Search Articles & Publications

Showing 4962 articles found for "Pada"

HADIS DAN KEADILAN SOSIAL: MEMAHAMI NILAI KEADILAN DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

Rizal, Risko Ari Saputra, Akhmad Dasuki
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hadis tentang larangan berbuat zalim dalam kerangka keadilan sosial melalui pendekatan interdisiplin yang meliputi perspektif sosiologi, filsafat, dan maqāṣid al-syarī‘ah. Desain penelitian… sain penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), di mana sumber data utama berupa hadis dalam Shahih Muslim beserta syarahnya, serta didukung oleh literatur ilmiah dari bidang sosiologi, filsafat, dan ushul fikih. Mekanisme pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran, seleksi, dan analisis kritis terhadap sumber-sumber yang relevan, kemudian diolah dengan teknik analisis deskriptif-analitis untuk menemukan keterkaitan makna hadis dengan konsep keadilan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larangan berbuat zalim dalam hadis memiliki dimensi luas, mencakup aspek moral, sosial, dan normatif, yang berfungsi menjaga keseimbangan kehidupan manusia. Pembahasan mengungkap bahwa keadilan sosial tidak hanya dipahami sebagai prinsip etis, tetapi juga sebagai sistem yang menopang keteraturan masyarakat, menjamin distribusi hak secara proporsional, serta mewujudkan kemaslahatan melalui perlindungan jiwa dan harta. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi tiga perspektif keilmuan dalam membaca hadis secara tematik sehingga menghasilkan pemahaman yang lebih komprehensif dan kontekstual. Implikasi penelitian ini bagi dunia pendidikan adalah memberikan kerangka analisis yang lebih luas dalam studi hadis, khususnya dalam mengaitkan teks keagamaan dengan realitas sosial, sehingga dapat dijadikan referensi bagi penelitian lanjutan yang mengembangkan pendekatan interdisiplin dalam kajian keislaman.

ΑΓΑΠΕ (AGAPE) KASIH KEPADA ALLAH DAN SESAMA : KAJIAN BIBLIKAL WAHYU 2:1-7

Agustin Halawa, Radiman Siringoringo
Abstract: Dalam Perjanjian Baru (PB) terdapat empat kata yang digunakan untuk istilah kasih. Kata-kata tersebut adalah cinta storge (cinta orang tua kepada anak-anaknya), cinta Eros (cinta asmara), cinta philia (cinta persahabatan),… ), dan cinta agave (cinta Allah kepada manusia). Artikel ini akan berfokus pada cinta agave dalam kaitannya dengan cinta pertama menurut Wahyu 2:1-7. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dengan studi hermeneutika-eksegesis. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa cinta dalam Wahyu 2:1-7 bukan hanya kepada Allah tetapi juga kepada sesama manusia (dua pribadi).

Peran Tokoh Agama dalam Memperkuat Moderasi Beragama terhadap Khilafiyah dan Perbedaan Mazhab di Indonesia

Muhammad Riski Arifin, Didit Saputra, Andi Muh. Fatwa, M. Amin
Abstract: Indonesia sebagai negara dengan keberagaman agama dan budaya memiliki potensi konflik yang bersumber dari perbedaan pemahaman keagamaan dalam Islam, khususnya pada persoalan khilafiyah dan perbedaan mazhab. Permasalahan… yang bersifat cabang ini kerap melampaui ranah teologis dan berkembang menjadi konflik sosial akibat politisasi agama dan penyebaran narasi eksklusif. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran strategis tokoh agama dalam memperkuat moderasi beragama sebagai upaya mencegah eskalasi konflik berbasis khilafiyah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kepustakaan melalui analisis literatur keislaman klasik dan kontemporer serta kajian sosial keagamaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh agama berperan sebagai penafsir keagamaan kontekstual, pendidik publik, fasilitator dialog, dan penjaga narasi moderasi, termasuk di ruang digital. Strategi utama yang ditemukan meliputi penguatan pemahaman fikih perbedaan, pemanfaatan tradisi keislaman lokal, serta peneguhan etika perbedaan pendapat. Simpulan penelitian menegaskan bahwa tokoh agama memiliki peran sentral dalam menjaga harmoni sosial, namun efektivitasnya sangat ditentukan oleh kapasitas keilmuan, integritas moral, dan kemampuan merespons tantangan masyarakat kontemporer.

