Search Articles & Publications

Showing 1777 articles found for "Hingga"

KRISIS KEPEMIMPINAN PASCA-KEMATIAN SAIF AL-ISLAM GADDAFI: IMPLIKASINYA TERHADAP STABILITAS POLITIK DI LIBYA

Susilo, Widi Hermayanti, Febbyanti, Imeliana Syahira Putri, Redjosari, Slamet Muliono
Abstract: Penelitian ini menganalisis krisis kepemimpinan pasca-kematian Saif al-Islam Gaddafi dan implikasinya terhadap stabilitas politik di Libya setelah runtuhnya rezim Muammar Gaddafi pada 2011 dalam konteks Arab Spring. Sejak… k saat itu, Libya mengalami fragmentasi politik akibat lemahnya institusi negara, menguatnya aktor non-negara, dan konflik kekuasaan berkepanjangan. Dalam situasi tersebut, Saif al-Islam dipandang memiliki legitimasi simbolik dan potensi untuk mengkonsolidasikan kekuatan politik yang terpecah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kasus dan analisis deskriptif-analitis berbasis data sekunder dari jurnal, laporan internasional, dan media terpercaya, dengan kerangka teori kepemimpinan karismatik, krisis suksesi, dan konsep failed state. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kematiannya memperdalam krisis kepemimpinan dengan menghilangkan figur potensial pemersatu, memperkuat peran milisi, serta meningkatkan risiko konflik, sekaligus mencerminkan lemahnya kapasitas negara dalam mengendalikan kekerasan. Disimpulkan bahwa stabilitas politik Libya tidak hanya bergantung pada institusi, tetapi juga pada keberadaan figur yang mampu mengkonsolidasikan kekuasaan; ketiadaan figur tersebut di negara yang rapuh memperbesar risiko instabilitas jangka panjang, sehingga penguatan institusi menjadi kunci stabilitas berkelanjutan.

ANALISIS PERBANDINGAN PARADIGMA EVALUASI PEMBELAJARAN BAHASA ARAB TEORI DAN URGENSINYA

Liling, Muhammad Riswan, Herdah, Herdah
Abstract: Evaluasi pembelajaran merupakan komponen krusial dalam menentukan keberhasilan pendidikan Bahasa Arab di tengah dinamika perubahan kurikulum dan tantangan global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan… berbagai paradigma evaluasi pembelajaran Bahasa Arab, meninjau landasan teorinya, serta mengkaji urgensinya dalam meningkatkan kualitas instruksional. Melalui metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, artikel ini membedah berbagai model evaluasi, mulai dari model tradisional yang cenderung berfokus pada hasil akhir (tes tulis) hingga model komprehensif seperti CIPP (Context, Input, Process, Product) yang mengevaluasi keseluruhan sistem pembelajaran. Temuan penelitian menunjukkan bahwa paradigma evaluasi yang efektif harus mengintegrasikan elemen kognitif seperti metakognisi dan umpan balik formatif untuk menciptakan pembelajaran yang lebih responsif dan bermakna. Urgensi evaluasi tidak hanya terletak pada pengukuran tingkat penguasaan materi oleh siswa, tetapi juga sebagai alat bagi pendidik untuk melakukan perbaikan berkelanjutan terhadap strategi pengajaran agar tetap adaptif terhadap kebutuhan zaman. Penelitian ini merekomendasikan transisi dari paradigma evaluasi yang bersifat statis menuju model evaluasi adaptif yang menyeimbangkan indikator kognitif, afektif, dan psikomotorik secara menyeluruh.

ANALISIS PERBANDINGAN KONSEP DASAR DAN URGENSI EVALUASI PEMBELAJARAN BAHASA ARAB

HM, Nawal Sa’adah, Herdah, Herdah
Abstract: Evaluasi merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran karena berfungsi untuk mengetahui tingkat keberhasilan peserta didik serta efektivitas proses pembelajaran. Dalam kajian evaluasi pendidikan terdapat tiga istilah… ah yang sering digunakan, yaitu pengukuran (measurement), penilaian (assessment), dan evaluasi (evaluation), yang memiliki konsep dan fungsi yang berbeda. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan konsep pengukuran, penilaian, dan evaluasi serta mengkaji urgensi penerapannya dalam pembelajaran bahasa Arab. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan menganalisis berbagai sumber buku dan jurnal yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengukuran berkaitan dengan proses memperoleh data kuantitatif melalui pemberian skor, penilaian merupakan proses menafsirkan hasil pengukuran untuk mengetahui tingkat pencapaian belajar peserta didik, sedangkan evaluasi merupakan proses pengambilan keputusan terhadap keberhasilan pembelajaran. Dalam pembelajaran bahasa Arab, evaluasi sangat penting karena mencakup empat keterampilan berbahasa, yaitu istima’, kalam, qira’ah, dan kitabah, sehingga dapat memberikan gambaran yang menyeluruh mengenai kemampuan berbahasa peserta didik.

