Search Articles & Publications

Showing 244 articles found for "Penurunan"

ANALISIS FAKTOR PENYEBAB PENURUNAN MINAT SISWA PADA MADRASAH TSANAWIYAH AL-MAWASIR PADANG KALUA LAMASI KABUPATEN LUWU

Baharuddin, Nurlianti Andi, Mustafa, Mustafa, Firmansyah, Firmansyah, Nursaeni, Nursaeni, Baderiah, Baderiah
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor internal dan faktor eksternal yang menyebabkan penurunan minat siswa pada Madrasah Tsanawiyah Al-Mawasir Padang Kalua Lamasi Kabupaten Luwu. Penurunan jumlah peserta didik… ik selama lima tahun terakhir, dari 105 siswa pada Tahun Pelajaran 2021/2022 menjadi 56 siswa pada Tahun Pelajaran 2025/2026, menjadi indikator awal adanya permasalahan yang perlu ditelusuri secara mendalam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data primer diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dengan satu kepala madrasah, dua orang guru, dan empat informan masyarakat atau orang tua yang memilih menyekolahkan anaknya di sekolah lain. Data sekunder berasal dari dokumen jumlah peserta didik, data sarana dan prasarana, serta profil madrasah. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal yang berkaitan dengan penurunan minat siswa adalah keterbatasan variasi program akademik tambahan dan ekstrakurikuler, sarana pendukung olahraga dan kegiatan siswa yang belum memadai, serta keterbatasan media pembelajaran berbasis teknologi. Faktor eksternal meliputi persaingan dengan sekolah lain yang memiliki program dan fasilitas lebih beragam, pengaruh lingkungan pertemanan dari sekolah dasar, peran informasi dari mulut ke mulut, serta kondisi sosial ekonomi masyarakat yang turut memengaruhi pertimbangan biaya dan aksesibilitas.

INOVASI PELAYANAN PUBLIK BERBASIS E-GOVERNMENT PADA APLIKASI IARPUSGORONTALO DI DINAS KEARSIPAN DAN PERPUSTAKAAN PROVINSI GORONTALO

Daimun, Faisal, Abdussamad, Juriko, Nani, Yacob Noho
Abstract: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian berjumlah 7 orang… ang yang terdiri dari Kepala Dinas, Kepala Bidang Perpustakaan, Pustakawan Ahli Madya, Admin/Staf IT, dan Pemustaka/Pengguna Masyarakat. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang mencakup pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui uji kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan aplikasi iArPusGorontalo sebagai inovasi layanan publik berbasis e-government secara keseluruhan belum berjalan secara optimal. Dari sisi persepsi kegunaan, fitur-fitur aplikasi dinilai memadai secara fungsional, namun kesenjangan besar antara koleksi digital yang tersedia sekitar 2.000 judul dengan kebutuhan ideal 40.000 judul menyebabkan manfaat aplikasi belum dirasakan secara penuh oleh pemustaka, yang tercermin dari penurunan jumlah pengguna aktif dari 215 pengguna pada tahun 2024 menjadi 172 pengguna pada tahun 2025. Dari sisi persepsi kemudahan penggunaan, pustakawan menilai aplikasi mudah dipelajari, namun pemustaka masih menghadapi hambatan pada proses login, pendaftaran akun, pemuatan konten, serta keterbatasan infrastruktur jaringan internet dengan kapasitas bandwidth hanya sekitar 50 Mbps dari kebutuhan ideal 100 Mbps dan hanya tersedianya 6 unit komputer untuk pemustaka. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan agar Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo segera memprioritaskan penambahan koleksi digital secara terencana, meningkatkan kapasitas bandwidth minimal hingga 100 Mbps, menambah perangkat komputer bagi pemustaka, mengembangkan media pembelajaran seperti tutorial video, memperluas jangkauan sosialisasi hingga ke sekolah-sekolah dan komunitas masyarakat, serta mengintegrasikan fitur bantuan teknis langsung ke dalam aplikasi agar seluruh lapisan masyarakat dapat memanfaatkan layanan perpustakaan digital secara optimal dan inklusif.

