Search Articles & Publications

Showing 1953 articles found for "Main"

OPTIMIZATION OF E-COMMERCE FOR USED COOKING OIL AQUADES TO SUPPORT THE GREEN ECONOMY AND UMKM DIGITALIZATION

Silalahi, Flora Elisabeth, Ekawulandari, Sri, Mendrofa, Putri, Ledewick, Ledewick
Abstract: Abstract: This study aims to optimize the use of e-commerce in marketing aquades products made from used cooking oil developed by UFLO Beauty and to examine its role in supporting the green economy and MSME digitalization.… n. The research applied a mixed-method approach by combining qualitative interviews with company management and quantitative surveys of 100 respondents. The findings show that 74% of respondents are aware of the economic value of used cooking oil, 87% support the concept of the green economy, and 98% emphasize the need for MSME digitalization training. Furthermore, 70% of respondents believe that e-commerce has great potential to strengthen product marketing, although challenges remain in digital literacy, SEO optimization, and infrastructure. The study concludes that e-commerce is an effective platform to expand market reach, improve competitiveness, and promote environmentally friendly business practices that contribute to the green economy.  Keywords: e-commerce; sublimation; used cooking oil; aquades; green economy.   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan e-commerce dalam pemasaran produk aquades berbahan dasar minyak jelantah yang dikembangkan oleh UFLO Beauty serta menganalisis perannya dalam mendukung ekonomi hijau dan digitalisasi UMKM. Metode penelitian menggunakan pendekatan campuran (mixed-method) dengan menggabungkan wawancara kualitatif bersama manajemen perusahaan dan survei kuantitatif terhadap 100 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 74% responden mengetahui nilai ekonomi minyak jelantah, 87% mendukung konsep ekonomi hijau, dan 98% menyatakan perlunya pelatihan digitalisasi bagi UMKM. Selain itu, 70% responden menilai e-commerce berpotensi besar dalam meningkatkan pemasaran produk, meskipun masih terdapat kendala literasi digital, optimasi SEO, dan keterbatasan infrastruktur. Penelitian ini menyimpulkan bahwa e-commerce merupakan platform yang efektif untuk memperluas jangkauan pasar, meningkatkan daya saing, serta mendorong praktik bisnis ramah lingkungan yang berkontribusi terhadap ekonomi hijau.   Kata Kunci: e-commerce; sublimasi; minyak jelantah; aquades; ekonomi hijau.

THE INFLUENCE OF WORK ENVIRONMENT, WORK DISCIPLINE, AND WORK MOTIVATION ON EMPLOYEE PERFORMANCE AT CV. FALDI ADVERTISING

Sulaiman, Fahmi, Sulaiman, Jihan
Abstract: Abstract: This study aims to determine and analyze the partial influence between the work environment on the performance of CV. Faldi Advertising employees, to determine and analyze the partial influence between work discipline… cipline on the performance of CV. Faldi Advertising employees, to determine and analyze the partial influence between work motivation on the performance of CV. Faldi Advertising employees, to determine and analyze the simultaneous influence between the work environment, work discipline and work motivation on the performance of CV. Faldi Advertising employees. This research is a quantitative research type, where the procedure used in this study is a correlational model.The sample in this study was all permanent employees at CV. Faldi Advertising, totaling 35 people. Simultaneously, the three independent variables significantly influence the performance variable because the significance value is smaller than 0.05. The Adjusted R Square value in the table above is 0.819 or 81.9%. This condition explains that 81.9% of the work environment, work discipline, and work motivation variables have a significant effect on the performance of CV. Faldi Advertising employees. The remaining 18.1% is influenced by other variables not examined in this study. This means that of the many factors supporting the performance of CV. Faldi Advertising employees, the work environment, work discipline, and work motivation factors have the most influence on performance, namely 81.9%.   Keywords: The Influence of Work Environment, Work Discipline, Work Motivation, Employee Performance.

