Search Articles & Publications

Showing 1635 articles found for "Kualitatif"

EFEKTIVITAS STRATEGI PEMASARAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH (UMKM) PRODUK KULIT LUMPIA SUGEMA RASA (SR) DIKECAMATAN SINDANG KERTA, KABUPATEN BANDUNG BARAT

Nadia Nur Hopipah, Agnesia Natania Lumiu
Abstract: Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memegang peranan penting dalam menggerakkan perekonomian Indonesia, termasuk pada sektor olahan pangan seperti kulit lumpia. Di Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat, terdapat… dapat pelaku UMKM yang mengelola produksi kulit lumpia secara tradisional namun tetap mampu bersaing. Penelitian ini bertujuan mengungkap strategi pemasaran yang digunakan, menilai efektivitasnya terhadap peningkatan penjualan, serta mengidentifikasi faktor yang mendukung keberhasilan dan kendala yang dihadapi. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas pemilik usaha, anggota keluarga yang terlibat, pegawai, pelanggan, serta tokoh masyarakat. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, dengan uji keabsahan menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran yang dijalankan mencakup pemeliharaan kualitas produk, penetapan harga yang terjangkau, pemilihan lokasi usaha yang strategis, pemanfaatan media sosial, pengembangan jaringan reseller, keterbukaan proses produksi kepada konsumen, dan penyediaan variasi ukuran produk. Strategi tersebut terbukti efektif meningkatkan volume penjualan, terutama pada periode tertentu seperti bulan Ramadan, serta membangun loyalitas pelanggan. Faktor keberhasilan meliputi kualitas produk yang terjaga, hubungan sosial yang harmonis, harga yang bersaing, dukungan keluarga, promosi dari mulut ke mulut, dan penggunaan media sosial. Sementara itu, kendala yang muncul antara lain keterbatasan tenaga kerja, cuaca yang menghambat proses pengeringan, kemasan yang belum optimal, dan promosi digital yang belum maksimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan strategi pemasaran yang sederhana namun konsisten dapat menjaga keberlangsungan UMKM di daerah pedesaan. Selain itu, ditemukan kontribusi signifikan dari peran perempuan dalam usaha keluarga, yang berdampak pada peningkatan ekonomi rumah tangga sekaligus memperkuat pemberdayaan sosial di lingkungan masyarakat.

STRATEGI PEMERINTAH DESA ADAT DALAM PENGEMBANGAN DAYA TARIK WISATA SUWAT WATERFALL DI DESA SUWAT KABUPATEN GIANYAR

I Wayan Raditya Wargata, I Putu Dharmanu Yudartha, Gek Aris Veratiani
Abstract: Penelitian ini membahas strategi Pemerintah Desa Adat Suwat dalam mengembangkan objek wisata Suwat Waterfall di Kabupaten Gianyar, Bali. Tujuan penelitian adalah menganalisis strategi yang telah diterapkan serta merumuskan… an rekomendasi untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan destinasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Desa Adat Suwat menerapkan strategi peningkatan infrastruktur, promosi berbasis media sosial, serta pemberdayaan masyarakat lokal. Tantangan utama yang dihadapi mencakup keterbatasan dana, rendahnya kualitas sumber daya manusia, dan minimnya pemanfaatan teknologi. Analisis SWOT menunjukkan kekuatan utama terletak pada keunikan alam dan aksesibilitas, kelemahan pada keterbatasan SDM, peluang pada perkembangan teknologi dan lokasi strategis, serta ancaman pada persaingan destinasi lain. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas SDM, kolaborasi dengan pemerintah dan swasta, promosi digital yang lebih masif, serta penerapan prinsip pariwisata berkelanjutan. Dengan strategi tersebut, Suwat Waterfall berpotensi menjadi destinasi wisata yang kompetitif, berkelanjutan, dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.

ANALISIS MEDIA SOSIAL DALAM MENETAPKAN SEGMENTASI PASAR DAN DEMOGRAFI KONSUMEN STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN GLOBAL APPLE

