Search Articles & Publications

Showing 62 articles found for "Paradigma"

PERJALANAN SPIRITUALITAS HENRICUS LEVEN DAN SPIRITUAL KEHIDUPAN MANUSIA

Donatus Daga, Adrianus Tolan Kayan, Nelci Halla
Abstract: Artikel ini mengangkat dan mengkaji secara mendalam perjalanan spiritualitas Henricus Leven, seorang tokoh yang dikenal memiliki kedalaman refleksi batin, ketekunan dalam pencarian makna hidup, serta kemampuan untuk memadukan… dukan pengalaman spiritual dengan tantangan realitas modern.Spiritualitas dalam pandangan Henricus Leven tidak hanya berkaitan dengan ritual keagamaan atau praktik ibadah, tetapi juga mencakup seluruh aspek kehidupan manusia: hubungan dengan Tuhan, sesama, alam, serta kehidupan batin yang paling personal. Leven melihat spiritualitas sebagai sebuah perjalanan panjang yang penuh dengan proses pengenalan diri, pergulatan, keheningan, kesadaran, dan transformasi. Ia memandang bahwa setiap manusia memiliki panggilan untuk menemukan Tuhan dalam pengalaman sehari-hari, baik melalui keberhasilan maupun kegagalan, melalui kebahagiaan maupun penderitaan. Pemahaman ini membuat spiritualitas menjadi sesuatu yang dekat, membumi, dan dapat dialami oleh siapa pun.Dalam artikel ini, dilakukan kajian mendalam mengenai bagaimana perjalanan spiritualitas dapat mempengaruhi kehidupan manusia. Spiritualitas tidak hanya memperkaya kehidupan religius seseorang tetapi juga membentuk karakter, etika, pola pikir, dan cara manusia memaknai hidup. Spiritualitas berperan sebagai fondasi moral dan emosional yang menguatkan manusia ketika menghadapi kesulitan, tekanan hidup, kekecewaan, serta perubahan zaman. Selain itu, artikel ini juga mengangkat pandangan para ahli tentang definisi spiritualitas yang semakin berkembang seiring perubahan paradigma ilmu pengetahuan modern. Para ahli melihat spiritualitas sebagai pencarian makna, hubungan pribadi dengan yang transenden, dimensi terdalam manusia, serta kesadaran akan tujuan hidup.

AKSIOLOGI ILMU BEBAS NILAI (POSITIVISME) VS TERIKAT NILAI (ISLAM)

Rozi Siregar, Sri Murhayati
Abstract: Filsafat adalah berpikir dengan mendalam. Dalam pemahaman bahwa ketika seseorang berfilsafat maka ia akan melakukannya secara mendalam, yaitu dengan segenap usaha yang maksimal, segenap eksistensi, segenap kemampuan, segenap… enap kekuatan, dan dengan seluruh apa yang dipikirkannya. Salah satu cabang filsafat ilmu yang mempertanyakan bagaiman manusia menggunakan ilmunya disebut aksiologi. Aksiologi mencoba untuk mencapai hakikat dan manfaat yang ada dalam suatu pengetahuan. Aksiologi merupakan cabang filsafat yang membahas tentang nilai atau disebut juga teori nilai. Nilai sendiri adalah kualitas yang terdapat dalam suatu objek sehingga dapat dianggap sebagai bernilai atau tidak bernilai.  Penelitian ini membahas tentang Aksiologi Ilmu Bebas Nilai (Positivisme) vs Terikat Nilai (Islam). Metode yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah ini Adalah penelitian Pustaka Library Research. Paradigma ilmu bebas nilai (value free) mengatakan bahwa ilmu itu bersifat otonom yang tidak memiliki keterkaitan sama sekali dengan nilai. Bebas nilai artinya setiap kegiatan ilmiah harus didasarkan pada hakikat ilmu pengetahuan itu sendiri. Dalam pandangan ilmu yang bebas nilai, eksplorasi alam tanpa batas bisa jadi dibenarkan untuk kepentingan ilmu itu sendiri, seperti juga ekpresi seni yang menonjolkan pornografi dan pornoaksi adalah sesuatu yang wajar karena ekspresi tersebut semata-mata untuk seni. Penjelasan terikat nilai Islam dalam perspektif filsafat menunjukkan bahwa setiap pembahasan filsafat harus berpijak pada wahyu, menggunakan akal secara seimbang, dan diarahkan untuk kemaslahatan.