PENGEMBANGAN PERMAINAN EDUKATIF ULAR TANGGA ALJABAR SEBAGAI STRATEGI ALTERNATIF PEMBELAJARAN MATEMATIKA SEKOLAH DASAR

Sibuea, Mustika Fitri Larasati, Sembiring, Muhammad Ardiansyah, Adinda, Fitrah
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran ular tangga pada materi operasi hitung aljabar untuk siswa kelas III sekolah dasar dan mengetahui keefektifan rata-rata hasil belajar pada ujicoba terbatas.… Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development) menurut Borg dan Gall namun dibatasi sampai uji coba produk terbatas. Subjek dalam penelitian ini adalah 59 siswa kelas III SD Tamansiswa Sukadamai dan SDN 014682 Perhutaan Silau.Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, angket dan dokumentasi dengan teknik analisis data berupa deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil pengembangan ini berupa media pembelajaran ular tangga aljabar dengan hasil penilaian akhir dari ahli media sebesar 92% termasuk kategori sangat baik dan hasil penilaian akhir dari ahli materi sebesar 90% termasuk kategori sangat baik. Hasil tes evaluasi siswa rata-rata sebesar 87,51. Hasil analisis tangggapan siswa terhadap media sebesar 93,52% dan pada angket keberterimaan media oleh guru sebesar 91%. Hal ini menunjukan bahwa media telah dinyatakan valid dan layak digunakan dalam pembelajaran di sekolah dasar.   Kata Kunci: Pengembangan, Media Pembelajaran, Ular Tangga Aljabar  

THE ANALYSIS OF FLOUTING MAXIM PERFORMED BY THE MAIN CHARACTER OF “STRAW” MOVIE

Sinuraya, Insan Utama
Abstract: Abstract: This research aims to identify the types of flouting maxim performed by the main character in the Straw movie and to determine the strategies employed by the main character in flouting maxim. The research was conducted… onducted using a descriptive qualitative design. The data of this research are twenty-three dialogues of Straw movie containing flouting of the maxim. The data were gathered through observation and dialogue scripting. In analysing the data, the researcher found that Janiyah, as the main character of the movie, flouted all types of maxim. The most flouting maxim used by Janiyah was the floating maxim of relation, and the least flouting maxim performed by Janiyah was the flouting maxim of quality. The strategies are categorized as providing limited information, giving excessive information, using hyperbole, being irrelevant, changing the topic, and being obscure. The amount of the strategy that was frequently used to flout maxims was obscure.   Keywords: pragmatics, flouting maxims, strategies of flouting maxims   Absrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis pelanggaran maksim yang dilakukan oleh karakter utama dalam film Straw dan untuk menentukan strategi yang digunakan oleh karakter utama dalam pelanggaran maksim. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain kualitatif deskriptif. Data penelitian ini adalah dua puluh tiga dialog film Straw yang mengandung pelanggaran maksim. Data dikumpulkan melalui observasi dan penulisan naskah dialog. Dalam menganalisis data, peneliti menemukan bahwa Janiyah, sebagai karakter utama film tersebut, melanggar semua jenis maksim. Pelanggaran maksim yang paling sering digunakan oleh Janiyah adalah maksim mengambang hubungan, dan pelanggaran maksim yang paling sedikit dilakukan oleh Janiyah adalah pelanggaran maksim kualitas. Strategi-strategi tersebut dikategorikan sebagai memberikan informasi terbatas, memberikan informasi berlebihan, menggunakan hiperbola, tidak relevan, mengubah topik, dan tidak jelas. Jumlah strategi yang sering digunakan untuk melanggar maksim adalah tidak jelas.   Kata Kunci: pragmatik, pelanggaran maksim, strategi pelanggaran maksim

