Abstract:Pelaksanaan kebijakan pemasyarakatan dalam pemenuhan hak pelayanan kesehatan warga binaan dengan HIV/AIDS masih menghadapi persoalan mendasar yang bersifat menyeluruh. Meskipun Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan…
emasyarakatan secara tegas mengamanatkan bahwa setiap warga binaan berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang setara dengan standar nasional, realitas di lapangan menunjukkan bahwa keterbatasan tenaga medis, lemahnya sosialisasi regulasi kepada pelaksana di level operasional, prosedur birokrasi yang belum sepenuhnya disesuaikan dengan regulasi terbaru, serta melemahnya jejaring pendampingan dari lembaga swadaya masyarakat menjadi hambatan nyata dalam pelaksanaannya. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi kebijakan pemasyarakatan dalam pemenuhan hak pelayanan kesehatan warga binaan dengan HIV/AIDS di Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta menggunakan model implementasi kebijakan George C. Edwards III. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi terhadap 13 informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi telah berjalan, namun belum optimal, dengan dimensi disposisi menjadi kekuatan utama, sementara keterbatasan tenaga medis dan kesenjangan sosialisasi regulasi menjadi hambatan paling kritis. Melalui empat dimensi Edwards III, yaitu komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi, penelitian ini mengidentifikasi celah sekaligus kekuatan dalam pelaksanaan kebijakan agar warga binaan dengan HIV/AIDS dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang manusiawi dan bermartabat.
Kata Kunci: Pelayanan Kesehatan, HIV/AIDS, Implementasi Kebijakan, Pemasyarakatan.
The implementation of correctional policy faces ongoing systemic obstacles in fulfilling the health service rights of inmates with HIV/AIDS. Despite Law Number 22 of 2022 on Corrections mandating equivalent health services for inmates, practical challenges persist, including a shortage of medical personnel, inadequate dissemination of regulations, misaligned bureaucratic procedures, and limited support from non-governmental organizations. This study argues that these barriers significantly hinder the realization of humane and dignified health services for inmates with HIV/AIDS. Using George C. Edwards III's policy implementation model, the study examines these issues at the Class IIA Narcotics Correctional Institution in Jakarta. Employing a descriptive qualitative approach, it draws on in-depth interviews, field observations, and document analysis with 13 informants. Findings indicate that while policy implementation is underway, it is not yet fully optimal; disposition emerges as a strength, but medical resource limitations and weak regulatory communication remain significant barriers. Through Edwards III’s four dimensions—communication, resources, disposition, and bureaucratic structure—the study identifies gaps and strengths to guide more effective health service delivery for inmates with HIV/AIDS.
Keywords: Health service, HIV/AIDS, Policy Implementation, Prisoner
Abstract:Studi ini bertujuan untuk meneliti dampak kualitas produk dan harga terhadap minat beli konsumen pada produk thrift melalui platform Live TikTok Shop Kota Sukabumi. Pengumpulan data dilakukan terhadap 97 responden melalui…
i teknik purposive sampling, kemudian diolah menggunakan analisis regresi linear berganda untuk menguji hubungan variabel. Hasil penelitian menyatakan bahwa kualitas produk secara signifikan memengaruhi minat beli, terutama terkait kondisi, kelayakan, dan kesesuaian produk saat ditampilkan live. Sebaliknya, harga tidak berpengaruh signifikan karena konsumen lebih mempertimbangkan kualitas dibanding nominal harga. Secara simultan, kedua variabel tetap memengaruhi minat beli, namun kualitas produk menjadi faktor paling dominan. Penelitian ini menegaskan pentingnya menampilkan produk secara jelas dan berkualitas untuk meningkatkan minat beli konsumen.