KH. HASYIM MUZADI DAN TRANSFORMASI PENDIDIKAN ISLAM

Imam Adi Marianto, Maragustam Siregar
Abstract: Penelitian ini mengeksplorasi pemikiran KH. Hasyim Muzadi serta kontribusinya terhadap transformasi pendidikan Islam kontemporer, sebagai respons terhadap kebutuhan integrasi nilai tradisional pesantren dengan tuntutan pendidikan… endidikan modern yang adaptif dan berkarakter. Penelitian bertujuan menganalisis, mensintesis, dan mengembangkan konsep pendidikan Islam moderat berdasarkan karya, ceramah, dan praktik KH. Hasyim Muzadi. Pendekatan penelitian bersifat kualitatif studi pustaka, dengan sumber data dari literatur akademik dan karya tulis terkini (2020–2025), dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk menilai relevansi pemikiran tokoh terhadap pendidikan kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan pemikiran KH. Hasyim Muzadi menekankan moderasi, integrasi kurikulum agama dan umum, pendidikan karakter, serta pendekatan inklusif dalam pendidikan Islam. Kesimpulannya, transformasi pendidikan Islam dapat diwujudkan melalui penerapan prinsip moderasi, pedagogi kontekstual, dan inovasi kurikulum, sehingga menghasilkan generasi yang adaptif, kompeten, dan berkarakter.

REFORMASI PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA: DINAMIKA HISTORIS, TRANSFORMASI KELEMBAGAAN, DAN TANTANGAN KONTEMPORER

Herawati
Abstract: Pendidikan Islam di Indonesia mengalami proses reformasi yang panjang dan dinamis seiring dengan perubahan sosial, politik, dan kebijakan pendidikan nasional. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan reformasi… si pendidikan Islam di Indonesia dari masa awal hingga era kontemporer, dengan menyoroti faktor pendorong, arah perubahan, serta tantangan yang dihadapi. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka dengan menelaah berbagai sumber ilmiah yang relevan, termasuk kebijakan pemerintah dan hasil penelitian terdahulu. Hasil kajian menunjukkan bahwa reformasi pendidikan Islam tidak hanya menyentuh aspek kelembagaan dan kurikulum, tetapi juga metode pembelajaran, integrasi ilmu agama dan umum, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Namun demikian, reformasi tersebut masih menghadapi berbagai kendala, seperti ketimpangan mutu, keterbatasan sarana, dan tantangan globalisasi. Artikel ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dan praktis bagi pengembangan pendidikan Islam di Indonesia.

KEARIFAN LOKAL DAN PRAKTIK PEMBACAAN SURAH YASIN MALAM JUM’AT DI KALANGAN ETNIK MADURA SUNGAI BAKAU BESAR DARAT

Abdullah, Saifuddin Herlambang, Luqman Abdul Jabbar
Abstract:                                    Penelitian ini mengkaji kearifan lokal dan praktik pembacaan Surah Yasin malam Jumat di kalangan etnik Madura Sungai Bakau Besar Darat dalam perspektif Living Qur’an. Tujuan penelitian… Living Qur’an. Tujuan penelitian adalah menganalisis makna sosial-religius tradisi Yasinan, relasinya dengan nilai kearifan lokal, serta proses transformasi teks Al-Qur’an menjadi tradisi hidup dalam masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode etnografi agama melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan tokoh agama dan masyarakat, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Yasinan berfungsi sebagai media penguatan iman, sarana integrasi sosial, peneguh identitas keislaman etnik Madura, dan ruang negosiasi antara teks suci dan budaya lokal. Tradisi ini mengandung nilai kebersamaan, gotong royong, spiritualitas, penghormatan kepada leluhur dan orang tua, serta pendidikan keagamaan antar generasi. Dalam perspektif Living Qur’an, Surah Yasin tampil sebagai teks hidup yang tidak hanya dibaca, tetapi dihidupi melalui ritual, simbol, dan relasi sosial, sehingga menjadi sumber harapan, doa, dan keselamatan kolektif. Penelitian ini menegaskan bahwa kearifan lokal tidak bertentangan dengan Al-Qur’an, melainkan menjadi medium kontekstualisasi nilai-nilai Qur’ani dalam kehidupan sosial masyarakat. Implikasi penelitian ini bersifat teoretis dalam penguatan kajian Living Qur’an dan praktis bagi pengembangan pendidikan, dakwah kultural, serta pelestarian tradisi Islam lokal.