URGENSI PENGESAHAN RUU PERAMPASAN ASET DALAM PEMULIHAN KERUGIAN NEGARA AKIBAT KORUPSI: PERSPEKTIF YUDIRIS NORMATIF

Pardede, Rudi
Abstract: Abstract: Corruption in Indonesia has caused state losses of up to trillions of rupiah annually, while existing legal mechanisms still focus on criminalizing perpetrators and are not optimal in recovering state assets. The… he disparity between state losses and recovered assets (state loss recovery gap) highlights the weakness of regulations that rely solely on confiscation of assets through criminal decisions (conviction-based asset forfeiture). This study uses a normative juridical method with a legislative, conceptual, and comparative approach to examine the urgency of ratifying the Asset Forfeiture Bill. The results of the study indicate that the implementation of the Non-Conviction Based Asset Forfeiture (NCB) mechanism is highly relevant to addressing obstacles to law enforcement, particularly in cases where perpetrators have fled, died, or are difficult to prove criminally. Internationally, similar mechanisms have been implemented effectively in the United States, the United Kingdom, and Switzerland, and are in accordance with the mandate of the 2003 United Nations Convention against Corruption (UNCAC). However, the ratification of this bill remains hampered by political resistance and concerns about abuse of authority. Therefore, transparent, accountable regulatory design and oversight by an independent judiciary are necessary to ensure this legal instrument functions optimally. In conclusion, the ratification of the Asset Confiscation Bill is a strategic step to strengthen corruption eradication, close the state loss recovery gap, and restore public rights more equitably.   Keyword: corruption, asset forfeiture, Non-Conviction Based Asset Forfeiture, UNCAC, asset recovery   Abstrak: Korupsi di Indonesia telah menimbulkan kerugian negara hingga triliunan rupiah setiap tahun, sementara mekanisme hukum yang ada masih berfokus pada pemidanaan pelaku dan belum optimal dalam memulihkan aset negara. Ketimpangan antara kerugian negara dan aset yang berhasil dikembalikan (state loss recovery gap) memperlihatkan kelemahan regulasi yang hanya mengandalkan perampasan aset melalui putusan pidana (conviction-based asset forfeiture). Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan komparatif untuk mengkaji urgensi pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan mekanisme Non-Conviction Based Asset Forfeiture (NCB) sangat relevan untuk mengatasi hambatan penegakan hukum, terutama pada kasus pelaku yang melarikan diri, meninggal dunia, atau sulit dibuktikan secara pidana. Secara internasional, mekanisme serupa telah diterapkan efektif di Amerika Serikat, Inggris, dan Swiss, serta sesuai dengan amanat United Nations Convention against Corruption (UNCAC) 2003. Namun, pengesahan RUU ini masih terkendala resistensi politik dan kekhawatiran penyalahgunaan kewenangan. Oleh karena itu, diperlukan desain regulasi yang transparan, akuntabel, serta diawasi peradilan independen agar instrumen hukum ini dapat berfungsi optimal. Kesimpulannya, pengesahan RUU Perampasan Aset merupakan langkah strategis untuk memperkuat pemberantasan korupsi, menutup celah state loss recovery gap, dan memulihkan hak-hak publik secara lebih adil.   Kata kunci: korupsi, perampasan aset, Non-Conviction Based Asset Forfeiture, UNCAC, pemulihan aset.

APLIKASI MEDIA INTERAKTIF PENGENALAN BUAH-BUAHAN BERBAHASA ARAB UNTUK ANAK USIA 6-8 TAHUN BERBASIS AUGMENTED REALITY MENGGUNAKAN ALGORITMA SLAM

Aulia, Keysha, Ulva, Ananda Faridhatul, Ikhwani, Muhammad Ikhwani
Abstract: Abstract: This research aims to design and develop an Augmented Reality (AR)-based interactive learning media application using the SLAM (Simultaneous Localization and Mapping) algorithm intended for children aged 6–8 years… years at Madrasah AFD V Mayang. The main focus of this media is to introduce the vocabulary of fruits in Arabic in a visual, attractive, and fun way according to the characteristics of early childhood. The application was developed using the waterfall method which includes the stages of needs analysis, system design, implementation using Unity 3D and Blender, testing, and evaluation. The app allows children to scan real surfaces through their Android device's camera and display 3D fruit objects along with pronunciations in Arabic without using markers. Based on the results of the experiment conducted, it is known that 80.33% of students have experienced an increase in understanding of Arabic vocabulary of fruits, while 86% of students feel more enthusiastic and focused on learning using this medium compared to conventional methods. Teachers also gave positive responses to the usefulness of the application as an effective and fun teaching aid. With high stability of 3D objects thanks to SLAM algorithms, this application succeeds in creating an immersive, contextual, and adaptive learning experience for today's digital learning needs. This research is expected to be an innovative solution in Arabic language learning and encourage the use of AR technology in early childhood education more broadly.   Keyword: Augmented Reality, SLAM, Arabic, Interactive Media, Early Childhood, Unity                3D, Digital Education   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan sebuah aplikasi media pembelajaran interaktif berbasis Augmented Reality (AR) menggunakan algoritma SLAM (Simultaneous Localization and Mapping) yang ditujukan untuk anak-anak usia 6–8 tahun di Madrasah AFD V Mayang. Fokus utama dari media ini adalah memperkenalkan kosakata buah-buahan dalam bahasa Arab secara visual, menarik, serta menyenangkan sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Aplikasi dikembangkan menggunakan metode waterfall yang meliputi tahapan analisis kebutuhan, desain sistem, implementasi menggunakan Unity 3D dan Blender, pengujian, serta evaluasi. Aplikasi memungkinkan anak-anak memindai permukaan nyata melalui kamera perangkat Android dan menampilkan objek 3D buah-buahan beserta pelafalan dalam bahasa Arab tanpa menggunakan marker. Berdasarkan hasil uji coba yang dilakukan, diketahui bahwa 80,33% siswa mengalami peningkatan pemahaman terhadap kosakata buah-buahan berbahasa Arab, sedangkan 86% siswa merasa lebih antusias dan fokus belajar menggunakan media ini dibandingkan metode konvensional. Guru juga memberikan tanggapan positif terhadap kebermanfaatan aplikasi sebagai media bantu ajar yang efektif dan menyenangkan. Dengan stabilitas objek 3D yang tinggi berkat algoritma SLAM, aplikasi ini berhasil menciptakan pengalaman belajar yang imersif, kontekstual, serta adaptif terhadap kebutuhan pembelajaran digital masa kini. Penelitian ini diharapkan menjadi solusi inovatif dalam pembelajaran bahasa Arab serta mendorong pemanfaatan teknologi AR dalam pendidikan anak usia dini secara lebih luas. Kata kunci: Augmented Reality, SLAM, Bahasa Arab, Media Interaktif, Anak Usia Dini,                     Unity 3D, Pendidikan Digital  

