Search Articles & Publications

Showing 462 articles found for "Sebuah"

ANALISIS HARGA DAN LOKASI TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA DEMOS CAFE DI KOTA BANDUNG

Dzaky Naufal, Nurjamilah
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh harga dan lokasi terhadap keputusan pembelian konsumen pada Demos Cafe Bandung, sebuah coffee shop yang menghadapi tantangan terkait persepsi harga dan aksesibilitas meskipun… eskipun tingkat kepuasan konsumen relatif tinggi. Penelitian ini berfokus untuk mengetahui apakah harga dan lokasi berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian, baik secara parsial maupun simultan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan verifikatif, melibatkan 91 responden yang diperoleh melalui purposive sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji statistik melalui SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga dinilai menarik dan cukup terjangkau oleh konsumen, sementara lokasi dipersepsikan baik meskipun visibilitas dari jalan utama perlu ditingkatkan. Uji statistik membuktikan bahwa harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian, lokasi juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian, serta kedua variabel tersebut secara simultan berkontribusi signifikan dalam memengaruhi keputusan konsumen. Temuan ini memperkuat penelitian sebelumnya sekaligus memberikan kontribusi kontekstual pada industri coffee shop di Bandung. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan daya saing harga dan optimalisasi strategi lokasi menjadi faktor penting dalam meningkatkan keputusan pembelian konsumen pada Demos Cafe.

MANAJEMEN KEPALA MADRASAH DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Andri Marta Sudirja, Umar Rosadi, Muhamad Rif'at Syadli, Chepy Risnadar Angga Widjaya, Siti Latipah, Aji Setiaji, Iyad Suryadi, Asep Ahmad Ridwansyah
Abstract: Permasalahan bahwa belum efektifnya pelaksanaan pembinaan dalam peningkatan kompetensi guru PAI disebabkan oleh karena kurang oftimalnya perencanaan, pelaksanaan, penilaian/evaluasi dan hasil manajemen Kepala Madrasah sehingga… hingga berdampak pada mutu pembelajaran khususnya pada mata pelajaran PAI pada madrasah tsanawiyah. Sebuah lembaga pendidikan seharusnya mempunyai sistem yang baik ditandai dengan lembaga tersebut mempunyai tujuan yang jelas, perencanaan yang matang, koordinasi yang teratur, pimpinan yang profesional, kooperatif dan pengawasan serta evaluasi kerja yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan, penilaian/evaluasi, hasil dan faktor pendukung dan penghambat manajemen kepala madrasah dalam meningkatkan kompetensi guru PAI. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) perencanaan manajemen Kepala Madrasah dalam meningkatkan kompetensi guru PAI dilakukan dengan melakukan identifikasi permasalahan yang berkaitan dengan kompetensi guru-guru PAI tersebut, berkoordinasi dengan pengawas dan menyiapkan rancangan program pembinaan kompetensi guru PAI, 2) pelaksanaan manajemen Kepala Madrasah pada peningkatan kompetensi guru PAI dilakukan melalui workshop, seminar, MGMP, IHT, Diklat dan Supervisi serta melaksanakan pengamatan mengenai aspek-aspek pengelolaan dan administrasi guru PAI yang berfungsi sebagai pendukung terlaksananya pembelajaran yang efektif, 3) penilaian/evaluasi manajemen Kepala Madrasah pada peningkatan kompetensi guru PAI dilakukan terhadap komitmen guru PAI terhadap pelaksanaan pekerjaan, proses dan kinerja yang dicapai oleh guru PAI, 4) Hasil manajemen kepala madrasah dalam meningkatkan kompetensi guru PAI adanya kerjasama yang sinergis dan harmonis antara Kepala Madrasah dengan para guru PAI dalam menyelesaikan permasalahan pembelajaran serta dapat memunculkan madrasah yang cukup berprestasi, 5) faktor pendukung dan penghambat manajemen kepala madrasah dalam meningkatkan kompetensi guru PAI antara lain ; sarana dan prasarana yang sudah memadai dan guru-guru PAI yang mengajar sesuai dengan latar belakang pendidikannya dan bersertifikasi. Adapaun faktor penghambatnya antara lain ; masih ada beberapa orang guru yang masih kurang memahami kurikulum tiga belas, visi misi dan program madrasah, kurang dalam kemampuan pengelolaan proses pembelajaran peserta didik di kelas.

