Search Articles & Publications

Showing 1779 articles found for "Finding"

PENGARUH OPTIMALISASI SELF-REGULATED LEARNING TERHADAP KINERJA AKADEMIK MAHASISWA DALAM PEMBELAJARAN DARING

Fathan, Naufal, Winarno, Winarno, Azizah, Fahriza Nurul, Kurnia, Iin
Abstract: Abstract: This study aims to analyze the effect of optimizing self-regulated learning (SRL) on students’ academic performance in online learning. The development of online learning systems following the COVID-19 pandemic… andemic has posed new challenges for students, such as low learning motivation, limited engagement, and difficulties in time management. Optimizing SRL is considered a key strategy to overcome these issues. This research uses a quantitative approach with a correlational survey design. Data were obtained from a standardized and validated SRL questionnaire, along with students' Grade Point Average (GPA) as an indicator of academic performance. The data were analyzed using Pearson correlation with the assistance of SPSS Statistics 23. The results show a significant positive relationship between optimized SRL and students’ academic performance. The higher the students’ SRL level, the better their academic performance in online learning. These findings highlight that optimizing SRL can be a crucial strategy to enhance students' academic success in online learning environments at the university level.   Keyword: Self-regulated learning, online learning, academic performance, university students, Pearson correlation.   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh optimalisasi self-regulated learning (SRL) terhadap kinerja akademik mahasiswa dalam pembelajaran daring. Perkembangan sistem pembelajaran daring setelah pandemi COVID-19 menghadirkan tantangan baru bagi mahasiswa, seperti rendahnya motivasi belajar, keterlibatan yang minim, serta kesulitan dalam pengelolaan waktu. Optimalisasi SRL dipandang sebagai salah satu strategi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei korelasional. Data diperoleh melalui kuesioner SRL yang telah terstandarisasi dan tervalidasi, serta data Indeks Prestasi Semester (IPS) mahasiswa sebagai indikator kinerja akademik. Analisis dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson dengan bantuan perangkat lunak SPSS Statistics 23. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara tingkat optimalisasi SRL dan kinerja akademik mahasiswa. Semakin tinggi tingkat SRL mahasiswa, semakin baik pula kinerja akademiknya dalam pembelajaran daring. Temuan ini menegaskan bahwa optimalisasi SRL dapat menjadi strategi penting untuk meningkatkan keberhasilan akademik mahasiswa dalam konteks pembelajaran daring di perguruan tinggi.   Kata kunci: Self-regulated learning, pembelajaran daring, kinerja akademik, mahasiswa, korelasi Pearson.

RAGAM BAHASA GURU DALAM INTERAKSI KELAS: STUDI KASUS PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI MAS BAHRUL ULUUM AL-KAMAL

