Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam pembentukan nilai-nilai karakter Islami siswa di SDN 8 Nagrikaker Purwakarta, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat,…
at, serta menganalisis hasil pembentukan karakter Islami siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari dua guru PAI yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru PAI dilakukan melalui pembiasaan religius, keteladanan, integrasi nilai-nilai Islami dalam pembelajaran, serta pemberian tanggung jawab kepada siswa. Kegiatan pembiasaan seperti salat dhuha, tadarus Al-Qur’an, membaca doa sebelum dan sesudah pembelajaran, serta budaya sopan santun diterapkan secara konsisten di sekolah. Faktor pendukung keberhasilan strategi meliputi dukungan kepala sekolah, kerja sama antar guru, keterlibatan orang tua, dan budaya sekolah yang religius. Adapun faktor penghambat meliputi latar belakang keluarga siswa yang beragam, kurangnya pengawasan orang tua, serta pengaruh penggunaan gadget dan lingkungan sosial. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan karakter Islami siswa, seperti disiplin, kejujuran, tanggung jawab, sopan santun, dan kesadaran beribadah. Dengan demikian, strategi guru PAI dinilai efektif dalam membentuk karakter Islami siswa secara berkelanjutan.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi metode Yanbu’a dalam pengembangan sumber daya guru Al-Qur’an di MTs Yanbu’ul Qur’an Pangkalanbun, menganalisis perannya dalam meningkatkan kompetensi guru, mengkaji…
ru, mengkaji dampaknya terhadap profesionalitas guru, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahap reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode Yanbu’a dilakukan secara terstruktur melalui pelatihan, tashih, mudarasah, supervisi, dan evaluasi berkala. Metode ini berperan penting dalam meningkatkan kompetensi profesional dan pedagogik guru, terutama dalam aspek makhraj, tajwid, tartil, ghunnah, serta kemampuan menyusun pembelajaran yang sistematis dan terarah. Selain itu, implementasi Yanbu’a berdampak positif terhadap profesionalitas guru, seperti meningkatnya kedisiplinan, semangat muroja’ah, keteladanan, dan budaya kerja Qur’ani. Faktor pendukung utama meliputi dukungan kepala pondok dan kepala madrasah, pembimbing yang kompeten, komitmen guru, kerja sama antarguru, serta sarana prasarana yang memadai. Adapun faktor penghambat meliputi perbedaan kemampuan dasar guru dan santri, keterbatasan waktu pembinaan, dan kurangnya dukungan orang tua di rumah.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penanaman nilai-nilai digital Islami melalui pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, serta menganalisis dampaknya terhadap…
ap sikap dan perilaku digital siswa di SMP Islam Sumber Gundang Bangkalan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian terdiri atas guru Pendidikan Agama Islam dan siswa yang dipilih secara purposif karena terlibat langsung dalam proses pembelajaran. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi nonpartisipan, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanaman nilai-nilai digital Islami dilakukan melalui integrasi nilai kejujuran, amanah, tanggung jawab, dan etika bermedia dalam pembelajaran PAI melalui diskusi, video edukasi Islami, pembiasaan, serta keteladanan guru. Faktor pendukung meliputi dukungan sekolah, lingkungan religius, peran guru, dan media pembelajaran digital. Faktor penghambat berasal dari pengaruh negatif media sosial, kurangnya pengawasan orang tua, rendahnya kesadaran siswa, dan keterbatasan fasilitas teknologi. Pembelajaran PAI memberikan dampak positif terhadap peningkatan sikap dan perilaku digital Islami siswa, seperti penggunaan media sosial secara sopan, bijak, dan bertanggung jawab.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mengimplementasikan nilai-nilai toleransi di SDN 1 Liberia Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, mengidentifikasi faktor pendukung dan…
