Abstract:Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mendorong transformasi digital di berbagai sektor, termasuk sektor kesehatan. Salah satu implementasi transformasi digital kesehatan di Indonesia adalah pemanfaatan aplikasi…
plikasi SatuSehat Mobile yang terintegrasi dengan sistem rekam medis elektronik. Namun, tingkat pengetahuan masyarakat, khususnya kalangan pelajar, mengenai peran rekam medis dan pemanfaatan aplikasi kesehatan digital masih relatif rendah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa mengenai peran rekam medis sebagai penyedia informasi kesehatan serta pentingnya menjaga kerahasiaan data kesehatan. Kegiatan dilaksanakan di SMA PGRI 4 Denpasar dengan melibatkan 25 siswa sebagai peserta. Metode yang digunakan meliputi persiapan, pre-test, sosialisasi, edukasi menggunakan pendekatan Community Based Interactive Approach (CBIA), post-test, dan evaluasi. Materi yang diberikan mencakup pengenalan rekam medis elektronik, kerahasiaan data kesehatan, manfaat rekam medis, risiko kebocoran data, serta pemanfaatan aplikasi SatuSehat Mobile. Hasil pre-test menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki tingkat pengetahuan yang masih terbatas dengan nilai dominan pada rentang 6–7 dari skor maksimal 10. Setelah diberikan sosialisasi dan edukasi, hasil post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, dimana seluruh peserta memperoleh nilai maksimal 10. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi dan edukasi efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan digital, pemahaman tentang rekam medis, serta kesadaran siswa terhadap pentingnya perlindungan data kesehatan pribadi. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung peningkatan literasi kesehatan digital di kalangan pelajar dan mendorong pemanfaatan teknologi kesehatan secara optimal dalam mendukung transformasi digital kesehatan nasional.
Abstract:Adolescents represent a high-risk group for HIV/AIDS infection due to limited knowledge of transmission mechanisms and appropriate prevention strategies. Health information exposure plays a critical role in shaping adequate…
ate knowledge as the foundation for preventive behavior. This study aims to determine the level of HIV/AIDS prevention knowledge among adolescent students and to analyze its association with health information exposure. A cross-sectional study was conducted among 189 students at Institut Ilmu Kesehatan Pelamonia in 2026, recruited via random sampling. Data were collected using a structured questionnaire and analyzed using the Chi-square test (α = 0.05). A total of 66% of respondents had sufficient knowledge of HIV/AIDS prevention; however, 48% had never been exposed to related health information. A significant association was found between health information exposure and knowledge level (p = 0.04; OR = 3.4; 95% CI: [complete]). Health information exposure is significantly associated with HIV/AIDS prevention knowledge among adolescent students. Health education institutions should strengthen structured and sustainable HIV/AIDS education programs to prepare students as future health professionals.
Abstract:Desa Senggreng, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, memiliki potensi besar di sektor UMKM, wisata, pertanian, dan fasilitas umum lainnya, namun informasi mengenai potensi tersebut selama ini belum tersaji dalam satu…
u media yang memuat lokasi geografis sekaligus deskripsi objeknya, sehingga masyarakat maupun pihak luar harus mendatangi langsung kantor desa untuk memperoleh informasi. Penelitian pengabdian ini bertujuan mengembangkan Sistem Informasi Geografis (SIG) berbasis web sebagai media informasi potensi Desa Senggreng. Metode yang digunakan meliputi survei lapangan untuk pengambilan titik koordinat menggunakan GPS, pengolahan data spasial dengan QGIS, serta pengembangan sistem menggunakan React.js, Leaflet.js, OpenStreetMap, dan Supabase berbasis PostgreSQL. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa website SIG berhasil memetakan sembilan kategori potensi desa, yaitu tempat ibadah, pendidikan, kesehatan, olahraga, laundry, sanggar kesenian, bengkel, minimarket, dan UMKM, dengan fitur pencarian, filter kategori, serta panel administrasi yang memungkinkan perangkat desa mengelola data secara mandiri. Sistem ini diharapkan dapat menyajikan informasi potensi desa secara lebih terintegrasi, mudah diakses, dan berbasis lokasi bagi masyarakat maupun pihak luar.