PENERAPAN DAN TANTANGAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) PADA BANK SAMPAH DI INDONESIA

Rita J D Atarwaman, Zahra, Zahra, Nasela, Eka Putri Aulia, Fanath, Muhamad Hamzah, Kamara, Ahmad Dany, Latukau, Halima, Ameth, Surya, Pattiruhu, Mendy Natasya
Abstract: Peningkatan volume sampah yang tidak diimbangi dengan infrastruktur pengelolaan yang memadai menjadi salah satu permasalahan lingkungan utama di Indonesia. Bank sampah hadir sebagai solusi berbasis komunitas, namun keberlanjutannya… lanjutannya sering kali terbentur keterbatasan modal dan manajemen. Program Corporate Social Responsibility (CSR) memiliki potensi strategis untuk mengatasi kendala tersebut, meskipun dalam praktiknya masih menghadapi berbagai hambatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model penerapan CSR pada bank sampah di Indonesia serta mengidentifikasi tantangan utama yang menghambat efektivitas program tersebut. Metode yang digunakan adalah [kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada Bank Sampah X / metode tinjauan pustaka sistematis (systematic literature review)]. Data dikumpulkan melalui [wawancara mendalam dengan pengelola bank sampah dan perwakilan perusahaan, serta analisis dokumen laporan CSR]. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan CSR telah memberikan kontribusi positif dalam bentuk penguatan infrastruktur (seperti penyediaan mesin pencacah plastik dan kendaraan angkut) serta peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan pembukuan. Namun, penelitian ini juga menemukan tantangan krusial, meliputi sifat program CSR yang masih bersifat filantropi jangka pendek, kurangnya monitoring berkala dari pihak korporasi, dan terjadinya penurunan partisipasi warga akibat ketergantungan pada insentif program. Kesimpulannya, keberhasilan jangka panjang CSR pada bank sampah memerlukan transformasi model dari bantuan karitatif menjadi kemitraan strategis yang berfokus pada kemandirian ekonomi sirkular masyarakat.

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PESISIR MELALUI EDUKASI LITERASI KEAGAMAAN ANAK DAN ANALISIS SOSIAL-EKONOMI NELAYAN DI PULAU UNTUNG JAWA

Anwar, Syaiful, Asri, Tika Kartika, Putri, Eidelweijs Adririnjani, Poernomoputri, Tyara Pratiwi, Miharja, Jaja, Irawati, Dwi Oktiana, Cahyono, Dedy Tri, Trissetianto, Andri Catur
Abstract: Literasi dan pendekatan sosial merupakan fondasi penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di wilayah pesisir. Program pengabdian masyarakat ini dirancang untuk memperkuat literasi keagamaan anak pesisir sekaligus… kaligus memetakan dinamika sosial-ekonomi komunitas nelayan lokal di Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Kondisi awal menunjukkan bahwa meskipun sektor pariwisata pulau sangat maju—meraih Juara 2 tingkat nasional dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI)—sektor primer maritim justru mengalami stagnasi berat. Nelayan lokal menghadapi penurunan hasil tangkapan akibat sampah laut dan kendala cuaca musim angin barat, yang memicu ironi ketergantungan pasokan ikan dari daratan utama. Untuk mengatasi tantangan tersebut, tim menerapkan pendekatan pengabdian partisipatif selama tiga hari (5–7 Juli 2026). Pada hari pertama, dilakukan sesi fun learning interaktif melalui 3 jenis games edukatif dan pembagian Al-Qur'an di Pantai Sakura bersama 15 anak pesisir. Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan di TPQ Majelis Ta'lim Al-Ubadah dengan pembagian 16 mushaf Al-Qur'an. Selain itu, wawancara terstruktur dilakukan bersama Kelompok Nelayan Paguyuban untuk memetakan kendala operasional bahari. Program ini berhasil meningkatkan akses literasi keagamaan, memotivasi anak pesisir, serta menghasilkan evaluasi akademis terkait ketimpangan ekonomi wilayah pesisir.