PERENCANAAN SISTEM INFORMASI STARTEGIS MEGGUNAKAN METODE EAP PADA RS SAKIT KESREM LHOKSEUMAWE

Akbar, Anggi Rizki, Yulisda, Desvina, Fitria, Rahma
Abstract: Abstract: Strategic information system planning is an important process to combine business strategy with information technology needs, especially in the field of health services. The purpose of this research is to use the… he Enterprise Architecture Planning (EAP) approach to design an integrated strategic information system at Kesrem Lhokseumawe Hospital. EAP includes stages such as planning initialisation, business modelling, analysis of current systems and technologies, design of data architecture, application architecture, and technology architecture, and preparation of a system implementation plan. The analysis results show that business activities at Kesrem Hospital are divided into two main categories: medical and nursing services; and supporting categories, such as financial management, human resources, and infrastructure facilities. The current information system is still manually created and not integrated, which causes data errors and high delays in decision-making. The identification of key data entities, list of candidate applications based on business functions, proposed network topology, and prioritised application implementation roadmap are all part of the resulting architecture design. It is expected that this strategic planning serves as a model for building information systems that are flexible, effective, and capable of assisting data-driven and rapid management decision-making.   Keyword: Strategic Information System Planning; Enterprise Architecture Planning (EAP); Hospital; Data Architecture; Application Portfolio.   Abstrak: Perencanaan sistem informasi strategis adalah proses penting untuk menggabungkan strategi bisnis dengan kebutuhan teknologi informasi, khususnya dalam bidang layanan kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggunakan pendekatan Enterprise Architecture Planning (EAP) untuk membuat rancangan sistem informasi strategis yang terintegrasi di Rumah Sakit Kesrem Lhokseumawe. EAP mencakup tahapan seperti inisialisasi perencanaan, pemodelan bisnis, analisis sistem dan teknologi yang sedang berjalan, perancangan arsitektur data, arsitektur aplikasi, dan arsitektur teknologi, dan penyusunan rencana implementasi sistem. Hasil analisis menunjukkan bahwa aktivitas bisnis di RS Kesrem terbagi menjadi dua kategori utama: pelayanan medis dan keperawatan; dan kategori pendukung, seperti manajemen keuangan, sumber daya manusia, dan sarana prasarana. Sistem informasi saat ini masih dibuat secara manual dan tidak terintegrasi, yang menyebabkan kesalahan data dan keterlambatan pengambilan keputusan yang tinggi. Identifikasi entitas data utama, daftar calon aplikasi berdasarkan fungsi bisnis, usulan topologi jaringan, dan roadmap implementasi aplikasi prioritas adalah semua bagian dari rancangan arsitektur yang dihasilkan. Diharapkan perencanaan strategis ini berfungsi sebagai model untuk membangun sistem informasi yang fleksibel, efektif, dan mampu membantu pengambilan keputusan manajemen yang berbasis data dan cepat.   Kata kunci: Perencanaan Sistem Informasi Strategis; Enterprise Architecture Planning (EAP); Rumah Sakit; Arsitektur Data; Portofolio Aplikasi.

