Abstract:Abstract: This study aims to analyze the risk supervision of Islamic microfinance through murabahah contracts at Bank Syariah Indonesia in the Pematang Siantar area. The research method used is qualitative with an empirical…
cal approach, through document studies, interviews, and observations on the financing mechanism. The results show that Bank Syariah Indonesia in the Pematang Siantar area has implemented risk supervision through a feasibility analysis process, system-based financing monitoring, and customer evaluation. Internal supervision is carried out starting from micro analysis to area management, thus being able to reduce the level of problem financing. Limited human resources and customer understanding regarding sharia principles in murabahah contracts. It can be concluded that risk supervision at Bank Syariah Indonesia in the Pematang Siantar area is generally effective in maintaining the quality of the Islamic microfinance portfolio, and Islamic financial literacy is needed for customers.
Â
Keywords: risk supervision; islamic microfinance; murabahah contract; islamic bank
Â
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengawasan risiko pembiayaan mikro syariah melalui akad murabahah pada Bank Syariah Indonesia Area Pematang Siantar. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan empiris, melalui studi dokumen, wawancara, serta observasi pada mekanisme pembiayaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bank Syariah Indonesia Area Pematang Siantar telah menerapkan pengawasan risiko melalui proses analisis kelayakan, pemantauan pembiayaan berbasis sistem, serta evaluasi terhadap kelayakan nasabah. Pengawasan internal dilakukan mulai dari analis mikro hingga manajemen area, sehingga mampu menekan tingkat pembiayaan bermasalah. Keterbatasan sumber daya manusia dan pemahaman nasabah terkait prinsip syariah dalam akad murabahah. Dapat disimpulkan bahwa pengawasan risiko di Bank Syariah Indonesia Area Pematang Siantar secara umum efektif menjaga kualitas portofolio pembiayaan mikro syariah, dan diperlukan literasi keuangan syariah kepada nasabah.
Â
Kata kunci: pengawasan risiko; pembiayaan mikro syariah; akad murabahah; bank syariah
Abstract:Abstract:Â Data security is crucial in the digital era, where cloud computing has become the primary solution for organizations to efficiently store and process data. However, the increasing use of cloud computing also poses…
poses significant risks related to data security and privacy. The purpose of this study is to identify challenges and solutions in maintaining data security in cloud computing systems. The method used is a systematic literature review and comparative analysis of various trusted academic sources. The results reveal key threats such as misconfigurations, unauthorized access, and data leaks, which are exacerbated by weak identity management. The study also evaluates mitigation mechanisms such as end-to-end encryption, multi-factor authentication, and a shared responsibility model between cloud service providers and users. These findings can guide the design of effective and adaptive security strategies and policies to support a secure and sustainable digital transformation.
Â
Keyword:Â data security;Â information systems;Â cloud computing;Â encryption;Â authentication.
Abstract:Abstract: This study aims to determine how discipline, safety, and occupational health (OHS) affect employee performance at PT. Lestari Alam Segar, an instant noodle manufacturer in Indonesia. Employee performance is crucial…
cial for improving the company's production output, as discipline and the implementation of OHS are key factors in creating a safe and efficient workplace. The researcher will use a quantitative research method with an associative approach. Data will be collected through a questionnaire that will be announced to all employees, then analyzed with several tests such as validity, reliability, multiple linear regression, t-test, F-test, and coefficient of determination. The results of the study indicate that discipline, safety, and occupational health simultaneously positively and significantly influence employee work ability. Individually, discipline is the main factor influencing work quality, while occupational safety and health also make a significant contribution. These findings indicate that improving discipline and consistently implementing OHS standards are crucial for driving optimal employee performance and supporting the achievement of company goals
Â
Keywords: Discipline, Occupational Safety, Health (K3), Employee Performance, PT.
