Search Articles & Publications

Showing 120 articles found for "Lintas"

KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB: SOLUSI MENGATASI EKSPLOITASI DAN KEKERASAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA

Viola Aurelia Almughniy, Widiyanti Utami, Azzahra Raihatul Janah, Winizz Habibah, Khadeeja ‘Aina Naafi’a, Ratna Fitria
Abstract: Penelitian ini menganalisis peran Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) dalam melaksanakan tugasnya untuk melindungi Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang menjadi korban eksploitasi dan kekerasan. Penelitian… enelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menggali mekanisme kerja, tantangan dan strategi BP3MI dalam menangani aduan kasus eksploitasi dan kekerasan melalui wawancara dengan staf kunci. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa BP3MI telah mengupayakan penegakan sila ke-2 yakni “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab” dengan menjalankan program pencegahan, pemantauan, dan penanganan kasus untuk memastikan pekerja migran Indonesia (PMI) yang menjadi korban eksploitasi dan kekerasan mendapatkan keadilan dan perlindungan hukum secara penuh. Namun, efektivitas program-program ini, dalam pelaksanaannya memiliki beberapa kendala seperti kurangnya data dari aduan, hambatan koordinasi dengan perwakilan luar negeri, dan keterbatasan pekerja internal. Strategi BP3MI berbasis edukasi, media digital dan kolaborasi lintas lembaga membantu meningkatkan efektivitas perlindungan, namun penguatan sumber daya dan koordinasi masih diperlukan untuk memperbaiki perlindungan pekerja migran Indonesia secara menyeluruh.  

PERAN PENDIDIKAN AGAMA DAN PKN DALAM MEMBANGUN KESADARAN TOLERANSI ANTAR UMAT BERAGAMA

Tongku Hasonangan, Syamzaimar
Abstract: Pendidikan memiliki peran yang strategis dan tak tergantikan dalam membentuk individu yang toleran, berpikiran terbuka, dan mampu hidup secara harmonis dalam masyarakat yang majemuk. Dalam konteks bangsa yang pluralistik… seperti Indonesia — yang menaungi ratusan kelompok etnis, lebih dari 700 bahasa daerah, dan enam agama yang diakui secara resmi oleh negara — menumbuhkan toleransi antar umat beragama bukan sekadar tujuan pendidikan, melainkan sebuah keharusan nasional. Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PKn) merupakan dua pilar penting yang saling melengkapi dalam upaya tersebut. Pendidikan Agama Islam tidak hanya berfungsi untuk memperkuat keimanan dan praktik ibadah, tetapi juga untuk menanamkan nilai-nilai universal seperti kasih sayang (rahmah), saling menghormati (ihtiram), keadilan ('adalah), dan etika hidup berdampingan secara damai (tasamuh) di antara berbagai komunitas agama. Fondasi ini berpijak pada konsep Islam rahmatan lil 'alamin — rahmat bagi seluruh alam — yang memberikan landasan teologis yang kuat bagi pembentukan karakter toleran dan inklusif. Bersamaan dengan itu, Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) menekankan nilai-nilai kebangsaan, prinsip demokrasi, hak asasi manusia, dan penghormatan mendalam terhadap keberagaman sebagai unsur konstitutif dari identitas kewarganegaraan dan konstitusional Indonesia. Melalui integrasi sistematis nilai-nilai tersebut dalam proses pembelajaran — khususnya melalui pedagogik yang dialogis, reflektif, berbasis proyek, dan pengalaman nyata — peserta didik diharapkan dapat mengembangkan sikap inklusif yang autentik, menghargai dan merayakan perbedaan, serta secara aktif menolak segala bentuk diskriminasi, prasangka, dan intoleransi. Penelitian ini, dengan menggunakan metodologi tinjauan literatur sistematis, mengidentifikasi tiga model integrasi PAI-PKn yang efektif: (1) Pembelajaran Tematik Lintas Pelajaran, (2) Proyek Sosial Kolaboratif, dan (3) Refleksi Teologis-Kewarganegaraan. Temuan penelitian menegaskan bahwa sinergi antara pendidikan agama dan Pendidikan Kewarganegaraan bersifat fundamental dalam membangun kesadaran toleransi yang berkelanjutan dalam masyarakat Indonesia yang pluralistik.

