Search Articles & Publications

Showing 4962 articles found for "Pada"

PENERAPAN MEDIA VISUAL CANVA PADA KETERAMPILAN MEMBACA AMANAT DALAM TEKS NARASI PADA KELAS 5 DI UPT SD NEGERI 114 GRESIKRemove PENERAPAN MEDIA VISUAL CANVA PADA KETERAMPILAN MEMBACA AMANAT DALAM TEKS NARASI PADA KELAS 5 DI UPT SD NEGERI 114 GRESIK

Lestari, Anggun Tri
Abstract: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat dan kemampuan siswa dalam memahami amanat pada teks narasi, khususnya di kelas V UPT SD Negeri 114 Gresik. Pembelajaran yang masih bersifat konvensional membuat siswa… kurang tertarik dan kesulitan dalam menginterpretasikan pesan moral dalam teks. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan media visual Canva dalam meningkatkan keterampilan membaca amanat, mengetahui respon siswa, serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek penelitian meliputi siswa kelas V dan guru. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, kuesioner, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media visual Canva mampu meningkatkan minat belajar dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran membaca amanat teks narasi. Visualisasi berupa gambar, ilustrasi, dan desain interaktif membantu siswa memahami pesan moral secara lebih konkret. Selain itu, siswa memberikan respon positif terhadap penggunaan Canva karena pembelajaran menjadi lebih menarik dan menyenangkan. Namun, terdapat beberapa kendala seperti keterbatasan akses internet dan perangkat pendukung. Dengan demikian, penggunaan media visual Canva dapat menjadi alternatif inovatif dalam meningkatkan keterampilan membaca amanat pada siswa sekolah dasar, serta mendukung pembelajaran yang kreatif dan berpusat pada siswa sesuai dengan tuntutan era digital.

Budaya Digital dan Tantangan Mewujudkan Masyarakat Madani di Kalangan Generasi Z

Sati, Lara, Gerin Anggreini, Girl Febby Rapyta Marpaung, Muhammad Rifai Harahap
Abstract: Perkembangan teknologi digital membawa perubahan besar dalam kehidupan generasi Z. Budaya digital memengaruhi cara mereka berpikir, berkomunikasi, dan berperilaku setiap hari. Sebaliknya, masyarakat yang beragam membutuhkan… kan masyarakat madani yang menjunjung tinggi keadilan, kemanusiaan, dan toleransi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh budaya digital terhadap Generasi Z dan tantangan dalam membangun masyarakat madani. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan pustaka dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah yang relevan. Data dianalisis secara deskriptif untuk memahami hubungan antara budaya digital dan kehidupan generasi Z. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya digital memiliki dampak positif dan negatif, dengan dampak positifnya termasuk ketergantungan pada teknologi, penyebaran informasi, dan peningkatan kreativitas. Dampak negatifnya termasuk menjadi ketergantungan pada teknologi dan meningkatkan kreativitas. Jadi dapat disimpulkan generasi Z harus menggunakan teknologi dengan hati-hati dan memiliki literasi digital yang baik agar mereka dapat membantu membangun masyarakat madani.

PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS HOTS PADA MATERI SEGITIGA DAN LINGKARAN DI SD

Linda Febriani, Safrida Napitupulu, Nurjannah, Ramadhani, Sutarini
Abstract: Pembelajaran matematika di sekolah dasar memiliki peran penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir siswa, khususnya dalam aspek berpikir kritis, kreatif, dan pemecahan masalah. Namun, pada kenyataannya kemampuan berpikir… ikir tingkat tinggi siswa masih tergolong rendah karena pembelajaran yang cenderung berpusat pada guru dan kurangnya penggunaan perangkat pembelajaran yang mendukung pengembangan Higher Order Thinking Skills (HOTS). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pentingnya pengembangan perangkat pembelajaran berbasis HOTS pada materi segitiga dan lingkaran di sekolah dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dengan menganalisis berbagai sumber terkait pembelajaran matematika, HOTS, serta perangkat pembelajaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran berbasis HOTS yang meliputi RPP, LKPD, media, dan instrumen penilaian dapat mendorong siswa untuk berpikir aktif melalui kegiatan analisis, evaluasi, dan pemecahan masalah. Pada materi segitiga dan lingkaran, penggunaan pendekatan kontekstual, media konkret, serta strategi pembelajaran inovatif seperti pembelajaran kooperatif dan multisensori terbukti dapat membantu siswa memahami konsep secara lebih mendalam. Dengan demikian, pengembangan perangkat pembelajaran berbasis HOTS pada materi segitiga dan lingkaran di sekolah dasar dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif, penalaran matematis, serta keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, guru perlu merancang perangkat pembelajaran yang inovatif dan berorientasi HOTS agar tujuan pembelajaran matematika dapat tercapai secara optimal.

