Abstract:Kepemimpinan spiritual menjadi salah satu pendekatan penting dalam pengembangan pendidikan Islam di tengah kompleksitas tantangan manajerial dan moral lembaga pendidikan. Pendekatan ini menempatkan nilai-nilai spiritual…
sebagai fondasi dalam proses kepemimpinan, sehingga pengelolaan pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian administratif, tetapi juga pada pembentukan budaya dan karakter kelembagaan yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepemimpinan spiritual dalam pengembangan pendidikan Islam di MTsN 2 Kota Kediri. Fokus penelitian diarahkan pada bagaimana nilai, sikap, dan praktik kepemimpinan spiritual diwujudkan dalam pengelolaan lembaga serta implikasinya terhadap pengembangan pendidikan Islam secara menyeluruh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi yang melibatkan kepala madrasah, guru, dan tenaga kependidikan. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menerapkan teknik triangulasi untuk menjaga keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan spiritual di MTsN 2 Kota Kediri berperan signifikan dalam membangun budaya religius, memperkuat etos kerja pendidik, serta mengarahkan pengambilan keputusan berbasis nilai-nilai spiritual dan etika Islam. Kepemimpinan spiritual tidak hanya berfungsi sebagai penggerak moral, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam pengembangan pendidikan Islam yang berkelanjutan. Penelitian ini menegaskan bahwa kepemimpinan spiritual memiliki implikasi penting bagi manajemen pendidikan Islam, khususnya dalam menciptakan integrasi antara efektivitas manajerial dan nilai-nilai spiritual. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dan praktis bagi pengembangan model kepemimpinan pendidikan Islam di lembaga pendidikan.
Abstract:Perkembangan teknologi informasi memberikan peluang besar dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran di sekolah. Salah satu bentuk pemanfaatan teknologi tersebut adalah penggunaan aplikasi Canva sebagai media pembelajaran.…
ajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan aplikasi Canva dalam meningkatkan minat belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan naratif, yang dilakukan di SMA Negeri 3 Pematangsiantar. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi selama proses pembelajaran berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran berbasis Canva mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menarik, interaktif, dan tidak membosankan. Siswa terlihat lebih antusias, aktif bertanya, serta terlibat langsung dalam kegiatan pembelajaran melalui pembuatan desain menggunakan Canva. Dengan demikian, pemanfaatan aplikasi Canva sebagai media pembelajaran dapat meningkatkan minat belajar siswa serta mendukung terciptanya proses pembelajaran yang lebih efektif dan inovatif.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemanfaatan Discord sebagai portal pembelajaran terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran Gambar Teknik Manufaktur di SMK Negeri 1 Padang. Penelitian menggunakan…
n pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment berbentuk posttest-only control group design. Sampel penelitian terdiri atas 60 siswa kelas XI Teknik Pemesinan yang terbagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen mengikuti pembelajaran menggunakan Discord sebagai portal pembelajaran, sedangkan kelompok kontrol menggunakan pembelajaran konvensional. Pengumpulan data dilakukan melalui angket minat belajar siswa yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan Discord sebagai portal pembelajaran berpengaruh signifikan terhadap minat belajar siswa, dengan nilai signifikansi 0,000 (<0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa integrasi Discord dalam pembelajaran mampu meningkatkan keterlibatan dan ketertarikan siswa dalam pembelajaran Gambar Teknik Manufaktur.
Abstract:Manajemen sarana dan prasarana pendidikan merupakan salah satu faktor penting dalam menunjang efektivitas proses pembelajaran dan peningkatan mutu pendidikan di sekolah. Dalam konteks tersebut, kepala sekolah memiliki peran…
ran strategis sebagai pemimpin dan manajer yang bertanggung jawab terhadap perencanaan, pengadaan, pemanfaatan, pemeliharaan, serta evaluasi sarana dan prasarana pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepala sekolah dalam manajemen sarana dan prasarana pendidikan berdasarkan kajian pustaka dari berbagai penelitian terdahulu yang relevan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dengan menelaah artikel jurnal nasional berbahasa Indonesia yang terbit paling lambat tahun 2020 dan memiliki keterkaitan dengan topik penelitian. Teknik analisis data dilakukan melalui pengumpulan, klasifikasi, dan sintesis temuan penelitian untuk memperoleh gambaran komprehensif mengenai praktik dan kecenderungan pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan oleh kepala sekolah. Hasil kajian menunjukkan bahwa peran kepala sekolah sangat menentukan efektivitas manajemen sarana dan prasarana, terutama dalam aspek perencanaan berbasis kebutuhan, koordinasi dalam pengadaan, pengawasan pemanfaatan, serta evaluasi dan pemeliharaan berkelanjutan. Namun demikian, masih ditemukan kesenjangan kajian yang menunjukkan bahwa beberapa penelitian lebih menekankan aspek administratif dibandingkan peran kepemimpinan strategis kepala sekolah. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi konseptual dalam memperkaya kajian tentang kepemimpinan kepala sekolah dalam manajemen sarana dan prasarana pendidikan.