Sirait, Zulkarnain, Akmal, Akmal
Abstract: Abstract: This study aims to examine the varieties of language used by Indonesian language teachers in classroom interactions at MAS Bahrul Uluum Al-Kamal, Asahan Regency. It investigates the forms, pragmatic functions,… and contextual factors influencing the teacher's language choices. The research employed a descriptive qualitative approach with a case study design. Data were collected through participatory observation, audio-video recordings, in-depth interviews, and document analysis. Data analysis followed Miles and Huberman’s interactive model, consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that teachers employed three primary language varieties: formal, consultative, and casual. Formal language was dominant in delivering lessons and explaining linguistic rules, while consultative and casual varieties emerged during discussions and classroom management. Code-switching and code-mixing phenomena were also identified, involving shifts between Indonesian, regional languages (Melayu and Javanese), and Arabic, especially in religious or culturally significant expressions. These shifts were found to be strategic rather than arbitrary, aimed at enhancing meaning, emotional engagement, and cultural relevance. In terms of pragmatic functions, the teacher’s utterances reflected six functions based on Halliday’s taxonomy: representational, heuristic, interactional, personal, instrumental, and imaginative. Factors influencing language choices included students’ ethnic backgrounds, instructional objectives, cultural-religious context, and the teacher's teaching experience. The use of consultative and casual registers positively impacted student participation and comfort, although it raised concerns regarding the imitation of informal styles in formal academic writing. To address this, a reflective strategy—such as formal language recapitulation at the end of lessons—is recommended. Overall, the study highlights that teacher language variety is not merely a linguistic variation but a pedagogical medium laden with social, cultural, and educational implications, playing a crucial role in shaping students' literacy habits and classroom atmosphere.   Keywords: Language Variety; Code-Switching; Classroom Interaction Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji ragam bahasa yang digunakan guru Bahasa Indonesia dalam interaksi kelas di MAS Bahrul Uluum Al-Kamal, Kabupaten Asahan, dengan menelaah bentuk, fungsi pragmatis, serta faktor-faktor yang memengaruhi pemilihannya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, rekaman audio-video, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Analisis dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan tiga ragam bahasa utama, yaitu ragam resmi, konsultatif, dan santai. Ragam resmi dominan dalam pengantar dan penjelasan materi, sedangkan ragam konsultatif dan santai muncul dalam diskusi serta pengelolaan suasana kelas. Fenomena alih kode dan campur kode juga ditemukan dalam bentuk peralihan antara Bahasa Indonesia, bahasa daerah (Melayu dan Jawa), serta bahasa Arab. Penggunaan variasi ini bersifat strategis untuk memperjelas makna, membangun kedekatan afektif, serta menyesuaikan konteks kultural religius pesantren. Dari segi fungsi pragmatis, tuturan guru mencakup enam fungsi menurut klasifikasi Halliday: representasional, heuristik, interaksional, personal, instrumental, dan imajinatif. Faktor-faktor penentu dalam pemilihan ragam meliputi latar etnis siswa, tujuan instruksional, budaya lokal, serta pengalaman mengajar guru. Penggunaan ragam konsultatif dan santai terbukti meningkatkan partisipasi dan kenyamanan siswa, namun menimbulkan risiko imitasi gaya informal dalam konteks akademik formal. Oleh karena itu, disarankan strategi reflektif seperti rekapitulasi dengan ragam baku di akhir sesi pembelajaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ragam bahasa guru dalam kelas adalah sarana pedagogik yang tidak hanya mencerminkan variasi linguistik, tetapi juga mengonstruksi dinamika sosial, budaya, dan pembentukan habitus literasi siswa.   Kata kunci: Ragam Bahasa; Alih Kode; Interaksi Kelas

PERAN PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA DALAM MENINGKATKAN KEPATUHAN PEMUDA TERHADAP KAIDAH BAHASA BAKU

Sirait, Zulkarnain, Akmal, Akmal
Abstract: Abstract: This study aims to analyze the role of Indonesian language education in enhancing youth compliance, particularly among university students, with the norms of standard language usage. The background of this research… arch is based on the phenomenon of declining use of standard language among young people due to the influence of digital culture and informal communication that dominates daily life. The study employs a descriptive qualitative approach, with data collection techniques including observation, in-depth interviews, and analysis of academic documents. The research subjects consist of 20 students from the Information Systems Study Program at Royal University who have taken the Indonesian language course. The findings reveal that Indonesian language education contributes positively to students’ theoretical understanding of standard language norms. However, a gap remains between knowledge and practice. Contributing factors include the dominance of non-standard language in social environments, the lack of emphasis on language aspects in non-language courses, and inconsistency among lecturers in using standard language. The study recommends the need for a more contextual, applicative, and systemic approach to support the consistent use of standard language in both academic and social contexts among students.   Keywords: Standard language; Indonesian language education; language compliance. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan Bahasa Indonesia dalam meningkatkan kepatuhan pemuda, khususnya mahasiswa, terhadap kaidah bahasa baku. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada fenomena menurunnya penggunaan bahasa baku di kalangan pemuda akibat pengaruh budaya digital dan komunikasi informal yang mendominasi kehidupan sehari-hari. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen akademik. Subjek penelitian adalah 20 mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Universitas Royal yang telah mengikuti mata kuliah Bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Bahasa Indonesia memberikan kontribusi positif terhadap pemahaman teoretis mahasiswa mengenai bahasa baku, namun masih terdapat kesenjangan antara pengetahuan dan praktik. Faktor-faktor seperti dominasi bahasa nonbaku dalam lingkungan sosial, kurangnya penilaian aspek kebahasaan dalam mata kuliah non-bahasa, serta ketidakkonsistenan dosen dalam penggunaan bahasa baku turut memengaruhi rendahnya kepatuhan mahasiswa. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pendekatan pembelajaran yang lebih kontekstual, aplikatif, dan sistemik dalam mendukung penggunaan bahasa baku secara konsisten dalam kehidupan akademik maupun sosial mahasiswa.   Kata kunci: Bahasa baku; pendidikan Bahasa Indonesia; kepatuhan berbahasa.

