Search Articles & Publications

Showing 827 articles found for "Organ"

PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI AKETAJAWE LOLOBATA MELALUI EDUKASI PEMBUATAN PUPUK ORGANIK DAN PEPTISIDA NABATI UNTUK MEWUJUDKAN PERTANIAN BERKELANJUTAN

Gamgulu, Wahyuni, Taher, Idham
Abstract: Resort Aketajawe Lolobata di Kecamatan Oba merupakan salah satu kawasan pertanian yang didominasi oleh tanah sub-optimal. Tanah di wilayah ini umumnya memiliki kandungan bahan organik yang masih relatif sedikit. Kondisi… ini dipengaruhi oleh kebiasaan petani yang masih mengandalkan penggunaan pupuk kimia dan pestisida sintetis sebagai input utama dalam kegiatan budidaya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani mengenai manfaat pupuk organik dan pestisida nabati sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan. Metode yang digunakan mencakup penyampaian materi, diskusi interaktif, serta praktik langsung pembuatan kompos dari limbah organik. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman masyarakat terkait fungsi pupuk organik, dampak negatif penggunaan pupuk kimia jangka panjang, serta pentingnya pestisida nabati dalam pengendalian hama yang lebih aman. Peserta mampu membuat kompos dengan komposisi yang tepat dan memahami cara aplikasi pestisida nabati. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran serta mendorong adopsi teknologi organik menuju sistem pertanian yang lebih sehat, berkelanjutan, dan sesuai dengan potensi lokal Resort Aketajawe Lolobata.

The PEMANFAATAN SAMPAH ORGANIK DENGAN METODE KOMPOSTER GALON TUMPUK

Pinaria, Yeanly, Karuntu, Rilya Patricia Esther, Angow, Imanuel, Moningka, Marselino, Wongkar, Alya, Gandawari, Meylani, Umboh, Joy
Abstract: Sampah organik merupakan komponen terbesar dalam timbulan sampah perkotaan di Indonesia, termasuk di Kota Tomohon. Permasalahan utama adalah rendahnya pemilahan sampah organik dari rumah tangga, sehingga menambah beban Tempat… empat Pembuangan Akhir (TPA). Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, khususnya peserta lansia Prolanis di Puskesmas Matani, dalam mengolah sampah organik rumah tangga menjadi produk bernilai seperti kompos dan pupuk cair melalui metode komposter galon tumpuk. Metode yang digunakan adalah penyebaran kuesioner kepada 53 peserta, diikuti edukasi dan demonstrasi praktik pengolahan sampah organik. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa mayoritas peserta tidak mengalami kendala signifikan dalam menggunakan komposter, dengan kendala terbanyak adalah “belum mencoba” (2 responden). Rata-rata panjang jawaban kendala adalah 2,82 ± 0,88 kata, sedangkan saran peserta beragam dengan rata-rata panjang 4,19 ± 2,16 kata, yang menekankan perlunya edukasi berkelanjutan, peningkatan fasilitas, serta dukungan pemerintah. Kebaruan dari kegiatan ini terletak pada fokusnya terhadap kelompok lansia yang selama ini jarang dijadikan sasaran dalam program pengolahan sampah, namun terbukti mampu menerima inovasi teknologi sederhana. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis komunitas dapat mendukung kebijakan pemerintah Kota Tomohon dalam pengurangan sampah organik.

IMPLEMENTASI PROGRAM ANTI BULLYING DALAM UPAYA MENCIPTAKAN SEKOLAH RAMAH ANAK DI SMPIT CITRA AZ ZAHRA JAKARTA

Yanti, Dewi
Abstract: Perundungan masih menjadi tantangan dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan ramah anak sehingga diperlukan implementasi program pencegahan yang dikelola secara sistematis. Penelitian ini bertujuan… mendeskripsikan dan menganalisis implementasi program anti-perundungan dalam mendukung terwujudnya Sekolah Ramah Anak di SMPIT Citra Az Zahra Jakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan terdiri atas Kepala Sekolah, Kepala Unit Self Empowerment Citraz (SEC), dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program anti-perundungan dilaksanakan secara sistematis melalui fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan yang terintegrasi dalam Self Development Class berbasis pembinaan karakter dan nilai-nilai keislaman. Program ini meningkatkan pemahaman peserta didik mengenai perundungan, menumbuhkan empati, toleransi, dan tanggung jawab sosial, serta memperkuat budaya sekolah yang aman dan ramah anak. Keberhasilan program didukung oleh komitmen pimpinan, kolaborasi seluruh warga sekolah, serta dukungan orang tua dan pihak eksternal, meskipun masih menghadapi kendala berupa keterbatasan pengawasan perilaku peserta didik di luar sekolah. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan program anti-perundungan secara terpadu untuk mendukung terwujudnya Sekolah Ramah Anak.