Abstract:Transformasi kemajuan teknologi digital telah memodifikasi cara perusahan menerapkan strategi pemasaran, di mana platform social commerce seperti TikTok Shop menjadi media penting interaksi antara penjual dan konsumen. Tujuan…
ujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana live streaming (X1) dan affiliate marketing (X2) memengaruhi keputusan pembelian pelanggan (Y) di Toko TikTok. Menggunakan pendekatan asosiatif, studi ini merupakan penelitian kuantitatif. Sebanyak 97 responden terlibat, dipilih secara tidak sengaja (accidental sampling). Untuk mengumpulkan data, digunakan kuesioner berskala Likert. Data tersebut kemudian diolah menggunakan regresi linier berganda. Seluruh item kuesioner teruji memenuhi persyaratan kevalidan (r hitung > r tabel = 0,199) dan reliabel (a > 0,60). Model regresi yang diperoleh adalah Y = 1,590 + 0,077X1 + 0,816X2 dengan nilai R = 0,707 dan R² = 0,500, Sebanyak 50% variasi dalam keputusan pembelian dapat dijelaskan oleh kedua variabel. Secara parsial, meskipun live streaming menunjukkan pengaruh positif, dampaknya tidak signifikan secara statistik (p = 0,346), Di sisi lain, affiliate marketing terbukti memberikan dampak positif yang signifikan (p = 0,001). Pengujian simultan menunjukkan keduanya berperan penting dalam menentukan keputusan pembelian (F = 47,013; p = 0,001).
Hasil akhir menunjukkan bahwa affiliate marketing memberikan kontribusi dalam meningkatkan aksi konsumen, sementara live streaming berperan sebagai media pendukung dalam memperkuat interaksi serta memupuk kepercayaan di kalangan konsumen di TikTok Shop.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Shopee Live dan Customer Review terhadap keputusan pembelian pada pengguna e-commerce Shopee, khususnya pada toko Sandal Sheshe x Bintang. Metode penelitian yang digunakan…
akan adalah kuantitatif dengan teknik analisis regresi linier berganda. Data diperoleh melalui kuesioner dengan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Shopee Live berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian, demikian pula dengan Customer Review. Secara simultan, kedua variabel independen memberikan kontribusi besar dalam memengaruhi perilaku konsumen. Temuan ini memperkuat literatur mengenai pentingnya fitur interaktif dan bukti sosial dalam membentuk kepercayaan konsumen.
Abstract:Masalah sampah organik di Kota Bandung yang mencapai 1.946 ton per hari, dengan lebih dari 60% berupa sampah organik, menimbulkan tantangan serius dalam pengelolaan lingkungan. Budidaya magot larva Black Soldier Fly dipandang…
ndang sebagai solusi alternatif untuk mengurai sampah menjadi pakan dan pupuk organik. Namun, praktik budidaya pada unit usaha seperti Rumah Magot Bedas 03 Babakan Penghulu masih menghadapi kendala, antara lain ketidakstabilan pasokan bahan baku, fluktuasi hasil produksi, serta belum adanya sistem evaluasi kinerja rantai pasok yang terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kinerja rantai pasok pada Rumah Magot Bedas 03 dengan menggunakan Supply Chain Operation Reference (SCOR) Model yang mencakup lima proses inti Plan, Source, Make, Deliver, dan Return. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui observasi langsung dan wawancara. Setiap proses dianalisis berdasarkan Key Performance Indicators (KPI), kemudian dievaluasi menggunakan Traffic Light System (TLS) sebagai alat visualisasi kinerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak semua indikator rantai pasok mencapai target optimal. Beberapa aspek seperti efisiensi produksi, ketersediaan pasokan bahan baku, dan ketepatan pengiriman berada pada kategori kuning (cukup) hingga merah (buruk), menandakan perlunya perbaikan segera pada proses-proses tersebut. TLS terbukti membantu dalam memetakan prioritas perbaikan secara lebih jelas. Penerapan SCOR model efektif dalam memberikan gambaran objektif mengenai kinerja rantai pasok budidaya magot. Evaluasi ini mengidentifikasi titik-titik kritis yang harus ditingkatkan agar proses produksi dan distribusi lebih efisien, berkelanjutan, serta mendukung pengembangan usaha berbasis ekonomi sirkular.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh promosi melalui Live Streaming TikTok dan harga terhadap keputusan pembelian produk lampu Provi di Toko Alink Listrik melalui platform TikTok Shop. Menggunakan pendekatan…
