Search Articles & Publications

Showing 505 articles found for "Plan"

ANALISIS KOMPARATIF RPP IPS PADA KURIKULUM 2013 DAN RPP SEDERHANA DALAM MENDUKUNG PEMBELAJARAN EFEKTIF DI SEKOLAH DASAR

Wildatul Umah, Muhammad Ma’dinul In’am Al Kamil, Erma Fatmawati, Mu'alimin
Abstract: Lesson Plan (RPP) is an important component in the learning process that functions as a guide for teachers in conducting teaching and learning activities. This study aims to analyze Social Studies (IPS) lesson plans in the… the 2013 Curriculum and the simplified lesson plans, as well as to examine the differences, strengths, and weaknesses of both in supporting the learning process. This research employs a descriptive qualitative approach using a library research method and comparative analysis. Data were obtained from official documents, books, and relevant scientific journals. The results show that the 2013 Curriculum lesson plan has complete, detailed, and systematic components, providing structured guidance for teaching, but it tends to be complex and burdens teachers administratively. Meanwhile, the simplified lesson plan only consists of three main components, namely learning objectives, learning activities, and assessment, making it more flexible, practical, and efficient. In Social Studies learning, the simplified lesson plan is considered more relevant as it accommodates contextual and student-centered learning. However, the effectiveness of the simplified lesson plan highly depends on teachers’ pedagogical competence in designing and implementing learning activities. Therefore, teachers’ skills and creativity are required to ensure that the simplified lesson plan can optimally achieve learning objectives.

IMPLEMENTASI MANAJEMEN MUTU TERPADU DALAM PELAYANAN ADMINISTRASI DI SMP NEGERI 8 PALOPO

Wahida, Dodi Ilham, Firmansyah, Firman Patawari, Sarmila
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk serta langkah-langkah implementasi manajemen mutu terpadu (Total Quality Management/TQM) dalam pelayanan administrasi di SMP Negeri 8 Palopo. Penelitian menggunakan pendekatan… endekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru, staf administrasi, dan siswa. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi TQM telah berjalan dengan baik melalui pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan pengguna, penerapan SOP yang jelas, serta keterlibatan aktif seluruh stakeholder. Proses implementasi dilakukan melalui siklus PDCA (Plan, Do, Check, Act) yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut. Secara keseluruhan, pelayanan administrasi di sekolah ini dinilai efektif, terstruktur, dan mampu meningkatkan kepuasan pengguna layanan.

PENGARUH MANAJEMEN SARANA DAN PRASARANA TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS LAYANAN PEMBELAJARAN DI SMA NEGERI 2 LUWU UTARA

Fitri, Firman Patawri, Firmansyah
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh manajemen sarana dan prasarana terhadap peningkatan kualitas layanan pembelajaran di SMA Negeri 2 Luwu Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan&#8230; jenis penelitian eksplanatori. Populasi sekaligus sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa sebanyak 65 responden yang dipilih menggunakan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui angket dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif serta regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen sarana dan prasarana berada pada kategori baik dengan nilai rata-rata sebesar 53,85 (89,79%), sedangkan kualitas layanan pembelajaran berada pada kategori tinggi dengan nilai rata-rata sebesar 43,88 (91,34%). Hasil analisis regresi menunjukkan persamaan Y = 6,250 + 0,699X dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, yang berarti terdapat pengaruh positif dan signifikan antara kedua variabel. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,651 menunjukkan bahwa 65,1% kualitas layanan pembelajaran dipengaruhi oleh manajemen sarana dan prasarana. Dengan demikian, semakin baik manajemen sarana dan prasarana, maka semakin tinggi kualitas layanan pembelajaran yang dihasilkan.

IMPLEMENTATION OF INCLUSIVE LEARNING STRATEGIES IN INTERVENING READING DIFFICULTIES IN DYSLEXIC STUDENTS

Ahmad Zulkifli Lubis, Devi Sulaeman, Mia Audina Musyadad, Ahmad Riyadi, Diah Widiawati, Asep, Asep Supriatna
Abstract: Reading skills are the primary foundation for successful learning in elementary education, but not all students have optimally developed literacy skills, including students with dyslexia. This situation demands the implementation&#8230; mentation of adaptive and responsive inclusive learning strategies in regular classrooms. This study aims to analyze and describe the implementation of inclusive learning strategies in interventions for reading difficulties in dyslexic students at State Islamic Elementary School (MIN) 1 Karawang. The study used a qualitative approach with a case study approach. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation studies. Data were then analyzed using an interactive model that included data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that strategy implementation was carried out through adaptive planning, differentiated learning, and individual development-based evaluation integrated into regular learning. Teachers modified materials, used visual media, segmented text, and continuously monitored student progress. The implications of this research emphasize the importance of strengthening teachers' pedagogical competencies in designing inclusive literacy interventions and the need for institutional support to ensure the sustainability of adaptive learning practices in madrasas.