               Lestari Alam Segar
Abstrak: Penelitian untuk meneliti bagaimana disiplin, keselamatan, dan kesehatan kerja (K3) mempengaruhi kinerja karyawan di PT. Lestari Alam Segar, perusahaan produsen mi instan di Indonesia. Kinerja karyawan sangat penting untuk meningkatkan hasil produksi perusahaan, karena disiplin dan penerapan K3 merupakan faktor utama dalam menciptakan tempat kerja yang aman dan efisien. Peneliti akan menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Data akan dikumpulkan melalui kuesioner yang akan dibagikan kepada seluruh karyawan, lalu dianalisis dengan beberapa uji seperti uji validitas, reliabilitas, regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disiplin, keselamatan, dan kesehatan kerja secara bersamaan memengaruhi kemampuan kerja karyawan secara positif dan signifikan. Secara individual, disiplin merupakan faktor utama yang berpengaruh terhadap kualitas kerja, sedangkan keselamatan dan kesehatan kerja juga memberikan kontribusi yang signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan disiplin dan penerapan standar K3 secara konsisten sangat penting untuk mendorong kinerja optimal karyawan dan mendukung pencapaian tujuan perusahaan.
Â
Kata kunci: Kedisiplinan, Keselamatan., Kesehatan Kerja (K3)., Kinerja Karyawan., PT. Lestari Alam Segar
Abstract:Abstract: The banking industry is currently facing numerous challenges due to the high level of competition from modern digital products and increasing external environmental demands. In response, Regional Bank XY has made…
de efforts to maintain strong competitiveness by restructuring its organization as part of its Human Resource Planning (HRP). Unfortunately, the implementation of HRP has not been optimal, as it was not supported by standardized calculations such as a Workload Mental Analysis. As a result, many employees have complained about an uneven distribution of workload across various divisions, ultimately affecting employee well-being. Therefore, this study uses a qualitative approach with a pragmatic paradigm and employs a case study method. Data collection techniques used to explore the issue include interviews, observations, and document analysis. Participants in this study were selected using a random sampling technique, consisting of 20 employees from 5 different divisions, and were assessed using the NASA-TLX workload analysis method. The results show that 11 respondents experienced mental overload, with a NASA-TLX score > 80, 8 respondents were in the Optimal Load category; and 1 respondent was classified as underload with a score < 50. Based on these findings, it is recommended that regular mental workload analyses be conducted, along with the establishment of programs to collect and address employee complaints related to workload in a more systematic and responsive manner.
Keyword: Human Resources Management, Mental Workload Analysis; NASA-TLX method
Abstrak: Industri perbankan saat ini sedang dipenuhi dengan tantangan karena tingginya daya saing kompetitor dengan produk digital modern dan tututan lingkungan eskternal. Upaya Bank Daerah XY untuk tetap memiliki daya saing yang tinggi adalah dengan melakukan restrukturiasi organisasi sebagai bagian dari Perencanaan Sumber Daya Manusia. Namun sayangnya pelaksanaan PSDM tersebut belum optimal karena tidak diiringi dengan perhitungan baku seperti Analisa Beban Kerja. Sehingga banyanya karyawan yang mengeluh adanya beban kerja yang tidak tersebar secara merata di berbagai divisi yang akhirnya mempengaruhi kesejahteraan karyawan. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigm pragmatis, dan jenis kualitatif studi kasus. Metode pengumpulan data untuk memperdalam permasalahan adalah wawancara, observasi, serta analisa dokumen. Partisipan pada penelitian ini diambil menggunakan teknik random sampling, terdiri dari 20 karyawan dari 5 divisi yang berbeda untuk dilakukan analisa beban kerja NASA-TLX. Hasilnya Terdapat 11 responden yang memiliki klasifikasi beban kerja mental overload dengan skor NASA-TLX >80, 8 responden di Optimal Load, dan 1 responden di klasifikasi underload dengan skor <50. Adapun Rekomendasi yang diberikan adalah melakukan analisa beban kerja mental secara rutin dan membuat program untuk menampung keluhan karyawan terkait pekerjaan agar ditindak lebih lanjut.
Kata kunci: Manajemen Sumber Daya Manusia, Analisa Beban Kerja Mental, Metode NASA-TLX
Abstract:Abstract: Primary packaging is packaging that comes into direct contact with the product. This packaging serves to protect, preserve, and package the product, as well as provide important information to customers. As the…
main container, this packaging comes into direct contact with the product and maintains its quality until it reaches the customer. PT XYZ is a leading primary packaging manufacturer. The company produces three different variants of its flagship product, steel drums, which generate the most revenue. The oil, lubricant, food, and chemical sectors use steel drums. A large number of defects in finished products are caused by drum body rejection and top-bottom drum rejection. From the report data of 1,166 units produced in 2024, the most rejections came from the top-bottom production process, which consists of eight phases: pressing, opening, closing, puncture 1, puncture 2, fully open drum head puncture, head coating, and other processes. The results of this study show that UCL=0.00451 and LCL=0.00247. The sigma level is determined by converting the process after the process DPMO value is known. With a value of 436, the company's sigma level is 4.83 when the DPMO value is entered into the sigma-DPMO relationship table.