MENGENAL SEGITIGA DAN LINGKARAN MELALUI PEMBELAJARAN GEOMETRI YANG BERMAKNA

Ade Irma Yani Putri, Safrida Napitupulu, Nurjannah, Ramadhani, Sutarini
Abstract: Pembelajaran geometri di sekolah dasar memiliki peran strategis dalam mengembangkan penalaran spasial, pemahaman konseptual, dan keterampilan pemecahan masalah matematika siswa. Segitiga dan lingkaran adalah konsep geometri… tri fundamental yang perlu diperkenalkan secara bermakna karena keduanya berkaitan erat dengan objek dan situasi yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Namun, pengajaran geometri seringkali disampaikan secara prosedural, menyebabkan siswa fokus pada menghafal rumus tanpa memahami konsep yang mendasarinya. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran geometri yang bermakna melalui pengenalan konsep segitiga dan lingkaran di pendidikan dasar. Studi ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan menganalisis konten konseptual, strategi pembelajaran kontekstual, dan aktivitas pembelajaran yang melibatkan pengamatan langsung terhadap objek di sekitarnya. Hasil menunjukkan bahwa pembelajaran bermakna mendukung siswa dalam mengidentifikasi sifat-sifat geometris, memahami hubungan matematika, dan menerapkan konsep dalam konteks otentik. Pembelajaran kontekstual juga mendorong partisipasi aktif dan memperkuat penguasaan konsep. Oleh karena itu, pengajaran geometri yang bermakna direkomendasikan sebagai pendekatan pedagogis yang efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang geometri dasar dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar.

KONSEPTUALISASI UNSUR GEOMETRI DALAM PEMBELAJARAN BANGUN DATAR DI SEKOLAH DASAR

Dilla Silvani, Safrida Napitupulu, Isnan Nisa Nasution, Tiflatul Husna, Wanoto
Abstract: Rendahnya pemahaman konsep bangun datar pada siswa sekolah dasar menunjukkan adanya kesenjangan dalam penguasaan unsur dasar geometri berupa titik, garis, bidang, dan sudut. Sejumlah penelitian nasional melaporkan bahwa… siswa mengalami kesulitan dalam membedakan bentuk, menganalisis sifat bangun, serta menghubungkan unsur geometri secara struktural. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konseptualisasi unsur geometri dalam pembelajaran bangun datar di sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah kajian literatur dengan menelaah artikel jurnal ilmiah yang relevan dengan pembelajaran geometri di pendidikan dasar. Hasil kajian menunjukkan bahwa miskonsepsi siswa berakar pada lemahnya fondasi konseptual serta pembelajaran yang terlalu berorientasi pada prosedur perhitungan. Kebaruan penelitian ini terletak pada sintesis hasil penelitian nasional yang menegaskan pentingnya penguatan unsur geometri sebagai dasar sebelum pembelajaran bangun datar yang lebih kompleks. Disimpulkan bahwa penguatan konsep titik, garis, bidang, dan sudut secara sistematis dan kontekstual menjadi kunci peningkatan pemahaman bangun datar siswa sekolah dasar.

KAJIAN GEOMETRI DUA DIMENSI: STRUKTUR, SIFAT, DAN FUNGSI BANGUN DATAR

Dara Juliyanti, Safrida Napitupulu, Nurjannah, Ramadhani, Sutarini
Abstract: Kajian geometri dua dimensi adalah cabang matematika yang mempelajari bangun datar berdasarkan struktur, sifat, dan fungsinya dalam berbagai konteks teoretis dan praktis. Struktur bangun datar mengacu pada susunan elemen-elemen… -elemen penyusunnya, seperti titik, garis, sisi, sudut, diagonal, dan hubungan antar elemen tersebut. Dalam geometri Euklides, yang dirumuskan oleh Euklides, struktur ini disusun secara aksiomatik untuk membentuk sistem yang logis dan konsisten. Sifat-sifat bangun datar meliputi karakteristik spesifik yang membedakan satu bangun dari bangun lainnya, seperti jumlah sisi dan sudut dalam segitiga, kesamaan dan kekongruenan, garis simetri dan simetri rotasional, dan hubungan antara panjang sisi dan sudut dalam persegi, persegi panjang, jajar genjang, trapesium, dan lingkaran. Pemahaman tentang sifat-sifat ini memungkinkan proses klasifikasi dan pembuktian matematika deduktif. Fungsi bangun datar berkaitan dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari dan bidang ilmu lainnya, seperti arsitektur, teknik, desain grafis, dan pemetaan. Konsep luas, keliling, dan transformasi geometris digunakan untuk menyelesaikan berbagai masalah praktis. Dengan demikian, studi geometri dua dimensi tidak hanya bersifat teoretis tetapi juga memiliki relevansi fungsional yang luas dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Analisis Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan dalam Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran: Studi Kasus di SMP Medan

