Search Articles & Publications

Showing 621 articles found for "Kesehatan"

SOSIALISASI SUNAT SEALER UNTUK MENINGKATKAN KENYAMANAN DAN KEAMANAN SIRKUMSISI ANAK DI KLINIK YS

Yadi Putra, Mansuriza, Irma Andriani, Zalfanabira, Rahmi Tsania
Abstract: Sunat atau sirkumsisi merupakan prosedur medis yang umum dilakukan pada anak laki-laki di Aceh dan umumnya di Indonesia atas dasar religious, budaya dan kesehatan. Seiring perkembangan teknologi medis, metode sunat semakin… in berkembang kearah yang lebih canggih atau modern untuk memberikan kenyamanan dan keamanan, salah satu metode modern yang menjadi pilihan adalah penggunaan sunat sealer (lem medis) sebagai peganti metode jahitan. Namun, pemahaman masyarakat mengenai metode ini masih terbatas sehingga dilakukan pengabdian masyarakat mengenai metode ini di klinik YS. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan sosialiasi dan penerapan sunat sealer sebagai alternative sunat modern guna meningkatkan kenyamanan dan keamanan sirkumsisi anak di Klinik YS Aceh Besar. Metode yang digunakan meliputi edukasi kesehatan pada orang tua, pelaksanaan sunat sealer, kejadian komplikasi dan kepuasan orang tua. Hasil pengabdian menunjukan pengetahuan meningkatan dan kenyamanan anak sangat nyaman. Kesimpulan sunat sealer dapat direkomendasikan sebagai alternative sunat modern yang aman dan nyaman bagi anak.

KESEHATAN REPRODUKSI DI SMK ISTIQOMAH MUHAMMADIYAH 4 SAMARINDA

Bachtiar Safrudin, Rahayu, Namira Abiyah Juliyanti, Andini Fitdia Sofyanda, Bagas Saputra, Reylah Sephia, Hana Putri Pratiwi, Rifky Adhitya Abdillah, Muhammad Ridho, Risma Akmalia, Nadiana Sari, Rurun Kamila, Yusri Arisandi Ilyas, Nur Khaylila Ramadhanti
Abstract: Dalam siklus kehidupan aspek kesehatan menjadi indikator penting dalam siklus kehidupan individu dalam semua level kehidupan termasuk kelompok remaja. Pada masa remaja yang merupakan fase penting terkait dengan pertumbuhan… an dan perkembangan, dimana tahapan ini merupakan peralihan antara masa anak-anak menuju masa dewasa. Jika kita lihat dari tahapan ini maka periode ini akan terjadi perubahan yang signifikan dalam organ reproduksi yang akan matur sehinngga penting pemahaman yang adekuat pada remaja dalam mendukung cegahnya pernikahan dini pada remaja.. dimana kita ketahui banyaknya kasus pernikahan dini di kalangan remaja. sehingga penting memberikan pendidikan kesehatan sejak dini dalam upaya peningkatan mencegahnya pernikahan dini diusia remaja. Indikator kesehatan reproduksi diantaranya menjaga kebersihan organ intim, hubungan yang sehat serta pencegahan kehamilan yang tidak direncanakan dan penyakit menular seksual(PMS) seperti HIV. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pendidikan kesehatan tentang kesehatan reproduksi pada remaja dengan menggunakan media powerpoint dan leaflet.

PENERAPAN PHBS PADA KOMUNITAS DALAM PENCEGAHAN PENYAKIT DBD DI PUSKESMAS KOTA PALEMBANG

Alkhusari, Dani Prasetyo, Cici Nabila
Abstract: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit demam akut yang bersifat endemik, namun pada periode tertentu dapat menimbulkan kejadian luar biasa hingga epidemi.. MMD dihadiri oleh 15 orang yang terdiri dari masyarakat,… petugas kesehatan dan dosen beserta mahasiswa dalam diskusi, peserta memberikan masukan terkait upaya pencegahan penyakit menular, terutama DBD yang sudah pernah dialami oleh beberapa warga. Pelaksanaan penyuluhan dilakukan pada hari sabtu di Puskesmas pada saat posyandu Kegiatan ini dilakukan oleh kelompok mahasiswa pada pukul 10.00 WIB dan dihadiri oleh masyarakat, petugas kesehatan, mahasiswa dan dosen. MMD dihadiri oleh 15 orang yang terdiri dari masyarakat, petugas kesehatan dan dosen beserta mahasiswa dalam diskusi, peserta memberikan masukan terkait upaya pencegahan penyakit menular, terutama DBD yang sudah pernah dialami oleh beberapa warga. Kader kesehatan akan melakukan kunjungan rumah secara berkala untuk memberikan edukasi mengenai kebersihan rumah dan lingkungan, serta memfasilitasi pemanfaatan fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan posyandu

