Search Articles & Publications

Showing 311 articles found for "Works"

Pembekalan Explainer Video bagi Siswa dalam Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0

Handoko, Handoko, Angela, Angela, Gunawan, Gunawan
Abstract: Abstract: The 4.0 Industrial Revolution is marked by rapid advances and technological changes in various fields, including education. To welcome the era of the 4.0 Industrial Revolution, learning curriculum in schools must… st follow the technological advancement. Teachers generally provide group assignments to be presented by students. The main obstacle faced is that students are less capable to create and deliver presentation content. Therefore, it is necessary to provide insight about presentation ability and the use of technology to make presentations. The activity began by compiling a training module on using Explaindio Video Creator to make explainer video. Training is provided in the form of tutorials and workshops, so students can directly practice the material being discussed. Before and after the training, pre-test and post-test was conducted to test the students' understanding of the presentation using an explainer video. The results found that the average participants before attending this training did not understand the presentation technique and did not know about the presentation assisted by explainer video. After attending the training, the average participants have already understood the presentation techniques and already known about the presentation assisted by explainer video and made it on their own.            Keywords: explainer video; industrial revolution; presentation Abstrak: Revolusi Industri 4.0 ditandai dengan kemajuan dan perubahan teknologi yang pesat di berbagai bidang, tidak terkecuali bidang pendidikan. Untuk menyongsong era Revolusi Industri 4.0, kurikulum pembelajaran di sekolah harus mengikuti kemajuan teknologi. Guru mata pelajaran umumnya memberikan tugas kelompok untuk dipresentasikan oleh siswa-siswi. Kendala utama yang dihadapi adalah siswa-siswi kurang mampu membuat dan menyampaikan konten presentasi. Karena itu, perlu adanya pemberian wawasan terkait kemampuan presentasi dan pemanfaatan teknologi untuk melakukan presentasi. Kegiatan dimulai dengan menyusun modul pelatihan mengenai penggunaan Explaindio Video Creator untuk mengembangkan explainer video. Pelatihan diberikan dalam bentuk tutorial dan workshop, sehingga siswa-siswi bisa mempraktikkan secara langsung materi yang dibahas. Sebelum dan sesudah pelatihan, dilakukan pre-test dan post-test untuk menguji pemahaman siswa-siswi terkait presentasi dengan menggunakan explainer video. Hasilnya ditemukan bahwa rata-rata peserta sebelum mengikuti pelatihan ini belum memahami tentang teknik presentasi serta belum mengetahui tentang bantuan presentasi dengan menggunakan explainer video. Setelah mengikuti pelatihan, rata-rata peserta sudah dapat memahami tentang teknik presentasi serta sudah mengetahui tentang bantuan presentasi dengan menggunakan explainer video dan sudah dapat membuatnya. Kata kunci: explainer video; presentasi; revolusi industri

Pemberdayaan Perempuan dalam Memanfaatkan Sampah Kresek Menjadi Produk Bernilai Ekonomis