THE INFLUENCE OF CONSUMER BEHAVIOR AND LIFESTYLE ON SHOE PURCHASING DECISIONS OF LINGGABUANA UNIVERSITY STUDENTS AT PGRI SUKABUMI

Kamil, Muhamad Kaka Milano, Hidayatullah, Ilham, Lisnawati, Euis
Abstract: The primary goal of this study was to quantitatively analyze the contribution of consumptive behavior and lifestyle toward shoe purchasing decisions among students at Universitas Linggabuana PGRI Sukabumi. The analysis consistently&#8230; onsistently showed that both independent variables play a significant role in influencing purchasing choices. Specifically, consumptive behavior was found to have a positive and tangible impact on buying decisions when analyzed individually. Similarly, lifestyle also demonstrated a distinct, positive, and significant contribution. When examined simultaneously (Uji F), these two factors were collectively proven to be significant. The model exhibited strong explanatory power, indicating that the majority of the variation in student purchasing decisions can be effectively attributed to their lifestyle trends and high consumption levels. In conclusion, the findings confirm that both lifestyle and consumptive behavior are central and positive drivers in shaping students' shoe purchasing decisions

PENGUKURAN KINERJA RANTAI PASOK DENGAN PENDEKATAN SCOR MODEL (Studi Kasus : Rumah Magot Bedas 03 Babakan Penghulu, Kota Bandung)

Fadli Zaid Riyadi, Somadi
Abstract: Masalah sampah organik di Kota Bandung yang mencapai 1.946 ton per hari, dengan lebih dari 60% berupa sampah organik, menimbulkan tantangan serius dalam pengelolaan lingkungan. Budidaya magot larva Black Soldier Fly dipandang&#8230; ndang sebagai solusi alternatif untuk mengurai sampah menjadi pakan dan pupuk organik. Namun, praktik budidaya pada unit usaha seperti Rumah Magot Bedas 03 Babakan Penghulu masih menghadapi kendala, antara lain ketidakstabilan pasokan bahan baku, fluktuasi hasil produksi, serta belum adanya sistem evaluasi kinerja rantai pasok yang terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kinerja rantai pasok pada Rumah Magot Bedas 03 dengan menggunakan Supply Chain Operation Reference (SCOR) Model yang mencakup lima proses inti Plan, Source, Make, Deliver, dan Return. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui observasi langsung dan wawancara. Setiap proses dianalisis berdasarkan Key Performance Indicators (KPI), kemudian dievaluasi menggunakan Traffic Light System (TLS) sebagai alat visualisasi kinerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak semua indikator rantai pasok mencapai target optimal. Beberapa aspek seperti efisiensi produksi, ketersediaan pasokan bahan baku, dan ketepatan pengiriman berada pada kategori kuning (cukup) hingga merah (buruk), menandakan perlunya perbaikan segera pada proses-proses tersebut. TLS terbukti membantu dalam memetakan prioritas perbaikan secara lebih jelas. Penerapan SCOR model efektif dalam memberikan gambaran objektif mengenai kinerja rantai pasok budidaya magot. Evaluasi ini mengidentifikasi titik-titik kritis yang harus ditingkatkan agar proses produksi dan distribusi lebih efisien, berkelanjutan, serta mendukung pengembangan usaha berbasis ekonomi sirkular.

PENGARUH KEMUDAHAN APLIKASI DAN KUALITAS PENGIRIMAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK FASHION PADA TOKO MYSTYLE.ID DI DESA TANJUNGSARI

Riri Sylvi Rahmayanti, Boyke Nugrahanto
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemudahan penggunaan aplikasi Shopee dan kualitas pengiriman terhadap keputusan pembelian produk fashion pada Toko MyStyle.ID di Desa Tanjungsari. Metode penelitian yang&#8230; digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan eksplanatori. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, serta regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemudahan penggunaan aplikasi dan kualitas pengiriman secara simultan berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Namun, secara parsial keduanya tidak memberikan pengaruh yang signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa faktor digital berupa kemudahan aplikasi lebih dominan dibandingkan kualitas pengiriman dalam memengaruhi perilaku pembelian konsumen di era digital.

PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN PADA PT ANTABOGA PANGAN NUSANTARA GARUT

Ogi Suganda, Asep Zulkifli Achmad
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan dan budaya organisasi terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT Antaboga Pangan Nusantara Garut. Metode penelitian yang digunakan adalah explanatori dengan pendekatan&#8230; endekatan kuantitatif deskriptif verifikatif. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 50 responden yang merupakan seluruh karyawan bagian produksi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada seluruh karyawan sebanyak 50 orang.             Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan dan budaya organisasi berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan baik secara parsial maupun simultan. Berdasarkan hasil uji t, variabel kepemimpinan memiliki nilai signifikansi sebesar 0,002 < 0,05 dengan thitung 3,208 > ttabel 2,013, yang berarti kepemimpinan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja. Sementara itu, variabel budaya organisasi memperoleh nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dengan thitung 8,666 > ttabel 2,013, sehingga dapat disimpulkan bahwa budaya organisasi juga berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja. Selanjutnya, hasil uji F menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 dengan Fhitung 47,305 > Ftabel 3,195, yang menandakan bahwa kepemimpinan dan budaya organisasi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan PT Antaboga Pangan Nusantara Garut.

PERSEPSI DAN RESPONS PERILAKU PEMUDA TERHADAP HIV/AIDS: STUDI KUANTITATIF PADA MAHASISWA DI INDONESIA

Cindy Israeni Ansar, Afni Amirudin
Abstract: Despite decades of global HIV/AIDS education efforts, the gap between awareness and preventive behavior among youth remains a persistent challenge. University students—typically well-educated and socially engaged—are expected&#8230; expected to be proactive in health matters, yet many remain passive in HIV prevention efforts. This study examines the knowledge, attitudes, and behaviors of university students in Indonesia regarding HIV/AIDS, and analyzes the cognitive and structural barriers that hinder behavioral change. The research applies two theoretical frameworks: the Theory of Planned Behavior (TPB) and the Health Belief Model (HBM). A quantitative survey was conducted among 268 students at Hasanuddin University. Descriptive and inferential statistics were used to assess levels of HIV/AIDS knowledge, attitudes, and preventive actions. Skewness and kurtosis were also calculated to explore distributional patterns. While students demonstrated high levels of knowledge (M = 16.34) and positive attitudes (M = 31.36), their preventive behavior was notably low (M = 10.74), with skewed distributions indicating widespread inaction. Misconceptions about HIV transmission and curability were common. Both TPB and HBM helped explain the role of perceived barriers, weak normative support, and low self-efficacy in limiting behavioral intention. Findings highlight a critical knowledge–action gap driven by social stigma, misinformation, and lack of institutional cues to action. Effective HIV prevention requires not only awareness but also structured interventions that enhance agency, normalize testing, and dismantle behavioral barriers within youth populations

RUANG TANPA KENDALI: MOBILITAS MAKASSAR DALAM KRISIS

Djufri, Djufri
Abstract: Makassar is currently facing a mobility crisis that is not merely technical, but deeply embedded in the social, political, and spatial dimensions of urban life. Mobility spaces in the city—roads, transport nodes, and travel&#8230; ravel rhythms—have become contested arenas where technocratic planning collides with residents’ everyday realities. This study aims to examine how mobility spaces in Makassar are produced, negotiated, and lived by urban dwellers amid infrastructural dysfunction and unequal access. Using a qualitative, city-based ethnographic approach, the research was conducted across key mobility corridors and densely populated neighborhoods. Conceptually, this study draws on the frameworks of spatial anarchy (Castells & Smith), temporal disorientation (Zerubavel), and the politics of infrastructure (Larkin) to analyze how disorganized space and time shape citizens’ mobility experiences. Findings reveal that Makassar’s mobility space is marked by spatial fragmentation, erratic urban rhythms, and various forms of micro-resistance—such as the use of informal routes, modifications to pete-pete (minibus) trajectories, and the occupation of street space by informal economic activities. This research contributes theoretically to urban anthropology and the discourse on mobility justice by foregrounding the need to understand cities from below—through the lived experiences of residents who continuously adapt within unruly and unstable urban environments