Konflik Antaragama, Resolusi dan Rekonsiliasi

Alexsa, Amanda, Tasya, Lingga, Hani Wulan Sari
Abstract: Penelitian ini mengkaji konflik antaragama di Indonesia dengan fokus pada faktor penyebab, bentuk penyelesaian, serta upaya rekonsiliasi yang ditempuh. Konflik keagamaan tidak semata-mata muncul karena perbedaan keyakinan,… n, tetapi juga dipengaruhi oleh aspek sosial, politik, ekonomi, dan budaya. Dalam banyak kasus, agama justru dijadikan simbol atau alat legitimasi dari pertentangan yang sebenarnya berakar pada persoalan struktural lain. Penyelesaian konflik di masyarakat yang majemuk menuntut pendekatan yang adil, terbuka melalui dialog, serta berlandaskan nilai kemanusiaan. Lebih jauh, rekonsiliasi dipandang sebagai langkah penting untuk memulihkan kepercayaan antar kelompok sekaligus membangun perdamaian yang berkelanjutan. Dengan menggunakan metode studi pustaka, penelitian ini menunjukkan bahwa konflik, resolusi, dan rekonsiliasi merupakan tiga aspek yang saling berkaitan erat dan perlu dipahami secara menyeluruh agar tercipta harmoni dalam kehidupan masyarakat plural.

Hadis dalam Lintasan Sejarah Awal Islam: Era Sahabat hingga Khulafā’ al-Rāsyidīn

Ammar, Ammar, Syarafuddin Hamza Zainuddin
Abstract: Hadis sebagai sumber ajaran Islam kedua setelah al-Qur’an memiliki posisi sentral dalam membentuk landasan hukum, akidah, dan akhlak umat Islam. Perkembangan hadis pada masa awal Islam, khususnya di era sahabat dan Khulafā’… lafā’ al-Rāsyidīn, menunjukkan dinamika yang kompleks. Pada masa sahabat, hadis disampaikan melalui hafalan dan periwayatan lisan dengan intensitas yang berbeda, dipengaruhi oleh faktor kedekatan dengan Rasulullah Shallallāhu ‘alaihi wa Sallam, lamanya kebersamaan, waktu masuk Islam, serta kemampuan untuk bertanya dan mengakses majelis ilmu. Sementara itu, pada masa Khulafā’ al-Rāsyidīn, muncul perhatian lebih besar terhadap seleksi riwayat, verifikasi sanad, serta pengawasan terhadap periwayatan sebagai langkah menjaga kemurnian hadis dari distorsi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka dengan analisis historis terhadap literatur klasik dan kontemporer. Hasil kajian menegaskan bahwa periode sahabat dan Khulafā’ al-Rāsyidīn merupakan fase fundamental dalam menjaga otentisitas hadis serta meletakkan fondasi bagi proses kodifikasi pada generasi berikutnya.

ANALISIS TOLERANSI BERAGAMA DI KALANGAN MAHASISWA UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO DITINJAU DARI PERSPEKTIF SOSIOLOGI AGAMA

Rudy Harold, Sri Maryani Putri Kai, Rosita Pulubolo, Ramadhan Kaesan
Abstract: Keberagaman agama merupakan realitas sosial yang melekat dalam kehidupan mahasiswa di perguruan tinggi, termasuk di Universitas Negeri Gorontalo. Kondisi tersebut menuntut adanya sikap toleransi beragama agar interaksi sosial… osial dan kehidupan akademik dapat berlangsung secara harmonis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat toleransi beragama mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo ditinjau dari perspektif sosiologi agama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui kuesioner online menggunakan skala Likert yang disebarkan kepada 30 mahasiswa dari berbagai fakultas dan latar belakang agama. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif berupa persentase dan skor rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki pemahaman yang baik mengenai toleransi beragama, serta mampu menerapkan sikap saling menghormati, tidak diskriminatif, dan bekerja sama lintas agama dalam kehidupan kampus. Secara keseluruhan, tingkat toleransi beragama mahasiswa berada pada kategori baik, yang didukung oleh lingkungan kampus yang inklusif dan interaksi sosial yang intensif.