AKULTURASI BUDAYA DAN SEJARAH MASJID MENARA LAYUR SEMARANG : JEJAK KOMUNITAS ARAB DI KOTA PESISIR

M. Azka Ulinnuha, Aulya Naysa Abila, Saskia Meilana Siswanto, Nasila Ayu Natasya, Faiz Irkham Maulana, M. Rikza Chamami
Abstract: Abstrak ini mengkaji akulturasi budaya dan sejarah Masjid Layur Menara yang terletak di Semarang, sebuah kota pesisir yang kaya akan keberagaman budaya.Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana perpaduan budaya tercermin… ercermin dalam desain arsitektur dan fungsi dari masjid tersebut, yang juga menjadi saksi bisu kehadiran komunitas Arab di daerah ini. Melalui studi ini, diharapkan terungkap peran penting masjid dalam memperkuat identitas budaya lokal yang plural.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data meliputi observasi langsung ke lokasi, studi literatur terkait sejarah dan budaya setempat, serta wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat dan pengurus masjid. Pendekatan ini membantu mendapatkan gambaran yang komprehensif tentang nilai sejarah dan budaya yang melekat pada Masjid Layur Menara, sehingga analisis dapat dilakukan secara mendalam dan kontekstual.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masjid Layur menggabungkan elemen arsitektur dari budaya Arab, Melayu, dan Jawa.Salah satu ciri khasnya adalah menara masjid yang memiliki fungsi ganda, tidak hanya sebagai simbol keagamaan tetapi juga sebagai mercusuar yang berperan mengawasi lalu lintas kapal di sekitar pelabuhan.Hal ini menunjukkan keterkaitan erat antara fungsi sosial dan keagamaan yang melekat pada masjid dalam konteks kehidupan masyarakat pesisir Semarang.Penelitian ini menegaskan bahwa Masjid Layur Menara bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga menjadi simbol penting akulturasi budaya dan keberadaan komunitas Arab yang memberikan kontribusi pada kehidupan sosial dan budaya di Semarang.Masjid ini dapat dipandang sebagai warisan budaya yang memperkaya sejarah kota pesisir sekaligus membantu melestarikan identitas budaya yang beragam dan dinamis di wilayah tersebut.

PENERAPAN HERMENEUTIKA WILHELM DILTHEY DALAM PENAFSIRAN AL-QUR’AN

Panigoro, Muhammad Rizal
Abstract: Penelitian ini membahas penerapan hermeneutika Wilhelm Dilthey dalam penafsiran Al-Qur’an dengan menekankan pada dimensi sosio-historis yang melatarbelakangi lahirnya sebuah tafsir. Dilthey menegaskan bahwa makna teks tidak… tidak semata-mata terletak pada teks itu sendiri, tetapi dipengaruhi oleh kondisi sosial, budaya, dan historis penulisnya. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini menyoroti tiga konsep utama Dilthey, yaitu ausdruck (ungkapan), erlebnis (pengalaman hidup), dan verstehen (pemahaman), yang diaplikasikan dalam kajian tafsir. Analisis dilakukan dengan menelaah bagaimana faktor sosio-historis memengaruhi tafsir tokoh-tokoh seperti M. Quraish Shihab dan Sayyid Quthb dalam isu nasionalisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan latar sosial, politik, dan budaya para mufassir sangat menentukan corak penafsirannya. Dengan demikian, hermeneutika Dilthey memberikan kontribusi penting dalam memahami keragaman tafsir Al-Qur’an dan membuka ruang bagi penafsiran yang lebih kontekstual dan relevan dengan perkembangan zaman.