Vuspitasari, Benedhikta Kikky, Deffrinica, Deffrinica, Br Siahaan, Shanti Veronnica, Novita, Novita
Abstract: Abstract: Plastic waste is one of the most common plastic wastes around Suka Maju village, the lack of public knowledge in utilizing and processing plastic waste into products of economic value, based on this background,… the Shanti Bhuana Institute lecturer community service activity was carried out and involved two students, the purpose of this activity is to provide knowledge about the processing of plastic waste that is often found by mothers in Suka Maju village so that they get new knowledge and can be applied in their daily lives. The method used in this activity is the method of lecturing, question and answer and direct practice, the participants who attend consist of mothers, while the material is given knowledge about waste, the dangers of waste and its impacts, as well as the practice of making handicrafts. Activities carried out at the homes of local residents in the form of a workshop meeting. The results obtained were that the use of plastic which was applied in the community service activities of the Shanti Bhuana Institute was a new activity for mothers who participated in these activities, the mothers were very enthusiastic in these activities as seen from their presence in this activity Direct practice allows them to know directly how to make economically valuable products. From this activity, it can be concluded that the community service activities carried out have a good impact because some women can practice how to manufacture products by utilizing plastic waste to become economically valuable products.        Keywords: economic value; plastic waste; women empowerment     Abstrak: Sampah kresek merupakan salah satu limbah plastik yang banyak ditemui disekitar desa Suka Maju, kurangnya pengetahuan masyarakat dalam memanfaatkan dan mengolah sampah kresek menjadi produk yang bernilai ekonomis, untuk itu perlu dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat yang dapat memberikan pengetahuan tentang pengolahan sampah kresek. tujuan kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang pengolahan sampah kresek yang banyak dijumpai oleh ibu-ibu yang ada di desa Suka Maju sehingga mereka mendapatkan pengetahuan baru dan dapat diterapkan dalam kehidupan mereka sehari-hari. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode ceramah, tanya jawab dan praktik secara langsung, peserta yang hadir terdiri dari ibu-ibu. Hasil yang diperoleh bahwa pemanfaatan plastik kresek yang diterapkan dalam kegiatan pengabdian masyarakat Institut Shanti Bhuana merupakan kegiatan yang baru bagi ibu-ibu yang mengikuti kegitan tersebut, ibu-ibu sangat antusias dalam kegiatan tersebut terlihat dari kehadiran mereka dalam kegiatan ini dan kegiatan praktik yang dilakukan secara langsung membuat mereka secara langsung dapat mengetahui bagaimana cara membuat produk yang bernilai ekonomis. Dari kegiatan ini dapat memberikan dampak yang baik karena sebagian ibu-ibu dapat mempraktikan cara pembuatan produk dengan memanfaatkan sampah plastik kresek menjadi produk bernilai ekonomis.   Kata kunci: bernilai ekonomis; pemberdayaan perempuan; sampah kresek

Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Kiddy Learning Binder Bagi Guru Paud

Yuliasari, Ulfa, Permata, Rista Dwi
Abstract: Abstract: Through a workshop and coaching  to make learning media, Kiddy Learning Binder aims to increase the knowledge and skills of early childhood teachers in making educative props in Pusaka KB/TK and Harapan Bangsa… Kindergarten at Kecamatan Tuban Kabupaten Tuban. Kiddy Learning Binder is an educational teaching aid to intended as a media learning which to be easy in the process of teaching and learning activities. Based on the problem, according to the survey results obtained in the field that the learning media in PAUD institutions are still minimum, and most of skills PAUD teachers are lack to make learning media, they more often bought the learning media than innovate to make their own . The solution to this problem was solved by providing workshop to make Kiddy Learning Binder learning media in Pusaka KB/TK and Harapan Bangsa Kindergarten. The implementation phase of workshop and coaching begins with observation and permission to get society service partners. Next, identify the initial abilities and then implementation by providing material/theory explanations and conducting training practices, and finally the monitoring and evaluation stage by measuring the success of the media that has been made through the training provided.      Keywords: educative props; kiddy learning binder; media learning   Abstrak: Melalui pendampingan dan pelatihan pembuatan media pembelajaran Kiddy Learning Binder ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru PAUD dalam membuat alat peraga edukatif di KB/TK Pusaka dan TK Harapan Bangsa Kecamatan Tuban Kabupaten Tuban. Kiddy Learning Binder merupakan alat peraga edukatif yang diperuntukkan sebagai media pembelajaran yang memudahkan proses kegiatan belajar mengajar. Didasarkan pada permasalahan, sesuai hasil survei yang diperoleh di lapangan bahwa media pembelajaran pada lembaga PAUD tersebut masih minim, serta sebagian besar guru PAUD kurang mempunyai keterampilan dalam membuat media pembelajaran, mereka lebih sering untuk membeli media pembelajaran daripada berinovasi untuk membuat sendiri. Solusi permasalahan ini dipecahkan dengan memberikan pelatihan pembuatan media pembelajaran Kiddy Learning Binder di KB/TK Pusaka dan TK Harapan Bangsa Kecamatan Tuban Kabupaten Tuban. Tahap pelaksanaan pendampingan dan pelatihan diawali dari observasi dan perijinan untuk mendapatkan mitra pengabdian kepada masyarakat. Selanjutnya, mengidentifikasi kemampuan awal lalu pelaksanaan dengan memberikan penjelasan materi/teori dan melakukan praktek pelatihan, serta yang terakhir tahap monitoring dan mengevaluasi dengan mengukur keberhasilan media yang telah dibuat melalui pelatihan yang diberikan.  Kata kunci: alat peraga edukatif; kiddy learning binder; media pembelajaran