Pengaruh Durasi Penggunaan Media Sosial Instagram Terhadap Komunikasi Interpersonal Remaja Di SMK Az-Zahra

Muhammad Ali Murtadho, Fajar Diah Astuti
Abstract: Perubahan komunikasi yang dipicu oleh media sosial tidak hanya terbatas pada kecepatan dan aksesibilitas, tetapi juga mencakup perubahan dalam bahasa, gaya komunikasi, dan norma sosial. Namun, di sisi lain, penggunaan media&#8230; dia sosial yang intens juga dapat memengaruhi kemampuan komunikasi langsung, seperti kemampuan berbicara secara tatap muka atau memahami isyarat nonverbal, yang merupakan elemen penting dalam komunikasi tradisional. Hal ini menimbulkan kekhawatiran tentang potensi penurunan kualitas interaksi sosial secara langsung di kalangan remaja (Khairiah et al., 2025). Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode cross-sectional. Tehnik pengambilan sampel menggunakan Tehnik Random Sampling dengan total sampel sebanyak 111 remaja. Penelitian ini menggunakan instrument penelitian berupa kueioner durasi penggunaaan media sosial dan komunikasi interpersonal. Hasil: Penelitian ini menunjukan mayorirtas durasi penggunaan media sosial instagram tinggi sebanyak 51 responden (46,%). Dan hasirl penenlitian mayorirtas mengalami pola komunikasi interpersonal berpengaruh sebanyak 64 responden (57.7%). Hasil uji Chi-square tets menunjukan nilai p-value 0,001 < α 0,005 serhirngga Ha dirterrirma dan Ho dirtolak yang artirnya ada pengaruh durasi penggunaan sosial media instagram terhadap perubahan komunikasi remaja di SMK Az Zahra Sepatan.

Karakteristik Epidemiologi Stunting Pada Balita: Analisis Data Survei Status Gizi Indonesia Tahun 2024

Listy Handayani
Abstract: Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia meskipun prevalensinya terus mengalami penurunan. Akan tetapi penurunan angka tersebut belum data pencapai target nasional (14,2%). Penggunaan angka nasional&#8230; al secara umum dapat menutupi kelompok penduduk yang masih menanggung beban stunting lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan menggambarkan karakteristik epidemiologi stunting pada balita di Indonesia. Jenis penelitian adalah kuantitatif deskriptif dengan desain case series. Pengumpulan data menggunakan studi dokumentasi data sekunder dari laporan Survei Status Gizi Indonesia tahun 2024. Data karakteristik yang dikumpulkan berupa umur, jenis kelamin dan faktor sosial ekonomi. Analisis indeks tinggi badan menurut umur mencakup 298.903 balita. Data dianalisis secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi serta persentase. Prevalensi stunting nasional sebesar 19,8%, dengan prevalensi tertinggi pada kelompok usia 24–35 bulan sebesar 24,2%. Prevalensi pada balita laki-laki sebesar 20,8%, lebih tinggi daripada perempuan sebesar 18,6%. Berdasarkan karakteristik sosial ekonomi, prevalensi tertinggi ditemukan pada keluarga dengan kepala rumah tangga tidak sekolah sebesar 30,9%, keluarga nelayan sebesar 28,3%, penduduk perdesaan sebesar 22,7%, dan kelompok ekonomi terbawah sebesar 29,8%. Prevalensi pada kelompok ekonomi terbawah sekitar 2,5 kali lebih tinggi dibandingkan kelompok teratas. Intervensi penurunan stunting perlu dilakukan secara berkelanjutan sejak masa prakonsepsi hingga usia dua tahun, disertai pendampingan yang lebih intensif khususnya bagi kelompok sosial ekonomi rentan.