PENGGUNAAN FRAMEWORK COBIT 2019 DALAM EVALUASI TATA KELOLA TEKNOLOGI INFORMASI PADA KANTOR BMKG STASIUN METEOROLOGI MALIKUSSALEH ACEH UTARA

Sulaskmi, Jihan, Pratama, Angga, Nurfebruary, Nanda Sitti
Abstract: Abstract: The development of information technology encourages organizations to integrate it in support of business operations and the achievement of strategic goals. Evaluation and monitoring of IT governance are necessary… ary to optimize benefits and manage emerging risks. This study was conducted at the Meteorological Station of BMKG Malikussaleh, North Aceh, which had previously never conducted an evaluation of its IT governance. Several challenges faced include risk management, information security, limited IT resource capabilities, and the absence of a structured evaluation tool. COBIT 2019 was selected as the framework due to its flexibility in aligning business objectives with IT and its effectiveness in risk evaluation and management. The evaluation was carried out through the identification of design factors, questionnaire distribution, and analysis using capability levels and GAP analysis. The results identified five priority process objectives with an importance value ?75, namely: EDM03, APO12, DSS03, DSS04, and DSS05. The current capability levels show that EDM03 and DSS05 are at level 4, APO12 at level 3, and DSS03 and DSS04 at level 2. Meanwhile, the expected capability level for all five processes is level 4. The GAP analysis revealed capability gaps in APO12 (1 level), DSS03 (2 levels), and DSS04 (2 levels), which have become the main focus for improving IT governance at BMKG Meteorological Station Malikussaleh.   Keyword: Information Technology; Evaluation; Capability Level; COBIT 2019; Gap; IT Governance   Abstrak: Perkembangan teknologi informasi mendorong organisasi untuk mengintegrasikannya dalam mendukung operasional bisnis dan pencapaian tujuan strategis. Evaluasi dan monitoring tata kelola teknologi informasi diperlukan guna mengoptimalkan manfaat dan mengelola risiko yang muncul. Penelitian ini dilakukan di BMKG Stasiun Meteorologi Malikussaleh, Aceh Utara, yang sebelumnya belum pernah melakukan evaluasi tata kelola TI. Beberapa tantangan yang dihadapi mencakup pengelolaan risiko, keamanan informasi, keterbatasan sumber daya TI, serta belum adanya alat evaluasi yang terstruktur. COBIT 2019 dipilih sebagai kerangka kerja karena fleksibilitasnya dalam menyelaraskan tujuan bisnis dengan TI serta kemampuannya dalam evaluasi dan pengelolaan risiko. Evaluasi dilakukan melalui penentuan design factors, penyebaran kuesioner, serta analisis capability level dan GAP analysis. Hasil penelitian menunjukkan lima objektif proses prioritas dengan nilai kepentingan ?75, yaitu: EDM03, APO12, DSS03, DSS04, dan DSS05. Tingkat kapabilitas saat ini menunjukkan EDM03 dan DSS05 berada pada level 4, APO12 pada level 3, sedangkan DSS03 dan DSS04 pada level 2. Sementara itu, tingkat kapabilitas yang diharapkan untuk kelima proses tersebut adalah level 4. GAP analysis menunjukkan adanya kesenjangan pada APO12 (1 level), DSS03 (2 level), dan DSS04 (2 level), yang menjadi fokus utama perbaikan tata kelola TI di BMKG Stasiun Meteorologi Malikussaleh.   Kata kunci: Teknologi Informasi; Evaluasi; Tingkat Kapibilitas; COBIT 2019; Kesenjangan; Tata Kelola TI

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN AKTIF LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA DI SD NEGERI 018 RAMBAH SAMO