PELATIHAN PEMBUATAN MEDIA DENGAN MEMANFAATKAN MEDIA BEKAS DI PAUD AR RAHMAN

Sari, Putri Lidiana Permata, Saragih, Sri Rahmah Dewi, Ansi, Rahma Yunita, Rahayu, Sri
Abstract: Abstract: The using of media in learning is very important to increase the mutualism of education as making a secondhand media from carton that was conducted in PAUD Ar Rahman. The training was conducted to increase the… teacher’s understanding and teacher’s skill in developing their professionalism especially in designing a learning media from a secondhand like carton. The first activity that was conducted is observation by using interview technique to the teachers. Then it was continued by training activity. This activity is like a workshop that was started from presentation about the theory of arrangement a learning media from a secondhand material, accompaniment to all teachers in designing and developing learning media from a secondhand material. At the end of this activity, there was 70% participant that able to develop a learning media from a secondhand material individually. Keywords: Media, Secondhand, Teacher of PAUD Abstrak: Penggunaan media pembelajaran sangat diperlukan dalam kaitannya dengan peningkatan mutu pendidikan seperti pembuatan media bekas yang dilakukan di PAUD Ar Rahman. Pelatihan ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan para guru dalm mengembangkan profsionalisme khususnya dalam pendesainan/ pengembangan media pembelajaran dari barang bekas berupa karton. Kegiatan pertama yang dilakukan adalah observasi dengan menggunakan teknik wawancara terhadap para guru. Kemudian dilanjutkan dengan pelatihan. Kegiatan ini berbentuk workshop dimulai dari presentasi tentang teori penyusunan media pembelajaran dari barang bekas, pendampingan terhadap guru dalam perancangan dan pendampingan bagi guru dalam pengembangan media pembelajaran dari barang bekas. Pada akhir kegiatan sebanyak 70% peserta yang dapat mengembangkan media pembelajaran dari barang bekas secara mandiri. Kata kunci: Media, Barang, Bekas, Guru PAUD

MELIRIK HIDROPONIK SAYURAN SEGAR SKALA RUMAH TANGGA SEBAGAI PELUANG USAHA

Sinaga, Hommy Dorthy Ellyany, Irawati, Novica
Abstract: Abstract: This community service is provided to wives of civil servants called Darma Wanita at RSUD HAMS Kisaran, in creating positive activities at their homes and they also could get knowledge to be an entrepreneur through… ough the activities. The community service is delivered in workshop and training method how to plant the vegetables such as water spinach (aka kangkung) in hydroponic wick system. The expected return is the wives could plant this hydroponic water spinach at their own yard so they can produce fresh and healthy Water Spinach for their family and they also can get additional income through the sales of the vegetables. Keywords: Entrepreneurship, Hydroponic, Wick system, Wives of civil servants, Abstrak:Pengabdian masyarakat ini ditujukan kepada kelompok Ibu-ibu Darma Wanita Persatuan UP RSUD HAMS Kisaran, dimana selaku pendamping suami yang bertugas sebagai ASN (Aparatur Sipil Negara), para istri dapat melakukan kegiatan yang positif sekaligus menjadi peluang usaha dalam skala rumah tangga. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan adalah memberikan informasi dan pelatihan menanam sayuran kangkung secara hidroponik sederhana dengan sistem sumbu (Wick System). Diharapkan nantinya, dengan bekal pengetahuan ini, para istri dapat melakukannya di rumah masing-masing dan nantinya akan dapat dengan mudah menyediakan sayuran segar dan bebas pestisida bagi keluarganya, sekalipun pada area pekarangan yang terbatas, dan sekaligus dapat pula dijadikan peluang usaha untuk menambah pendapatan keluarga. Keywords: darma wanita, hidroponik, peluang usaha, sistem sumbu

