Lalu Kaisar Wisnu Kita, Jihan Zeinyuta R., Robi Kurniawan, Yusiran, Fadli Firdaus, Syukur Dwi F. P., M. Naufal A. D., Arif Wahyu Budiarto, Jhon Hericson Purba, Adlian Jefiza, Irwanto Zarma Putra, Hasnira, Fauzun Atabiq, Muhammad Syafei Gozali, Didi Istardi, Mishthafiyatillah, Afif Nuril Mustofa
Abstract:Pelatihan K3 ini berfokus pada urgensi pelaksanaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) untuk memastikan lingkungan kerja yang aman dan sehat bagi para calon pekerja. Tujuan utamanya adalah meningkatkan kesadaran (safety…
awareness), pengetahuan, dan praktik K3 di tempat kerja guna mengurangi risiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Dengan fokus pada peningkatan kesadaran dan praktik K3, kegiatan ini juga bertujuan menyediakan workshop bagi calon pekerja agar mereka mampu mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengendalikan risiko K3 di lingkungan kerja mereka kelak. Melalui pendekatan edukasi dan implementasi kebijakan K3 yang baik, diharapkan tercipta budaya keselamatan yang lebih kuat dan berkelanjutan di tempat kerja. Luaran pengabdian ini mencakup peningkatan kesadaran dan pengetahuan K3 di kalangan pekerja, penurunan tingkat kecelakaan dan cedera, serta peningkatan kualitas lingkungan kerja secara keseluruhan. Selain itu, pengabdian ini juga meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi K3 yang berlaku dan mengurangi dampak negatif kecelakaan kerja terhadap produktivitas dan kesejahteraan pekerja.
Abstract:Penelitian ini bertujuan menganalisis pengalaman praktik mengajar di sekolah dasar dengan fokus pada tantangan dan strategi dalam pengelolaan kelas. Praktik mengajar merupakan tahap penting dalam pembentukan kompetensi profesional…
rofesional calon guru karena menjadi ruang integrasi antara teori pedagogik dan realitas pembelajaran di lapangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Subjek penelitian adalah mahasiswa calon guru yang telah atau sedang melaksanakan praktik mengajar di sekolah dasar. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi pembelajaran, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik melalui tahap reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sebagai teknik validasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama dalam pengelolaan kelas meliputi pengelolaan perilaku siswa yang aktif dan mudah terdistraksi, kesenjangan kemampuan akademik yang menuntut penerapan pembelajaran diferensiatif, serta keterbatasan manajerial dan kesiapan emosional calon guru. Pengelolaan waktu dan kemampuan beradaptasi terhadap dinamika kelas juga menjadi faktor yang memengaruhi efektivitas pembelajaran. Strategi yang efektif mencakup penerapan aturan kelas secara preventif dan konsisten, penguatan hubungan interpersonal yang positif, penggunaan metode pembelajaran interaktif, serta refleksi berkelanjutan sebagai bagian dari pengembangan profesional. Temuan ini menegaskan bahwa pengelolaan kelas merupakan kompetensi multidimensional yang perlu diperkuat melalui praktik autentik dan pendampingan intensif dalam program pendidikan guru.
Abstract:Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas manajerial pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui implementasi pelatihan manajemen usaha terpadu di Kota Medan. Permasalahan…
n utama yang dihadapi oleh UMKM meliputi rendahnya kemampuan dalam perencanaan usaha, lemahnya sistem pengendalian, serta kurang optimalnya pengelolaan keuangan dan operasional. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan sosialisasi, pelatihan intensif, dan pendampingan berkelanjutan. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test serta observasi langsung terhadap perubahan perilaku peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta dengan rata-rata peningkatan sebesar 67,5%. Selain itu, peserta mampu menyusun rencana usaha sederhana, melakukan pencatatan keuangan, serta mengelola operasional usaha secara lebih sistematis. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kapasitas manajerial dan daya saing UMKM di Kota Medan.