Keyword: quality control; six sigma; DMAIC; reject
Abstrak: Kemasan primer merupakan kemasan yang bersentuhan langsung dengan produk, kemasan ini berfungsi untuk melindungi, menjaga, dan mengemas produk, serta menyediakan informasi penting bagi pelanggan. Sebagai wadah utama, kemasan ini bersentuhan langsung dengan produk dan menjaga kualitasnya hingga sampai ke pelanggan. PT XYZ, perusahaan yang bergerak di bidang produsen kemasan primer terkemuka, perusahaan tersebut memproduksi tiga varian berbeda dari produknya produk andalannya, drum baja, menghasilkan pendapatan terbesar. Sektor minyak, pelumas, makanan, dan kimia menggunakan drum baja. Jumlah cacat yang besar pada produk jadi disebabkan oleh penolakan badan drum dan penolakan atas-bawah drum. Dari data laporan sebanyak 1.166 unit yang diproduksi pada tahun 2024, penolakan terbanyak berasal dari proses produksi atas-bawah yang terdiri dari delapan fase yaitu penekanan, pembukaan, penutupan, tusukan 1, tusukan 2, tusukan kepala drum terbuka sepenuhnya, pelapisan kepala, dan proses lainnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa UCL=0,00451 dan LCL=0,00247. Tingkat sigma ditentukan dengan mengonversi proses setelah nilai DPMO proses diketahui. Dengan nilai 436, tingkat sigma perusahaan sebesar 4,83 ketika nilai DPMO dimasukkan ke dalam tabel hubungan sigma-DPMO.
Kata kunci: pengendalian kualitas; Six Sigma; DMAIC; penolakan
Abstract:Abstract: Fishing areas have long been used by fishermen to determine the potential or not of a body of water. Mapping of fishing areas is often forgotten by fishermen in determining whether or not an area has the potential…
ial to be targeted. This research aims to map fishing areas using fishing gear and the types of fish caught in the Indian Ocean. This research was carried out in the waters of the Mentawai Islands and Tiku waters, West Sumatra Province. The research results show that there are three fishing areas in the Indian Ocean, namely (1) Siberut Island Zone, (2) Siberut Tiku Inter-Island Zone and (3) Tiku Zone. The main catch was 16 types of fish which were the target catch. The biggest catches are mackerel, Gymnocranius griseus and Carangoides armatus. The smallest catch is anchovies. With such a small catch of anchovies, it can be said that Bagan is no longer the main target for anchovies. This change was caused by the difficult fishing areas for anchovies and the cheap selling prices for anchovies.
Keyword: Catch, Fishing ground, Mapping, Zone, Sustainability
Abstrak: Daerah penangkapan telah lama digunakan oleh para nelayan untuk menentukan potensial atau tidak suatu perairan. Pemetaan daerah penangkapan seringkali dilupakan oleh nelayan dalam menentukan potensial atau tidaknya suatu perairan yang akan dijadikan sasaran penangkapan. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan daerah penangkapan dengan alat tangkap bagan dan jenis ikan yang tertangkap di Samudera Hindia. Penelitian ini dilaksanakan di Perairan Kepulauan Mentawai dan Perairan Tiku, Propinsi Sumatera Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga wilayah daerah penangkapan di Samudera Hindia yaitu (1) Zona Pulau Siberut, (2) Zona antar Pulau Siberut Tiku dan (3) zona Tiku. Hasil tangkapan utama diperoleh sebanyak 16 jenis ikan yang menjadi target tangkapan. Tangkapan terbanyak adalah ikan kembung, gulamah, dan kuwe. Tangkapan paling sedikit adalah ikan teri. Dengan hasil tangkapan teri yang sedikit dapat dikatakan bahwa bagan bukan lagi target utamanya ikan teri. Perubahan ini disebabkan oleh daerah penangkapan ikan teri susah makin susah dan harga jual ikan teri yang semakin murah.
