Abstract:Kurangnya pengetahuan mengenai Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di kalangan siswa sekolah dasar merupakan permasalahan kesehatan mendasar yang dapat menghambat tumbuh kembang anak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan…
rtujuan meningkatkan kesadaran dan keterampilan praktis siswa dalam menerapkan PHBS di SD Inpres 1 Desa Lisabata, Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat, yang dilaksanakan pada 16 April 2026. Kegiatan melibatkan 20–40 siswa usia 7–12 tahun dan dilaksanakan melalui metode interaktif berupa ceramah singkat, diskusi, tanya jawab, dan praktik langsung. Materi yang disampaikan meliputi teknik cuci tangan yang benar, kebiasaan membuang sampah pada tempatnya, pentingnya olahraga rutin, bahaya asap rokok, serta pencegahan jentik nyamuk. Hasil kegiatan menunjukkan siswa aktif berpartisipasi dan mengalami peningkatan pemahaman tentang konsep PHBS serta mampu mempraktikkan cuci tangan dengan benar.
Abstract:Asthenopia didefinisikan sebagai keluhan subjektif penglihatan berupa penglihatan tidak nyaman, sakit dan kepekaannya berlebihan. Astenopia adalah sebagai suatu gejala subjektif penglihatan yang disebabkan karena penggunaan…
naan mata dalam pekerjaan. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Astenopia adalah faktor yang disebabkan oleh hubungan erat dengan faktor Herediter (keturunan), jenis pekerjaan, jarak pandang, pola makan, usia, sinar ultraviolet dari cahaya matahari, riwayat penyakit, obat-obatan tertentu. Pembatasan masalah penelitian ini adalah Karena keterbatasan waktu yang dimiliki penulis maka penulis hanya mengambil 2 faktor saja yaitu: Jenis Pekerjaan dan usia. Rumusan masalah penelitian ini adalah apakah ada hubungan antara jenis pekerjaan dan usia terhadap kejadian astenopia? Tujuan penelitian diketahui hubungan antara jenis pekerjaan dan usia terhadap kejadian astenopia. Metode penelitian ini menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah populasi 54 responden, jumlah sampel diambil dari total populasi. Hasil analisa univariat, bivariat dan uji staitsik chi-square menunjukan ada hubungan bermakna antara jenis pekerjaan terhadap kejadian astenopia dengan p value: 0,001 < 0,1, ada hubungan bermakna antara usia dengan kejadian astenopia dengan p value: 0,000 < 0,1. Disarankan kepada pimpinan Optik Junjungan menentukan kebijakan untuk mengembangkan pelayanan kesehatan terutama terhadap kejadian astenopia serta dalam memberikan penjelasan secara detail kepada konsumen.
Abstract:Edukasi PHBS melalui praktik Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) berperan penting dalam membentuk kebiasaan higienis anak sejak dini. Kegiatan ini bertujuan mengevaluasi efektivitas edukasi CTPS terhadap pemahaman dan perilaku…
u motorik anak di BTN AL Kelurahan Entrop. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif-partisipatif melalui penyuluhan, demonstrasi, dan observasi praktik mandiri. Hasil menunjukkan tingkat partisipasi peserta mencapai 95%, dengan 17 anak (85%) mampu mempraktikkan 6 langkah CTPS secara mandiri sesuai standar kesehatan. Penggunaan media lagu "Naik Becak" yang dimodifikasi efektif meningkatkan antusiasme dan memori anak dalam memperagakan gerakan. Selain itu, keterlibatan orang tua memperkuat keberlanjutan perilaku sehat di keluarga. Kesimpulannya, intervensi edukatif yang terstruktur dan partisipatif terbukti efektif membentuk kebiasaan CTPS pada anak-anak.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara nilai-nilai Al-Qur'an dan peningkatan Quality of Life (QoL) di Kelurahan Serua melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat. Studi ini menggunakan metode studi kasus…
kualitatif dengan analisis data yang bersumber dari laporan tahunan Kelurahan Serua tahun 2022–2023 dan teori WHOQOL sebagai kerangka analisis. Latar belakang penelitian ditinjau dari disegernya kondisi sosial-ekonomi di Kelurahan Serua yang membutuhkan revitalisasi nilai spiritual dan sosial guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Metode pengumpulan data melibatkan wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi berupa laporan resmi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai Al-Qur'an seperti keadilan, kasih sayang, dan gotong-royong berperan penting dalam peningkatan kualitas hidup, baik dari aspek kesehatan, lingkungan sosial, maupun kesejahteraan psikologis. Implikasi kebijakan yang dihasilkan memberikan rekomendasi strategis bagi pemerintah daerah untuk mengintegrasikan pendekatan spiritual dalam program pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini menyarankan agar kolaborasi antara aparat pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat diwujudkan secara berkelanjutan guna mencapai dampak yang terukur dalam perbaikan kualitas hidup. Dengan demikian, pemberdayaan masyarakat berbasis Al-Qur'an tidak hanya meningkatkan kesejahteraan material tetapi juga memperkokoh harmoni sosial dan spiritualitas masyarakat.