MENAFSIRKAN AL-QUR'AN DALAM KONTEKS RITUAL SLAMETAN BULAN SURO DI YOGYAKARTA: SEBUAH EKSPLORASI ETNOGRAFI INTEGRASI ISLAM-JAWA

Samsul Ariyadi
Abstract: Penelitian ini mengkaji pendekatan interpretatif terhadap ayat-ayat Al-Qur'an terpilih yang dianggap relevan dengan ritual Slametan selama bulan Suro di Yogyakarta. Dengan menggunakan metode etnografi kualitatif dengan pendekatan… endekatan deskripsi mendalam (Geertz), penelitian ini mengeksplorasi bagaimana peserta ritual, pemimpin masyarakat, dan tokoh agama menegosiasikan dan mengubah makna ritual dalam matriks budaya Islam-Jawa. Data dikumpulkan selama studi lapangan tiga bulan pada tahun 2023 dari lima belas informan kunci yang dikenal karena peran mereka sebagai pemelihara masyarakat dan ulama. Berdasarkan tinjauan ekstensif literatur internasional kontemporer (n≥25), penelitian ini menunjukkan proses akulturasi dan reinterpretasi simbolik yang sedang berlangsung yang menjembatani kepercayaan tradisional Jawa dengan ajaran Islam. Temuan tersebut menyoroti fungsi ganda ritual untuk menjaga ikatan komunal dan membentuk identitas agama dalam konteks budaya-hibrida yang terus berkembang. Makalah ini diakhiri dengan menawarkan perspektif baru untuk mengintegrasikan elemen budaya dalam strategi proselitisasi agama dan dakwah kultural.  

BUDAYA MELAYU DAN PENGARUH ISLAM DALAM UPACARA PERNIKAHAN DI KECAMATAN SIAK

Afifah Dwi Ramadhani, Yasnel
Abstract: Tradisi adalah kebiasaan yang telah ada sejak lama dan menjadi bagian dari kehidupan sebuah kelompok masyarakat, negara, kebudayaan, waktu, dan agama. terkait dengan adat pernikahan masyarakat melayu. Penelitian ini adalah… ah penelitian kualitatif yang menggunakan pendekatan normatif. Untuk mendapatkan data sekunder, observasi dan wawancara mendalam digunakan untuk mendapatkan data primer dan perpustakaan. Studi ini menemukan bahwa upacara adat pernikahan Melayu terdiri dari beberapa tahapan: merisik-risik, meminang, bertunang, berinai, akad nikah, tepuk tepung tawar, berendam, bersanding, jamuan makan tradisional, dan balas kunjungan.

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN WAYANG TULANG RANGKA DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA KELAS 6 TENTANG SISTEM GERAK MANUSIA

Avivah Indah Parawangsa, Lailatun Nazilah, Izzatul lailiyah, M. Faizal A, Arie Widya Murni
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penggunaan media pembelajaran wayang tulang rangka dalam meningkatkan pemahaman siswa kelas 6 tentang sistem gerak manusia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif… dengan desain pre-test dan post-test. Sampel penelitian terdiri dari 7 siswa kelas 6 di sebuah sekolah dasar. Model pembelajaran yang digunakan adalah Project-Based Learning (PjBL). Data dianalisis menggunakan uji statistik paired sample t-test dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman siswa setelah menggunakan media wayang tulang rangka, dengan rata-rata nilai post-test lebih tinggi dibandingkan pre-test. Temuan ini menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis wayang tulang rangka efektif digunakan dalam pembelajaran sistem gerak manusia.