Abstract:Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mengetahui Penerapan Model Pembelajaran Aktif dan Kereatif Untuk Meningkatkan Pemahaman Nilai-nilai Pancasila Pada Siswa Sekilah Dasar. kelas I semester genap MI NT Tibu…
u Lampit tahun pelajaran 2025/2026. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah siswa kelas I pada semester gnap tahun pelajaran 2025/2026 yang berjumlah 20 orang siswa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Data mengenai hasil belajar siswa dikumpulkan melalui tes hasil belajar. Data yang telah dikumpulkan tersebut dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada siklus I jumlah siswa 20 orang, yang lulus 8 orang dan yang tidak lulus 12 orang, Persentase kelulusan pada siklus I sejumlah 40% dan ketidaklulusan sejumlah 60%, karena belum memenuhi standar yang kami targetkan maka dilakukan penelitian kedua pada siklus II. Data yang diperoleh pada siklus II dengan jumlah siswa 20 orang, yang lulus 13 orang dan yang tidak lulus 7 orang, dengan persentase kelulusan 65% serta ketidaklulusan 35%. Karena belum merasa tuntas, peneliti melakukan penelitian kembali pada siklus III yang jumlah siswanya 20 orang, siswa yang lulus 18 orang, dengan persentase ketuntasan 90%.
Abstract:Perilaku mencontek dalam ujian merupakan masalah yang berdampak pada integritas akademik dan kualitas proses pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk perilaku mencontek siswa serta faktor individual dan…
lingkungan pendidikan yang melatarbelakanginya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan siswa dan guru, observasi pelaksanaan ujian, serta studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku mencontek muncul dalam berbagai bentuk, baik individual maupun kolektif, dan cenderung dipersepsikan sebagai praktik yang wajar dalam situasi tertentu. Faktor individual yang memengaruhi perilaku tersebut meliputi kecemasan akademik, rendahnya kepercayaan diri, serta orientasi belajar yang menekankan capaian nilai. Sementara itu, faktor lingkungan pendidikan seperti lemahnya pengawasan ujian, ketidaktegasan penegakan aturan, dan budaya sekolah yang berorientasi pada hasil turut memperkuat toleransi terhadap mencontek. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perilaku mencontek merupakan fenomena sistemik yang memerlukan pendekatan integratif melalui penguatan integritas akademik, pembenahan sistem evaluasi, dan penciptaan iklim pembelajaran yang menjunjung tinggi kejujuran
Abstract:Penelitian ini menguraikan tentang hubungan antara Tujuan Pendidikan Nasional dengan Pendidikan Kristen Anak Usia Dini. Latar belakang penelitian ini berangkat dari pemahaman bahwa masa anak usia dini adalah masa emas dalam…
lam proses membangun karakter, moral, dan spiritual anak. Pada tahap ini, perkembangan anak berlangsung sangat cepat, sehingga nilai-nilai dasar yang ditanamkan akan sangat memengaruhi kepribadian mereka di masa depan. Dalam konteks pendidikan di Indonesia, Tujuan Pendidikan Nasional menegaskan pentingnya membentuk manusia yang memikiki iman, bertakwa, dan berakhlak mulia. Hal ini sebenarnya sejalan dengan Pendidikan Kristen yang juga berfokus pada pembentukan karakter Kristiani, pengenalan akan kasih Allah, serta pertumbuhan iman sejak usia dini. Karena itu, penting untuk melihat bagaimana kedua hal ini saling terkait dan bagaimana sinmandiri, demokratis, dan bertanggung jawab. Selain itu, pendidikan Kristen anak usia dini berfokus pada penanaman iman, kasih, dan nilai moral yang bersumber dari Alkitab.Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka. Data diperoleh dari dokumen resmi pendidikan nasional serta literatur pendidikan Kristen anak usia dini yang terbit dalam sepuluh tahun terakhir. Analisis dilakukan dengan membandingkan dan melihat relevansi antara tujuan pendidikan nasional dengan praktik pendidikan Kristen anak usia dini.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat titik temu yang jelas antara keduanya, terutama dalam aspek spiritualitas, moralitas, dan pengembangan karakter. Pendidikan Kristen anak usia dini dapat menjadi salah satu bentuk implementasi nyata dari tujuan pendidikan nasional, karena selain menanamkan nilai iman, juga mendukung perkembangan kognitif, afektif, dan psikomotorik anak. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi kerangka tujuan pendidikan nasional dengan perspektif pendidikan Kristen, yang sebelumnya belum banyak dikaji.Penelitian ini memberikan kontribusi berupa pemahaman yang lebih komprehensif bagi guru, lembaga pendidikan Kristen, dan pembuat kebijakan dalam merancang kurikulum serta strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan anak usia dini sekaligus selaras dengan tujuan pendidikan nasional.