tan Kuantitatif dengan Metode survei secara deskriptif dan verifikatif. Data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada pelanggan Toko Alink Listrik, dengan total sampel sebanyak 96 responden yang ditentukan menggunakan rumus Cochran dan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan skala Likert untuk mengukur persepsi konsumen terhadap promosi Live Streaming, harga, dan keputusan pembelian. Analisis data dilakukan dengan bantuan SPSS versi 31, meliputi uji validitas, reliabilitas, uji normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, analisis regresi linear berganda, uji koefisien determinasi, serta uji t (parsial) dan uji F (simultan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Live Streaming TikTok dan harga memberikan pengaruh sebesar 55% terhadap keputusan pembelian, sedangkan 45% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain diluar variabel yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Temuan ini memperkuat peran penting strategi pemasaran digital berbasis konten kreatif dan interaktif untuk meningkatkan daya saing UMKM peralatan listrik di era transformasi digital.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Customer Review dan Promosi terhadap Keputusan Pembelian di TikTokShop, dengan fokus pada Perempuan Gen Z di Kecamatan Paseh, Kabupaten Bandung. Penelitian ini menggunakan…
akan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, di mana kuesioner disebarkan kepada responden yang pernah melakukan pembelian melalui TikTokShop. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Customer Review dan Promosi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian, dengan Customer Review memiliki pengaruh yang lebih dominan dibandingkan Promosi. Ulasan dalam bentuk testimoni, video unboxing, maupun pengalaman nyata terbukti lebih efektif membangun kepercayaan dan mendorong niat beli, sedangkan promosi berperan sebagai faktor pendukung melalui program diskon, voucher, flash sale, dan live shopping. Temuan ini menegaskan bahwa kombinasi antara konten review yang kredibel dan strategi promosi yang konsisten mampu memperkuat keputusan pembelian konsumen Gen Z.
Abstract:Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana content marketing, live streaming dan brand awareness pada pengguna Tiktok Mexshamal. Selain itu, untuk mengetahui besarnya pengaruh content marketing dan live streaming terhadap…
erhadap peningkatan brand awareness pada pengguna Tiktok Mexshamall di Kecamatan Singaparna. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan verifikatif. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah non probabilty sampling dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah para pengguna e-commerce Tiktok Mexshamall di Kecamatan Singaparna. Sampel yang diambil yaitu 175 orang responden. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa content marketing, live streaming dan brand awareness berada pada kategori baik. Penelitian ini juga menunjukan bahwa content marketing memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap brand awareness. Hal ini menunjukan bahwa bahasa yang jelas dan mudah dipahami serta keselarasan isi dari konten yang mengandung tujuan utama yang baik antara setiap bagian konten dapat meningkatkan suatu brand. Selain itu, live streaming juga terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap brand awareness. Kualitas live seperti audio-video yang jelas, dengan terbuka nya ruang interaksi bagi audiens atau pengguna , dan cepatnya host dalam merespon juga tersedianya interaksi intensif seperti pemberian reward atau penawaran khusus selama live menimbulkan ketertarikan pengguna untuk ikut serta sehingga dapat mneingkatkan suatu brand perusahaan.