PENGEMBANGAN USAHA MIKRO JAMUR TIRAM PUTIH (STUDI KASUS : PEMBUATAN ALAT KONTROL SUHU, KELEMBABAN DAN PEMBUATAN WEBSITE PEMASARAN BENTENG HILIR-DELI SERDANG)

Parinduri, ikhsan, Iskandar, Iskandar
Abstract: Abstract: Has been Community Service for Micro-Business White Oyster Mushroom "Temperature control and humidity, Lower Fortress, Deli Serdang. Temperature control and humidity of white oyster mushrooms using Ardurino Uno&#8230; R-3-based DHT 11 temperature sensor with 16x2 LCD display and HP Android. Controlling the temperature and humidity of white oyster mushrooms work automatically to help the mushroom farmers in controlling the temperature and humidity of white oyster mushroom kumbung .. If temperature> 300C and humidity <650C sensors will read the temperature and humidity in the kumbung and regulate the movement of the water pump in automatic and turn the water nozzle in water spraying onto the kumbung section and baglog mushrooms. This tool works to help white oyster mushroom farmers in increasing their harvest production.   Keywords: Temperature Control and Humidity, Website     Abstrak: Telah dilakukan Pengabdian Masyarakat bagi Usaha Mikro Jamur Tiram Putih”Pengendalian suhu dan kelembaban, Benteng Hilir, Deli Serdang. Pengendalian suhu dan kelembaban jamur tiram putih menggunakan sensor suhu DHT 11 berbasis Ardurino Uno R-3 dengan tampilan LCD 16x2 dan HP Android. Pengontrolan suhu dan kelembaban kumbung jamur tiram putih bekerja secara otomatis membantu para petani jamur dalam mengendalikan suhu dan kelembaban kumbung jamur tiram putih.. Jika suhu > 300C dan kelembaban <650C sensor akan membaca suhu dan kelembaban yang berada di kumbung dan mengatur pergerakkan pompa air secara otomatis dan menghidupkan nozzle air dalam penyemprotan air ke bahagian kumbung dan baglog jamur. Alat ini bekerja untuk membantu petani jamur tiram putih dalam peningkatan produksi panennya.   Kata Kunci : Pengendalian Suhu dan kelembaban, Website

WORKSHOP MEMBANGUN SISTEM JARINGAN KOMPUTER BERBASIS PEER TO PEER DAN CLIENT SERVER DI SMK NEGERI 1 SETIA JANJI

Maha Putra, Guntur, Syafinur, Afdhal, Yesputra, Rolly
Abstract: Abstract: SMK Negeri 1 Setia Janji is a vocational high school that is engaged in technology that has three departments namely RPL (Software Engineering), TSM (Motorcycle Engineering) and TKR (Light Vehicle Engineering).&#8230; Department of RPL is focused into mastery of programming, for example in making dynamic web application, but after finished making web application needed a computer network so that application can be run and can be arranged through computer network system either peer to peer or client server, it needs to be done collaboration between mastery in the field of programming with mastery in the field of computer network systems, especially based on peer to peer and client server.   Keywords :Networking, peer to peer, client server     Abstrak: SMK Negeri 1 Setia Janji adalah Sekolah Menengah Kejuruan yang bergerak di bidang teknologi yang memiliki tiga jurusan yaitu RPL (Rekayasa Perangkat Lunak), TSM (Teknik Sepeda Motor) dan TKR (Teknik Kendaraan Ringan). Jurusan RPL difokuskan ke dalam penguasaan pemrograman, misalnya dalam membuat aplikasi web dinamis, tetapi setelah selesai membuat aplikasi web tersebut maka diperlukan sarana jaringan komputer agar aplikasi tersebut dapat dijalankan dan dapat diatur melalui sistem jaringan komputer tersebut baik secara peer to peer maupun client server, oleh sebab itu perlu dilakukan kolaborasi antara penguasaan dibidang pemrograman dengan penguasaan di bidang sistem jaringan komputer khususnya berbasis peer to peer dan client server.   Kata kunci : Jaringan, peer to peer, client server