Abstract:Penggunaan gadget dan media sosial pada anak meningkat pesat, namun belum diikuti dengan kemampuan literasi dan kesehatan digital yang memadai. Kondisi ini berpotensi menimbulkan risiko seperti paparan konten tidak layak,…
, interaksi dengan orang asing di internet, serta penggunaan screen time berlebihan. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman anak mengenai sehat di ruang digital dengan memberikan literasi digital, keamanan digital, dan penggunaan gadget sehat. Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dengan melibatkan 20 anak RPTRA Malinjo Jakarta Selatan sebagai peserta utama, dua dosen Unas sebagai fasilitator, dan satu mahasiswa sebagai pendamping teknis. Metode yang digunakan adalah edukatif interaktif melalui penyampaian materi visual, video edukatif, diskusi partisipatif, simulasi kasus sederhana (learning by doing). Evaluasi dilakukan dengan melalui observasi partisipasi peserta, serta refleksi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai batasan screen time sehat, etika berinternet, dan cara menjaga keamanan digital, yang terlihat dari perbandingan hasil pre-test dan post-test serta keaktifan peserta selama kegiatan. Selain itu, pengelola RPTRA memperoleh modul literasi digital sebagai panduan implementasi lanjutan. Program ini juga menghasilkan komitmen awal peserta untuk menerapkan perilaku penggunaan gadget yang lebih sehat. Kegiatan ini dapat disimpulkan efektif sebagai upaya edukasi preventif berbasis komunitas dalam meningkatkan literasi dan kesehatan digital anak. Program berpotensi direplikasi pada komunitas serupa dengan pendekatan partisipatif dan media pembelajaran interaktif.
Abstract:Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi di Indonesia yang mencapai 34,1% berdasarkan Riskesdas 2018. Kepatuhan minum obat antihipertensi menjadi tantangan utama dalam pengendalian…
lian tekanan darah, yang dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan, kesadaran, dan dukungan keluarga. Pendidikan kesehatan dengan media pill card merupakan strategi intervensi yang dapat meningkatkan kepatuhan pasien dalam menjalani terapi hipertensi. Tujuan: Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi penggunaan pill card terhadap kepatuhan minum obat bagi penderita hipertensi berbasis asuhan keperawatan keluarga di wilayah Puskesmas Kedungmundu. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan keluarga yang meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Subjek studi kasus adalah keluarga Tn. S di RW 03 Kelurahan Tandang wilayah kerja Puskesmas Kedungmundu Kota Semarang. Intervensi dilakukan selama 3 hari (29 November - 1 Desember 2025) dengan pemberian edukasi kesehatan menggunakan media leaflet dan pill card. Hasil: Hasil studi kasus menunjukkan adanya penurunan tekanan darah yang signifikan setelah pemberian edukasi dengan pill card. Tekanan darah klien sebelum intervensi adalah 171/101 mmHg, menurun menjadi 140/91 mmHg pada hari kedua, dan mencapai 130/81 mmHg pada hari ketiga. Skala nyeri kepala juga mengalami penurunan dari skala 6 menjadi skala 3. Klien dan keluarga menunjukkan peningkatan pengetahuan tentang hipertensi dan kepatuhan dalam menggunakan pill card sebagai alat pengingat minum obat. Kesimpulan: Pendidikan kesehatan keluarga dengan media pill card efektif dalam meningkatkan kepatuhan minum obat antihipertensi dan menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Keterlibatan keluarga dalam proses edukasi berperan penting dalam mendukung keberhasilan intervensi. Disarankan agar tenaga kesehatan dapat menerapkan edukasi penggunaan pill card sebagai bagian dari asuhan keperawatan keluarga pada pasien hipertensi.