PENDEKATAN PARTISIPATIF DALAM MEWUJUDKAN DESA RAMAH PEREMPUAN DAN ANAK DI DESA PONGGI

Umar, Mirna Rahman, Nurul Ramadhani, Gita Tuturi Handayani, Ulvariani, Serlyna Hayuddin, Hera Olivia, Wulan Nurayni, Rio Arya Rifaldi, Aidil, Azzahrah Salam, Aulia Ahsahra
Abstract: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di Desa Ponggi, Kecamatan Porehu, Kabupaten Kolaka Utara, dengan tujuan untuk mewujudkan Desa Ramah Perempuan dan Anak melalui penerapan pendekatan partisipatif… f berbasis komunitas. Desa Ponggi dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki potensisosial dan semangat gotong royong yang tinggi, namun masih menghadapi berbagai persoalan seperti kurangnya kesadaran terhadap perlindungan anak, rendahnya partisipasi perempuan dalam kegiatan publik, serta minimnya kegiatan edukatif yang mendukung tumbuh kembang anak secara sehat dan aman. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif, di mana masyarakat dilibatkan secara aktif dalam seluruh tahapan kegiatan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Program utama yang dilaksanakan meliputi pembenahan taman kanak-kanak (TK), Festival Anak Ceria, senam sehat mingguan, penyuluhan anti-bullying dan KDRT, serta kampanye kesehatan reproduksi yang seluruhnya dilaksanakan secara kolaboratif dengan perangkat desa, guru, dan ibu-ibu PKK. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kesadaran sosial masyarakat terhadapi superlindungan anak dan kesetaraan gender. Ibu-ibu mulai aktif berpartisipasi dalam kegiatan publik, anak-anak menjadi lebih percaya diri dan peka terhadap empati sosial, serta lingkungan belajar menjadi lebih bersih dan nyaman. Pendekatan partisipatif terbukti efektif dalam memperkuat kohesisosial, menumbuhkan rasa memiliki terhadap program, serta menciptakan keberlanjutan kegiatan setelah PKM berakhir. Dengan demikian, kegiatan ini membuktikan bahwa pemberdayaan masyarakat berbasis partisipasi mampu menjadi strategi efektif dalam mewujudkan desa yang inklusif, aman, dan ramah bagi perempuan dan anak.

SOSIALISASI PENERAPAN KELAS RAWAT INAP STANDAR (KRIS) DI RUMAH SAKIT

Wahyu Rizky, Sely Aprianda Syah Putri, Budi Prasetyo, Rahardjoputro
Abstract: Penerapan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) merupakan bagian dari transformasi sistem pelayanan kesehatan yang bertujuan untuk menjamin kesetaraan dan mutu pelayanan bagi seluruh peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Kurangnya… urangnya pemahaman masyarakat terhadap kebijakan KRIS menjadi tantangan dalam implementasinya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai konsep dan manfaat KRIS, serta menyampaikan 12 kriteria fasilitas rawat inap yang ditetapkan pemerintah. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi ceramah interaktif, diskusi, serta pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan, dari 69% peserta berada pada kategori pengetahuan cukup sebelum sosialisasi menjadi 89% peserta dalam kategori pengetahuan baik setelah kegiatan.  Hasil ini menunjukkan bahwa sosialisasi KRIS mampu meningkatkan pemahaman masyarakat secara efektif. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mendukung keberhasilan implementasi KRIS di masyarakat.  