Abstract:Pendidikan sekolah dasar memiliki peran strategis dalam membentuk fondasi pengetahuan sikap dan keterampilan peserta didik sehingga pengembangan kurikulum perlu dilakukan secara relevan dan adaptif terhadap karakteristik…
peserta didik serta dinamika kebijakan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan berbagai model serta tahapan pengembangan kurikulum yang relevan bagi sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif melalui studi kepustakaan yang bersumber dari buku jurnal ilmiah nasional dan dokumen kebijakan pendidikan. Data dianalisis dengan mengidentifikasi mengelompokkan serta membandingkan karakteristik dan tahapan pengembangan kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat satu model pengembangan kurikulum yang dapat diterapkan secara seragam di seluruh sekolah dasar. Model grass roots relevan dalam pengembangan kurikulum berbasis sekolah karena menekankan partisipasi guru dan penyesuaian terhadap kebutuhan lokal sedangkan Kurikulum Merdeka memberikan kerangka pengembangan kurikulum yang fleksibel dengan penekanan pada kompetensi esensial dan pembelajaran berdiferensiasi. Selain itu pemilihan model pengembangan kurikulum perlu disesuaikan dengan karakteristik mata pelajaran sehingga pendekatan integratif menjadi strategi yang paling relevan dalam mengembangkan kurikulum sekolah dasar yang adaptif kontekstual dan berkelanjutan.
Abstract:Pola mengasuh orang tua sangat penting untuk perkembangan emosi anak. Cara orang tua mendidik, membimbing, dan berinteraksi dengan anak akan mempengaruhi kemampuan anak untuk mengidentifikasi, mengendalikan, dan mengungkapkan…
apkan emosi mereka secara sehat. Pola pengasuhan yang buruk dapat menghambat perkembangan emosi anak dan menyebabkan masalah perilaku. Sebaliknya, perkembangan emosi yang baik membantu anak memiliki rasa percaya diri, empati, kestabilan emosi, dan kemampuan beradaptasi dalam lingkungan sosial. Hasil kajian menunjukkan bahwa pola pengasuhan demokratis, yang tekanan keseimbangan antara kasih sayang, komunikasi yang terbuka, dan disiplin yang konsisten, memberikan dampak yang paling positif terhadap perkembangan emosi anak. Anak-anak yang dibesarkan dengan pola asuh ini cenderung memiliki pengendalian emosi yang baik, mampu membangun hubungan sosial yang sehat, dan menunjukkan sikap tanggung jawab. Namun pola asuh yang otoriter dan permisif dapat berdampak negatif terhadap perkembangan emosi anak, seperti kecemasan, rendahnya kepercayaan diri, dan kesulitan dalam mengelola emosi. Oleh karena itu, sangat penting untuk memiliki pola asuh yang penuh kasih sayang, bijaksana, dan bertanggung jawab agar perkembangan emosi anak dapat berkembang secara optimal untuk membantu membangun karakter yang sehat dalam keluarga dan masyarakat.
Abstract:Bullying merupakan salah satu masalah serius yang sering terjadi di lingkungan pendidikan, terutama pada kalangan remaja. Perilaku bullying dapat berupa kekerasan fisik, verbal, sosial, maupun digital (cyberbullying) yang…
g berdampak pada perkembangan psikologis dan sosial korban. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran penting pendidikan karakter dalam mencegah tindakan bullying di sekolah serta memberikan gambaran mengenai strategi yang efektif dalam implementasinya. Melalui pendekatan kualitatif berbasis studi literatur, jurnal ini membahas nilai-nilai karakter seperti empati, toleransi, integritas, dan tanggung jawab sebagai fondasi penting untuk membangun lingkungan sekolah yang harmonis dan bebas dari kekerasan. Hasil analisis menunjukkan bahwa pendidikan karakter memiliki kontribusi signifikan dalam mengurangi perilaku agresif siswa melalui penguatan nilai moral, pembentukan budaya positif, dan peningkatan keterampilan sosial. Oleh karena itu, pengintegrasian pendidikan karakter secara konsisten dalam kurikulum menjadi salah satu strategi yang paling efektif dalam pencegahan bullying.