Abstract:Sungai perkotaan berperan penting sebagai sumber daya lingkungan dan penopang aktivitas masyarakat, namun rentan terhadap pencemaran akibat tekanan aktivitas antropogenik. Salah satu pencemar yang berbahaya dan bersifat…
persisten adalah logam berat timbal (Pb), yang berpotensi menimbulkan dampak ekologis dan risiko kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat cemaran timbal (Pb) pada air sungai di Kota Jayapura serta menjadikannya sebagai indikator risiko lingkungan. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan bersifat eksploratif. Sampel air diambil secara grab sampling dari empat sungai di Kota Jayapura, yaitu Sungai Acai, Sungai Entrop, Sungai Hanyaan, dan Sungai Siborongonyi. Analisis kadar timbal dilakukan menggunakan metode Spektrofotometri Serapan Atom (SSA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh sampel air sungai mengandung timbal dengan konsentrasi yang melampaui baku mutu kualitas air sungai nasional sebesar 0,03 mg/L. Kadar timbal tertinggi ditemukan pada Sungai Siborongonyi sebesar 0,69 mg/L, diikuti Sungai Hanyaan sebesar 0,37 mg/L, Sungai Acai sebesar 0,29 mg/L, dan Sungai Entrop sebesar 0,18 mg/L. Variasi kadar timbal antar sungai menunjukkan perbedaan tingkat tekanan lingkungan yang diterima masing-masing badan air. Secara keseluruhan, temuan ini mengindikasikan bahwa sungai-sungai di Kota Jayapura telah mengalami cemaran timbal yang signifikan dan berpotensi menimbulkan risiko lingkungan serta kesehatan masyarakat. Penelitian ini memberikan gambaran awal kondisi kualitas air sungai di Kota Jayapura dan dapat digunakan sebagai dasar pemantauan lingkungan serta peringatan dini terhadap degradasi kualitas perairan perkotaan
Abstract:Air bersih yang aman dari kontaminasi mikrobiologis dan parasitologis merupakan prasyarat utama kesehatan masyarakat, namun capaian akses air minum aman di Indonesia masih jauh tertinggal dibandingkan akses air minum layak…
ak secara umum. Penelitian ini bertujuan memetakan tren tahun publikasi, sebaran jenis sumber air, sebaran wilayah, dan peluang riset kontaminasi mikrobiologis dan parasitologis pada sumber air bersih di Indonesia melalui analisis literatur. Penelusuran dilakukan pada basis data Google Scholar menggunakan Harzing's Publish or Perish dengan kata kunci kontaminasi mikrobiologis dan cemaran bakteri air bersih Indonesia, dibatasi pada rentang tahun 2020 hingga 2025. Setelah skrining judul, pemeriksaan duplikasi, dan pengecekan kelengkapan metadata mengikuti alur seleksi bergaya PRISMA, diperoleh 115 artikel yang memenuhi kriteria kelayakan untuk dianalisis. Hasil menunjukkan tren publikasi meningkat tajam pada 2024 dan 2025, menyumbang lebih dari separuh total artikel. Air minum umum dan depot air minum isi ulang mendominasi objek penelitian dengan proporsi 73,9%, sementara Coliform dan Escherichia coli menjadi parameter yang paling banyak diuji sebesar 66,1%, umumnya menggunakan metode Most Probable Number. Wilayah penelitian masih terkonsentrasi di Pulau Jawa, sedangkan tidak satu pun artikel yang secara eksplisit meneliti kontaminasi parasitologis ditemukan sepanjang periode tersebut. Temuan ini menunjukkan penelitian kontaminasi air bersih di Indonesia masih terkonsentrasi secara tematik, objek, dan wilayah, sehingga membuka peluang riset yang luas pada aspek parasitologis, sumber air non-komersial, serta wilayah di luar Pulau Jawa.
Abstract:Kebiasaan merokok masih menjadi masalah kesehatan masyarakat karena menimbulkan ketergantungan, meningkatkan risiko penyakit, dan menyebabkan paparan asap rokok pada anggota keluarga. Penelitian ini bertujuan menggambarkan…
an kesiapan berhenti merokok pada perokok di Desa Puuwonggia, Kecamatan Motui, Kabupaten Konawe Utara tahun 2026. Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan pendekatan potong lintang. Penelitian dilakukan pada Bulan Januari 2026 di Desa Puuwonggia, Konawe Utara. Populasi dan sampel terdiri atas 47 rumah tangga yang memiliki anggota keluarga perokok dan dipilih menggunakan total sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner terstruktur, kemudian dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 40,4% perokok pernah mencoba berhenti dalam 12 bulan terakhir, sedangkan 57,4% belum pernah mencoba. Sebanyak 51,1% perokok belum mau berubah dan 48,9% baru bersedia mengurangi jumlah rokok, sementara tidak ada perokok yang menyatakan siap berhenti sepenuhnya. Penyebab utama kegagalan berhenti merokok adalah ketagihan atau rasa gelisah dan pengaruh lingkungan teman atau tempat kerja, masing-masing sebesar 33,3%. Dukungan yang paling banyak dibutuhkan adalah komitmen keluarga dan pembatasan tempat merokok, masing-masing sebesar 31,15%. Kesiapan berhenti merokok masih rendah sehingga diperlukan konseling motivasional, dukungan keluarga, pelayanan berhenti merokok di puskesmas, dan penerapan rumah bebas asap rokok
Abstract:Penyakit kulit merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi dan dapat dipicu oleh berbagai faktor, seperti infeksi, reaksi alergi, maupun pengaruh lingkungan. Terbatasnya akses terhadap tenaga kesehatan serta rendahnya…