PENERAPAN METODE TEOREMA BAYES DALAM IDENTIFIKASI DAN PENANGANAN PENYAKIT KANDUNGAN

Purnomo, Nopi, Wardana, Bendra, Yuliana, Devi, Rasyid, M., Hasibuan, Riska Ardilla
Abstract: Abstract: Expert systems, a branch of Artificial Intelligence (AI), are designed to represent expert knowledge within a computer system, allowing users to receive solutions as if consulting a human expert. In developing… expert systems, an appropriate method is required, one of which is the Bayes Theorem. This method is used to calculate the probability of an event based on available observational data, enabling more accurate disease diagnosis based on patient symptoms. This study applies the Bayesian approach to address uncertainty in identifying gynecological diseases through conditional probability calculations. The data processing results show the probability distribution of various gynecological conditions, including: Anemia (75.38%), Hypertension (14.77%), Placenta Previa (5.00%), Premature Birth (3.00%), Hypotension (0.92%), Hyperemesis Gravidarum (0.63%), Ectopic Pregnancy (0.17%), Ovarian Cyst (0.12%), Uterine Cancer (0.002%), and Endometriosis (0.001%). Based on the findings, anemia is the most commonly experienced condition among pregnant women. Anemia can lead to fatigue, dizziness, fetal developmental disorders, and even premature labor. Therefore, it is recommended to consume iron-rich foods and undergo regular prenatal check-ups to monitor hemoglobin levels and prevent further complications.   Keywords: Expert Systems, Identification, obstetric disease, Bayes Theorem.   Abstrak: Sistem pakar, yang merupakan bagian dari cabang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), dirancang untuk merepresentasikan pengetahuan seorang pakar ke dalam sistem komputer sehingga pengguna dapat memperoleh solusi seolah-olah berkonsultasi langsung dengan pakar. Dalam pengembangan sistem pakar, dibutuhkan metode yang tepat, salah satunya adalah metode Teorema Bayes. Metode ini digunakan untuk menghitung probabilitas suatu kejadian berdasarkan data observasi yang tersedia, sehingga proses diagnosis penyakit dapat dilakukan secara lebih akurat berdasarkan gejala yang dialami pasien. Penelitian ini menerapkan pendekatan Teorema Bayes untuk menangani ketidakpastian dalam proses identifikasi penyakit kandungan melalui perhitungan probabilitas bersyarat. Hasil pengolahan data menunjukkan distribusi probabilitas beberapa jenis penyakit kandungan, di antaranya: Anemia (75,38%), Hipertensi (14,77%), Plasenta Previa (5,00%), Prematur (3,00%), Hipotensi (0,92%), Hyperemesis Gravidarum (0,63%), Kehamilan Ektopik (0,17%), Kista Ovarium (0,12%), Kanker Rahim (0,002%), dan Endometriosis (0,001%). Dari hasil tersebut, anemia merupakan kondisi paling dominan yang dialami ibu hamil. Anemia berisiko menyebabkan kelelahan, pusing, hambatan perkembangan janin, hingga kelahiran prematur. Oleh karena itu, penanganan yang disarankan meliputi konsumsi makanan kaya zat besi serta pemeriksaan kehamilan secara rutin untuk memantau kadar hemoglobin dan mencegah komplikasi lebih lanjut.   Kata kunci: Sistem Pakar, Identifikasi, Penyakit Kandungan, Teorema Bayes.