PARADIGMA KUHN DAN DINAMIKA PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN: ANALISIS FILSAFAT ILMU DALAM PERSPEKTIF REVOLUSI ILMIAH

Marno, Susanti, Rahmi, Chotimah, Umi, Yosef, Yosef
Abstract: Perkembangan ilmu pengetahuan telah menjadi arena diskusi filosofis sepanjang sejarah. Thomas S. Kuhn, melalui karyanya The Structure of Scientific Revolutions, menawarkan pemahaman baru tentang bagaimana ilmu berubah dari… ri satu periode ke periode lainnya melalui mekanisme paradigma, normal science, anomali, krisis, dan revolusi ilmiah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemikiran Kuhn secara komprehensif berdasarkan dokumen “Paradigma Kuhn” yang diunggah, kemudian memperkaya analisis tersebut dengan literatur ilmiah terbaru. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan analisis isi. Hasil kajian menunjukkan bahwa paradigma memegang peran sentral dalam mengarahkan cara ilmuwan bekerja, memecahkan teka-teki ilmiah, serta menentukan kriteria kebenaran ilmiah. Perubahan paradigma bukan proses kumulatif, melainkan lompatan revolusioner yang terjadi ketika anomali tak dapat lagi diselesaikan dalam kerangka teori lama. Kritik Kuhn terhadap Karl Popper menegaskan bahwa dinamika ilmu lebih bersifat historis dan sosiologis dibandingkan rasional-matematis semata. Temuan ini menegaskan pentingnya pemikiran Kuhn bagi penelitian kontemporer, terutama dalam memahami dinamika perubahan ilmu serta implikasinya terhadap metodologi penelitian modern.

KOMUNIKASI PENDIDIKAN DI ERA DIGITAL: SEBUAH KAJIAN KONSEPTUAL TENTANG TRANFORMASI INTERAKSI EDUKATIF

Asiyah, Gita Tamara, Shafiyah Binti Nur Ikhwan, Suci Pebriani, Zahra Ulfah Nasution, Ere Mardella Arbiani
Abstract: Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam pola komunikasi pendidikan. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis secara konseptual bagaimana transformasi digital memengaruhi bentuk, arah, dan efektivitas… fektivitas interaksi edukatif antara pendidik dan peserta didik. Pendekatan konseptual digunakan untuk meninjau berbagai teori komunikasi pendidikan dan relevansinya dalam konteks digitalisasi pembelajaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa komunikasi pendidikan di era digital tidak hanya ditandai oleh penggunaan media baru, tetapi juga oleh perubahan paradigma interaksi yang lebih kolaboratif, interaktif, dan fleksibel. Peran pendidik bergeser dari sekadar penyampai informasi menjadi fasilitator pembelajaran, sementara peserta didik berperan lebih aktif dalam proses konstruksi pengetahuan. Dengan demikian, transformasi komunikasi pendidikan di era digital menuntut adaptasi kompetensi digital, literasi media, serta penguatan etika komunikasi dalam ruang virtual.

STRATEGI DIGITAL MARKETING PUNTANG COFFEE DALAM MEMBANGUN BRAND AWARENESS DI TIKTOK (Studi Kasus Media Sosial TikTok @puntangcoffee.id)