FENOMENA THRIFTING PAKAIAN IMPOR ILEGAL DARI KOREA SELATAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP PEREKONOMIAN INDONESIA

Dennis Irwinsyah, Arief Rahman Hakim
Abstract: Fenomena thrifting, terutama impor pakaian bekas ilegal dari Korea Selatan, berkembang pesat di Indonesia dan berdampak negatif terhadap industri tekstil nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan… thrifting, dampaknya terhadap daya saing industri lokal, serta menelaah kebijakan pemerintah dalam mengatasinya. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif dan data sekunder dari instansi resmi, ditemukan bahwa thrifting telah menjadi tren konsumsi di kalangan anak muda urban, namun menimbulkan tantangan serius berupa penurunan produksi, PHK, dan persaingan harga tidak sehat. Meskipun larangan impor pakaian bekas telah diterapkan melalui Permendag No. 40 Tahun 2022, penegakan hukum masih terbatas akibat lemahnya pengawasan dan tingginya transaksi digital. Secara teoretis, temuan ini mendukung pendekatan neo-realisme dalam studi Hubungan Internasional, di mana negara bertindak untuk melindungi kepentingan ekonomi domestiknya dari ancaman eksternal. Secara metodologis, penelitian ini menunjukkan pentingnya studi berbasis kebijakan yang memadukan kajian ekonomi-politik global, perdagangan lintas batas, dan peran aktor non- negara dalam era digital.

ANALISIS KEBIJAKAN KARTU IDENTITAS ANAK PADA DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN KUANTAN SINGINGI

Nadila Dwi Juliska, Zulkarnaini
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan kebijakan Kartu Identitas Anak serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kuantan Singingi dalam penerapannya. Penelitian… enelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap Kepala Dinas, Sekretaris, pegawai pelayanan, serta masyarakat penerima dan belum penerima layanan Kartu Identitas Anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan kebijakan Kartu Identitas Anak mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, dengan capaian kepemilikan mencapai 69,2% pada tahun 2024. Namun, peningkatan tersebut belum sepenuhnya merata karena masih terdapat berbagai hambatan seperti rendahnya kesadaran masyarakat, kurangnya sosialisasi, serta keterbatasan sarana, prasarana, dan sumber daya manusia khususnya di wilayah pedesaan. Berdasarkan enam indikator evaluasi kebijakan William N. Dunn, kebijakan Kartu Identitas Anak dinilai cukup efektif dan efisien, tetapi masih belum memadai dalam aspek pemerataan, kecukupan, dan responsivitas terhadap seluruh kelompok sasaran. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi Dinas kependudukan dan pencatatan sipil Kuantan Singingi untuk memperkuat strategi pelayanan, memperluas kerja sama lintas sektor, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik guna mewujudkan tertib administrasi kependudukan bagi anak di Kabupaten Kuantan Singingi.

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN REKAYASA LALU LINTAS : STUDI KASUS SISTEM SATU ARAH DAN U-TURN DI KOTA PEKANBARU

Lailatul Indriani, Dedi Kusuma Habibie
Abstract: This study aims to analyze the Implementation of Traffic Engineering Policy: A Case Study of One-Way and U-Turn Systems in Pekanbaru City and identify inhibiting factors in its implementation. The background of this study… y is based on traffic problems such as congestion and accidents that are increasing along with the growth of motorized vehicles that are not balanced by adequate road infrastructure. The Pekanbaru City Government through the Transportation Agency has implemented various traffic engineering policies, including the one-way system and the closure of U-Turns at certain points. The method used is a qualitative approach with data collection techniques through interviews, observation, and documentation. The results of the study indicate that the implemented policies have had a positive impact, but their implementation still faces obstacles such as lack of public awareness, limited infrastructure, and less than optimal coordination between institutions. This study recommends the need for more massive socialization and increased synergy between institutions to support the successful implementation of traffic engineering policies.

