Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh bauran pemasaran 7P, pemasaran digital, dan kekuatan internal (testimoni) terhadap minat beli dengan kesadaran merek sebagai variabel mediasi pada layanan kursus koding…
g anak di Kota Cilegon, Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling yang melibatkan 150 orang tua anak usia 5 17 tahun yang telah terpapar aktivitas pemasaran Koding Next. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring terstruktur dan dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bauran pemasaran 7P berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli, sementara pemasaran digital berpengaruh signifikan terhadap kesadaran merek. Kesadaran merek juga terbukti berpengaruh positif terhadap minat beli serta memediasi secara parsial hubungan antara bauran pemasaran 7P dan minat beli. Namun, kekuatan internal dalam bentuk testimoni tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap kesadaran merek. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi bauran pemasaran dan strategi pemasaran digital yang efektif dalam meningkatkan kesadaran merek dan mendorong minat beli pada sektor EdTech. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi penyedia layanan pendidikan dalam mengoptimalkan strategi pemasaran untuk meningkatkan daya saing di wilayah perkotaan yang terdigitalisasi
Abstract:Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam pola komunikasi pendidikan. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis secara konseptual bagaimana transformasi digital memengaruhi bentuk, arah, dan efektivitas…
fektivitas interaksi edukatif antara pendidik dan peserta didik. Pendekatan konseptual digunakan untuk meninjau berbagai teori komunikasi pendidikan dan relevansinya dalam konteks digitalisasi pembelajaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa komunikasi pendidikan di era digital tidak hanya ditandai oleh penggunaan media baru, tetapi juga oleh perubahan paradigma interaksi yang lebih kolaboratif, interaktif, dan fleksibel. Peran pendidik bergeser dari sekadar penyampai informasi menjadi fasilitator pembelajaran, sementara peserta didik berperan lebih aktif dalam proses konstruksi pengetahuan. Dengan demikian, transformasi komunikasi pendidikan di era digital menuntut adaptasi kompetensi digital, literasi media, serta penguatan etika komunikasi dalam ruang virtual.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik digitalisasi sekolah dalam mewujudkan program sekolah penggerak di SD Negeri 25 Sabbamparu Kota Palopo. Fokus penelitian meliputi tiga aspek utama, yaitu: kondisi sekolah…
ah penggerak, praktik digitalisasi sekolah, serta faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaan digitalisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode fenomenologi, yang berupaya memahami makna di balik fenomena sosial terkait implementasi digitalisasi pendidikan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi terhadap kepala sekolah, guru, pustakawan, serta tenaga administrasi. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi tahap pengumpulan, reduksi, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SD Negeri 25 Sabbamparu telah menerapkan program sekolah penggerak secara optimal melalui digitalisasi pada bidang pembelajaran dan manajemen sekolah. Digitalisasi diwujudkan dalam bentuk penggunaan platform e-learning, ujian daring, perpustakaan digital, serta sistem manajemen berbasis digital yang meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan transparansi tata kelola sekolah. Faktor pendukung keberhasilan digitalisasi meliputi dukungan pemerintah dalam penyediaan pelatihan dan perangkat teknologi, semangat guru dalam mengembangkan kompetensi digital, serta partisipasi orang tua dalam menyediakan sarana belajar. Namun, hambatan masih dijumpai pada keterbatasan anggaran, literasi digital siswa yang beragam, dan akses internet yang belum stabil. Secara keseluruhan, praktik digitalisasi di SD Negeri 25 Sabbamparu telah berkontribusi positif terhadap terwujudnya transformasi pendidikan yang adaptif, inovatif, dan berkelanjutan dalam konteks program sekolah penggerak.