SOSIALISASI DAN DEMONSTRASI PENANGANAN PERTAMA PERAWATAN LUKA SEDERHANA, PEMBIDAIAN, DAN AMBULASI PADA SISWA SD NEGERI 2 BANDA ACEH PROVINSI ACEH

Putra, Yadi, Fauziah, Fauziah, Yusrika, Yusrika, Sakdah, Nurul, Bilo, Beny
Abstract: Perawatan luka merupakan cara pertolongan pertama dalam pencegahan infeksi dan permasalahan lanjut, dengan perawatan luka yang baik bisa mencegah terjadi trauma lanjutan, cara membersikan luka sangat penting diajarkan kepada… pada siswa biar ketika mendapatkan kasus cedera bisa melakukan perawatan luka secara mandiri, pembidaian ini efektif untuk mencegah dari efek yang negatif karena dengan pembidaian akan membantu tulang tidak tergesek dan meminimal terjadinya nyeri karena terkilir acara melakukan pembidaian yang tepat harus dipahami oleh siswa agar mudah dalam melakukannya di lingkungan sekolah, ambulasi merupakan proses memindahkan orang yang mengalami kecelakan terutama siswa sekolah. Namun hasil observasi banyak siswa yang belum memahami dan belum bisa melakukan cara perawatan luka, pembidaian dan ambulasi yang benar ini karena ini karena belum ada pelatihan pada siswa. Mitra dalam kegiatan ini adalah universitas Abulyatama dan SDN 2 Banda Aceh. Jumlah peserta dalam kegiatan ini sebanyak 50 siswa dan siswi. Media yang digunakan power point, proyektor, alat peraga, leaflet. Tahapkan kegiatan adalah pertama penyampaian materi, demonstrasi oleh tim dan dosen selanjutnya demonstrasi siswa di akhiri dengan sesi tanya jawab serta poto bersama. Hasil pengabdian didapatkan terjadi peningkatan pengetahuan dan sikap dalam melakukan pertolongan pertama pada siswa dan siswi jika terjadi kasus luka atau terkilir dan memahami bagaimana memindahkan temanya dari suatu tempat ke tempat yang lebih aman. Kesimpulan bahwa sosialiasi ini sangat baik untuk menangani keadaan kesehatan yang dialami pada saat itu. Kesimpulan kegiatan ini berjalan lancar dan memberikan dampak yang positif bagi guru dan siswa. Diharapkan kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan untuk melatih siswa agar bisa melakukan pertolongan pertama secara mandiri.

PENYEBARLUASAN INFORMASI KESEHATAN (PENYULUHAN) DENGAN MEMBERDAYAKAN SUMBER DAYA MANUSIA YANG ADA DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS BASAAN TAHUN 2025

Saputri Stiawati, Zamli
Abstract: Kesehatan masyarakat adalah elemen krusial dalam pembangunan suatu bangsa yang memerlukan perhatian yang mendalam, terutama di daerah dengan akses informasi kesehatan yang minim. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini… bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta kesadaran masyarakat di area kerja UPTD Puskesmas Basaan melalui penyuluhan kesehatan yang melibatkan pemberdayaan sumber daya manusia lokal. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan dilakukan secara partisipatif, dengan melibatkan remaja, kader kesehatan, dan petugas kantin gereja sebagai agen penyuluh yang telah mendapatkan pelatihan sebelumnya. Penyuluhan dilaksanakan di berbagai lokasi strategis seperti posyandu remaja dan tempat umum, dengan materi yang mencakup bahaya pergaulan bebas, rabies, dan demam berdarah. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai isu kesehatan, partisipasi aktif dari warga, serta terbentuknya jaringan relawan penyuluh lokal. Kegiatan ini membuktikan bahwa pemberdayaan masyarakat dapat menjadi strategi yang efektif dalam memperkuat promosi dan pencegahan kesehatan di tingkat komunitas. Program ini diharapkan dapat diimplementasikan secara berkelanjutan untuk mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat secara menyeluruh.   