Syahrul Firmansah, Saiful Hadi, Affan Neskisyah Ramadhan, Hendar Rubedo
Abstract: Fenomena meningkatnya penggunaan TikTok sebagai media promosi dan penjualan menghadirkan peluang besar bagi berbagai brand, termasuk Puntang Coffee. Namun, strategi digital marketing yang diterapkan oleh Puntang Coffee menunjukkan… enunjukkan adanya penurunan efektivitas, terlihat dari inkonsistensi performa konten dan rendahnya capaian brand awareness. Beberapa penelitian terdahulu telah membuktikan efektivitas digital marketing dalam meningkatkan daya saing UMKM, membangun brand awareness, dan memperkuat loyalitas pelanggan melalui media sosial. Akan tetapi, sebagian besar penelitian tersebut berfokus pada Instagram atau platform digital lain, sehingga belum banyak yang mengkaji secara mendalam strategi digital marketing berbasis TikTok pada brand kopi premium. Inovasi penelitian ini adalah menganalisis strategi digital marketing Puntang Coffee melalui TikTok dengan pendekatan Integrated Marketing Communication (IMC), yang menekankan storytelling, keaslian konten, identitas merek, serta pemanfaatan fitur TikTok Shop dan hashtag khas #PantangPulangTanpaKopiPuntang. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan perencanaan, implementasi, dan evaluasi strategi digital marketing Puntang Coffee dalam membangun brand awareness di TikTok. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dengan metode kualitatif studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model analisis tematik Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi Puntang Coffee terbukti mampu menjaga eksistensi merek dan meningkatkan interaksi audiens melalui konten kreatif berbasis tren TikTok. Namun, keberhasilan tersebut masih menghadapi tantangan berupa konsistensi dan keberlanjutan inovasi konten agar pertumbuhan brand awareness dapat dipertahankan di tengah persaingan digital yang semakin ketat. Kata kunci: Digital Marketing, Brand Awareness, TikTok, Puntang Coffee, IMC

THE ROLE OF ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) TECHNOLOGY IN IMPROVING THE QUALITY OF LEARNING MANAGEMENT IN THE DIGITAL ERA

Hermawan, Wawan, Endrawati, Eli, Nuarida, Eva Bella
Abstract: The digital technology revolution has catalyzed a fundamental paradigmatic transformation in the global education ecosystem, creating a new era where technology integration has become a strategic imperative in effective… and sustainable learning management. One of the most disruptive technological innovations that has become the primary focus in educational transformation is Artificial Intelligence (AI), which has demonstrated extraordinary potential in revolutionizing various aspects of learning management through sophisticated adaptive capabilities, deep learning personalization, and comprehensive administrative automation. This research aims to comprehensively and systematically examine the multidimensional role of AI in enhancing the quality of learning management in the digital era, with in-depth analytical focus on three fundamental pillars: strategic learning planning, pedagogical process implementation, and learning outcome evaluation. The research methodology employs a rigorous Systematic Literature Review (SLR) approach, analyzing over 150 high-quality scientific articles from leading national and international journals published between 2014-2024, utilizing a thematic synthesis framework to identify emergent patterns and significant trends in AI implementation in education. Research findings reveal that AI implementation in learning management produces multifaceted transformative impacts, including significant improvements in pedagogical decision-making quality through predictive analytics and data-driven insights, strengthening the strategic role of teachers as adaptive and responsive learning facilitators, and expanding democratic learning accessibility through adaptive learning systems and intelligent tutoring systems technologies. AI has also proven effective in optimizing educational resource allocation, enhancing student engagement through intelligent gamification, and facilitating inclusive and equitable learning. However, this research also identifies complex challenges that must be addressed in AI implementation, including significant technological infrastructure gaps particularly in remote areas, limitations in educators' digital literacy affecting technology adoption, and ethics and data privacy issues requiring comprehensive regulatory frameworks. The implications of this research emphasize the need for a holistic and structured approach in integrating AI into educational systems, considering technological, pedagogical, and socio-cultural aspects in a balanced manner to achieve sustainable and positively impactful educational transformation.

ANALISIS PERBANDINGAN PARADIGMA EVALUASI PEMBELAJARAN BAHASA ARAB TEORI DAN URGENSINYA

Liling, Muhammad Riswan, Herdah, Herdah
Abstract: Evaluasi pembelajaran merupakan komponen krusial dalam menentukan keberhasilan pendidikan Bahasa Arab di tengah dinamika perubahan kurikulum dan tantangan global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan… berbagai paradigma evaluasi pembelajaran Bahasa Arab, meninjau landasan teorinya, serta mengkaji urgensinya dalam meningkatkan kualitas instruksional. Melalui metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, artikel ini membedah berbagai model evaluasi, mulai dari model tradisional yang cenderung berfokus pada hasil akhir (tes tulis) hingga model komprehensif seperti CIPP (Context, Input, Process, Product) yang mengevaluasi keseluruhan sistem pembelajaran. Temuan penelitian menunjukkan bahwa paradigma evaluasi yang efektif harus mengintegrasikan elemen kognitif seperti metakognisi dan umpan balik formatif untuk menciptakan pembelajaran yang lebih responsif dan bermakna. Urgensi evaluasi tidak hanya terletak pada pengukuran tingkat penguasaan materi oleh siswa, tetapi juga sebagai alat bagi pendidik untuk melakukan perbaikan berkelanjutan terhadap strategi pengajaran agar tetap adaptif terhadap kebutuhan zaman. Penelitian ini merekomendasikan transisi dari paradigma evaluasi yang bersifat statis menuju model evaluasi adaptif yang menyeimbangkan indikator kognitif, afektif, dan psikomotorik secara menyeluruh.