PENDIDIKAN ISLAM DI ANDALUSIA : INTEGRASI ILMU, DINAMIKA KEKUASAAN, DAN TRANSMISI PENGETAHUAN KE BARAT

Abdul Rahman Mujahid
Abstract: Pendidikan Islam di Andalusia merupakan salah satu tonggak penting dalam sejarah peradaban Islam yang menunjukkan peran strategis pendidikan dalam membangun tradisi intelektual dan kebudayaan yang berpengaruh lintas wilayah.… yah. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pendidikan Islam di Andalusia dengan menekankan tiga aspek utama, yaitu integrasi ilmu dalam kerangka epistemologis Islam, dinamika relasi antara pendidikan dan kekuasaan politik, serta proses transmisi pengetahuan ke dunia Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode studi kepustakaan dengan menelaah sumber-sumber primer dan sekunder yang relevan dengan sejarah pendidikan Islam Andalusia. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan Islam di Andalusia berkembang melalui lembaga-lembaga seperti masjid, kuttāb, halaqah ilmiah, dan perpustakaan, dengan karakter integratif yang memadukan ilmu-ilmu keislaman dan ilmu-ilmu rasional secara komplementer. Perkembangan tersebut sangat dipengaruhi oleh patronase politik pada masa kejayaan Bani Umayyah di Andalusia, sementara fragmentasi kekuasaan dan konflik internal pada periode berikutnya menyebabkan kemunduran institusi pendidikan. Meskipun demikian, tradisi keilmuan Andalusia tetap berlanjut melalui transmisi pengetahuan ke Eropa, terutama melalui gerakan penerjemahan dan pertukaran intelektual lintas budaya, yang mengalami seleksi dan transformasi epistemologis. Artikel ini menegaskan bahwa pendidikan Islam di Andalusia memiliki signifikansi historis sekaligus relevansi konseptual bagi pengembangan pendidikan Islam kontemporer

KINERJA EPISTEMOLOGI ISLAM DALAM PENDEKATAN MULTIDISIPLINER, INTERDISIPLINER DAN TRANSDISIPLINER

An Nisa Alya, Sri Murhayati
Abstract: Epistemologi islam yang bersumber pada integrasi wahyu (naqliyah) dan rasio (aqliyah), kini tidak lagi berdiri sendiri dalam koridor ilmu agama murni, melainkan berperan sebagai basis nilai dalam dialog lintas ilmu. Seiring… ing dengan meningkatnya kompleksitas tantangan global di era 2025, integrasi ilmu pengetahuan melalui berbagai model pendekatan lintas disiplin menjadi kebutuhan mendesak dalam dunia akademik dan riset. Penelitian ini membahas tentang Pendekatan Multidisipliner, Interdisipliner dan Transdisipliner yang dikembangkan oleh PTKI di Indonesia.

AKULTURASI BUDAYA DAN SEJARAH MASJID MENARA LAYUR SEMARANG : JEJAK KOMUNITAS ARAB DI KOTA PESISIR

M. Azka Ulinnuha, Aulya Naysa Abila, Saskia Meilana Siswanto, Nasila Ayu Natasya, Faiz Irkham Maulana, M. Rikza Chamami
Abstract: Abstrak ini mengkaji akulturasi budaya dan sejarah Masjid Layur Menara yang terletak di Semarang, sebuah kota pesisir yang kaya akan keberagaman budaya.Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana perpaduan budaya tercermin… ercermin dalam desain arsitektur dan fungsi dari masjid tersebut, yang juga menjadi saksi bisu kehadiran komunitas Arab di daerah ini. Melalui studi ini, diharapkan terungkap peran penting masjid dalam memperkuat identitas budaya lokal yang plural.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data meliputi observasi langsung ke lokasi, studi literatur terkait sejarah dan budaya setempat, serta wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat dan pengurus masjid. Pendekatan ini membantu mendapatkan gambaran yang komprehensif tentang nilai sejarah dan budaya yang melekat pada Masjid Layur Menara, sehingga analisis dapat dilakukan secara mendalam dan kontekstual.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masjid Layur menggabungkan elemen arsitektur dari budaya Arab, Melayu, dan Jawa.Salah satu ciri khasnya adalah menara masjid yang memiliki fungsi ganda, tidak hanya sebagai simbol keagamaan tetapi juga sebagai mercusuar yang berperan mengawasi lalu lintas kapal di sekitar pelabuhan.Hal ini menunjukkan keterkaitan erat antara fungsi sosial dan keagamaan yang melekat pada masjid dalam konteks kehidupan masyarakat pesisir Semarang.Penelitian ini menegaskan bahwa Masjid Layur Menara bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga menjadi simbol penting akulturasi budaya dan keberadaan komunitas Arab yang memberikan kontribusi pada kehidupan sosial dan budaya di Semarang.Masjid ini dapat dipandang sebagai warisan budaya yang memperkaya sejarah kota pesisir sekaligus membantu melestarikan identitas budaya yang beragam dan dinamis di wilayah tersebut.

