Search Articles & Publications

Showing 3669 articles found for "Menggunakan"

Interkoneksi Ism Fā’il dan Kaidah Keumuman Lafaz dalam ushhulut tafsir Al-Qur’an

Naufal Firdaus, Andi Irawan, Aini Fikri, Ahmad Dasuki
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interkoneksi antara struktur morfologis Ism Fā'il dengan kaidah al-'ibrah bi 'umum al-lafzh la bi khushush as-sabab dalam metodologi ushulut tafsir. Permasalahan utama yang dikaji… kaji adalah bagaimana karakteristik linguistik Islam Fā'il mendukung universalitas pesan Al-Qur'an sehingga tidak terjebak dalam batasan historis asbab an-nuzul. Dengan menggunakan metode kualitatif berdasarkan studi pustaka (library study), penelitian ini membedah sifat tsubut (tetap) dan istimrar (kontinuitas) pada Ism Fa'il sebagai fondasi bahasa bagi keumuman lafaz. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilihan Ism Fa'il dalam teks Al-Qur'an, seperti pada lafaz as-sariqu dalam Surah Al-Mā'idah ayat 38, secara inheren menciptakan kategori hukum yang inklusif dan dinamis. Dalam konteks keindonesiaan, pemikiran Quraish Shihab menunjukkan bahwa interkoneksi ini memungkinkan hukum Al-Qur'an tetap konsisten secara prinsip namun fleksibel dalam operasionalisasinya, menyesuaikan dengan realitas sosial-yuridis yang majemuk. Penelitian ini menyimpulkan bahwa struktur gramatikal Arab merupakan instrumen vital yang menjamin aktualitas pesan Ilahi sepanjang ruang dan waktu.

Mazhab Tafsir Syiah, Kelahiran dan Perkembangan, Sumber, Metode dan Karakteritik Tafsir, Tokoh-Tokoh Tafsir Syi’ah dan Karyanya

Muhammad Ramdani, Muhammad Jiddan Alamsyah, Agung, Akhmad Dasuki
Abstract: Artikel ini mengkaji mazhab tafsir Syiah dengan menyoroti kelahiran dan perkembangannya, sumber-sumber penafsiran, metode serta karakteristiknya, dan tokoh-tokoh utama beserta karya-karyanya. Kajian ini penting karena penelitian… nelitian tentang tradisi tafsir Syiah di Indonesia masih relatif terbatas, padahal tradisi ini memiliki posisi penting dalam sejarah intelektual Islam dan terus berkembang hingga masa modern. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan melalui penelaahan terhadap kitab tafsir, karya ulama, dan artikel ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tafsir Syiah lahir dari pengakuan terhadap otoritas Ahlul Bait dan doktrin imamah, lalu berkembang dari corak riwayat yang cenderung apologetik menuju bentuk penafsiran yang lebih rasional, linguistik, filosofis, dan dialogis. Sumber tafsir Syiah mencakup Al-Qur’an, riwayat Nabi dan imam Ahlul Bait, hadis internal Syiah, akal, serta ta’wil. Tokoh-tokoh seperti al-‘Ayyasyi, al-Qummi, al-Tusi, al-Tabarsi, dan Muhammad Husayn Tabataba’i menunjukkan dinamika tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tafsir Syiah merupakan tradisi intelektual yang dinamis, berlapis, dan terus beradaptasi dalam ruang akademik serta dialog antar mazhab.

PERKEMBANGAN REFLEKSI KRISTOGLOGI DALAM TRADISI REFORMASI DARI ERA KLASIK KE ZAMAN MODERN

Mila Armelia, Lismi
Abstract: Penelitian ini membahas perkembangan refleksi Kristologi dalam tradisi Reformasi dari era klasik hingga zaman modern. Latar belakang penelitian ini bertolak dari pentingnya Kristologi sebagai pusat iman Kristen, sekaligus… s adanya kebutuhan untuk memahami bagaimana tradisi Reformasi mempertahankan ajaran tentang Kristus di tengah perubahan zaman. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana perkembangan refleksi Kristologi dalam tradisi Reformasi, unsur apa yang tetap bertahan dan berubah, serta bagaimana relevansinya pada masa kini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan tersebut, menganalisis kesinambungan dan perubahannya, serta menjelaskan relevansinya bagi teologi gereja dan pendidikan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan dan pendekatan historis-teologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Reformasi tetap berpegang pada sentralitas Kristus, otoritas Kitab Suci, dan makna keselamatan, tetapi mengalami perkembangan dalam cara pemahaman dan konteks penerapannya. Kesimpulannya, Kristologi Reformasi tetap relevan sebagai dasar teologis yang setia pada tradisi dan terbuka terhadap tantangan modern.