PERAN MASYARAKAT MELALUI SUBTRACK DALAM PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA AMPEL SURABAYA BERBASIS SEJARAH

Sari, Diah Novita Evi, Prakoso, Aditha Agung, Syamsu, Moch Nur
Abstract: Abstract: This study aims to analyze the management of the Sunan Ampel tourist area in Surabaya by highlighting the role of the community in the spatial, cultural, and historical context of the area. The phenomena that occur… ccur in this area include the pressure of modernization that threatens the spatial uniqueness of the cultural heritage area, as well as the imbalance between the great potential of the site as a cultural heritage and suboptimal management. Other problems include land use density, low accessibility, overlapping land functions, and minimal attention to environmental sustainability and balanced spatial management. In addition, tourism management that is not integrated enough between the community, government, and private sector is also an obstacle. Through a qualitative approach, data were collected using field observations, in-depth interviews, and documentation, which were then analyzed using NVivo and a theory-based spatial approach. The findings show that the role of local communities through subtracks—micro paths resulting from social adaptation—plays an important role in maintaining the continuity of historical functions and tourism activities. This study concludes that management of history-based areas requires active collaboration between the community, government, and local business actors with an adaptive and sustainable spatial approach. Keywords: Spatial Planning, Community Participation   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan kawasan wisata Sunan Ampel di Surabaya dengan menyoroti peran masyarakat dalam konteks spasial, budaya, dan sejarah kawasan. Fenomena yang terjadi di kawasan ini mencakup tekanan modernisasi yang mengancam keunikan spasial kawasan warisan budaya, serta ketimpangan antara potensi besar situs sebagai warisan budaya dan pengelolaan yang belum optimal. Permasalahan lainnya meliputi kepadatan penggunaan lahan, aksesibilitas yang rendah, tumpang tindih fungsi lahan, serta minimnya perhatian terhadap keberlanjutan lingkungan dan pengelolaan ruang yang seimbang. Selain itu, pengelolaan wisata yang kurang terintegrasi antara masyarakat, pemerintah, dan sektor swasta juga menjadi kendala. Melalui pendekatan kualitatif, data dikumpulkan menggunakan observasi lapangan, wawancara mendalam, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis menggunakan NVivo dan pendekatan spasial berbasis teori. Temuan menunjukkan bahwa peran masyarakat lokal melalui subtrack—jalur mikro hasil adaptasi sosial—berperan penting dalam menjaga kelangsungan fungsi historis dan aktivitas wisata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan kawasan berbasis sejarah memerlukan kolaborasi aktif antara masyarakat, pemerintah, dan pelaku usaha lokal dengan pendekatan spasial yang adaptif dan berkelanjutan.   Kata kunci: Perencanaan Spasial, Partisipasi Masyarakat

MARKETING COMMUNICATION TO ENHANCE BRAND IMAGE AT HOTEL FAIRFIELD BY MARRIOTT BALI LEGIAN

Dewi, Komang Tri Herlina, Sagitarini, Luh Linna, Armoni, Ni Luh Eka
Abstract: This istudy aimed to explore how marketing communications are implemented at the Fairfield by Marriott Bali Legian Hotel and to analyze how these efforts influence the hotel's brand image. The research used a quantitative… e method through simple linear regression analysis, supported by a qualitative approach involving structured interviews. The findings show that the hotel has implemented its marketing communications strategy very effectively. In particular, the use of Instagram has generated strong engagement from followers on the official account, @fairfieldbalilegian. This is further supported by an increase in the account’s performance metrics, as measured using the website phlanx.com. Data analysis reveals that marketing communication plays i a significant i role i in enhancing i the hotel’s brand image. The simple regression analysis produced a constant value of 13.420 and a regression coefficient of 0.777, indicating that for every one-unit increase in marketing communication efforts, the brand image improves by 0.777 units. Furthermore, the coefficient of determination (R²) was found to be 0.794. This means that 79.4% of the hotel’s brand image is influenced by marketing communication activities, while the remaining i 20.6% is affected by other i factors