REVITALISASI PERMAINAN TRADISIONAL RIAU SEBAGAI LITERASI BUDAYA BAGI ANAK SEKOLAH DASAR

Herdila, Yasnel
Abstract: Salah satu aset budaya yang harus dilestarikan agar tidak punah adalah permainan tradisional. Selain itu, ada tren permainan anak-anak yang mulai beralih ke daring, seperti permainan latto-latto yang populer. Tentu saja,… permainan tradisional yang menekankan nilai-nilai akuntabilitas, kerja sama, kejujuran, dan bahkan penghayatan alam sebagai suatu kualitas sulit untuk bertahan lintas generasi. Mengingatkan masyarakat setempat tentang permainan tradisional dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya permainan tradisional saat ini adalah dua solusi yang disarankan, yang didasarkan pada masalah yang dihadapi oleh mitra perjanjian Tim Pengabdian Masyarakat. Ceramah, demonstrasi, diskusi, dan evaluasi adalah teknik yang digunakan dalam kegiatan ini. Berdasarkan hasil proyek pengabdian kepada masyarakat, para peserta menjadi lebih memahami tentang pentingnya permainan tradisional dan mengetahui strategi untuk melestarikan keberadaan permainan tradisional di masyarakat.

KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA (PROBLEMATIKA, TANTANGAN DAN LINTASAN SEJARAH KURIKULUM DI INDONESIA)

Nurhidaya M, Hamdan, Ani Cahyadi
Abstract: Pendidikan Islam di Indonesia telah mengalami transformasi signifikan untuk memenuhi tuntutan masyarakat modern. Sejak pertama kali diperkenalkan di nusantara hingga saat ini, kurikulum pendidikan Islam terus berkembang… sebagai respons terhadap kebutuhan masyarakat. Namun, tantangan masih tetap ada, termasuk keterbatasan dalam metode pengajaran, integrasi nilai-nilai Islam dengan kemajuan ilmu pengetahuan, dan kesiapan sumber daya manusia. Secara historis, kurikulum ini telah melalui beberapa fase penting: masa kolonial, masa pasca kemerdekaan, dan era globalisasi. Setiap fase memperkenalkan tantangan dan kebijakan yang unik dalam pengembangan pendidikan Islam. Pemerintah Indonesia, melalui regulasi seperti Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional dan kurikulum berbasis kompetensi, telah berupaya mengintegrasikan pendidikan Islam ke dalam sistem pendidikan nasional. Namun, integrasi ini sering kali menimbulkan dilema antara pelestarian nilai-nilai Islam dan penerimaan terhadap ilmu pengetahuan modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan fokus pada penelitian kepustakaan untuk mengkaji perkembangan historis, tantangan, dan solusi terkait kurikulum pendidikan Islam di Indonesia. Temuan penelitian menunjukkan adanya masalah yang terus berlangsung, seperti dikotomi antara ilmu agama dan ilmu sekuler, sentralisasi kurikulum, serta kelebihan muatan kurikulum. Penelitian ini juga menyoroti perlunya reformasi menyeluruh, pengembangan profesionalisme guru, serta integrasi pendidikan Islam dan pendidikan sekuler untuk menghasilkan lulusan yang seimbang dan kompetitif. Kurikulum yang adaptif dan responsif sangat penting untuk menjaga relevansi pendidikan Islam di tengah perubahan global yang cepat, guna memastikan bahwa generasi mendatang memiliki integritas moral yang kuat, pengetahuan agama yang solid, dan keterampilan yang beragam.