Kata kunci: Daerah tangkapan, Hasil tangkapan, Keberlanjutan, Pemetaan, Zona
Abstract:Abstract: This study aims to analyze the practice of illegal fishing in Tanjung Tiram District, Batu Bara Regency, North Sumatra Province, and to examine the causal factors, socio-economic impacts, and the effectiveness…
of fishery law enforcement in the region. As an archipelagic state, Indonesia possesses vast marine resources; however, illegal fishing practices are still rampant, committed both by foreign vessels and local fishermen. The research employed a juridical-empirical method with a sociological approach, involving interviews, observations, and documentation with traditional fishermen, fisheries officers, and local authorities. The findings reveal that illegal fishing in this area includes the use of trawls, drag nets, and explosives. The main factors driving such activities are weak law enforcement, economic pressure, and low legal awareness among coastal communities. The impacts include marine ecosystem degradation, decreased income of traditional fishermen, and rising social conflicts. This study recommends strengthening inter-agency surveillance, enhancing legal awareness and community education, and developing alternative economic programs to reduce illegal fishing and promote sustainable marine resource management in Indonesia.
Keyword: Illegal Fishing, Fishermen, Fisheries Law, Socio-Economic Impact, Tanjung Tiram
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik illegal fishing yang terjadi di Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara, Provinsi Sumatera Utara, serta menelaah faktor penyebab, dampak sosial-ekonomi, dan efektivitas penerapan hukum perikanan di wilayah tersebut. Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki potensi sumber daya laut yang sangat besar, namun praktik penangkapan ikan secara ilegal masih marak dilakukan, baik oleh kapal asing maupun nelayan lokal. Penelitian ini menggunakan metode yuridis-empiris dengan pendekatan sosiologis, melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi terhadap nelayan tradisional, pejabat Dinas Perikanan, dan pihak Kecamatan Tanjung Tiram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik illegal fishing di kawasan ini dilakukan dengan berbagai cara seperti penggunaan pukat hela (trawl), pukat tarik, dan bahan peledak. Faktor utama yang mendorong nelayan melakukan praktik tersebut adalah lemahnya penegakan hukum, tekanan ekonomi, dan rendahnya kesadaran hukum masyarakat pesisir. Dampak yang ditimbulkan antara lain kerusakan ekosistem laut, penurunan pendapatan nelayan tradisional, dan munculnya konflik sosial. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan pengawasan lintas lembaga, peningkatan sosialisasi hukum kelautan dan perikanan, serta pemberdayaan ekonomi alternatif bagi masyarakat pesisir sebagai langkah strategis dalam mengurangi praktik illegal fishing dan menjaga keberlanjutan sumber daya laut Indonesia.
Kata kunci: Illegal Fishing, Nelayan, Hukum Perikanan, Sosial Ekonomi, Tanjung Tiram
Abstract:New Student Admissions (PMB) is a strategic activity that plays an important role in determining the growth, sustainability, and competitiveness of a university. Lancang Kuning University (UNILAK) as one of the private universities…
niversities in Riau Province faces the challenge of maintaining the stability of the number of applicants while increasing the effectiveness of its student admission strategy. This study aims to optimize the PMB strategy by applying a simple linear regression method to predict the number of new students based on historical admission data for the last five years, namely the period 2020/2021 to 2024/2025. The data used consists of the variables of the number of applicants (X) and the number of new students accepted (Y). The analysis results show a regression model of Y=509.94+0.716X with a correlation coefficient (r) of 0.91 and a coefficient of determination (R²) of 0.83, indicating a very strong positive relationship between the two variables. This model was used to predict the number of new students for the next three years, namely 2.561 students in 2025/2026, 2.609 students in 2026/2027, and 2.666 students in 2027/2028. These results show a stable increase of around two percent per year. Thus, the application of the simple linear regression method has proven to be effective in supporting data-based planning and strategic decision-making at Lancang Kuning University.
Abstract:Abstract: This research aims to determine the effect of the game movement learning model on the gross motor skills of third grade students at SDN Laban Tengah, Tirtayasa Sub-district, Serang Regency. The study employed a…
quantitative approach with an experimental design involving 31 students, consisting of 18 students in the control class and 13 students in the experimental class. Data on gross motor skills were obtained through several test instruments, namely a 30-meter sprint test to measure speed, a shuttle run 4 x 10 meters test to measure agility, a throwing and catching ball test to measure coordination, and a stork stand test to measure balance. The results of the study revealed significant differences between the control and experimental classes. In the experimental class, 30.77% of students were categorized as very high in gross motor skills, while in the control class only 16.67% achieved the same category. The t-test analysis showed a significance value of 0.002 < 0.05, indicating that the game movement learning model had a significant effect on students’ gross motor skills. In addition, the F-test supported these findings, with an Fvalue of 6.564 ? Ftable 3.091 and a significance value of 0.002 < 0.05.