Analisis Pemahaman Peserta Didik Jenjang SMP di Lembang terhadap Konsep Tabayun pada Mata Pelajaran PAI dan Upaya Penguatan Sikapnya

Ali Anhar Syi’bul Huda, Aghnia, Abid Nurhuda, Walid In’am Ahmad, Hamdi, Dena Sri Anugrah
Abstract: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pemahaman konsep tabayun dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di era digital yang sarat informasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat pemahaman… man peserta didik jenjang SMP di Lembang terhadap konsep tabayun serta mengidentifikasi upaya penguatan sikapnya. Penelitian ini menggunakan metode studi lapangan dengan pendekatan kuantitatif dan teknik penganalisisan data secara deskriptif kualitatif. Data utama yang dianalisis dalam penelitian ialah angket pertanyaan yang disebarkan melalui Google Form. Hasil penelitian menunjukkan enam temuan utama: (1) tingkat pemahaman secara umum berada pada kategori sedang (±70%); (2) aspek kehati-hatian dan tidak tergesa-gesa tergolong baik (±70%); (3) aspek ketelitian dalam menerima informasi berada pada kategori sedang (±62%); (4) aspek tidak mencampuradukkan kebenaran dan kebatilan berada pada kategori baik (±66%); (5) faktor pendukung meliputi peran guru, pembelajaran kontekstual, dan kesadaran awal siswa (±75%); (6) faktor penghambat berupa rendahnya kemampuan verifikasi dan pengaruh media digital (±60%). Penelitian ini merekomendasikan penerapan pembelajaran berbasis kasus, penguatan literasi digital, dan pembiasaan nilai tabayun dalam kehidupan sehari-hari. Keterbatasan penelitian ini terletak pada penggunaan teknik analisis dan belum dikolaborasikannya aplikasi pendukung penganalisisan.

Epistemologi Tafsir bi al-Ra'yi: Sumber, Metode, dan Karakteristik dalam Tradisi Tafsir Islam

Evi Aulia, Sholihudin Amin, Akhmad Dasuki
Abstract: Artikel ini mengkaji epistemologi tafsir bi al-ra'yi dalam tradisi penafsiran Al-Qur'an. Penelitian ini bertujuan menjelaskan genealogi historis, sumber-sumber epistemologis, prosedur metodologis, dan karakteristik tafsir… r rasional dalam tradisi tafsir Islam. Menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka (library research) dengan metode analisis historis-intelektual dan epistemologis, penelitian ini menganalisis literatur klasik dan kontemporer bidang Ulumul Qur'an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tafsir bi al-ra'yi bukan sekadar penafsiran berbasis pendapat pribadi, melainkan proses intelektual terstruktur yang berpijak pada tiga sumber epistemologis utama: akal ('aql), bahasa Arab (lughat al-'Arab), dan prinsip metodologi hukum Islam (usul al-fiqh). Secara metodologis, penafsiran ini mengikuti prosedur sistematis: pembacaan teks, analisis linguistik, elaborasi rasional, dan validasi normatif melalui kaidah syar'i. Tujuh karakteristik utama tafsir bi al-ra'yi berhasil dirumuskan: rasional-argumentatif, berbasis linguistik, bersifat istinbati, terbuka terhadap konteks, tidak bebas nilai, integratif antara naql dan 'aql, serta bersifat ijtihadi. Secara historis, metode ini berkembang bertahap dari era sahabat hingga periode klasik dan modern. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa tafsir bi al-ra'yi terbagi menjadi dua kategori: al-ra'yi al-mahmud (terpuji) yang mengikuti kaidah ilmiah, dan al-ra'yi al-madhmum (tercela) yang didasarkan pada opini tanpa landasan keilmuan memadai.

KAJIAN PSIKOLOGIS TENTANG NAFS DALAM QS. AL FAJR; 27 – 30 MEURUT TAFSIR MAFATIH AL GHAIB

Agus Maulana, Siti Sa’adatul Rizkiya
Abstract: Kajian ini menganalisis konsep nafs dalam QS. Surah Al-Fajr ayat 27–30 melalui perspektif tafsir Mafatih al-Ghaib karya Fakhr al-Din al-Razi serta relevansinya dalam psikologi kontemporer. Fokus utama terletak pada pemaknaan… aknaan nafs al-muthma’innah sebagai kondisi kejiwaan yang stabil, tenang, serta terintegrasi antara aspek spiritual dan psikologis. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif berbasis studi pustaka, memanfaatkan literatur klasik serta penelitian empiris lima tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsep nafs al-muthma’innah memiliki kesesuaian kuat dengan teori psychological well-being, terutama pada aspek regulasi emosi, kontrol diri, serta pencapaian makna hidup. Data empiris menunjukkan bahwa individu dengan orientasi spiritual memiliki tingkat stres lebih rendah hingga 30% serta kepuasan hidup lebih tinggi hingga 35%. Integrasi antara tafsir klasik dan psikologi modern menghasilkan pendekatan holistik dalam memahami kejiwaan manusia. Kajian ini menegaskan bahwa nilai spiritual dalam Al-Qur’an memiliki kontribusi signifikan dalam membangun kesehatan mental serta ketahanan psikologis pada era modern yang penuh tekanan sosial dan perubahan cepat.