PENINGKATAN PENDAPATAN MASYARAKAT DENGAN PRODUK PERMEN PINANG (PERANG) PADA DESA TELUK SENTOSA

Nasution, Zulkarnain, Tiwi Eviliani, Heni Mardianti
Abstract: Peningkatan pendapatan melalui produk permen pinang (PERANG) di Desa Teluk Sentosa bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam kepada masyarakat tentang potensi besar produk lokal, terutama pinang, yang dikenal memiliki… i manfaat kesehatan dan nilai ekonomi yang tinggi. Dalam sosialisasi ini, masyarakat diberikan pelatihan pembuatan permen pinang yang dilakukan secara partisipatif, di mana seluruh proses pengolahan dilakukan bersama-sama dengan panduan dari para ahli. Kegiatan ini dimulai dengan pengenalan manfaat pinang, baik dari sisi kesehatan seperti kandungan antioksidan yang tinggi, maupun dari sisi ekonomi, yang dapat meningkatkan pendapatan rumah tangga. Melalui kegiatan pelatihan ini, warga desa diajak untuk mengembangkan kreativitas mereka dalam menciptakan varian produk yang lebih menarik dan bernilai jual tinggi. Sebagai langkah selanjutnya, diharapkan produk permen pinang ini dapat masuk ke dalam jaringan distribusi yang lebih besar, termasuk pasar modern dan online, sehingga memberikan dampak ekonomi yang lebih signifikan bagi masyarakat Desa Teluk Sentosa. Program ini juga berencana untuk melibatkan lebih banyak kelompok masyarakat dalam pelatihan lanjutan, sehingga lebih banyak keluarga yang dapat merasakan manfaat ekonomi dari produk inovatif.   

PEMBERDAYAAN REMAJA PEREMPUAN DALAM UPAYA PENCEGAHAN PERGAULAN BEBAS

Arifin, Yulia, Gina Muthia, Ety Aprianti
Abstract: Masa remaja disebut juga masa pubertas, yaitu masa transisi yang unik ditandai dengan berbagai perubahan fisik, emosi dan psikis. Pada masa remaja cenderung memiliki rasa penasaran yang tinggi. Tanpa kontrol yang tepat dari… ari dirinya sendiri maupun orangtua, hal ini bisa membuat mereka terjerumus pada pergaulan bebas. Bentuk pergaulan bebas pada remaja seperti seks bebas, penyalahgunaan narkoba, dan tindakan kenakalan remaja lainnya. Pada Januari 2023, laporan kasus kekerasan pada anak sebanyak 6 kasus dengan rincian dua kekerasan psikis dan empat kasus pelecehan seksual. Remaja yang sedang mengalami pubertas membutuhkan bimbingan dari lingkungan sekitarnya, orang tua, dan sekolah. Pondok Pesantren Al-Falah merupakan kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan agama Islam dan menumbuhkan kesadaran dalam berperilaku yang baik. Agar remaja dapat melalui masa pubertas dan berperilaku dengan baik, dibutuhkan informasi dan edukasi seputar kesehatan reproduksi pada remaja putri di Pondok Pesantren. Metode: Pengabdian masyarakat ini dilakukan pada tanggal 26 Juli 2025. Adapun kegiatannya meliputi pemberian informasi dan edukasi terkait kesehatan reproduksi pada remaja dan diskusi seputar masalah pubertas pada remaja yang hadir dalam kegiatan pengabdian masyarakat. Hasil: Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini, 100% remaja sudah tersosialisasi tentang kesehatan reproduksi dan masalah pada remaja. 80% remaja dapat menjawab pertanyaan dengan benar yang telah diajukan oleh penyaji.

PEMERIKSAAN KUALITAS AIR SANITASI DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KESEHATAN LINGKUNGAN DI SD INPRES BANTA-BANTAENG 1 KOTA MAKASSAR

Sugrani, Andis, Caroel Jimy E. Ohoitimur
Abstract: Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas fisik dan kimia air sanitasi di SD Inpres Banta-Bantaeng 1 Kota Makassar, sebagai salah satu upaya preventif dalam menjaga kesehatan lingkungan sekolah. Pemeriksaan… eriksaan dilakukan pada 14 Juni 2025 di dua titik sampel: kran toilet siswa putra dan sumur timba. Parameter yang diuji meliputi bau, warna, kekeruhan, rasa, suhu, dan pH, dengan mengacu pada standar Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 32 Tahun 2017. Hasil menunjukkan bahwa air dari kran toilet siswa putra memenuhi semua standar baku mutu yang diuji. Namun, air dari sumur timba ditemukan keruh dengan nilai kekeruhan 20.1 NTU, jauh melebihi batas maksimum 5 NTU, meskipun parameter fisik dan kimia lainnya memenuhi syarat. Temuan ini mengindikasikan adanya potensi risiko kesehatan dan sanitasi dari penggunaan air sumur timba. Oleh karena itu, rekomendasi diberikan untuk perlakuan air sumur timba guna mengurangi kekeruhan dan meningkatkan kesadaran akan praktik higiene.