UNRAVELING ORGANIZATIONAL DECLINE IN ELEMENTARY SCHOOLS: SYSTEMIC ANALYSIS AND BOTG GRAPHS ON STUDENT CRISES IN SD NEGERI 039/IX TANTAN

Lisa Rahmania Dewi, Rinita Istiqomah, Tara Rasha Audhiya, Dedek Rahmi Suci, Dwi Tiarmasari
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai faktor internal dan eksternal penyebab penurunan jumlah peserta didik di SD Negeri 039/IX Tantan, menentukan faktor yang paling dominan, serta mengevaluasi langkah&#8230; penanggulangan yang telah dilakukan sekolah. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi lapangan, studi dokumentasi data Dapodik, dan wawancara mendalam terhadap empat informan kunci yang terdiri dari kepala sekolah dan jajaran guru senior. Analisis data kuantitatif populasi siswa secara longitudinal disajikan menggunakan metode grafik perilaku sepanjang waktu atau Behaviour Overtime Graphs (BOTG). Hasil penelitian menunjukkan adanya tren penurunan populasi siswa yang bersifat linier berkelanjutan selama periode enam tahun ajaran terakhir (2019/2020 hingga 2025/2026), dengan jumlah akhir hanya tersisa 24 siswa aktif. Faktor internal yang menjadi pelemah utama adalah keterbatasan sarana prasarana pembelajaran yang masih tradisional. Sementara itu, faktor eksternal dominan meliputi hambatan aksesibilitas geografis, pergeseran demografi akibat penurunan angka kelahiran, ketatnya kompetisi antarlembaga, serta minimnya dukungan kebijakan tata pamong desa. Krisis jumlah siswa ini berdampak pada pasifnya dinamika psikososial kelas kecil dan peningkatan beban kerja emosional guru. Strategi insentif jangka pendek berupa pembagian paket seragam gratis terbukti belum efektif memulihkan volume input siswa. Kesimpulannya, penurunan siswa di sekolah ini merupakan kegagalan adaptasi struktural dalam perspektif teori pendekatan sistem akibat ketidakselarasan antara instrumen internal dengan tekanan lingkungan makro.

EDUKASI KEPATUHAN MINUM OBAT BAGI PENDERITA HIPERTENSI BERBASIS ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DI WILAYAH PUSKESMAS KEDUNGMUNDU SEMARANG

Julius Afta Setyonugroho, Fery Agusman Motuho Mendrofa
Abstract: Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi di Indonesia yang mencapai 34,1% berdasarkan Riskesdas 2018. Kepatuhan minum obat antihipertensi menjadi tantangan utama dalam pengendalian&#8230; lian tekanan darah, yang dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan, kesadaran, dan dukungan keluarga. Pendidikan kesehatan dengan media pill card merupakan strategi intervensi yang dapat meningkatkan kepatuhan pasien dalam menjalani terapi hipertensi. Tujuan: Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi penggunaan pill card terhadap kepatuhan minum obat bagi penderita hipertensi berbasis asuhan keperawatan keluarga di wilayah Puskesmas Kedungmundu. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan keluarga yang meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Subjek studi kasus adalah keluarga Tn. S di RW 03 Kelurahan Tandang wilayah kerja Puskesmas Kedungmundu Kota Semarang. Intervensi dilakukan selama 3 hari (29 November - 1 Desember 2025) dengan pemberian edukasi kesehatan menggunakan media leaflet dan pill card. Hasil: Hasil studi kasus menunjukkan adanya penurunan tekanan darah yang signifikan setelah pemberian edukasi dengan pill card. Tekanan darah klien sebelum intervensi adalah 171/101 mmHg, menurun menjadi 140/91 mmHg pada hari kedua, dan mencapai 130/81 mmHg pada hari ketiga. Skala nyeri kepala juga mengalami penurunan dari skala 6 menjadi skala 3. Klien dan keluarga menunjukkan peningkatan pengetahuan tentang hipertensi dan kepatuhan dalam menggunakan pill card sebagai alat pengingat minum obat. Kesimpulan: Pendidikan kesehatan keluarga dengan media pill card efektif dalam meningkatkan kepatuhan minum obat antihipertensi dan menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Keterlibatan keluarga dalam proses edukasi berperan penting dalam mendukung keberhasilan intervensi. Disarankan agar tenaga kesehatan dapat menerapkan edukasi penggunaan pill card sebagai bagian dari asuhan keperawatan keluarga pada pasien hipertensi.