an penghambat implementasi nilai toleransi, serta menganalisis peran guru PAI dalam membentuk sikap toleran peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari guru PAI dan beberapa peserta didik di SDN 1 Liberia. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI menerapkan strategi pembelajaran berbasis toleransi melalui integrasi nilai-nilai toleransi dalam RPP dan materi pembelajaran, penggunaan metode cerita, diskusi, cooperative learning, serta pembiasaan sikap saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari. Faktor pendukung implementasi toleransi meliputi dukungan warga sekolah, lingkungan yang harmonis, dan kurikulum pendidikan karakter. Adapun faktor penghambat berasal dari latar belakang keluarga dan pengaruh lingkungan luar. Guru PAI berperan sebagai pendidik, teladan, fasilitator, dan pembimbing dalam membentuk sikap toleran peserta didik sehingga tercipta lingkungan sekolah yang inklusif, harmonis, dan menghargai keberagaman.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam pembentukan karakter siswa di SMPN 2 Tutuyan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, menganalisis nilai-nilai karakter yang ditanamkan,…
serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan utama dalam penelitian ini adalah guru Pendidikan Agama Islam yang terlibat langsung dalam proses pembelajaran dan pembinaan karakter siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru PAI dalam pembentukan karakter dilakukan secara terencana, sistematis, dan berkelanjutan melalui perencanaan pembelajaran, pembiasaan, keteladanan, pemberian nasihat, penerapan aturan kelas, konsekuensi logis, kegiatan keagamaan, serta kerja sama dengan kepala sekolah, wali kelas, dan orang tua. Nilai-nilai karakter yang ditanamkan meliputi religius, jujur, disiplin, tanggung jawab, hormat, peduli sosial, empati, kerja sama, dan gotong royong. Faktor pendukung pembentukan karakter meliputi budaya sekolah yang positif, kegiatan keagamaan, keteladanan guru, dan dukungan pihak sekolah. Sementara itu, faktor penghambatnya adalah rendahnya motivasi siswa, pengaruh pergaulan, penggunaan media sosial, serta kurangnya keterlibatan orang tua.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis strategi kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi guru di MTs Muhammadiyah Kotamobagu, menganalisis proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program…
m peningkatan kompetensi guru, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam implementasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi guru dilaksanakan secara terencana, sistematis, dan berkelanjutan. Strategi yang diterapkan meliputi peningkatan kesejahteraan guru, sertifikasi guru profesional, supervisi akademik, MGMP, pelatihan daring dan luring, mentoring, serta penegakan tata tertib secara tegas. Kompetensi yang menjadi prioritas utama adalah kompetensi kepribadian karena dianggap sebagai dasar dalam membangun komunikasi, keteladanan, dan motivasi kerja guru. Proses perencanaan program dilakukan pada akhir tahun ajaran berdasarkan analisis kebutuhan melalui supervisi administrasi pembelajaran dan praktik mengajar. Evaluasi program dilakukan pada akhir tahun ajaran dengan melihat hasil belajar siswa dan antusiasme siswa terhadap pembelajaran. Faktor pendukung meliputi perencanaan, fasilitator, administrasi, fasilitas, dan evaluasi, sedangkan faktor penghambat utama adalah keterbatasan kesiapan pemateri dalam pelaksanaan program.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru Al-Qur’an dalam meningkatkan kemampuan membaca santri di Rumah Qur’an Daarussunnah Tambun Bekasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi…