MANAJEMEN KEPALA MADRASAH DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Andri Marta Sudirja, Umar Rosadi, Muhamad Rif'at Syadli, Chepy Risnadar Angga Widjaya, Siti Latipah, Aji Setiaji, Iyad Suryadi, Asep Ahmad Ridwansyah
Abstract: Permasalahan bahwa belum efektifnya pelaksanaan pembinaan dalam peningkatan kompetensi guru PAI disebabkan oleh karena kurang oftimalnya perencanaan, pelaksanaan, penilaian/evaluasi dan hasil manajemen Kepala Madrasah sehingga… hingga berdampak pada mutu pembelajaran khususnya pada mata pelajaran PAI pada madrasah tsanawiyah. Sebuah lembaga pendidikan seharusnya mempunyai sistem yang baik ditandai dengan lembaga tersebut mempunyai tujuan yang jelas, perencanaan yang matang, koordinasi yang teratur, pimpinan yang profesional, kooperatif dan pengawasan serta evaluasi kerja yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan, penilaian/evaluasi, hasil dan faktor pendukung dan penghambat manajemen kepala madrasah dalam meningkatkan kompetensi guru PAI. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) perencanaan manajemen Kepala Madrasah dalam meningkatkan kompetensi guru PAI dilakukan dengan melakukan identifikasi permasalahan yang berkaitan dengan kompetensi guru-guru PAI tersebut, berkoordinasi dengan pengawas dan menyiapkan rancangan program pembinaan kompetensi guru PAI, 2) pelaksanaan manajemen Kepala Madrasah pada peningkatan kompetensi guru PAI dilakukan melalui workshop, seminar, MGMP, IHT, Diklat dan Supervisi serta melaksanakan pengamatan mengenai aspek-aspek pengelolaan dan administrasi guru PAI yang berfungsi sebagai pendukung terlaksananya pembelajaran yang efektif, 3) penilaian/evaluasi manajemen Kepala Madrasah pada peningkatan kompetensi guru PAI dilakukan terhadap komitmen guru PAI terhadap pelaksanaan pekerjaan, proses dan kinerja yang dicapai oleh guru PAI, 4) Hasil manajemen kepala madrasah dalam meningkatkan kompetensi guru PAI adanya kerjasama yang sinergis dan harmonis antara Kepala Madrasah dengan para guru PAI dalam menyelesaikan permasalahan pembelajaran serta dapat memunculkan madrasah yang cukup berprestasi, 5) faktor pendukung dan penghambat manajemen kepala madrasah dalam meningkatkan kompetensi guru PAI antara lain ; sarana dan prasarana yang sudah memadai dan guru-guru PAI yang mengajar sesuai dengan latar belakang pendidikannya dan bersertifikasi. Adapaun faktor penghambatnya antara lain ; masih ada beberapa orang guru yang masih kurang memahami kurikulum tiga belas, visi misi dan program madrasah, kurang dalam kemampuan pengelolaan proses pembelajaran peserta didik di kelas.

PERPUSTAKAAN DALAM PERADABAN ISLAM : KONTRIBUSI TERHADAP PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN PENDIDIKAN

Abdul Latif
Abstract: Perpustakaan dalam peradaban Islam memiliki peran yang sangat vital dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan. Sejak masa awal sejarah Islam, peran perpustakaan tidak hanya terbatas pada tempat penyimpanan buku,… tetapi juga sebagai pusat intelektual dan riset yang mendukung kemajuan di berbagai bidang ilmu. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi perjalanan dan kontribusi perpustakaan dalam sejarah Islam, dimulai dari masa Nabi Muhammad SAW dan sahabat, hingga pada masa kejayaan kekhalifahan Abbasiyah, serta relevansinya dalam konteks modern. Melalui peran perpustakaan sebagai tempat penyimpanan manuskrip berharga, pengembangan pengetahuan, dan pembelajaran, artikel ini akan membahas bagaimana perpustakaan berfungsi sebagai jembatan antara peradaban Islam dan peradaban lainnya, serta tantangan yang dihadapi oleh perpustakaan Islam di era digital saat ini. Di tengah kemajuan teknologi informasi, artikel ini juga menelusuri upaya yang dilakukan oleh perpustakaan Islam untuk beradaptasi dengan teknologi digital guna melestarikan warisan ilmiah yang telah ada selama berabad-abad. Dengan mengkaji sejarah, peran, dan tantangan perpustakaan Islam, diharapkan artikel ini dapat memberikan pemahaman yang lebih dalam mengenai pentingnya lembaga ini dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan yang berkelanjutan, serta masa depannya dalam mendukung kemajuan ilmu pengetahuan global.