MANAJEMEN BUDAYA MADRASAH DALAM PENGEMBANGAN KARAKTER RELIGIUS PESERTA DIDIK DI MTS PP DARUL FALACH CANDIROTO, TEMANGGUNG

Prembayun, Kunthi Widhi, Chamami, M Rikza
Abstract: Pembentukan karakter religius peserta didik di era modern tidak cukup mengandalkan pembelajaran teks di kelas, melainkan membutuhkan ekosistem lingkungan berupa pembiasaan budaya yang konsisten. Penelitian ini bertujuan… menganalisis manajemen budaya madrasah dalam pengembangan karakter religius peserta didik di MTs PP Darul Falach Candiroto, Temanggung. Menggunakan metode kualitatif pendekatan studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan kepala madrasah, waka kesiswaan, dan pengurus pondok, serta didukung oleh observasi partisipatif dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen budaya madrasah diimplementasikan secara terstruktur melalui empat fungsi manajemen (POAC). Perencanaan dilakukan dengan menyelaraskan visi-misi; pengorganisasian diwujudkan melalui pembagian kerja wilayah madrasah formal dan asrama pesantren serta pelibatan organisasi santri (OSDA); pelaksanaan digerakkan lewat keteladanan harian warga madrasah dalam ritme jadwal ketat; dan pengawasan dijalankan melalui kontrol absensi ibadah serta instrumen Angket 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Melalui tata kelola tersebut, indikator karakter religius (disiplin, kesadaran ibadah, tanggung jawab, sopan santun, kepedulian, dan kebersamaan) berhasil diinternalisasikan secara efektif melalui empat jalur pembiasaan, yaitu kegiatan rutin, spontan, terprogram, dan keteladanan pendidik sebagai role model. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi tata kelola formal dan nilai kepesantrenan mampu membentuk habituasi karakter religius siswa secara berkelanjutan.

THE DYNAMICS OF USER-GENERATED CONTENT ON TIKTOK SOCIAL MEDIA IN RELATION TO BRAND TRUST AND UNIVERSITY CHOICE DECISIONS: THE ROLE OF BRAND AUTHENTICITY AS A MEDIATING VARIABLE

Harmono, Harmono, Yulianto, Aan
Abstract: This study aims to examine the influence of User-Generated Content (UGC) on the TikTok platform on Brand Trust and the Decision to Choose a Higher Education Institution, with Brand Authenticity serving as the mediating variable.… ariable. This study employs an explanatory quantitative approach. Data were collected via an online survey of a purposive sample comprising prospective students or first-year students (aged 17–21) who actively use TikTok and interact with university-related content. Data analysis was conducted on a minimum of 250 respondents using Partial Least Squares (PLS)-based Structural Equation Modelling (SEM) with the aid of SmartPLS software. The results of the outer model testing showed that all indicators used in the questionnaire were valid and reliable. Hypothesis testing confirmed that User-Generated Content has a direct, positive and significant effect on Brand Authenticity, Brand Trust and Choice Decision. Furthermore, Brand Authenticity also has a positive and significant effect on Brand Trust and Choice Decision. Mediation analysis revealed that Brand Authenticity acts as a partial mediator, bridging the influence of UGC on Brand Trust and Choice Decisions. This study confirms that user-generated organic content on TikTok is a crucial instrument in building trust and influencing the academic decisions of Generation Z. Higher education brands that are authentically represented through UGC will find it easier to win the trust and preference of prospective students.

THE INFLUENCE OF PERCEIVED ACCESSIBILITY, MERCHANT SALES PROMOTION, AND PAIN OF PAYING ON IMPULSE BUYING AMONG QRIS USERS AMONG GEN Z IN MANADO CITY