studi kasus. Subjek penelitian meliputi penanggung jawab lembaga, guru Al-Qur’an, dan santri. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran strategis sebagai pembimbing, motivator, fasilitator, dan evaluator. Penerapan metode talaqqi dan tikrar terbukti efektif dalam membantu santri memperbaiki bacaan sesuai kaidah tajwid, makhraj, dan sifat huruf, serta didukung oleh koreksi langsung. Faktor pendukung meliputi lingkungan religius yang kondusif, intensitas latihan, dan praktik spiritual seperti mujahadah yang memperkuat motivasi belajar. Adapun kendala yang dihadapi antara lain keterbatasan media pembelajaran makhraj dan perbedaan kemampuan santri. Dampak pembelajaran terlihat pada peningkatan kelancaran membaca, ketepatan tajwid, serta pemahaman hukum bacaan, bahkan sebagian santri mencapai hafalan yang signifikan. Dengan demikian, keberhasilan pembelajaran membaca Al-Qur’an sangat dipengaruhi oleh kualitas guru, efektivitas metode pembelajaran, serta dukungan lingkungan belajar yang kondusif dan religius.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi pemahaman akhlak tasawuf terhadap etika bermedia sosial pada mahasiswa Generasi Z. Perkembangan media sosial yang semakin pesat memberikan dampak positif maupun negatif…
f terhadap perilaku komunikasi mahasiswa di ruang digital. Generasi Z sebagai kelompok yang aktif menggunakan media sosial dituntut memiliki etika dalam berinteraksi agar tercipta komunikasi yang sopan, bijak, dan bertanggung jawab. Dalam hal ini, pemahaman akhlak tasawuf dipandang mampu menjadi landasan moral dalam mengontrol perilaku bermedia sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman akhlak tasawuf memiliki kontribusi positif terhadap etika bermedia sosial mahasiswa Generasi Z. Mahasiswa yang memiliki pemahaman akhlak tasawuf yang baik cenderung lebih mampu menjaga tutur kata, menghargai pendapat orang lain, menghindari ujaran kebencian, serta menggunakan media sosial secara bijaksana. Dengan demikian, nilai-nilai akhlak tasawuf dapat menjadi pedoman dalam membentuk etika komunikasi digital yang lebih baik di kalangan mahasiswa Generasi Z.
Abstract:Penelitian ini menganalisis krisis kepemimpinan pasca-kematian Saif al-Islam Gaddafi dan implikasinya terhadap stabilitas politik di Libya setelah runtuhnya rezim Muammar Gaddafi pada 2011 dalam konteks Arab Spring. Sejak…
k saat itu, Libya mengalami fragmentasi politik akibat lemahnya institusi negara, menguatnya aktor non-negara, dan konflik kekuasaan berkepanjangan. Dalam situasi tersebut, Saif al-Islam dipandang memiliki legitimasi simbolik dan potensi untuk mengkonsolidasikan kekuatan politik yang terpecah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kasus dan analisis deskriptif-analitis berbasis data sekunder dari jurnal, laporan internasional, dan media terpercaya, dengan kerangka teori kepemimpinan karismatik, krisis suksesi, dan konsep failed state. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kematiannya memperdalam krisis kepemimpinan dengan menghilangkan figur potensial pemersatu, memperkuat peran milisi, serta meningkatkan risiko konflik, sekaligus mencerminkan lemahnya kapasitas negara dalam mengendalikan kekerasan. Disimpulkan bahwa stabilitas politik Libya tidak hanya bergantung pada institusi, tetapi juga pada keberadaan figur yang mampu mengkonsolidasikan kekuasaan; ketiadaan figur tersebut di negara yang rapuh memperbesar risiko instabilitas jangka panjang, sehingga penguatan institusi menjadi kunci stabilitas berkelanjutan.
Abstract:Pembagian harta bersama pasca perceraian kerap menimbulkan persoalan keadilan, terutama bagi istri berperan ganda ketika kontribusi ekonomi dan tanggung jawab nafkah pasca perceraian tidak dipertimbangkan secara proporsional.…
onal. Penelitian ini bertujuan menganalisis problematika pembagian harta bersama pasca perceraian bagi istri berperan ganda dalam perspektif sosiologi hukum Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan sosiologi hukum Islam berbasis studi kepustakaan melalui penelaahan peraturan perundang-undangan, Kompilasi Hukum Islam, serta literatur ilmiah dan data empiris yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembagian harta bersama secara sama rata berpotensi menimbulkan ketidakadilan substantif apabila tidak mempertimbangkan kontribusi ekonomi dan tanggung jawab nafkah pasca perceraian. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pembagian harta bersama yang lebih proporsional dan kontekstual agar selaras dengan nilai keadilan dan tujuan hukum Islam.