PENCEGAHAN PHYSICAL BULLYING MELALUI PENANAMAN EMPATI DAN TOLERANSI PADA SISWA KELAS IV SDN 2 MUDALREJO

M. Zimamin Nasaki, Khowi Uswatun Hasanah, Ina Niatul Maidah, Feni Farikhatus Zahro, Lia Warih Perwitasari, Helizah Eka Zulfiana, Maryam Robi’atun, Maryam Robi’atun, Chikma Fauzyiah Arrizqi, Masna Nikmaturrohmah, Amelia Agustina, Refa Dwi Putri, Ita Setiani, Angga Dwi Putra, Muhammad Izzuhddin Al-Mubarok, Muhammad Ilham Hannani, Arif Al Washim
Abstract: Perundungan fisik (physical bullying) masih menjadi permasalahan serius dalam dunia pendidikan dasar karena berdampak negatif terhadap perkembangan psikologis, sosial, dan akademik siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan&#8230; endeskripsikan peran penanaman nilai empati dan toleransi sebagai strategi pencegahan physical bullying pada siswa kelas IV SDN 2 Mudalrejo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur dengan guru dan pihak sekolah, serta dokumentasi yang meliputi tata tertib sekolah, RPP, dan kegiatan pembelajaran. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, masih ditemukan perilaku physical bullying seperti mendorong, memukul ringan, mencubit, dan body shaming. Setelah diterapkan penanaman empati dan toleransi melalui pembelajaran berbasis cerita, diskusi, dan simulasi peran, terjadi penurunan perilaku kekerasan fisik serta peningkatan sikap peduli, kemampuan mengelola emosi, dan penghargaan terhadap perbedaan antar siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan empati dan toleransi yang terintegrasi dalam pembelajaran, serta didukung oleh peran guru sebagai teladan, efektif dalam mencegah physical bullying dan menciptakan lingkungan belajar yang aman, harmonis, dan kondusif di sekolah dasar.

PENANAMAN MANGROVE DAN PELESTARIAN BIOTA LAUT SEBAGAI RESTORASI LINGKUNGAN MASYARAKAT DI KAMPUNG ARAR KABUPATEN SORONG PAPUA BARAT DAYA

Karmila Sinen, Risnawati, Hayudi, Nurul Alia Ulfa, Nurinaya
Abstract: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menginisiasi dan memperkuat upaya restorasi lingkungan pesisir melalui program penanaman mangrove dan pelestarian biota laut di Kampung Arar, Kabupaten&#8230; upaten Sorong, Papua Barat Daya. Wilayah pesisir Kampung Arar mengalami tekanan ekologis akibat penurunan tutupan mangrove, aktivitas penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan, serta berkurangnya keanekaragaman biota laut. Melalui pendekatan partisipatif, kegiatan ini melibatkan masyarakat lokal, pemerintah kampung, kelompok pemuda, serta lembaga mitra dalam proses edukasi, pendampingan, dan implementasi aksi konservasi. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi mengenai pentingnya ekosistem mangrove dan biota laut, pelatihan teknik penanaman dan perawatan mangrove, pendataan biota laut lokal, serta penetapan area perlindungan pesisir berbasis kearifan lokal. Kegiatan lapangan difokuskan pada penanaman ribuan bibit mangrove di area yang mengalami abrasi dan rehabilitasi habitat laut melalui edukasi konservasi terumbu karang serta penguatan praktik perikanan berkelanjutan. Hasil pengabdian menunjukkan meningkatnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga ekosistem pesisir, adanya peningkatan tutupan vegetasi mangrove di lokasi sasaran, serta terbentuknya komitmen masyarakat dalam menjaga biota laut melalui pembentukan kelompok penjaga lingkungan kampung. Program ini memberikan dampak positif terhadap pemulihan ekosistem pesisir, pengurangan risiko abrasi, serta mendukung keberlanjutan sumber daya laut bagi masyarakat Kampung Arar. Kegiatan ini diharapkan menjadi model kolaboratif restorasi lingkungan berbasis komunitas yang dapat direplikasi di wilayah pesisir lainnya di Papua Barat Daya.