INTERNET SEHAT DAN AMAN (INSAN)

Nasution, Donni, Rahayu, Elly, Rohminatin, Rohminatin
Abstract: Abstract: This service activity is carried out in the form of workshop where health and safe Internet became it's theme which was aimed to increasing the knowledge of women, especially the women of Bhayangkari Polsek Porsea&#8230; sea in using the internet in a healthy and safe manner. The target audience of this Service Program are 20 women from bhayangkari Polsek Porsea. The method used are the lecture method, direct discussion and also question and answer. The material provided includes such as Women in the Technological Era, Empowering Women through Internet Technology, and also Healthy and Safe Internet. The benefits obtained from this service are the first is to improve current knowledge of technology for the women, the second is to increase the knowledge of the women roles in technology and the third is to educate the internet ethics and its benefits for herself and the family, children especially.   Keywords: Insan, health and safe, Women, Internet     Abstrak: Kegiatan pengabdian ini  dilaksanakan dalam bentuk kegiatan Workhshop  yang bertemakan Internet sehat dan aman yang bertujuan meningkatkan pengetahuan perempuan khususnya ibu-ibu Bhayangkari dalam menggunakan internet secara sehat dan aman. Khalayak sasaran dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah Ibu-Ibu bhayangkari yang berjumlah 20 orang. Metode yang digunakan adalah  metode ceramah, diskusi dan  tanya jawab secara langsung. Materi yang diberikan diantaranya  seperti Perempuan di Era Teknologi, Pemberdayaan Perempuan Melalui Teknologi Internet, serta Internet Sehat dan Aman. Manfaat yang diperoleh dari kegiatan pengabdian ini pertama meningkatkan pengetahuan. Teknologi masa kini kepada perempuan, kedua meningkkat pengetahuan tentang peran perempuan dalam Teknologi  dan ketiga melakukan edukasi etika berinternet serta manfaat  bagi  dirinya dan keluarga, terutama kepada anak-anak.   Kata kunci: Insan, Sehat dan Aman, Wanita, Internet

PENINGKATAN PEMANFATAN PERAN TEKNOLOGI INFORMASI BAGI MASYARAKAT SEKITAR POLSEK PORSEA KAB.TOBA SAMOSIR

Almeina Lubis, Iin, Aulia, Romy, Madonna Yuma, Febby
Abstract: Abstrack: Community Service Activities in the form of training on the use of the internet at Porsea Sub-District of Toba Samosir District aim to increase the knowledge of the surrounding community about internet technology&#8230; gy and the benefits of the internet and encourage surrounding communities to be able to independently manage and utilize network and internet functions. The main target  in this community service is the community around Porsea Sub-District, Toba Samosir District. The training method used is a form of training in the classroom using the lecture method, discussion and question and answer. The lecture method used is intended to provide a theoretical explanation of internet and network material. The discussion method is used to explore the understanding of the surrounding community about the material given in lectures. Practice methods are used to show  how to use the internet properly and correctly. The benefits of this training activity are that the surrounding community is able to use the internet and the network for positive and useful things.   Keywords: Internet, Benefits, Training, Networks   Abstrak : Kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat berupa pelatihan pemanfaatan internet di Polsek Porsea Kab.Toba Samosir bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat sekitar terhadap teknologi internet dan manfaat dari internet serta mendorong masyarakat sekitar agar mampu dengan mandiri mengelola dan memanfaatkan fungsi jaringan dan internet. Khalayak sasaran dalam pengabdian masyrakat ini adalah masyarakat sekitar Polsek Porsea Kab.Toba Samosir. Metode pelatihan yang digunakan adalah bentuk pelatihan di dalam kelas dengan menggunakan metode ceramah, diskusi dan tanya jawab. Metode ceramah yang digunakan dimaksudkan untuk memberikan penjelasan secara teori terhadap materi internet dan jaringan. Metode diskusi digunakan untuk menggali pemahaman masyarakat sekitar terhadap materi yang diberikan secara ceramah. Metode praktek digunakan untuk menunjukan langsung cara menggunakan internet yang baik dan benar. Manfaat yang diperoleh dari kegiatan pelatihan ini adalah masyarakat sekitar mampu menggunakan internet dan jaringan untuk hal-hal positif dan bermanfaat.   Kata kunci : Internet, Manfaat, Pelatihan, Jaringan  