TERRORISM AS AN ASYMMETRIC WARFARE STRATEGY: THE CHECHEN WAR AND THE STRATEGIC ROLE OF SHAMIL BASAYEV

Muhamad Shamil Bashayev
Abstract: The Chechen War represents a paradigmatic case of asymmetric warfare in which terrorism was employed as a strategic instrument by non-state actors. This article examines terrorism not merely as ideological extremism, but… as a coercive strategy shaped by structural power asymmetries between Chechen separatist groups and the Russian state. Using a qualitative historical approach combined with literature review and critical discourse analysis, the study analyzes the role of Shamil Basayev through the Budennovsk hostage crisis (1995) and the Kizlyar–Pervomayskoye attack (1996) as key turning points in the Chechen conflict. The findings demonstrate that terrorism functioned as an effective short-term tactic by generating political pressure and public attention, while simultaneously producing long-term strategic costs in the form of international delegitimization and intensified state repression. This article concludes that terrorism in asymmetric warfare exhibits a strategic paradox: it may be rational and effective in specific contexts, yet ultimately counterproductive to long-term political objectives.

PARADIGM AND RATIONALITY: CRITICAL REVIEW OF THE THOUGHTS OF THOMAS KUHN AND IBNU RUSYD

Lalu Ibnurusd Al Hafied
Abstract: This article critically examines the thoughts of Thomas Kuhn and Ibn Rushd in order to understand the epistemological structure and dynamics of science, by highlighting two fundamental concepts: paradigm and rationality.… Thomas Kuhn, through his theory of scientific revolutions , argued that the development of science does not occur linearly and cumulatively, but rather through paradigm leaps triggered by internal crises in the scientific community and resolved through collective consensus. On the other hand, Ibn Rushd, as a representative of rationalist philosophers in the classical Islamic thought treasury, places reason and logic as universal epistemic foundations in revealing scientific truth, and firmly rejects the dominance of theological authority that hinders freedom of thought. This study reveals that although both come from different traditions and historical contexts, there is a common ground in the critical attitude towards intellectual stagnation and the drive to open up space for renewal of thought. However, epistemologically, both show sharp divergences: Kuhn is based on contextual paradigmatic relativism, while Ibn Rushd is rooted in transhistorical rational objectivism. Using a comparative-philosophical approach, this article concludes that a critical synthesis of the two views can enrich contemporary discourse on the foundations and direction of the development of science.  

Membangun Pemahman yang Koheren mengenai Iman Kristen kepada Generasi Milenial di Era Digital

Merfin Bengkiuk, Margareth Julia Malelak, Margarita Tenis, Marni Tauho, Yenry Anastasia Pellondou
Abstract: Massive digital transformation has reshaped patterns of interaction, modes of thinking, and the spiritual construction of the millennial generation, thereby creating serious challenges for the church in nurturing a mature,… e, authentic, and contextually relevant Christian faith. The abundance of information, instant culture, and growing skepticism toward religious institutions raise a critical research problem concerning how to formulate effective strategies to develop a theologically sound understanding of faith that is also adaptive to digital culture. This study aims to construct a strategic approach that bridges faith tradition and digital dynamics through a qualitative-reflective method based on recent theological literature and critical observation of digital ministry practices. The analysis identifies four primary strategies: contextual proclamation of faith, optimization of digital platforms as spaces for testimony and education, formation of supportive online communities, and strengthening digital and theological literacy among church leaders. The findings indicate that millennials possess a deep spiritual longing but seek integrity, open dialogue, and practical relevance of faith in daily life. The study concludes that a paradigmatic transformation of church ministry is necessary by positioning digital space as a participatory and dialogical locus of spiritual formation, while the novelty of this research lies in the systematic integration of theological reflection and contextual digital pastoral strategies as an adaptive ministry model for the millennial generation in the era of technological disruption.