TRANSFORMASI MAHAR MENUJU MAHAR PRODUKTIF: KAJIAN MAQĀṢID AL-SHARĪ‘AH DAN PROSPEK PEMBAHARUAN HUKUM KELUARGA ISLAM

Husnul Khotimah, Jumni Nelli
Abstract: Mahar merupakan salah satu rukun penting dalam perkawinan Islam yang memiliki legitimasi normatif dalam Al-Qur’an dan hadis. Namun, dalam praktik sosial, mahar sering dipahami sebatas simbol formal yang cenderung konsumtif… mtif dan kurang memberi dampak jangka panjang bagi keberlangsungan rumah tangga. Berangkat dari persoalan tersebut, penelitian ini bertujuan menganalisis konsep mahar produktif dalam perspektif hukum Islam serta implikasinya terhadap pemberdayaan ekonomi keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian normatif (library research), didukung dengan pendekatan yuridis-normatif dan sosiologis-hukum. Sumber data terdiri dari Al-Qur’an, hadis, literatur fiqh klasik dan kontemporer, regulasi hukum positif Indonesia, serta penelitian terdahulu. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis dengan kerangka maqāṣid al-sharī‘ah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahar produktif memiliki dasar hukum yang sah dalam fiqh karena memenuhi syarat māl mutaqawwim. Praktiknya dapat ditemukan di beberapa daerah di Indonesia, seperti tanah di Minangkabau, ternak di NTB, dan peralatan usaha di Jawa. Mahar produktif terbukti memberikan dampak positif berupa pemberdayaan ekonomi istri, penguatan ketahanan rumah tangga, serta kontribusi dalam menekan angka perceraian akibat faktor ekonomi, meskipun masih menghadapi tantangan budaya yang memandang mahar sebagai simbol semata. Dari perspektif maqāṣid al-sharī‘ah, mahar produktif lebih selaras dengan tujuan syariat karena menghadirkan maslahat yang berkelanjutan. Oleh karena itu, mahar produktif memiliki prospek sebagai bagian dari ijtihad kontemporer hukum keluarga Islam, yang dapat dikembangkan melalui fatwa, regulasi, dan edukasi masyarakat, sehingga mendukung pembaharuan hukum Islam di Indonesia tanpa meninggalkan prinsip dasar syariat.

KINERJA EPISTEMOLOGI ISLAM KETERJALINAN NALAR BAYANI, BURHANI, IRFANI MUHAMMAD ABID AL JABARI

Lisa Amelia, Sri Murhayati
Abstract: Nalar bayani, irfani, dan burhani merupakan tiga kerangka epistemologis utama dalam tradisi keilmuan Islam yang berperan penting dalam proses pembentukan, pengembangan, dan validasi pengetahuan. Ketiga nalar ini tidak berdiri… rdiri secara terpisah, melainkan saling melengkapi dalam membangun pemahaman manusia terhadap realitas, baik yang bersumber dari wahyu, akal, maupun pengalaman spiritual. Nalar bayani bertumpu pada teks-teks otoritatif, khususnya Al-Qur’an dan Hadis, dengan penekanan pada pemahaman kebahasaan, penafsiran, dan penalaran normatif. Melalui pendekatan ini, kebenaran ilmu ditentukan berdasarkan kesesuaian makna dengan teks dan otoritas keagamaan, sehingga nalar bayani berperan besar dalam pengembangan ilmu-ilmu keislaman seperti fikih, tafsir, dan ushul fikih. Sementara itu, nalar irfani menekankan dimensi batin dan pengalaman spiritual sebagai sumber pengetahuan. Nalar ini berangkat dari keyakinan bahwa kebenaran tidak hanya dapat dicapai melalui teks dan rasio, tetapi juga melalui penyucian jiwa, intuisi, dan pengalaman langsung dengan realitas transenden. Pengetahuan dalam nalar irfani bersifat subjektif namun mendalam, karena diperoleh melalui proses kontemplasi, riyadhah, dan kedekatan spiritual kepada Tuhan. Oleh karena itu, nalar irfani banyak berkembang dalam tradisi tasawuf dan filsafat spiritual Islam, dengan tujuan mencapai pemahaman hakikat yang melampaui makna lahiriah. Adapun nalar burhani berpijak pada rasio dan logika demonstratif sebagai sarana utama dalam memperoleh kebenaran. Nalar ini menekankan argumentasi rasional, kausalitas, dan pembuktian sistematis yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Dalam tradisi Islam, nalar burhani banyak digunakan dalam filsafat, ilmu kalam rasional, serta pengembangan ilmu pengetahuan yang bersifat empiris dan analitis. Kebenaran dalam nalar burhani diukur melalui konsistensi logis dan kesesuaian antara teori dan realitas.