WORKSHOP PELATIHAN PERANCANGAN INTERNET OF THINGS BERBASIS ARDUINO UNO JENIS R3/R3 SMD DI SMK SWASTA KARYA UTAMA KOTA TANJUNGBALAI

Ananda, Ricki, Amin, Muhammad
Abstract: Abstract: Current technological developments are no stranger among students, almost all students now have an Android that is enabled to share information and be used to help with daily activities. Based on the usefulness&#8230; of android which is only enabled to share information or as a communication tool, the service team creates training or workshops which later aims to develop students' interest in reviewing or developing technology in the field of android or in the controller field. In order for the training not to start from the ground up, the training participants were taken from the main works of private vocational schools, majoring in computers, class XI of the Department of Software Engineering (RPL), with a total number of participants of 53 people. The implementation of a two-day workshop found results, on the first day with the theme of training on IOT-based automatic switch hardware design, it was found that 46 students managed to assemble automatic hardware switches, and 7 students failed to assemble the hardware automatically perfectly. On the second day, 53 students succeeded in making an automatic software switch on Android, and during the trial, all students also managed to do it. From the two days of the workshop activities, and seen from the students' activeness and curiosity about the development of Android and the controller, many students still want to know, other developments from Android besides being used as automatic switches are based on IoT. Keyword: Royer Oscillator circuit, Power wireless transfer, Booster converter circuit   Abstrak: Perkembangan teknologi saat ini sudah tidak asing dikalangan pelajar, hampir semua pelajar kini memiliki android yang difungsikan untuk berbagi informasi serta difungsikan untuk membantu kegiatan sehari hari. Berdasarkan kegunaan android yang hanya difungsikan untuk berbagi informasi atau sebagai alat komunikasi, maka tim pengabdian membuat pelatihan atau workshop yang nantinya bertujuan untuk menumbuh kembangkan minat siswa siswi dalam mengulas atau mengembangkan teknologi dibidang android dibidang controller. Agar pelatihan tidak dimulai dari dasar, maka peserta pelatihan diambil dari SMK Swasta karya utama, jurusan komputer, kelas XI Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), dengan total peserta 53 orang. Terselenggaranya workshop selama dua hari,mendapati hasil, pada hari pertama dengan tema pelatihan perancangan hardware switch otomatis berbasis iot, didapati 46 siswa berhasil merangkai hardwarei switch otomatis, dan 7 siswa tidak berhasil merangkai hardware otomatis secara sempurna. Dihari kedua, 53 siswa berhasil membuat software switch otomatis di android, dan pada saat uji coba, seluruh siswa juga berhasil melakukannya. Dari dua hari kegiatan workshop yang dilakukan,dan dilihat dari keaktifan dan rasa ingin tahu siswa tentang pengembangan dari android dan controller, banyak siswa yang masih ingin tahu, pengembangan lain dari android selain digunakan sebagai switch otomatis berbasis iot.   Kata Kunci: Royer Oscillator circuit, Power wireless transfer, Booster converter circuit