KEADILAN DAN KEMENANGAN ORANG KUDUS: SUATU EKSEGESIS WAHYU 15:1-8

Hotria Imelda Sagala
Abstract: Paper ini membahas penglihatan Yohanes dalam Wahyu 15:1–8 yang menggambarkan keadilan Allah dan kemenangan orang-orang kudus dalam konteks penghakiman akhir zaman. Melalui analisis ekspositori, dipaparkan bagaimana tujuh… uh malaikat membawa tujuh malapetaka terakhir sebagai perwujudan final dari murka Allah atas dosa dunia, khususnya terhadap mereka yang mengikuti binatang, patung, dan bilangan namanya. Di sisi lain, orang-orang kudus yang setia digambarkan menang dan memuliakan Allah dengan nyanyian kemenangan di tepi lautan kaca bercampur api—simbol kemuliaan dan murka Allah. Paper ini menekankan bahwa kemenangan orang percaya bukan karena kekuatan mereka sendiri, melainkan sebagai buah dari keadilan Allah yang menegakkan kebenaran. Dalam penglihatan Yohanes, kemuliaan Allah dipertegas melalui simbol asap di bait suci yang menunjukkan kesucian dan ketidakterjangkauan rencana ilahi sampai penghakiman itu selesai. Dengan demikian, tulisan ini menegaskan bahwa kesetiaan kepada Allah akan berujung pada kemenangan kekal, sementara penolakan terhadap Allah membawa pada murka dan kebinasaan. Penelitian ini relevan bagi kehidupan iman Kristen masa kini sebagai panggilan untuk tetap setia di tengah penderitaan dan penindasan.

MISIONARIS DAN PENGINJIL: KETELADAN HIDUP SEORANG MISIONARIS DAVID LIVINGSTONE

Hotria Imelda Sagala, Agustin Halawa
Abstract: David Livingstone dikenal bukan hanya sebagai penjelajah, tetapi juga sebagai misionaris yang dengan sepenuh hati menyerahkan hidupnya bagi pekabaran Injil di Afrika. Paper ini mengulas perjalanan hidup dan strategi penginjilan… injilan Livingstone yang menginspirasi, mulai dari latar belakang keluarganya yang sederhana hingga komitmennya memberitakan Injil kepada suku-suku terabaikan. Strateginya yang khas, yakni the Gentle Approach, menunjukkan bahwa penginjilan yang efektif lahir dari keteladanan hidup, cinta kasih, dan pendekatan budaya yang mendalam. Kesetiaannya yang luar biasa hingga akhir hayat, menjadi teladan bagi para pelayan Tuhan masa kini tentang arti sejati dari pelayanan yang berpusat pada Kristus. Livingstone bukan hanya mengabarkan Injil, tetapi menghidupi Injil dalam seluruh aspek kehidupannya.

GEMBALA YANG SEJATI BERDASARKAN 1 PETRUS 5:1-4

Nikolaus Dachi, Hotria Imelda Sagala
Abstract: Tulisan ini mengkaji prinsip kepemimpinan rohani yang ideal menurut 1 Petrus 5:1–4, dengan menyoroti karakteristik gembala yang sejati. Petrus, sebagai sesama penatua dan saksi penderitaan Kristus, memberikan nasihat kepada… epada para pemimpin jemaat agar menggembalakan kawanan Allah dengan sukarela, bukan karena paksaan atau demi keuntungan pribadi, melainkan dengan pengabdian tulus, menjadi teladan, dan tidak memerintah dengan otoritas yang menindas. Penekanan utamanya adalah bahwa pelayanan yang lahir dari kasih dan integritas akan memperoleh mahkota kemuliaan dari Gembala Agung. Tulisan ini relevan untuk konteks gereja masa kini, sebagai cermin untuk menilai dan membentuk kepemimpinan yang berpusat pada Kristus.

KEPEMIMPINAN (Leadrship) KRISTEN YANG BERPENGARUH

Hotria Imelda Sagala
Abstract: Kepemimpinan Kristen bukan hanya soal jabatan atau kuasa, tetapi tentang pengaruh yang lahir dari keteladanan, kerendahan hati, dan kasih seperti yang diteladankan oleh Kristus. Paper ini membahas konsep kepemimpinan Kristen… sten yang sejati, dengan menekankan pentingnya identitas pemimpin sebagai pelayan, bukan penguasa. Berdasarkan 1 Petrus 5:2–3, pemimpin Kristen dipanggil untuk melayani dengan sukarela, tidak mencari keuntungan pribadi, dan menjadi teladan dalam segala hal. Selain itu, paper ini juga mengangkat permasalahan nyata di gereja masa kini, seperti penyalahgunaan kuasa dan motivasi finansial, yang justru merusak citra pelayanan. Dengan pendekatan reflektif dan aplikatif, tulisan ini mengajak para pemimpin gereja untuk kembali kepada dasar Injil dalam memimpin, yaitu kasih, ketulusan, dan pengaruh yang membangun umat.