Keyword: Learning Model, Game Movement, Gross Motor Skills.
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran gerak permainan terhadap kemampuan motorik kasar siswa kelas III SDN Laban Tengah, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen yang melibatkan 31 siswa, yang terdiri dari 18 siswa di kelas kontrol dan 13 siswa di kelas eksperimen. Data kemampuan motorik kasar diperoleh melalui beberapa instrumen tes, yaitu tes lari cepat 30 Meter untuk mengukur kecepatan, tes lari bolak-balik 4 x 10 Meter untuk mengukur kelincahan, tes melempar dan menangkap bola untuk mengukur koordinasi, dan tes berdiri bangau untuk mengukur keseimbangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kelas kontrol dan eksperimen. Pada kelas eksperimen, 30,77% siswa berkategori sangat tinggi pada kemampuan motorik kasar, sedangkan pada kelas kontrol hanya 16,67% yang mencapai kategori yang sama. Analisis uji-t menunjukkan nilai signifikansi 0,002 < 0,05, yang menunjukkan bahwa model pembelajaran gerak permainan berpengaruh signifikan terhadap kemampuan motorik kasar siswa. Selain itu, uji F mendukung temuan ini, dengan nilai F sebesar 6,564 ? F tabel 3,091 dan nilai signifikansi 0,002 < 0,05.
Kata kunci: Model Pembelajaran, Gerak Permainan, Motorik Kasar.
Abstract:Abstrak: Studi ini bertujuan untuk menganalisis potensi, tantangan, dan strategi optimasi TikTok Live Shopping dalam meningkatkan keberlanjutan dan skalabilitas bisnis wirausaha muda vokasional. Digitalisasi menawarkan peluang…
eluang besar bagi UKM dan siswa vokasional untuk memasarkan produk mereka secara real-time dan interaktif. Namun, keterbatasan literasi digital dan akses pelatihan tetap menjadi tantangan utama. Dengan menggunakan pendekatan metode campuran, data dikumpulkan melalui survei dengan 50 responden dan wawancara mendalam dengan wirausahawan muda. Temuan menunjukkan bahwa 74% responden adalah siswa vokasional, 58% telah menggunakan TikTok Live Shopping, dan 70% setuju bahwa platform tersebut efektif meningkatkan interaksi pelanggan. Hasil uji-t menunjukkan bahwa kemampuan untuk memulai Live Shopping, eksplorasi tren, dan keterbukaan pembelajaran signifikan (p < 0,05), sementara akses pelatihan tetap netral. Studi ini menyimpulkan bahwa mengoptimalkan TikTok Live Shopping dapat memperluas jangkauan pasar dan memperkuat keberlanjutan bisnis ketika didukung oleh program literasi digital dan strategi branding yang efektif.Â
Kata Kunci: Belanja Langsung TikTok; Pemasaran Digital; Wirausaha Muda; UKM; Keberlanjutan Bisnis
Â
Abstract:This study aims to analyze the potential, challenges, and optimization strategies of TikTok Live Shopping in enhancing the sustainability and scalability of vocational young entrepreneurs’ businesses. Digitalization offers vast opportunities for SMEs and vocational students to market their products in real-time and interactively. However, limited digital literacy and training access remain major challenges. Using a mixed-method approach, data were collected through surveys with 50 respondents and in-depth interviews with young entrepreneurs. Findings show that 74% of respondents were vocational students, 58% had used TikTok Live Shopping, and 70% agreed that the platform effectively increases customer interaction. T-test results indicate that the ability to start Live Shopping, trend exploration, and learning openness were significant (p < 0.05), while training access remained neutral. The study concludes that optimizing TikTok Live Shopping can expand market reach and strengthen business sustainability when supported by digital literacy programs and effective branding strategies.
Â
Keywords: TikTok Live Shopping; Digital Marketing; Young Entrepreneurs; SMEs;Â Business Sustainability