Aliefya Rahil Naftaly, Denis Stiyansah, Eden Dendie, Magdalena Siregar, Okki Heriyanto, Shera Tri Andini, Tita Apriani, Yuyun Yuniarsih
Abstract: Di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat, media sosial telah menjadi salah satu alat penting dalam strategi pemasaran modern. Perusahaan-perusahaan besar, termasuk Apple, semakin mengandalkan platform… media sosial untuk membangun hubungan dengan konsumen, memahami perilaku pasar, serta mengembangkan strategi pemasaran yang lebih efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran media sosial dalam proses segmentasi pasar dan pemahaman demografi konsumen, dengan mengambil Apple sebagai objek studi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengumpulkan dan menganalisis data dari berbagai platform seperti Instagram, Facebook, dan Twitter. Data yang diperoleh mencakup konten promosi, respons audiens, serta pola interaksi pengguna. Segmentasi pasar dilakukan berdasarkan variabel demografis seperti usia, jenis kelamin, lokasi, dan minat konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial memungkinkan Apple untuk mengidentifikasi segmen pasar secara lebih akurat dan menjangkau audiens yang relevan. Selain itu, analisis demografi konsumen melalui media sosial membantu perusahaan dalam merancang strategi pemasaran yang lebih personalisasi dan efektif. Dengan memanfaatkan data yang diperoleh dari media sosial, Apple dapat menyesuaikan produk, layanan, dan kampanye pemasaran sesuai dengan karakteristik demografis dan perilaku konsumen. Penelitian ini juga menekankan pentingnya penggunaan teknologi dan data digital dalam pengambilan keputusan pemasaran, serta memberikan wawasan tentang bagaimana perusahaan global dapat memanfaatkan media sosial untuk meningkatkan keterlibatan dan loyalitas pelanggan. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami dinamika pemasaran di era digital, serta peran media sosial dalam segmentasi pasar dan analisis demografi konsumen. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi perusahaan lain dalam merancang strategi pemasaran yang lebih berbasis data dan berorientasi pada kebutuhan konsumen.

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN TENTANG BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES) DESA KUAPAN KECAMATAN TAMBANG

Siska Adetia, Masrul Ikhsan
Abstract: Implementasi Kebijakan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kuapan adalah untuk meningkatkan kemakmuran masyarakat desa dengan mengelola sumber daya lokal. BUMDes Kuapan didirikan untuk mengelola dan mengembangkan potensi desa… a dengan tujuan meningkatkan pendapatan dan kualitas hidup masyarakat. Dalam hal ini, tujuan kebijakan BUMDes Kuapan adalah untuk mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan dan meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pengambilan keputusan. Namun, implementasi kebijakan ini masih menghadapi beberapa masalah. Ini termasuk keterbatasan sumber daya, kegagalan manajemen, dan partisipasi masyarakat yang belum optimal. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pelaksanaan kebijakan BUMDes Kuapan dan menemukan komponen yang memengaruhi keberhasilannya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara,observasi,dan dokumentasi. Pengumpulan data,reduksi data,penyajian data dan penarikan kesimpulan yang dilakukan pada teknik analisis data. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori George Edward III dengan empat indikator, yakni komunikasi, Sumber Daya, Disposisi, dan Struktur Birokrasi. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa Implementasi Kebijakan Tentang Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Kuapan Kecamatan Tambang belum terlaksana dengan baik. Faktor yang menjadi penghambat dalam Implementasi Kebijakan Tentang Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)Desa Kuapan ialah keterbatasan sumber daya manusia,kurangnya sosialisasi dan komunikasi serta persaingan usaha yang ketat.

MODEL-MODEL EVALUASI PENDIDIKAN

Lilik Anirowati, Siti Rahma, Nur Komariah
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis berbagai model evaluasi pendidikan yang digunakan dalam proses pengukuran dan penilaian efektivitas program pembelajaran maupun kebijakan pendidikan. Melalui pendekatan… katan kualitatif dengan metode studi kepustakaan, penelitian ini menelusuri konsep, karakteristik, serta kelebihan dan kekurangan dari beberapa model evaluasi pendidikan yang paling dikenal, seperti model CIPP, model Tyler, model Countenance, model Stake, dan model Kirkpatrick. Hasil kajian menunjukkan bahwa setiap model memiliki orientasi dan pendekatan yang berbeda-beda, tergantung pada tujuan, konteks, serta jenis program yang dievaluasi. Model CIPP cenderung digunakan untuk evaluasi yang bersifat komprehensif dan berorientasi pada perbaikan program, sementara model Tyler lebih fokus pada pencapaian tujuan instruksional. Penelitian ini juga menemukan bahwa tidak ada satu model evaluasi yang bersifat universal, sehingga pemilihan model evaluasi harus disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik lembaga pendidikan. Temuan ini memperkuat pentingnya pemahaman mendalam terhadap teori evaluasi serta fleksibilitas dalam implementasinya. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pendidik, perencana pendidikan, dan peneliti dalam menentukan pendekatan evaluasi yang tepat guna meningkatkan mutu pendidikan.