Abstract:Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana live streaming shopping, harga diskon dan keputusan pembelian di Tiktok pada produk fashion. Selain itu, untuk mengetahui besarnya pengaruh live streaming shopping dan harga…
ga diskon terhadap keputusan pembelian produk fashion pada e-commerce tiktok di kecamatan Singaparna, penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan verifikatif. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah non probability sampling dengan teknik random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner. Populasi dalam penelitian ini adalah para pengguna e-commerce Tiktok di kecamatan Singaparna. Sampel yang diambil yaitu 160 responden. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa live streaming shopping, harga diskon dan keputusan pembelian berada pada kategori baik. Penelitian ini juga menunjukan bahwa live streaming shopping memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Hal ini mengindikasikan bahwa melalui interaksi real-time dan penyajian produk secara langsung, strategi ini tidak hanya meningkatkan kepercayaan konsumen, tetapi juga memperkuat citra brand sebagai inovator. Selain itu, harga diskon juga terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Harga diskon dapat menarik minat konsumen dan mendorong keputusan pembelian dengan menciptakan persepsi nilai lebih, baik secara rasional maupun emosional.
Abstract:This study aims to explore students’ perceptions of the effectiveness of using canva in designing lecture presentations. The background of this study stems from the rapid development of digital technology that encourages…
es the use of design applications as a means of supporting the learning process. The research method used was a quantitative survey involving 30 students as respondents who were selected purposively, namely those who had direct experience using canva. The data collection instrument was a Likert scale questionnaire with 20 statements covering aspects of ease of use, time efficiency, quality and creativity, academic benefits, collaboration, limitations, and satisfaction levels. The results showed that the majority of students had a positive view of using canva. This application was considered easy to operate even without in-depth design skills, helping to speed up the preparation of presentations, while also improving the quality and creativity of the display. In addition, canva is considered to provide real academic benefits, support collaboration, and encourage the exploration of diverse visual styles. However, there are still a number of weaknesses, such as the limitations of the free version, visual designs that are considered less suitable for formal academic contexts, and a small number of students who feel that their creative space is limited. From this research, it can be concluded that canva can be used as an alternative medium to support the learning process in higher education, particularly in developing students' presentation skills. Lecturers and educational institutions can also utilize canva as an innovative learning tool that encourages creativity, collaboration, and improves the quality of material delivery. In addition, the results of this study can be used as a basis for developing policies on the use of digital media in academic activities that are more effective and relevant to students' needs.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi mahasiswa mengenai efektivitas penggunaan canva dalam merancang presentasi perkuliahan. Latar belakang kajian ini berangkat dari pesatnya perkembangan teknologi digital yang mendorong pemanfaatan aplikasi desain sebagai sarana penunjang proses pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah survey kuantitatif yang melibatkan 30 mahasiswa sebagai responden yang dipilih secara purposive, yakni mereka yang memiliki pengalaman langsung menggunakan canva. Instrumen pengumpulan data berupa angket skala Likert dengan 20 butir pernyataan yang mencakup aspek kemudahan penggunaan, efisiensi waktu, kualitas dan kreativitas, manfaat akademik, kolaborasi, keterbatasan, serta tingkat kepuasan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa mayoritas mahasiswa memiliki pandangan positif terhadap penggunaan canva. Aplikasi ini dinilai mudah dioperasikan meskipun tanpa keahlian desain yang mendalam, membantu mempercepat penyusunan presentasi, sekaligus meningkatkan mutu dan kreativitas tampilan. Selain itu, canva dianggap memberi manfaat akademik nyata, mendukung kerja sama, dan mendorong eksplorasi gaya visual yang beragam. Meski demikian, masih ditemukan sejumlah kelemahan, seperti keterbatasan fitur versi gratis, desain visual yang dinilai kurang sesuai untuk konteks akademik formal, serta sebagian kecil mahasiswa yang merasa ruang berkreasi mereka terbatasi. Dari penelitian ini dapat ditemukan bahwa canva dapat dijadikan media alternatif untuk menunjang proses pembelajaran di perguruan tinggi, khususnya dalam pengembangan keterampilan presentasi mahasiswa. Dosen dan institusi pendidikan juga dapat memanfaatkan canva sebagai sarana pembelajaran inovatif yang mendorong kreativitas, kolaborasi, serta peningkatan kualitas penyampaian materi. Selain itu, hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi pengembangan kebijakan penggunaan media digital dalam kegiatan akademik yang lebih efektif dan relevan dengan kebutuhan mahasiswa.