Abstract:Penelitian ini mengkaji prioritas faktor-faktor penentu keputusan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sektor kuliner di Kelurahan Suka Asih Kota Bandung dalam pemanfaatan platform digital e-commerce dan media…
sosial. Di tengah pesatnya digitalisasi, adaptasi teknologi digital khususnya dalam pemasaran, yang bertujuan untuk memperluas jangkauan pasar, meningkatkan penjualan, efisiensi biaya promosi, dan penargetan audiens yang spesifik sesuai preferensi konsumen. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan Analytic Hierarchy Process (AHP). Data primer dikumpulkan melalui kuesioner dari 6 responden UMKM yang dipilih secara purposive sampling dari populasi 1.603 pelaku usaha. Instrumen diukur menggunakan skala Ordinal AHP 1-9, dan data diuji validitas menggunakan Uji Validitas Konten Rasio (Lawshe) serta konsistensi Rasio dan metode AHP (Thomas L. Saaty) menggunakan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jangkauan pasar merupakan kriteria paling dominan bagi pelaku UMKM kuliner di wilayah Kelurahan Suka Asih, dengan sub-kriteria jumlah pelanggan luar wilayah lokal sebagai prioritas utama. Faktor penting lainnya meliputi keamanan transaksi, kepercayaan transaksi, dan analisis pemasaran. Adapun platform digital yang paling sering dipilih pelaku usaha adalah GoFood untuk e-commerce dan WhatsApp untuk media sosial. Adanya penelitian ini memberikan pemahaman yang jelas tentang kriteria utama yang harus dipertimbangkan saat memilih platform digital, Hasil analisis AHP membantu UMKM menentukan platform mana yang paling sesuai dengan kebutuhan bukan hanya berdasarkan popularitas, Para pelaku usaha juga bisa fokus pada satu atau dua platform yang memiliki potensi terbesar untuk menjangkau target pasar, Penelitian ini juga memberikan wawasan tentang perilaku dan preferensi konsumen, yang memungkinkan para pelaku UMKM untuk menyesuaikan strategi pemasaran yang dapat meningkatkan visibilitas produk, berinteraksi langsung dengan pelanggan, dan pada akhirnya, meningkatkan penjualan dan daya saing di pasar.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam pembentukan karakter Generasi Z di SMA Jawahirul Hikmah Tulungagung. Guru Pendidikan Agama Islam memiliki kontribusi penting dalam pembentukan…
bentukan karakter tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki moral dan spiritual yang kuat. Di tengah arus digitalisasi dan keterbukaan informasi yang tinggi, generasi Z menghadapi tantangan karakter yang kompleks, seperti menurunnya empati, sikap individualis, dan lemahnya kontrol diri. Oleh karena itu, diperlukan strategi pendidikan yang tepat guna menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari kepala sekolah, koordinator pendidikan karakter, guru PAI, dan siswa SMA Jawahirul Hikmah Tulungagung. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil yang diharapkan dari penelitian ini adalah diperolehnya pemahaman mendalam tentang bagaimana peran guru PAI mampu berperan dalam pembentukan karakter siswa generasi Z melalui kegiatan keagamaan, keteladanan guru, serta dukungan lingkungan sekolah yang religius. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan strategi pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam dalam menjawab tantangan moral generasi masa kini.Kata Kunci: Akhlak, peserta didik, menuntut ilmu.
Abstract:Fenomena perceraian di Indonesia menunjukkan tren peningkatan signifikan, termasuk di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang pada tahun 2024 mencatat 6.674–6.946 kasus perceraian menurut Badan Pusat Statistik. Mayoritas gugatan…
n berasal dari pihak istri, dipicu oleh interaksi digital yang tidak terkendali melalui media sosial dan diperparah oleh norma patriarkal yang masih dominan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh media sosial terhadap dinamika keluarga Muslim di NTB, menafsirkan ulang konsep keluarga Islami dengan perspektif gender, serta menawarkan model ketahanan keluarga digital berbasis syariah. Metode yang digunakan adalah kualitatif-konseptual dengan analisis literatur sekunder periode 2020–2025 yang bersumber dari laporan BPS, dokumen pengadilan agama, jurnal bereputasi, serta penelitian lokal terkait pernikahan dini dan perceraian di NTB. Analisis dilakukan melalui content analysis tematik dengan identifikasi tema, pengkodean NVivo, dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial berkontribusi pada 25–40% kasus perceraian melalui perselingkuhan virtual, distraksi komunikasi, dan eksposur gaya hidup ideal, sementara norma patriarkal meningkatkan kerentanan perempuan, tercermin dari dominasi gugatan cerai oleh istri. Untuk menjawab tantangan ini, penelitian menawarkan Islamic Digital Family Resilience Framework dengan tiga pilar utama: reinterpretasi syariah berperspektif gender, literasi digital Islami, dan dakwah digital sensitif gender. Penelitian ini berkontribusi secara teoritis dalam memperkaya kajian Islam kontemporer mengenai keluarga, gender, dan digitalisasi, serta secara praktis menjadi acuan bagi Kementerian Agama, pengadilan agama, dan organisasi keagamaan dalam merumuskan strategi ketahanan keluarga Muslim yang relevan dengan konteks NTB.