Alfaro, Fhardlon, Wahyudi, Sri, Chandra, Detri Amelia, Muslim, Muslim
Abstract: Abstract: This study aims to analyze the effectiveness of the Active Learning model in improving mathematics learning outcomes among elementary school students. The research is motivated by the low levels of student participation… icipation and academic achievement, particularly in mathematics, which remains below the minimum competency threshold. A quantitative approach was employed using a pre-experimental design of the One-Group Pretest-Posttest Design type, involving 23 fourth-grade students at SD Negeri 018 Rambah Samo as research subjects. Data collection instruments included mathematics learning outcome tests, student activity observation sheets, and implementation observation sheets for the Active Learning model. The findings revealed that the average pre-test score was 61.087, which increased to 77.608 in the post-test. The calculated normalized gain (N-gain) score of 0.425 falls into the moderate category, indicating that the Active Learning model is fairly effective in enhancing students’ mathematics achievement. Moreover, the percentage of students achieving mastery rose from 17.39% to 65.22% after the implementation of the model. Observational data also indicated a significant increase in student engagement during lessons, and teachers were able to implement each stage of the learning model in a structured and consistent manner. Therefore, the Active Learning model is considered a viable instructional strategy to improve mathematics learning outcomes in elementary education.   Keyword: Active Learning, Learning Outcomes, N-gain   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model pembelajaran Active Learning dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa sekolah dasar. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya partisipasi aktif dan capaian belajar siswa yang masih di bawah standar ketuntasan minimal, khususnya pada mata pelajaran matematika. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimen tipe One-Group Pretest-Posttest Design, melibatkan 23 siswa kelas IV SD Negeri 018 Rambah Samo sebagai subjek penelitian. Instrumen pengumpulan data meliputi tes hasil belajar matematika, lembar observasi keaktifan siswa, dan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai pre-test siswa adalah 61,087 dan meningkat menjadi 77,608 pada post-test. Nilai normalized gain (N-gain) yang dihitung berdasarkan rerata skor sebesar 0,425 tergolong dalam kategori sedang, yang menunjukkan bahwa model Active Learning cukup efektif dalam meningkatkan hasil belajar matematika. Persentase ketuntasan siswa juga meningkat dari 17,39% menjadi 65,22% setelah diterapkannya model pembelajaran ini. Selain itu, hasil observasi menunjukkan bahwa siswa lebih aktif dalam proses pembelajaran dan guru mampu melaksanakan tahapan pembelajaran secara terstruktur. Dengan demikian, model pembelajaran Active Learning layak untuk diterapkan sebagai strategi alternatif dalam pembelajaran matematika di jenjang sekolah dasar.   Kata kunci: Active Learning, hasil belajar, N-gain

PEMANFAATAN TEKNOLOGI CLOUD UNTUK MENDUKUNG ADMINISTRASI DAN PELAYANAN PUBLIK DI DESA

Saragih, Reagan Surbakti, Pardede, Ferri Ojak Immanuel, Silaban, Ema Doloris
Abstract: Abstract: The utilization of cloud technology in village administration and public services has brought significant changes in financial management, information transparency, and service efficiency. This study aims to analyze… alyze the implementation of cloud computing at the village level, particularly in enhancing accountability, efficiency, and community participation. A mixed-methods approach was applied, combining literature review, field observations, semi-structured interviews, and questionnaires distributed to village officials and local residents. The findings reveal that cloud computing improves the speed of administrative services, reduces information technology infrastructure costs, and strengthens public accountability. However, several challenges remain, including limited internet infrastructure, low digital literacy among village officials, and resistance to shifting from manual to digital administrative systems. In conclusion, cloud technology holds great potential to support more transparent and accountable village governance, but its implementation requires strategies adapted to the specific conditions of rural areas.   Keywords: Cloud Computing, Public Administration, Transparency, Digital Village, Public Services   Abstrak: Pemanfaatan teknologi cloud dalam administrasi dan pelayanan publik di desa telah membawa perubahan signifikan pada pengelolaan keuangan, transparansi informasi, dan efisiensi layanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan teknologi cloud di tingkat desa, khususnya dalam meningkatkan akuntabilitas, efisiensi, serta keterlibatan masyarakat. Metode penelitian menggunakan pendekatan campuran (mixed methods) melalui studi literatur, observasi lapangan, wawancara semi-terstruktur, dan penyebaran kuesioner kepada aparatur desa serta masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan cloud computing mampu meningkatkan kecepatan layanan administrasi, mengurangi biaya infrastruktur teknologi informasi, serta memperkuat akuntabilitas publik. Namun, tantangan yang dihadapi adalah keterbatasan infrastruktur internet, rendahnya literasi digital aparatur desa, dan resistensi terhadap perubahan sistem administrasi manual ke digital. Kesimpulannya, teknologi cloud memiliki potensi besar untuk mendukung tata kelola desa yang lebih transparan dan akuntabel, namun membutuhkan strategi implementasi yang disesuaikan dengan kondisi desa.   Kata kunci: Cloud Computing, Administrasi Publik, Transparansi, Desa Digital, Pelayanan Publik