang Terbatas.Selain itu, ada juga beberapa penerapan soal yang berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTs) masih terbatas pada level C3 dan belum optimal mencapai C4–C6. Kendala teknis seperti ketidakmerataan kepemilikan perangkat siswa yang selalu memengaruhi efektivitas evaluasi daring. Jadi penelitian ini dapat disimpulkan bahwa peningkatan fasilitas, pelatihan guru, serta penguatan kerja sama antara sekolah dan perguruan tinggi dalam menghadapi kendala harus memerlukan pendukung untuk evaluasi pembelajaran Geografi, supaya dapat lebih efektif, terstandar, dan relevan dalam evaluasi pembelajaran abad ke-21 berbasis HOTS dan TPACK.