Abstract:Penyalahgunaan narkoba pada remaja merupakan permasalahan kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian serius karena dapat berdampak pada kesehatan fisik, mental, dan sosial. Remaja usia sekolah menengah pertama merupakan…
kan kelompok yang rentan terhadap pengaruh lingkungan dan pergaulan yang dapat memicu perilaku penyalahgunaan narkoba. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa mengenai bahaya narkoba serta upaya pencegahannya melalui kegiatan edukasi kesehatan. Metode kegiatan meliputi penyuluhan kesehatan, diskusi interaktif, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Kegiatan dilaksanakan pada siswa SMP di Kota Banda Aceh dengan jumlah peserta 40 orang. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa mengenai narkoba dengan rata-rata nilai pre-test sebesar 56,5 dan meningkat menjadi 85,2 pada post-test. Selain itu, siswa menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan edukasi berlangsung. Edukasi kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai bahaya narkoba serta strategi pencegahannya. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi salah satu upaya preventif dalam menekan angka penyalahgunaan narkoba pada kalangan remaja.
Abstract:Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) merupakan tahapan penting guna mendukung siswa baru mengenal lingkungan sekolah sekaligus mengembangkan kemampuan sosial pada tahap awal pendidikan dasar. Namun, pelaksanaan MPLS…
di wilayah kepulauan dan pulau terpencil sering menghadapi keterbatasan sarana serta pendekatan pembelajaran yang kurang kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendekatan outdoor learning dalam kegiatan MPLS sebagai upaya meningkatkan kepercayaan diri dan interaksi sosial siswa di SDN 12 Kapoposang. Metode dan pendekatan yang digunakan adalah campuran (mix method) dan deksriptif dengan cara mengukur sebelum dan sesudah MPLS berbasis outdoor learning. Subjek penelitian adalah siswa kelas I yang mengikuti kegiatan MPLS selama satu minggu dengan pengamatan lanjutan selama tiga minggu. Penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan pada seluruh aspek yang diteliti, yaitu kepercayaan diri, interaksi sosial, partisipasi kegiatan, dan adaptasi sekolah. Skor rata-rata kelas meningkat dari 1,57 sebelum kegiatan menjadi 3,78 setelah kegiatan dengan selisih peningkatan sebesar 2,21 poin. Selain itu, secara kualitatif siswa menunjukkan perubahan perilaku yang lebih aktif, berani berinteraksi, serta lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan sekolah. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan outdoor learning dapat menjadi strategi pembelajaran kontekstual yang efektif dalam mendukung proses adaptasi serta pengembangan kemampuan sosial siswa, khususnya pada sekolah dasar di wilayah pulau terpencil.
Abstract:Masa remaja adalah periode perkembangan kritis yang ditandai oleh perubahan biologis, psikologis, dan sosial yang kompleks yang memengaruhi perilaku kesehatan seksual dan reproduksi (KSR). Remaja semakin sering menghadapi…
i tantangan kesehatan seksual dan reproduksi yang rumit, termasuk aktivitas seksual prematur, kehamilan yang tidak diinginkan, infeksi menular seksual (IMS), dan kekerasan berbasis gender, yang seringkali saling terkait dengan faktor psikologis seperti sikap, efikasi diri, kesehatan mental, dan keterampilan komunikasi. Kesehatan seksual dan reproduksi yang baik adalah keadaan sejahtera fisik, mental, dan sosial secara utuh dalam segala hal yang berkaitan dengan sistem reproduksi. Tujuan kegiatan ini adalah memberi pengetahuan dan menumbuhkan sikap yang terarah tentang kesehatan seksualitas dan reproduksi dari segi ilmu pengetahuan dan pendekatan keagamaan. Bentuk kegiatan adalah penyuluhan. Sasaran kegiatan yaitu remaja usia 12-15 tahun, dengan jumlah peserta 30 orang. Kegiatan berlangsung kurang lebih selama 60 menit, di Balai Desa Pulonas Baru. Hasil evaluasi kegiatan diketahui tingkat pengetahuan remaja yang diukur dengan rentang baik (80%). Keaktifan remaja dalam interaksi selama kegiatan berlangsung juga menjadi indikator yang baik sebagai respon dimensi sikap peduli pada kesehatan reproduksi. Saran kegiatan selanjutnya adalah pendidikan kesehatan jiwa untuk menghadapi perubahan hormonal yang mengakibatkan perubahan mental dan perilaku pada remaja.