ASUHAN KEPERAWATAN GANGGUAN ISOLASI SOSIAL: MENARIK DIRI DENGAN FOKUS TINDAKAN LATIHAN

Fauzi Hendrawan, Fida Dyah Puspasari, Sudiarto
Abstract: Latar Belakang: Menurut laporan Riskesdas (2018), jumlah individu dengan gangguan jiwa berat atau psikosis diperkirakan mencapai sekitar 450 ribu jiwa. Prevalensi gangguan jiwa skizofrenia (per 1000 rumah tangga) cenderung… ng lebih tinggi di daerah pedesaan (7,0%) dibandingkan dengan di perkotaan (6,4%). Isolasi sosial adalah salah satu diagnosa keperawatan yang diberikan kepada klien yang menunjukkan perilaku menyendiri, cenderung menarik diri dari interaksi sosial, dan menolak untuk berinteraksi dengan orang lain. Efek dari isolasi sosial dapat menyebabkan halusinasi. Latihan berkenalan adalah sebuah intervensi untuk membantu pasien mengembangkan keterampilan sosial dasar, sehingga pasien dapat mulai berinteraksi kembali dengan lingkungan sosialnya, dan mengurangi tanda dan gejala isolasi sosial, serta mengendalikan kondisi tersebut sehingga akumulasi isolasi sosial dapat berkurang. Tujuan: Mengetahui gambaran asuhan keperawatan pasien gangguan isolasi sosial: menarik diri dengan fokus tindakan latihan berkenalan. Metode: Deskriptif yang tujuannya untuk menggambarkan asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan isolasi sosial: menarik diri dengan fokus tindakan latihan berkenalan. Hasil: Latihan berkenalan dapat menurunkan tanda dan gejala isolasi sosial. Hal ini dikarenakan sebelum diberikan intervensi terdapat 13 gejala yang muncul kepada Nn. B, kemudian setelah diberikan intervensi selama 6 hari didapatkan penurunan 11 gejala yang muncul pada Nn. B, sehingga hanya tersisa 2 tanda dan gejala yang masih muncul pada Nn. B. Kesimpulan: Latihan berkenalan dapat menurunkan tanda dan gejala isolasi sosial. Kata Kunci : Asuhan keperawatan, isolasi sosial, latihan berkenalan.

TRANSFORMASI BUDAYA ORGANISASI MELALUI SINERGI PENGEMBANGAN SDM DAN SISTEM MANAJEMEN KINERJA BERBASIS KOMPETENSI

Abu Ridho Aminullah, Syarifudin Saadih, Umi Indayati, Abellia Parameswari
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses transformasi budaya organisasi melalui sinergi antara pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan implementasi sistem manajemen kinerja berbasis kompetensi. Metode penelitian… tian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus pada sebuah perusahaan multinasional di Indonesia. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi program pengembangan SDM dengan sistem manajemen kinerja berbasis kompetensi berperan signifikan dalam mentransformasi budaya organisasi menjadi lebih adaptif dan berorientasi pada kinerja. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan holistik dalam transformasi budaya organisasi dengan memadukan aspek pengembangan SDM dan sistem manajemen kinerja.

IMPLEMENTASI PENDEKATAN CULTURALLY RESPONSIVE TEACHING PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA MELALUI LITERASI HUMANISTIK DI KELAS 5B SD SUPRIYADI 02 SEMARANG

Priatini, Filia Prima Artharina, Lilik Puji Rahayu
Abstract: Keberagaman yang ada di Indonesia menjadi sebuah kekuatan sebagai identitas manusia Indonesia. Pendidikan menjadi sebuah ruang untuk mempertahankan nilai-nilai kebudayaan dan pancasila pada generasi penerus bangsa yaitu… peserta didik. Guru sebagai aktor yang bertanggung jawab melakukan transfer nilai dan pengetahuan ini perlu memiliki kompetensi dalam menciptakan proses pembelajaran yang aktif dan bermakna kepada peserta didik. Salah satu pendekatan yang cocok dengan konteks kebudayaan dan keberagaman Indonesia adalah pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT). Pendekatan ini sesuai dengan ketentuan kurikulum merdeka yang sudah di terapkan di SD Supriyadi 02 Semarang. Pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila untuk materi keberagaman yang ada di Indonesia, guru menggunakan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) dan memasukkan unsur literasi humanistik untuk menguatkan cara belajar peserta didik dalam memahami dan mengeksplore latar belakang budaya yang dimiliki peserta didik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa proses penerapan literasi humanistik pada pembelajaran setidaknya harus mewujudkan beberapa komponen yang ada yaitu berpikir kritis, kreatif, komunikasi dan kolaborasi, serta kematangan kebudayaan yang harus dimiliki oleh peserta didik setelah mengikuti pembelajaran. Pendekatan yang dilakukan oleh guru didukung oleh kegiatan literasi humanistik yang menambah daya kritis siswa untuk memahami dan menganalisa materi pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila.