Search Articles & Publications

Showing 5 articles found for "Epidemiologi"

Karakteristik Epidemiologi Stunting Pada Balita: Analisis Data Survei Status Gizi Indonesia Tahun 2024

Listy Handayani
Abstract: Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia meskipun prevalensinya terus mengalami penurunan. Akan tetapi penurunan angka tersebut belum data pencapai target nasional (14,2%). Penggunaan angka nasional… al secara umum dapat menutupi kelompok penduduk yang masih menanggung beban stunting lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan menggambarkan karakteristik epidemiologi stunting pada balita di Indonesia. Jenis penelitian adalah kuantitatif deskriptif dengan desain case series. Pengumpulan data menggunakan studi dokumentasi data sekunder dari laporan Survei Status Gizi Indonesia tahun 2024. Data karakteristik yang dikumpulkan berupa umur, jenis kelamin dan faktor sosial ekonomi. Analisis indeks tinggi badan menurut umur mencakup 298.903 balita. Data dianalisis secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi serta persentase. Prevalensi stunting nasional sebesar 19,8%, dengan prevalensi tertinggi pada kelompok usia 24–35 bulan sebesar 24,2%. Prevalensi pada balita laki-laki sebesar 20,8%, lebih tinggi daripada perempuan sebesar 18,6%. Berdasarkan karakteristik sosial ekonomi, prevalensi tertinggi ditemukan pada keluarga dengan kepala rumah tangga tidak sekolah sebesar 30,9%, keluarga nelayan sebesar 28,3%, penduduk perdesaan sebesar 22,7%, dan kelompok ekonomi terbawah sebesar 29,8%. Prevalensi pada kelompok ekonomi terbawah sekitar 2,5 kali lebih tinggi dibandingkan kelompok teratas. Intervensi penurunan stunting perlu dilakukan secara berkelanjutan sejak masa prakonsepsi hingga usia dua tahun, disertai pendampingan yang lebih intensif khususnya bagi kelompok sosial ekonomi rentan.

PHYSICAL ENVIRONMENTAL INFLUENCES ON SILICOSIS: A NARRATIVE REVIEW INTEGRATING COMMUNITY EXPOSURE AND WISTAR RAT EXPERIMENTAL FINDINGS IN COAL-HANDLING REGIONS

Mustika Fatimah, Irsan Saleh, Susila Arita, Legiran
Abstract: Coal mining, handling, and transportation activities are major sources of airborne particulate matter containing respirable crystalline silica, which poses significant risks to respiratory health. Silicosis remains a serious… ious occupational and environmental disease affecting not only workers but also communities living near coal-handling areas. Physical environmental factors, including air quality, temperature, humidity, and wind speed, play an important role in influencing dust generation, dispersion, and inhalation exposure. This narrative review aims to synthesize current evidence on the influence of physical environmental conditions on silica exposure and silicosis development, integrating findings from environmental monitoring studies, epidemiological research, and experimental Wistar rat models. A literature search was conducted using major scientific databases to identify relevant peer-reviewed articles published between 2010 and 2024. The reviewed evidence indicates that prolonged or high-intensity exposure to silica dust is strongly associated with chronic pulmonary inflammation and progressive fibrosis. Environmental conditions can exacerbate exposure risk by increasing airborne particulate concentrations and respiratory vulnerability. Experimental studies using Wistar rats provide mechanistic insights into silica-induced lung injury, supporting epidemiological observations in human populations. This review highlights the importance of integrating environmental, occupational, and biological perspectives to improve risk prediction, early detection, and preventive strategies for silicosis in coal-handling regions.

Analisis Risiko Penyebaran Penyakit Demam Berdarah Menggunakan Algoritma Naive Bayes

Nisa Cherani Sutansi, Dede Brahma Arianto
Abstract: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia dan berbagai negara tropis. Penyakit ini disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui… lalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Tingginya jumlah kasus serta potensi terjadinya kejadian luar biasa (KLB) menunjukkan bahwa diperlukan metode analisis yang mampu mengidentifikasi pola risiko penyebaran penyakit secara sistematis dan akurat. Seiring berkembangnya teknologi informasi, pendekatan berbasis Machine Learning mulai dimanfaatkan dalam bidang kesehatan, khususnya dalam analisis data epidemiologi. Machine Learning memungkinkan sistem komputer untuk mempelajari pola dari data historis dan menghasilkan prediksi yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan. Salah satu algoritma yang sering digunakan adalah Naive Bayes yang bekerja berdasarkan teori probabilitas Bayes dengan asumsi bahwa setiap variabel bersifat independen. Dalam penelitian ini digunakan algoritma Naive Bayes untuk menganalisis risiko penyebaran penyakit Demam Berdarah berdasarkan beberapa faktor yang mempengaruhi, seperti kondisi lingkungan, kepadatan penduduk, serta data historis kasus penyakit. Metode ini diharapkan mampu menghasilkan model klasifikasi yang dapat membantu dalam proses pengambilan keputusan terkait pencegahan dan pengendalian penyakit DBD.

Studi literatur tentang Infeksi Sistem Saraf Pusat pada Populasi Anak (Meningitis, Ensefalitis dan Meningoensefalitis)

Natasha, Messya, Roro Rukmi Windi Perdani, Muhammad Maulana, Prambudi Rukmono
Abstract: Infeksi Sistem Saraf Pusat (SSP) pada anak, seperti meningitis, ensefalitis, dan meningoensefalitis, masih menjadi ancaman serius di dunia dan di Indonesia dengan catatan ribuan kasu di tiap tahun serta risiko kematian dan… an kecacatan otak yang tinggi. Studi literatur ini menjelaskan data epidemiologi dari WHO dan rumah sakit di Indonesia, etiologi yang berasal dari virus herpes hingga bakteri Streptococcus pneumoniae, faktor risiko seperti usia bayi atau keadaan imun yang lemah, serta patofisiologi yang memicu pembengkakan otak dan tekanan tinggi di kepala. Gejala khas dari infeksi sistem saraf pusat yaitu demam, leher kaku, kejang, dan perubahan sadar dengan penegakkan diagnosis menggunakan analisis cairan otak (CSF) untuk membedakan penyebab dari penyakit tersebut seperti bakteri (peningkatan neutrofil  dan kadar glukosa rendah) dan  viral (yang didominasi limfosit). Pengkbatan empiris dapat diberikan ceftriaxone-vancomycin atau acyclovir agar hasil kondisi pasien anak lebih baik dan mengurangi komplikasi permanen.

Evaluation Study: Epidemiological Trends of COVID 19

Yarmaliza, Yarmaliza, Nih Farisni, Teungku, Fitriani, Fitriani, Reynaldi, Fitrah, Zakiyuddin, Zakiyuddin, Nella Syahputri, Veni, Rinaldy, Rinaldy
Abstract: Coronavirus Disease or COVID-19 is still a concern around the world. After additional examination, it was viewed that as a new strain of Covid was the reason. There is still a lot of controversy surrounding this disease,… including aspects of diagnosis, treatment, and prevention. Therefore, we conducted a review of studies related to COVID-19 which have been widely published from early 2020 to the end of March 2020. Until now, definitive treatment for COVID-19 has not been found, patients with COVID-19 are only given supportive therapy. The method used in this research is a literature study, which is a study whose research object is in the form of library works, either in the form of scientific journals, books, articles in the mass media, as well as statistical data so as to describe the epidemiological trend of COVID 19. The purpose of writing this article is to knowing the distribution trend of COVID-19, which is still a pandemic issue.