Astrida Joice Angelica Batubara, Judika Adventis Maleakhi Sihite, Imelda Situmorang
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen pendidik dan tenaga kependidikan dalam mendukung efektivitas pembelajaran di salah satu SMP negeri di Kota Medan. Penelitian menggunakan metode studi kasus kualitatif… dengan pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Temuan penelitian mengungkap adanya kesenjangan antara teori manajemen ideal dan praktik di lapangan, terutama dalam perencanaan karena sistem penempatan guru yang tersentralisasi sehingga membatasi otonomi sekolah. Hal ini mengakibatkan ketidaksesuaian (mismatch) di mana guru sering mengajar mata pelajaran di luar keahliannya, yang menyebabkan beban kerja berlebih. Meskipun menghadapi tantangan tersebut, sekolah menerapkan strategi adaptif, termasuk evaluasi kinerja berbasis teknologi (e-kinerja) dan budaya berbagi pengetahuan melalui lokakarya. Kepemimpinan kepala sekolah menjadi faktor krusial dalam mengatasi keterbatasan yang ada. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun kendala sistemik menghambat manajemen yang optimal, strategi internal yang proaktif dan kepemimpinan yang kuat menjadi kunci dalam menjaga kualitas pendidikan. Kebaruan penelitian ini terletak pada penggambaran empiris tentang bagaimana sebuah sekolah negeri beradaptasi dengan keterbatasan birokrasi untuk memastikan pembelajaran yang efektif.

OPTIMALISASI PEMAHAMAN KONSEP BILANGAN GENAP MELALUI PEMANFAATAN MEDIA MANIPULATIF BERBASIS BENDA KONKRET PADA SISWA KELAS RENDAH SEKOLAH DASAR

Dwi Zahra Pratiwi, Safrida Napitupulu, Dra Nurjannah, Ramadhani, Sutarini
Abstract: Pembelajaran matematika di kelas rendah sekolah dasar sering kali masih menghadapi kendala dalam hal pemahaman konsep, khususnya pada materi bilangan genap. Siswa cenderung menghafal tanpa memahami makna konsep secara mendalam… ndalam karena pembelajaran yang masih bersifat abstrak. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji optimalisasi pemahaman konsep bilangan genap melalui pemanfaatan media manipulatif berbasis benda konkret pada siswa kelas rendah sekolah dasar. Penulisan ini menggunakan pendekatan studi pustaka dengan mengkaji berbagai teori dan literatur yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan media manipulatif, seperti kancing, stik es krim, dan benda konkret lainnya, mampu membantu siswa memahami konsep bilangan genap secara lebih nyata dan bermakna. Selain itu, penggunaan media ini juga dapat meningkatkan keaktifan dan minat belajar siswa. Dengan demikian, pemanfaatan media manipulatif berbasis benda konkret sangat efektif digunakan dalam pembelajaran matematika di kelas rendah sekolah dasar.

ANALISIS KONSEPTUAL MATERI JARING JARING KUBUS DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI MAHASISWA PGSD

Tarimoi, Safrida Napitupulu, Sutarini, Sujarwo, Putri Juwita
Abstract: Pembelajaran jaring-jaring kubus di sekolah dasar sering berfokus pada hafalan bentuk tanpa pendalaman konsep dan keterkaitannya dengan konteks kehidupan sehari-hari. Kesenjangan (gap) ini menyebabkan peserta didik kurang… g memahami hubungan antara bentuk dua dimensi dan bangun ruang kubus secara utuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara konseptual materi jaring-jaring kubus serta mengidentifikasi relevansinya dalam kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif deskriptif, melalui telaah buku ajar, jurnal ilmiah, dan sumber teoretis yang relevan tanpa melakukan penelitian lapangan atau observasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara matematis terdapat 11 bentuk jaring-jaring kubus yang berbeda, masing-masing memiliki enam sisi berbentuk persegi yang saling terhubung dan dapat dilipat membentuk kubus sempurna. Secara kontekstual, konsep ini ditemukan pada kemasan berbentuk kubus seperti kotak kado, dadu, dan kotak penyimpanan. Pemahaman konseptual yang menekankan visualisasi, proses melipat, dan keterkaitan dengan benda nyata terbukti memperkuat kemampuan spasial dan berpikir logis siswa. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa analisis konseptual jaring-jaring kubus yang dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari dapat meningkatkan pemahaman bermakna tanpa harus melalui penelitian empiris langsung.

Integrasi Etnomatematika dalam Arsitektur Rumah Bolon Simalungun untuk Penguatan Pembelajaran Geometri di Sekolah Dasar

Andika Aditiya, Safrida Napitupulu, Sutarini, Putri Juwita, Zamalludin Sembiring
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengintegrasikan konsep etnomatematika dalam arsitektur Rumah Bolon Simalungun ke dalam pembelajaran geometri di sekolah dasar. Permasalahan penelitian terletak pada masih terbatasnya pemanfaatan… faatan budaya lokal sebagai sumber belajar kontekstual dalam pendidikan matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi pustaka dan analisis struktur bangunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rumah Bolon Simalungun memuat konsep geometri seperti persegi panjang, segitiga, prisma, tabung, simetri, proporsi, serta kemiringan atap yang dapat dijelaskan melalui trigonometri. Kebaruan penelitian ini terletak pada penyajian arsitektur budaya sebagai media integratif untuk penguatan pembelajaran geometri. Simpulan menunjukkan bahwa integrasi etnomatematika dalam pembelajaran dapat meningkatkan pemahaman konsep dan apresiasi budaya siswa.