ISTIWA’ ALLAH DI ATAS ‘ARASY DALAM TAFSIR NUSANTARA: PERBANDINGAN TAFSIR HAMKA DAN HASBI ASH-SHIDDIEQY (KAJIAN TAFSIR Q.S. THAHA [20]: 5)

Supriadi, Yusup, Zakaria, Aceng
Abstract: Artikel ini mengkaji perbedaan metodologis antara dua mufasir Nusantara, Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka) dalam Tafsir Al-Azhar dan Teungku Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy dalam Tafsir An-Nur, ketika menafsirkan ayat… istiwa’ Allah di atas ‘Arasy dalam Q.S. Thaha [20]: 5. Ayat ini termasuk kategori mutasyabihat yang melahirkan tiga pendekatan utama dalam sejarah Islam: takwil (interpretasi metaforis), isbat bilā kayf (penetapan makna lahir tanpa menanyakan cara), dan tafwīḍ al-ma‘nā (penyerahan makna sepenuhnya kepada Allah). Dengan menggunakan metode kualitatif-komparatif dan analisis isi terhadap kedua tafsir serta literatur akidah terkait, studi ini menemukan bahwa Hamka menempuh jalan takwil dengan memaknai istawa’ sebagai istīlā’ (menguasai), sedangkan Hasbi Ash-Shiddieqy menerapkan isbat bilā kayf: menetapkan makna “bersemayam” sebagaimana adanya sembari menyerahkan hakikat dan cara (kaifiyyah) kepada Allah, bukan menyerahkan makna dasarnya (tafwīḍ al-ma‘nā). Perbedaan ini karena keduanya bersepakat menolak penyerupaan Allah dengan makhluk dan menjaga transendensi-Nya, hanya saja caranya yang bebeda. Temuan ini memperkaya pemahaman tentang dinamika tafsir Nusantara yang menggabungkan tradisi Salaf dan semangat pembaruan.

TAFSIR SURAT AL-FATIHAH DITINJAU DARI BALAGHAH AL-QUR’AN

Supriadi, Yusup, Solahudin, Solahudin, Arifin, Arifin
Abstract: Surat Al-Fatihah merupakan inti ajaran Al-Qur’an yang mencakup aspek akidah, ibadah, dan doa. Selain kandungan teologisnya, Al-Fatihah juga memiliki keindahan bahasa yang sangat tinggi, sehingga menjadi objek kajian penting… nting dalam ilmu balaghah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan ilmu ma‘ani, bayan, dan badi‘ dalam Surat Al-Fatihah serta menjelaskan fungsi balaghah tersebut dalam memperkuat makna dan pesan ayat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research), melalui analisis teks ayat-ayat Al-Fatihah berdasarkan teori balaghah klasik sebagaimana dikemukakan oleh para ulama seperti Al-Jurjani, As-Sakkaki, dan Al-Qazwini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Surat Al-Fatihah mengandung struktur kalimat yang sangat efektif (ma‘ani), penggunaan majaz dan tasybih yang halus (bayan), serta keindahan lafaz dan makna melalui berbagai uslub keindahan (badi‘). Kesimpulannya, balaghah dalam Surat Al-Fatihah tidak hanya berfungsi sebagai hiasan bahasa, tetapi berperan penting dalam memperdalam makna, menguatkan akidah, dan menegaskan kemukjizatan Al-Qur’an.