PEMAJAKAN EKONOMI DIGITAL DI INDONESIA: TANTANGAN KONSEPTUAL DAN YURIDIS DALAM PENERAPAN SIGNIFICANT ECONOMIC PRESENCE

Hidayat, Agi Attaubah, Anwari, Amalia Nur, Sugiarti, Lilis Diah, Zulvia, Ransya Ayu, Najmudin, Nandang
Abstract: The digital economy transformation challenges the relevance of the Permanent Establishment principle in Indonesia’s tax system. As a response, the Significant Economic Presence (SEP) concept was introduced to tax foreign… foreign digital entities without physical presence. This study aims to examine the conceptual and legal challenges in implementing SEP in Indonesia. The method used is normative-juridical with statutory and conceptual approaches. The findings reveal that SEP implementation faces legal uncertainty, conflicts between domestic and international norms, and lacks clear technical parameters. While SEP holds potential for promoting fiscal justice, its ambiguous legal basis risks creating discrimination unless supported by regulatory reform and international cooperation. This study highlights the urgency of harmonizing tax laws and strengthening institutional capacity to meet global digital taxation challenges.

AN ANALYSIS OF LEARNERS’ MISTAKES IN USING SIMPLE PAST TENSE IN WRITING CLASS AT MTsN 2 SURAKARTA

sigmawati, ambar herning, sujito, sujito
Abstract: This research aimed to explore the most common errors made by students when applying the simple past tense in their writing, as well as to investigate the factors contributing to these inaccuracies. A qualitative approach… h was employed, as the researcher sought to analyze learners’ difficulties in using the simple past tense. Based on the findings, it was revealed that these errors primarily stemmed from the students’ lack of comprehension regarding the simple past tense material.

PERBANDINGAN KINERJA K-NN DAN NAIVE BAYES DALAM TATA KELOLA TEKNOLOGI INFORMASI UNTUK MENGANALISA TINGKAT KEPUASAN PENGGUNA APLIKASI SHOPEE

Wahyudi, Muhammad, Novelan, Muhammad Syahputra
Abstract: Abstract: The rapid growth of the e-commerce industry in Indonesia compels companies to actively evaluate customer satisfaction through tingkat kepuasant analysis of app reviews. This study aims to compare the effectiveness… ess of the K-Nearest Neighbors (K-NN) and Naive Bayes algorithms in assessing user satisfaction levels of the Shopee app as a component of IT governance. The research data comprises 2,000 samples of Shopee user reviews collected from Google Play Store and App Store, classified into five rating categories: excellent, good, fair, poor, and bad, based on textual content analysis. The preprocessing stage involved text cleaning (removing stopwords and punctuation), feature extraction using TF-IDF, and an 80:20 split of the dataset (training and testing). The analysis revealed significant differences between the two algorithms. K-NN achieved an accuracy of 54% with the optimal parameter *K=5*, while Naive Bayes demonstrated superior performance with 98% accuracy. The low accuracy of K-NN is suspected to stem from its sensitivity to data imbalance and noise in text features, whereas Naive Bayes, with its probabilistic foundation, better handles the sparse characteristics of review data. These findings emphasize the criticality of selecting appropriate algorithms in IT governance for user satisfaction analysis. Naive Bayes is recommended as the optimal approach for text classification in e-commerce reviews, while K-NN requires refinement through techniques such as feature normalization or class imbalance handling. The study also highlights the need to integrate adaptive models, such as deep learning, to enhance accuracy in complex scenarios. For future research, expanding data scope or implementing multilingual analysis could serve as strategic steps to improve result generalization.   Keywords: K-NN, Naive Bayes, E-commerce, user satisfaction, IT governance, Shopee. Abstrak: Perkembangan yang cepat dalam industri e-commerce di Indonesia mendorong perusahaan untuk secara aktif mengevaluasi kepuasan pelanggan melalui analisis kepuasan pelanggan dari ulasan aplikasi. Studi ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas algoritma K-Nearest Neighbors (K-NN) dan Naive Bayes dalam menilai tingkat kepuasan pengguna aplikasi Shopee sebagai komponen tata kelola teknologi informasi. Data penelitian mencakup 2000 sampel ulasan pengguna Shopee yang diambil dari Google Play Store dan App Store, dengan klasifikasi penilaian 5 kategori yaitu sangat puas, puas, cukup puas, kurang puas dan buruk pada konten teks. Proses pra-pemrosesan data melibatkan pembersihan teks (menghilangkan kata penghubung, tanda baca), ekstraksi ciri menggunakan TF-IDF, serta pembagian dataset menjadi 80% pelatihan dan 20% pengujian. Hasil analisis mengungkapkan perbedaan yang signifikan antara kedua algoritma. K-NN mencapai akurasi 58,50% dengan parameter *K=5*, sementara Naive Bayes menunjukkan performa lebih unggul dengan akurasi 100%. Rendahnya akurasi K-NN diduga berasal dari kepekaan algoritma terhadap ketidakseimbangan data dan gangguan pada fitur teks, sedangkan Naive Bayes, yang berbasis probabilitas, lebih mampu mengatasi karakteristik data yang jarang (sparse) dalam ulasan. Temuan ini menekankan pentingnya pemilihan algoritma yang sesuai dalam tata kelola TI untuk analisis kepuasan pengguna. Naive Bayes direkomendasikan sebagai pendekatan optimal untuk klasifikasi teks pada ulasan e-commerce, sedangkan K-NN perlu disempurnakan melalui teknik seperti normalisasi fitur atau penanganan ketidakseimbangan kelas. Studi ini juga mengidentifikasi perlunya integrasi model adaptif, seperti deep learning, untuk meningkatkan akurasi dalam skenario yang lebih kompleks. Untuk penelitian mendatang, perluasan cakupan data atau penerapan analisis multibahasa dapat menjadi langkah strategis guna meningkatkan generalisasi hasil.   Kata kunci: K-NN, Naive Bayes, E-commerce, Kepuasan Pengguna, Tata Kelola TI, Shopee.