Abstract:Pelatihan digital marketing melalui pemanfaatan platform Shopee telah dilakukan untuk meningkatkan kemampuan teknologi digitalisasi pada UMKM di Kabupaten Mojokerto yang difasilitasi oleh Balai Latihan Kerja Komunitas Al…
Muaawanah Mojokerto. Program ini mencakup serangkaian tahap pelatihan, mulai dari pengambilan foto dan video produk, pengenalan dan pembuatan akun shopee, pemanfaatan fitur promosi dan analitik penjualan dan monitoring serta pendampingan peserta. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan pada keterampilan peserta dalam menghasilkan foto dan video berkualitas untuk pemasaran produk. Sebanyak 85% peserta berhasil memahami teknik dasar fotografi dan videografi produk. Selain itu, pelatihan pemanfaatan fitur analitik penjualan Shopee memungkinkan peserta memahami perilaku konsumen, waktu pembelian optimal, dan strategi promosi berbasis data, yang dampaknya meningkatkan performa toko. Program ini berhasil memberikan dampak langsung terhadap daya saing UMKM, termasuk peningkatan kepercayaan konsumen dan penjualan produk. Kendala yang dihadapi, seperti keterbatasan peralatan dan pemahaman teknis, diatasi dengan pendekatan kreatif dan pendampingan langsung. Dengan memanfaatkan teknologi sederhana dan fitur digital yang disediakan Shopee, pelatihan ini membuktikan bahwa transformasi digital dapat dilakukan secara praktis dan efisien. Pelatihan ini menjadi model efektif bagi pengembangan kompetensi digital UMKM di era ekonomi digital.
Abstract:Permainan tradisional Melayu merupakan bagian integral dari budaya masyarakat Melayu yang kaya akan nilai-nilai sosial, pendidikan, dan spiritual. Permainan seperti congkak, gasing, sepak raga, dan wau tidak hanya menjadi…
i hiburan, tetapi juga sarana pembelajaran nilai kolektif dan ekspresi budaya. Namun, modernisasi dan globalisasi mengancam eksistensi permainan ini. Artikel ini mengkaji sejarah, jenis-jenis permainan tradisional Melayu, nilai-nilai yang terkandung, serta tantangan dalam pelestariannya. Melalui pendekatan kualitatif berbasis kajian literatur dan wawancara, penelitian ini menyoroti pentingnya peran pendidikan, digitalisasi, dan kebijakan pemerintah dalam melestarikan permainan tradisional Melayu untuk generasi mendatang.
Abstract:Pada era digitalisasi dan modernisasi ini masing-masing perusahaan akan terus melakukan perubahan ataupun inovasi-inovasi terbaru untuk dapat bersaing dengan perusahaan lain agar produk yang akan dipasarkan menjadi produk…
k yang selalu dominan diminati dan dicari. Salah satu caranya adalah menerapkan otomatisasi perkantoran. Otomatisasi perkantoran merupakan bentuk perkembangan teknologi yang dibutuhkan oleh setiap Perusahaan. Yang mana sistem ini akan mengubah pekerjaan karyawan dimulai dari teknologi sederhana (manual) menjadi teknologi yang serba otomatis. Otomatisasi perkantoran ini juga dilakukan oleh Badan Wakaf Al-Qur’an. Badan Wakaf Al-Quran (BWA) merupakan sebuah lembaga filantropi islam di Indonesia yang aktivitas utamanya adalah sebuah proses penggalangan dana wakaf yang dikumpulkan dari kaum muslimin atau dari para donatur lainnya, setelah itu dilanjutkan dengan penyaluran melalui program-program wakaf yang unik dan solutif yang sudah tersebar di seluruh penjuru nusantara.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan masyarakat terhadap kualitas pelayanan publik di Kabupaten Buton berdasarkan hasil Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) Tahun 2025. Penelitian menggunakan pendekatan…
an kuantitatif deskriptif dengan memanfaatkan data sekunder yang diperoleh dari hasil survei terhadap pengguna layanan pada berbagai perangkat daerah penyelenggara pelayanan publik di Kabupaten Buton. Analisis dilakukan mengacu pada pedoman Survei Kepuasan Masyarakat sesuai ketentuan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Indeks Kepuasan Masyarakat Kabupaten Buton Tahun 2025 berada pada kategori Baik, yang mengindikasikan bahwa secara umum pelayanan publik telah memenuhi harapan masyarakat. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa unsur pelayanan yang memperoleh nilai relatif rendah, terutama pada aspek kecepatan pelayanan, penanganan pengaduan, serta ketersediaan sarana dan prasarana pendukung. Temuan penelitian menunjukkan perlunya peningkatan kualitas sumber daya manusia, optimalisasi digitalisasi pelayanan, penyederhanaan prosedur, serta penguatan mekanisme evaluasi dan tindak lanjut terhadap masukan masyarakat. Penelitian ini diharapkan menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan peningkatan kualitas pelayanan publik secara berkelanjutan guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.