PENGGUNAAN VARIAN QIRA’AT DALAM TAFSĪR AL-QUR’ĀN AL-‘AẒĪM KARYA IBNU KAṠIR TERHADAP PENAFSIRAN Q.S. AL-FATIHAH [1] : 4

Supriadi, Yusup, Wahidin, Ade, Saputra, Apud
Abstract: Artikel ini mengkaji penggunaan varian qira’at dalam penafsiran Ibnu Kaṡir terhadap frasa Māliki/Maliki Yawm al-Dīn (QS. Al-Fātiḥah [1]: 4). Fokus penelitian meliputi identifikasi riwayat qira’at yang dikutip, status kesahihannya,… status kesahihannya, serta metode Ibnu Kaṡir dalam menyikapi keragaman bacaan—apakah beliau menggabungkan (jam‘) seluruh qira’at sahih atau cenderung (tarjīḥ) pada salah satunya. Dengan menggunakan metode analisis konten kualitatif terhadap kitab Tafsīr al-Qur’ān al-‘Aẓīm dan didukung literatur qira’at primer, ditemukan bahwa Ibnu Kaṡir menyebutkan lima varian bacaan: māliki, maliki, malīki, malikī (isybā‘ Nāfi‘), dan malaka (Abū Ḥanīfah). Dua yang pertama ditegaskan sebagai ṣaḥīḥ mutawātir dalam Qirā’āt Sab‘ah, bacaan ketiga dan keempat tidak dikritik serta merupakan bagian dari qira’at sahih lainnya, sedangkan bacaan kelima dinilai syāż gharīb jiddan. Ibnu Kaṡir tidak mentarjīḥ antara māliki dan maliki, melainkan menerapkan metode jam‘ dengan menghimpun makna “Pemilik” dan “Raja” sekaligus sebagai cerminan otoritas mutlak Allah di Hari Pembalasan. Sikap ini sekaligus mendamaikan klaim historis tentang bacaan Marwān bin al-Ḥakam, menunjukkan bahwa Ibnu Kaṡir mengakui autentisitas kedua qira’at tanpa terjebak polemik politik. Temuan ini memperkuat posisi Ibnu Kaṡir sebagai mufasir yang mengintegrasikan keragaman qira’at mutawatir tanpa harus menjatuhkan pilihan, serta menawarkan model harmonisasi qira’at dalam tafsir bi al-ma’ṡūr.

PERAN TAUHID DALAM MENGURANGI PERILAKU KONSUMTIF MAHASISWA

Sholikha, Maulida Mar’atus, Al-Arif, Muhammad Asrori, Chamami, M. Rikza
Abstract: Penelitian ini bertujuan mengkaji secara mendalam peran Tauhid dalam mengurangi perilaku konsumtif mahasiswa. Di era modern, mahasiswa sering terpengaruh tren media sosial, tekanan teman sebaya, dan dorongan menjaga gengsi,… si, sehingga banyak yang membeli barang bukan karena kebutuhan, melainkan tuntutan gaya hidup. Perilaku seperti ini jelas bertentangan dengan nilai Tauhid yang menekankan kesederhanaan, pengendalian diri, dan orientasi hidup kepada Allah. Dengan pendekatan kualitatif fenomenologi, penelitian ini menggali pengalaman nyata mahasiswa dalam menghadapi dorongan konsumtif, pemaknaan mereka terhadap Tauhid, serta strategi spiritual yang dipakai untuk menahan perilaku berlebihan. Wawancara dilakukan dengan tiga mahasiswa. Dari pengalaman mereka terlihat bahwa Tauhid bukan hanya konsep teologis, tetapi juga pedoman praktis yang membentuk kesadaran, mendorong sikap moderat, dan menumbuhkan gaya hidup sederhana yang berorientasi pada ibadah. Penelitian ini menunjukkan bahwa Tauhid dapat menjadi landasan spiritual bagi mahasiswa dalam menghadapi budaya konsumtif yang semakin kuat di kalangan generasi muda. Dengan mengintegrasikan nilai Tauhid dalam kehidupan sehari-hari, mahasiswa diharapkan mampu membangun ketahanan terhadap tekanan materialistik sekaligus menumbuhkan sikap rendah hati, tanggung jawab, dan pengabdian kepada Allah.

STRATEGI PENGEMBANGAN NIIAI-NILAI BUDAYA RELIGIUS DALAM MEMBANGUN KARAKTER PESERTA DIDIK DI SMPN 1 ATAP LANUT KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW TIMUR

Wua, Zuzanna Ramlah, Anwar, Khoirul, Makhshun, Toha
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pengembangan nilai-nilai budaya religius dalam membangun karakter peserta didik di SMPN 1 Atap Lanut Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan… endekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi utama dalam pengembangan budaya religius dilakukan melalui pembiasaan dan keteladanan guru. Pembiasaan diterapkan melalui kegiatan doa bersama, BIMTAL setiap hari Jumat, PHBI, dan kegiatan bakti sosial keagamaan. Sementara itu, keteladanan guru diwujudkan melalui sikap disiplin ibadah, sopan santun, dan perilaku religius dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. Program budaya religius yang diterapkan mampu memberikan dampak positif terhadap karakter peserta didik, seperti meningkatnya kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian sosial, serta berkurangnya perilaku negatif seperti bullying. Faktor pendukung pengembangan budaya religius meliputi dukungan kepala sekolah, guru, orang tua, dan lingkungan sekolah yang kondusif. Adapun faktor penghambatnya adalah rendahnya motivasi sebagian siswa, pengaruh gadget, dan keterbatasan sarana ibadah. Dengan demikian, pengembangan budaya religius di sekolah terbukti efektif dalam membentuk karakter peserta didik yang religius dan berakhlak mulia.