Ratag, Melbourne Vichard Angelo, Ogi, Imelda W J, Loindong, Sjendry S R
Abstract: This study aims to analyze the effect of perceived accessibility, merchant sales promotion, and pain of paying on impulsive buying among Generation Z QRIS users in Manado City, both partially and simultaneously. This research&#8230; earch is motivated by the rapid growth of QRIS usage in Indonesia, which reached a transaction value of IDR 317 trillion with more than 57 million active users in the second quarter of 2025, alongside the increasing phenomenon of unplanned purchasing behavior among Generation Z as the primary users of this digital payment technology. This study employs a quantitative approach with a causal design (explanatory research). The theoretical foundations used are the Stimulus-Organism-Response (S-O-R) Theory and Mental Accounting Theory. The study population consists of Generation Z QRIS users in Manado City, with a sample of 100 respondents determined using the Lemeshow formula and purposive sampling technique. Data were collected through a questionnaire measured using a Likert Scale. The analysis technique employed is multiple linear regression using IBM SPSS 27 software, encompassing validity tests, reliability tests, classical assumption tests, F-test, t-test, and coefficient of determination (R²) test. The results indicate that: (1) Perceived accessibility has a positive and significant effect on impulsive buying (t = 2.176; Sig. = 0.032); (2) Merchant sales promotion has a positive and significant effect on impulsive buying (t = 2.279; Sig. = 0.025); (3) Pain of paying has a positive and significant effect on impulsive buying and is the most dominant variable (t = 3.150; Sig. = 0.002; β = 0.314); (4) Simultaneously, all three variables have a positive and significant effect on impulsive buying (F = 9.972; Sig. < 0.001). The coefficient of determination (R²) of 0.238 indicates that the three independent variables explain 23.8% of the variation in impulsive buying, while the remaining 76.2% is influenced by other factors outside this research model.

“INDONESIA COULD NEVER”: VICARIOUS POLITICAL ENGAGEMENT AND THE DIGITAL SPECTRE OF COMPARISONS IN INDONESIAN NETIZENS’ DISCOURSE ON ZOHRAN MAMDANI

Akbar, Muhammad Rafly, Yasya, Wichitra
Abstract: This study examines how a non-diasporic public in the Global South engages with a foreign election in which it holds no vote, no residence, and no direct material stake. Rather than asking how Indonesian netizens represent&#8230; nt Zohran Mamdani, the first Muslim Mayor of New York City, it asks what talking about Mamdani does for these netizens as members of their own polity, and develops the concept of comparative civic imagination: the use of a foreign political figure as a discursive instrument for evaluating, criticising, and re-imagining one’s own democracy. The study applies qualitative Computer-Mediated Discourse Analysis (CMDA) to public Indonesian-language discourse about Mamdani on platform X between 1 November 2025 and 30 June 2026, drawing on a purposively constructed corpus of 213 units—134 citizen-account units as the analytical core and 79 media-account units as contextual triangulation—recoded by comparative function and affective register rather than by stance toward the figure. The findings show that Indonesian netizens engage Mamdani through a comparative architecture organised by the vernacular frame “Mamdani Indonesia” (45% of citizen units) and enacted through three repertoires: analogical personification, institutional benchmarking, and counterfactual transposition. The discourse is animated by civic despair—crystallised in the idiom “Indonesia could never”—which operates as a participatory rather than an apathetic affect, while a domestic value-compatibility filter of doctrinal, sectarian, and purity tests renders the admired model discursively non-transferable, closing a recursive loop theorised here as a digitally networked spectre of comparisons. The article shifts the analysis of transnational digital engagement away from cosmopolitan and diasporic assumptions toward the vicarious engagement of non-diasporic publics, re-theorises despair as a mode of civic engagement, and recovers Benedict Anderson’s spectre of comparisons for platform-era political communication in the Global South.

THE EFFECT OF CAREER DEVELOPMENT, CULTURE VALUE AND EMOTIONAL INTELLIGANCE ON PERSONAL BRANDING WITH SELF-EFFICACY AS A VARIABLE MEDIATION IN STATE CIVIL APPARATUS (ASN) IN THE GOVERNMENT OF TEGAL CITY

Pratama, Dean Hadi, Yohana, Corry, Parimita, Widya
Abstract: This study aims to analyze the influence of Career Development, Culture Value, and Emotional Intelligence on Personal Branding with Self-Efficacy as a mediating variable in State Civil Apparatus (ASN) in Tegal City Government.&#8230; nment. The study used a quantitative approach with a survey method by distributing questionnaires to 360 ASN consisting of Civil Servants (PNS) and Government Employees with Work Agreements (PPPK). The sampling technique used proportionate stratified random sampling, while data analysis was carried out using Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) with the help of SmartPLS 4. The results showed that Career Development, Culture Value, and Emotional Intelligence had a positive and significant effect on Self-Efficacy. In addition, these three variables also have a positive and significant effect on Personal Branding. Self-Efficacy was proven to have a positive and significant effect on Personal Branding and was able to significantly mediate the influence of Career Development, Culture Value, and Emotional Intelligence on Personal Branding. The coefficient of determination value shows that the model is able to explain 70.1% of the variation in Self-Efficacy and 76.8% of the variation in Personal Branding. The findings of this study indicate that strengthening the career development system, internalizing organizational cultural values, and increasing emotional intelligence can increase the self-confidence of ASN which ultimately strengthens Personal Branding in carrying out tasks and public services. This study provides an empirical contribution to the development of public sector human resource management, particularly in efforts to improve the professionalism and image of the apparatus through strengthening internal organizational factors.