PEMETAAN PILIHAN LULUSAN SMK PANCA BUDI MEDAN MENGGUNAKAN ALGORITMA K-MEANS DAN VISUALISASI DATA

Indrayani, Maida, Iqbal, Muhammad, Nasution, Darmeli
Abstract: Abstract: This research maps the career choices of SMK Panca Budi Medan graduates using the K-Means algorithm and data visualization. The study included 219 graduates from 2024 across eight study programs. The majority (44.7%)… 44.7%) chose to work, followed by 32.0% who pursued higher education, 16.4% were undecided, and 6.8% became entrepreneurs. Graduates with higher average report card scores tended to continue their studies, while those with lower scores often opted to work or were undecided. The K-Means algorithm successfully clustered graduates, with Cluster 1.0 showing the highest academic potential (average score: 94.60). The findings provide strategic recommendations for the school, including intensifying career guidance for undecided graduates, strengthening higher education pathways for high-achievers, accelerating entrepreneurship incubators, and implementing personalized alumni coaching based on clustering analysis.   Keywords: Tracer Study, K-Means, Data Visualization, SMK, Alumni Outcomes Abstrak: Penelitian ini memetakan pilihan karier lulusan SMK Panca Budi Medan menggunakan algoritma K-Means dan visualisasi data. Studi melibatkan 219 lulusan tahun 2024 dari delapan program studi. Sebagian besar lulusan (44,7%) memilih langsung bekerja, diikuti oleh 32,0% yang melanjutkan kuliah, 16,4% "belum tahu", dan 6,8% berwirausaha. Alumni dengan rata-rata nilai rapor tertinggi cenderung melanjutkan kuliah, sedangkan yang lebih rendah umumnya memilih bekerja atau belum memiliki rencana. Algoritma K-Means berhasil mengelompokkan lulusan, dengan cluster 1.0 merepresentasikan potensi akademik tertinggi (rata-rata nilai: 94,60). Temuan ini menghasilkan rekomendasi strategis bagi sekolah, meliputi pengintensifan program bimbingan karier, penguatan jalur kuliah bagi siswa berprestasi tinggi, akselerasi pengembangan inkubator wirausaha, serta implementasi pembinaan alumni berbasis personalisasi dari hasil clustering.   Kata kunci: Tracer Study, K-Means, Visualisasi Data, SMK, Outcome Alumni