Abstract:Masa bayi dan balita merupakan periode penting yang membutuhkan stimulasi dini untuk mendukung tumbuh kembang optimal, salah satunya melalui pijat bayi sebagai bentuk stimulasi sentuhan yang mudah, aman, dan berbasis keluarga.…
uarga. Namun, praktik pijat bayi di masyarakat masih sering dilakukan tanpa teknik yang benar akibat keterbatasan pengetahuan dan keterampilan ibu. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu balita dalam melakukan pijat bayi secara benar melalui demonstrasi dan pendampingan di Posyandu Korong Marantiah Wilayah Kerja Puskesmas Kataping. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif dan edukatif pada 12 ibu yang memiliki bayi usia 0-24 bulan, melalui penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung dengan pendampingan, serta evaluasi observasional. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh ibu peserta mampu mempraktikkan pijat bayi dengan benar setelah mengikuti kegiatan, menunjukkan peningkatan keterampilan, pemahaman teknik, dan kepercayaan diri dalam menerapkan pijat bayi secara mandiri. Pembahasan menunjukkan bahwa pijat bayi berpotensi memberikan manfaat terhadap kesehatan dan perkembangan bayi, memperkuat hubungan ibu-anak, serta meningkatkan kesejahteraan psikologis ibu. Dapat disimpulkan bahwa demonstrasi dan pendampingan pijat bayi merupakan metode yang efektif dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat serta berkontribusi dalam memperkuat peran posyandu sebagai sarana promotif dan preventif dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak.
Abstract:Perawatan bayi baru lahir di rumah merupakan bagian penting dari asuhan neonatal yang komprehensif. Dalam praktiknya, perawatan dasar seperti memandikan bayi masih sering dilakukan berdasarkan pengalaman atau kebiasaan yang…
ang diwariskan, yang kadang tidak selalu sejalan dengan prinsip keamanan dan kenyamanan bayi. Teknik memandikan yang kurang tepat dapat menimbulkan risiko seperti hipotermi, iritasi kulit, maupun cedera ringan akibat posisi dan persiapan lingkungan yang kurang sesuai. Kondisi ini menunjukkan bahwa ibu tidak hanya membutuhkan informasi, tetapi juga bimbingan praktis agar mampu melakukan perawatan dengan benar dan percaya diri dalam melakukan perawatan bayi sehari-hari. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam melakukan praktik aman memandikan bayi baru lahir sesuai prinsip asuhan neonatal esensia;. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan edukasi partisipatif melalui penjelasan materi, demonstrasi bertahap, diskusi dua arah, dan praktik langsung dengan pendampingan untuk memastikan setiap langkah dilakukan secara tepat dan benar. Program ini dilaksanakan pada 21 Januari 2025 di Puskesmas Tanah Abang, Jakarta Pusat. Sasaran kegiatan adalah ibu yang memiliki bayi, yang datang berkunjung di wilayah kerja puskesmas. Selama kegiatan berlangsung, peserta terlibat secara aktif, mampu mempraktikkan kembali tahapan memandikan bayi dengan benar, serta menunjukkan peningkatan pemahaman dan rasa percaya diri dalam melakukan perawatan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi yang disertai demonstrasi dan praktik langsung di layanan kesehatan primer dapat membantu ibu menguasai keterampilan perawatan bayi secara lebih aman dan tepat.
Abstract:Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Babatan Saudagar bertujuan untuk mengatasi masalah hipertensi. Kegiatan yang dilakukan meliputi penyuluhan, pemeriksaan kesehatan gratis dan penanaman tanaman obat keluarga (TOGA). Penyuluhan…
nyuluhan yang dilakukan dengan memberikan informasi dan edukasi tentang penyebab dan cara mengatasi hipertensi, dilanjutkan dengan penanaman tanaman TOGA di belakang kantor Desa Babatan Saudagar. Tanaman TOGA yang ditanam seperti seledri, timun, tomat, kemangi, terong, cabai, dan pepaya. Benih dan bibit TOGA juga dibagikan kepada warga. Masyarakat memberikan respon positif dengan partisipasi aktif dalam kerja bakti dan penyuluhan. Kombinasi penyuluhan dan praktik penanaman TOGA berhasil mencapai untuk meningkatkan pemahaman serta pemanfaatan potensi setempat melalui praktik langsung.
Abstract:Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mengenai kesehatan reproduksi pada remaja di Persekutuan Anak dan Remaja (PAR) Gereja Marthen Luther Sentani. Masa remaja merupakan fase peralihan…
ralihan yang sangat penting bagi perkembangan individu sehingga memerlukan pembekalan informasi kesehatan yang tepat guna menghindari perilaku berisiko. Metode pelaksanaan kegiatan ini menggunakan pendekatan Pendidikan Kesehatan Masyarakat (Health Education) yang dilakukan melalui tiga tahapan utama, yaitu: 1) persiapan (koordinasi dan identifikasi masalah); 2) pelaksanaan (pemberian edukasi melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan simulasi kasus terkait kesehatan reproduksi serta pencegahan penyakit menular seksual); serta 3) evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta yang sangat signifikan, di mana 100% peserta mampu memahami materi yang disampaikan dengan baik dan 97,4% menyatakan dukungan penuh terhadap keberlanjutan program edukasi ini. Kegiatan ini berhasil memberikan landasan pengetahuan bagi remaja untuk menjaga kesehatan reproduksi dan menghindari perilaku seks bebas maupun penyalahgunaan NAPZA.