IMPLEMENTATION OF THE CIRCULAR ECONOMY THROUGH COMMUNITY EMPOWERMENT: TRANSFORMING SPENT COFFEE GROUNDS INTO AROMATHERAPY CANDLES AND ROOM FRESHENERS IN JINGKANG VILLAGE

Luthfianto, Saufik, Nurwildani, M. Fajar, Hidayat, Tofik, Siswiyanti, Siswiyanti, Kosasih, Rusman, Wijaya, Yoma Duta, Noviana, Karisma Lela
Abstract: Spent coffee grounds are one of the organic wastes that remain underutilized despite their significant potential to be transformed into value-added products. This community service program aimed to enhance the knowledge&#8230; and practical skills of the residents of Jingkang Village in converting spent coffee grounds into aromatherapy candles and air fresheners based on the principles of the circular economy. The program employed a Participatory Action Research (PAR) approach consisting of problem identification, program planning, training implementation, monitoring and evaluation, and reflection. The activity involved 15 participants, including community members, micro-enterprise actors, and women's community groups. Program effectiveness was evaluated using pre-test and post-test assessments and analysed through a Paired Sample t-test. The results demonstrated that the average participant score increased from 46.70 to 86.00, representing an 84.15% improvement. Statistical analysis confirmed a significant difference between pre-test and post-test scores (p < 0.001). Furthermore, all program success indicators were achieved, including a 100% attendance rate, 100% participant competency in producing the products, a participant satisfaction level of 93.30%, and all products meeting usability standards. The novelty of this program lies in integrating the Participatory Action Research (PAR) approach, circular economy principles, and quantitative statistical evaluation into a community empowerment model utilizing spent coffee grounds as value-added products. This model has strong potential to be replicated in other coffee-producing communities to promote sustainable waste management and local economic development.

Strategi Pengelolaan Arsip Berbasis Digital Dalam Mendukung Keberlanjutan Tata Kelola Dokumen Dan Pengambilan Keputusan Organisasi Di Lembaga Pemerintah

Srini
Abstract: Transformasi digital pemerintahan menempatkan arsip sebagai sumber bukti, memori kelembagaan, dan basis informasi bagi keputusan organisasi. Namun, digitalisasi dokumen sering berhenti pada pemindaian dan pemindahan media&#8230; a tanpa diikuti tata kelola siklus hidup, metadata, keamanan, preservasi, interoperabilitas, serta penguatan kompetensi aparatur. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi pengelolaan arsip berbasis digital yang dapat mendukung keberlanjutan tata kelola dokumen dan pengambilan keputusan organisasi di lembaga pemerintah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur terhadap regulasi kearsipan Indonesia dan dua puluh artikel ilmiah yang membahas manajemen arsip elektronik, transformasi digital sektor publik, tata kelola data, SRIKANDI, transparansi, serta keputusan berbasis bukti. Data dianalisis secara tematik melalui tahap identifikasi konsep, pengelompokan isu, perbandingan temuan, dan sintesis strategi. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberlanjutan pengelolaan arsip digital bergantung pada keterpaduan delapan unsur, yaitu kebijakan dan kepemimpinan, arsitektur proses berbasis siklus hidup, standardisasi klasifikasi dan metadata, infrastruktur dan preservasi, keamanan serta kesinambungan layanan, kompetensi dan budaya kerja, interoperabilitas sistem, serta pemanfaatan arsip untuk analitik keputusan. Strategi yang efektif perlu mengubah orientasi lembaga dari penyimpanan dokumen menuju pengelolaan bukti digital yang autentik, utuh, dapat ditemukan, dapat digunakan, dan dipertahankan dalam jangka panjang. Implementasi SRIKANDI perlu ditempatkan dalam arsitektur tata kelola yang lebih luas, bukan sekadar aplikasi korespondensi. Penelitian ini menghasilkan kerangka strategis yang dapat digunakan lembaga pemerintah untuk menyusun peta jalan, indikator kinerja, mekanisme pengendalian, dan model pemanfaatan arsip dalam keputusan organisasi.