Abstract:Perkembangan teknologi digital dan kecerdasan artifisial memberikan pengaruh yang signifikan terhadap dunia pendidikan, termasuk pendidikan anak usia dini. Namun, guru PAUD masih menghadapi keterbatasan pemahaman dan keterampilan…
erampilan dalam mengintegrasikan konsep dasar koding dan kecerdasan artifisial ke dalam kegiatan pembelajaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap guru PAUD terhadap pemanfaatan koding dan kecerdasan artifisial yang disesuaikan dengan karakteristik pembelajaran anak usia dini. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pelatihan dan pendampingan berupa ceramah, diskusi, demonstrasi, serta praktik langsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru terhadap konsep koding, pengenalan kecerdasan artifisial sederhana, serta kemampuan merancang pembelajaran berbasis computational thinking.
Abstract:Literasi keuangan merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki masyarakat dan generasi muda dalam menghadapi tantangan ekonomi di era digital. Kurangnya pemahaman mengenai pengelolaan keuangan menyebabkan…
banyak individu mengalami kesulitan dalam mengatur pendapatan, pengeluaran, tabungan, dan investasi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dan generasi muda mengenai konsep literasi keuangan, perencanaan keuangan, serta pengambilan keputusan finansial yang bijak. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan edukasi, diskusi interaktif, simulasi perencanaan keuangan, dan evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, sikap, dan kesadaran peserta dalam mengelola keuangan secara lebih terstruktur. Peserta juga menunjukkan minat dalam melakukan pencatatan keuangan dan investasi sederhana. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi solusi dalam meningkatkan kesejahteraan finansial masyarakat secara berkelanjutan.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pembelajaran berbasis masalah (Problem-Based Learning/PBL) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Penelitian dilakukan di SMK 7 Medan dengan melibatkan…
30 siswa kelas XII sebagai sampel. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi-eksperimen satu kelompok pretest-posttest. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan pemecahan masalah matematika dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji t berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PBL secara signifikan meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa, terutama pada aspek penalaran, pemodelan, dan logika matematika. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi PBL dalam pembelajaran matematika dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah siswa.
Abstract:Keselamatan kerja merupakan aspek fundamental dalam pelaksanaan proyek konstruksi yang memiliki tingkat risiko kecelakaan kerja dan kerugian material yang tinggi. Pemerintah Indonesia melalui Peraturan Menteri PUPR Nomor…
10 Tahun 2021 menetapkan Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) sebagai kerangka kerja wajib dalam penyelenggaraan jasa konstruksi. Artikel ini membahas kegiatan sosialisasi Permen PUPR No. 10 Tahun 2021 pada Paket Pekerjaan Revitalisasi Stadion Teladan Medan yang bertujuan meningkatkan pemahaman dan kapasitas pemangku kepentingan proyek, meliputi kontraktor, konsultan pengawas, manajemen proyek, dan tenaga kerja, dalam penerapan SMKK di lapangan. Metode kegiatan dilakukan melalui observasi lapangan, telaah dokumen SMKK, diskusi evaluatif, serta pemantauan implementasi keselamatan konstruksi secara langsung. Hasil sosialisasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap prinsip, komponen, dan mekanisme pelaksanaan SMKK, meskipun masih ditemukan beberapa kekurangan dalam konsistensi dokumentasi dan pelaporan implementasi di lapangan. Secara umum, kegiatan ini berkontribusi dalam memperkuat budaya keselamatan kerja, meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi, serta mendukung pelaksanaan proyek revitalisasi stadion yang aman, efisien, berkualitas, dan berkelanjutan.