pemahaman masyarakat mengenai gejala penyakit kulit sering menyebabkan keterlambatan dalam memperoleh penanganan yang tepat. Penelitian ini bertujuan menerapkan metode Forward Chaining pada sistem pakar untuk membantu proses diagnosis awal berdasarkan gejala yang dipilih pengguna. Metode ini bekerja menggunakan penalaran berbasis aturan dengan mencocokkan gejala yang dimasukkan pengguna terhadap basis pengetahuan yang disusun dari konsultasi dengan pakar dan referensi medis. Sistem dikembangkan melalui tahapan analisis kebutuhan, perancangan, implementasi, dan pengujian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem mampu mengidentifikasi jenis penyakit kulit sesuai aturan yang telah ditetapkan serta memberikan hasil diagnosis beserta rekomendasi penanganan awal. Pengujian membuktikan seluruh fungsi sistem berjalan dengan baik, sementara metode Forward Chaining memberikan hasil diagnosis yang efektif sehingga sistem dapat dimanfaatkan sebagai sarana konsultasi awal yang cepat, mudah, dan efisien sebelum pemeriksaan lebih lanjut oleh tenaga medis
Abstract:Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia meskipun prevalensinya terus mengalami penurunan. Akan tetapi penurunan angka tersebut belum data pencapai target nasional (14,2%). Penggunaan angka nasional…
al secara umum dapat menutupi kelompok penduduk yang masih menanggung beban stunting lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan menggambarkan karakteristik epidemiologi stunting pada balita di Indonesia. Jenis penelitian adalah kuantitatif deskriptif dengan desain case series. Pengumpulan data menggunakan studi dokumentasi data sekunder dari laporan Survei Status Gizi Indonesia tahun 2024. Data karakteristik yang dikumpulkan berupa umur, jenis kelamin dan faktor sosial ekonomi. Analisis indeks tinggi badan menurut umur mencakup 298.903 balita. Data dianalisis secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi serta persentase. Prevalensi stunting nasional sebesar 19,8%, dengan prevalensi tertinggi pada kelompok usia 24–35 bulan sebesar 24,2%. Prevalensi pada balita laki-laki sebesar 20,8%, lebih tinggi daripada perempuan sebesar 18,6%. Berdasarkan karakteristik sosial ekonomi, prevalensi tertinggi ditemukan pada keluarga dengan kepala rumah tangga tidak sekolah sebesar 30,9%, keluarga nelayan sebesar 28,3%, penduduk perdesaan sebesar 22,7%, dan kelompok ekonomi terbawah sebesar 29,8%. Prevalensi pada kelompok ekonomi terbawah sekitar 2,5 kali lebih tinggi dibandingkan kelompok teratas. Intervensi penurunan stunting perlu dilakukan secara berkelanjutan sejak masa prakonsepsi hingga usia dua tahun, disertai pendampingan yang lebih intensif khususnya bagi kelompok sosial ekonomi rentan.
Abstract:Rendahnya konsumsi sayur pada anak usia sekolah masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Sayur merupakan sumber vitamin, mineral, antioksidan, dan serat yang berperan penting dalam pertumbuhan serta perkembangan…
mbangan anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan minat konsumsi sayur pada siswa sekolah dasar melalui program Gerakan Cinta Sayur. Kegiatan dilaksanakan di SDN 109 Pekanbaru pada bulan Juli 2025 dengan metode penyuluhan interaktif menggunakan media poster, diskusi, tanya jawab, permainan edukatif, dan pemberian hadiah kepada peserta aktif. Hasil menunjukkan bahwa 100% peserta menyatakan lebih memahami manfaat sayur, 95% mengetahui pentingnya konsumsi sayur bagi kesehatan, dan 100% memiliki niat untuk mengonsumsi sayur secara rutin. Program Gerakan Cinta Sayur terbukti mampu meningkatkan pengetahuan dan motivasi siswa. Edukasi gizi berbasis sekolah perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan guru dan orang tua guna membentuk perilaku makan sehat sejak dini.
Abstract:Kasus pelecehan seksual merupakan kasus yang mengalami peningkatan yang cukup signifikan terjadi pada tahun terakhir, Maraknya kasus-kasus pelecehan yang terjadi, khususnya pada anak- anak harus dicegah dan dihentikan agar…
ar tidak menimbulkan korban- korban kekerasan seksual yang lebih banyak . Mengajarkan pendidikan seksualitas pada anak-anak dapat dimulai dari kelas 5 sampai 6 SD. Pertimbangan diberikannya pendidikan seksual sejak dini pada anak-anak kelas 5 SD karena anak-anak tersebut sudah mengalami masa akil balik dan perlu ditanamkan pengetahuan mengenai seksualitas agar anak-anak dapat memahami mengenai seksualitas dan tidak lagi menjadi korban pelecehan seksual. Oleh karena itu, melaksanakan pengabdian masyarakat mengatasi permasalahan mitra .Tujuan PKM ini adalah untuk menambah pengetahuan keterampilan siswa dalam mencegah menjadi korban kekerasan seksual dan cara merawat alat reproduksi. Metode pengabdian kepada masyarakat ini adalah pendidikan kesehatan dan demonstrasi cara perawatan dan role play menghindari agar tidak menjadi korban kekerasan. Peserta pengabdian kepada masyarakat ini adalah siswa-siswi SD sebanyak 30 orang. Tempat pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yaitu SD Bawamai Pontianak. Setelah memberikan pendidikan kesehatan siswa tersebut dapat memahami cara mencegah menjadi korban kekerasan seksual.