MEMBANGUN KOMUNIKASI KELUARGA MODERN BERBASIS NILAI-NILAI HADIS

Muhammad Syahbana Al Fatih, Agus Maulana
Abstract: Penelitian ini membahas strategi membangun komunikasi keluarga modern berbasis nilai-nilai hadis dalam konteks Kajian Hadis Tematik Kontemporer. Komunikasi keluarga menjadi aspek fundamental dalam membentuk karakter, stabilitas… bilitas emosional, dan internalisasi nilai moral anggota keluarga. Perkembangan teknologi digital dan media sosial menghadirkan tantangan baru, termasuk kesenjangan generasi, dominasi perangkat digital, dan risiko miskomunikasi. Nilai-nilai hadis menawarkan pedoman normatif yang relevan untuk mengembangkan interaksi yang harmonis, empatik, dan berbasis prinsip keadilan, kelembutan, serta nasihat bijak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi pustaka lima tahun terakhir, menelaah literatur terkait komunikasi keluarga modern, integrasi nilai agama, dan kajian hadis tematik kontemporer. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan prinsip hadis dalam komunikasi keluarga mencakup mendengarkan aktif, penyampaian pesan dengan kelembutan, pendidikan moral berbasis hadis, dan kontrol terhadap pengaruh eksternal. Strategi ini terbukti meningkatkan kualitas interaksi, memperkuat keterikatan emosional, mengurangi konflik internal, serta membentuk karakter anggota keluarga yang adaptif terhadap tantangan sosial dan teknologi modern.

MEMAKNAI GENDER EQUALITY DALAM PERSPEKTIF HADIS: KESAMAAN, KEADILAN, DAN TANGGUNG JAWAB

M. Azka Putra Difni Kurniawan, Arja Amin Munashoha
Abstract: Artikel ini mengkaji konsep gender equality dalam perspektif hadis dengan menyoroti relasi antara kesamaan, keadilan, dan tanggung jawab. Wacana kesetaraan gender kontemporer kerap dipahami sebagai tuntutan kesamaan hasil… l antara laki-laki dan perempuan. Sementara itu, dalam tradisi intelektual Islam, kesetaraan tidak selalu dimaknai sebagai kesamaan absolut, melainkan sebagai keadilan proporsional (ʿadl) yang mempertimbangkan hak dan kewajiban. Dengan menggunakan pendekatan normatif dan kontekstual, artikel ini menganalisis sejumlah hadis yang berkaitan dengan relasi gender untuk memahami bagaimana konsep kesetaraan ditempatkan dalam kerangka etika Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa hadis menegaskan kesetaraan spiritual antara laki-laki dan perempuan, sekaligus menekankan pentingnya prinsip keadilan dan tanggung jawab moral (taklīf). Dengan demikian, gender equality dalam perspektif hadis perlu dipahami sebagai keseimbangan antara kesamaan martabat, keadilan peran, dan tanggung jawab bersama. Kajian ini diharapkan dapat memperkaya dialog antara sumber normatif Islam dan diskursus gender modern.

ΑΓΑΠΕ (AGAPE) KASIH KEPADA ALLAH DAN SESAMA : KAJIAN BIBLIKAL WAHYU 2:1-7

Agustin Halawa, Radiman Siringoringo
Abstract: Dalam Perjanjian Baru (PB) terdapat empat kata yang digunakan untuk istilah kasih. Kata-kata tersebut adalah cinta storge (cinta orang tua kepada anak-anaknya), cinta Eros (cinta asmara), cinta philia (cinta persahabatan),… ), dan cinta agave (cinta Allah kepada manusia). Artikel ini akan berfokus pada cinta agave dalam kaitannya dengan cinta pertama menurut Wahyu 2:1-7. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dengan studi hermeneutika-eksegesis. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa cinta dalam Wahyu 2:1-7 bukan hanya kepada Allah tetapi juga kepada sesama manusia (dua pribadi).

Peran Tokoh Agama dalam Memperkuat Moderasi Beragama terhadap Khilafiyah dan Perbedaan Mazhab di Indonesia

Muhammad Riski Arifin, Didit Saputra, Andi Muh. Fatwa, M. Amin
Abstract: Indonesia sebagai negara dengan keberagaman agama dan budaya memiliki potensi konflik yang bersumber dari perbedaan pemahaman keagamaan dalam Islam, khususnya pada persoalan khilafiyah dan perbedaan mazhab. Permasalahan… yang bersifat cabang ini kerap melampaui ranah teologis dan berkembang menjadi konflik sosial akibat politisasi agama dan penyebaran narasi eksklusif. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran strategis tokoh agama dalam memperkuat moderasi beragama sebagai upaya mencegah eskalasi konflik berbasis khilafiyah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kepustakaan melalui analisis literatur keislaman klasik dan kontemporer serta kajian sosial keagamaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh agama berperan sebagai penafsir keagamaan kontekstual, pendidik publik, fasilitator dialog, dan penjaga narasi moderasi, termasuk di ruang digital. Strategi utama yang ditemukan meliputi penguatan pemahaman fikih perbedaan, pemanfaatan tradisi keislaman lokal, serta peneguhan etika perbedaan pendapat. Simpulan penelitian menegaskan bahwa tokoh agama memiliki peran sentral dalam menjaga harmoni sosial, namun efektivitasnya sangat ditentukan oleh kapasitas keilmuan, integritas moral, dan kemampuan merespons tantangan masyarakat kontemporer.