Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas produk dan konten promosi terhadap loyalitas konsumen dengan kepuasan konsumen sebagai variabel mediasi pada TikTok Kalisha Official di Singaparna, Tasikmalaya.…
a. Latar belakang penelitian ini didasari oleh fenomena meningkatnya aktivitas perdagangan melalui media sosial, namun loyalitas konsumen masih belum menunjukkan peningkatan yang signifikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan verifikatif. Teknik analisis data menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Square (SEM-PLS) melalui aplikasi SmartPLS 4. Sampel penelitian terdiri dari 96 responden yang merupakan konsumen aktif TikTok Kalisha Official. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas produk dan konten promosi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen. Namun, pengaruh langsung kualitas produk dan konten promosi terhadap loyalitas konsumen ditemukan tidak signifikan. Sebaliknya, kepuasan konsumen memiliki peran mediasi yang penting dan signifikan dalam menjembatani pengaruh kedua variabel tersebut terhadap loyalitas. Temuan ini mengindikasikan bahwa upaya peningkatan loyalitas konsumen sebaiknya difokuskan pada peningkatan kepuasan melalui kualitas produk dan penyajian konten promosi yang sesuai dengan ekspektasi audiens.
Abstract:Fenomena meningkatnya penggunaan TikTok sebagai media promosi dan penjualan menghadirkan peluang besar bagi berbagai brand, termasuk Puntang Coffee. Namun, strategi digital marketing yang diterapkan oleh Puntang Coffee menunjukkan…
enunjukkan adanya penurunan efektivitas, terlihat dari inkonsistensi performa konten dan rendahnya capaian brand awareness. Beberapa penelitian terdahulu telah membuktikan efektivitas digital marketing dalam meningkatkan daya saing UMKM, membangun brand awareness, dan memperkuat loyalitas pelanggan melalui media sosial. Akan tetapi, sebagian besar penelitian tersebut berfokus pada Instagram atau platform digital lain, sehingga belum banyak yang mengkaji secara mendalam strategi digital marketing berbasis TikTok pada brand kopi premium. Inovasi penelitian ini adalah menganalisis strategi digital marketing Puntang Coffee melalui TikTok dengan pendekatan Integrated Marketing Communication (IMC), yang menekankan storytelling, keaslian konten, identitas merek, serta pemanfaatan fitur TikTok Shop dan hashtag khas #PantangPulangTanpaKopiPuntang. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan perencanaan, implementasi, dan evaluasi strategi digital marketing Puntang Coffee dalam membangun brand awareness di TikTok. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dengan metode kualitatif studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model analisis tematik Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi Puntang Coffee terbukti mampu menjaga eksistensi merek dan meningkatkan interaksi audiens melalui konten kreatif berbasis tren TikTok. Namun, keberhasilan tersebut masih menghadapi tantangan berupa konsistensi dan keberlanjutan inovasi konten agar pertumbuhan brand awareness dapat dipertahankan di tengah persaingan digital yang semakin ketat. Kata kunci: Digital Marketing, Brand Awareness, TikTok, Puntang Coffee, IMC
Abstract:This study aims to explore students’ perceptions of the effectiveness of using canva in designing lecture presentations. The background of this study stems from the rapid development of digital technology that encourages…
es the use of design applications as a means of supporting the learning process. The research method used was a quantitative survey involving 30 students as respondents who were selected purposively, namely those who had direct experience using canva. The data collection instrument was a Likert scale questionnaire with 20 statements covering aspects of ease of use, time efficiency, quality and creativity, academic benefits, collaboration, limitations, and satisfaction levels. The results showed that the majority of students had a positive view of using canva. This application was considered easy to operate even without in-depth design skills, helping to speed up the preparation of presentations, while also improving the quality and creativity of the display. In addition, canva is considered to provide real academic benefits, support collaboration, and encourage the exploration of diverse visual styles. However, there are still a number of weaknesses, such as the limitations of the free version, visual designs that are considered less suitable for formal academic contexts, and a small number of students who feel that their creative space is limited. From this research, it can be concluded that canva can be used as an alternative medium to support the learning process in higher education, particularly in developing students' presentation skills. Lecturers and educational institutions can also utilize canva as an innovative learning tool that encourages creativity, collaboration, and improves the quality of material delivery. In addition, the results of this study can be used as a basis for developing policies on the use of digital media in academic activities that are more effective and relevant to students' needs.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi mahasiswa mengenai efektivitas penggunaan canva dalam merancang presentasi perkuliahan. Latar belakang kajian ini berangkat dari pesatnya perkembangan teknologi digital yang mendorong pemanfaatan aplikasi desain sebagai sarana penunjang proses pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah survey kuantitatif yang melibatkan 30 mahasiswa sebagai responden yang dipilih secara purposive, yakni mereka yang memiliki pengalaman langsung menggunakan canva. Instrumen pengumpulan data berupa angket skala Likert dengan 20 butir pernyataan yang mencakup aspek kemudahan penggunaan, efisiensi waktu, kualitas dan kreativitas, manfaat akademik, kolaborasi, keterbatasan, serta tingkat kepuasan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa mayoritas mahasiswa memiliki pandangan positif terhadap penggunaan canva. Aplikasi ini dinilai mudah dioperasikan meskipun tanpa keahlian desain yang mendalam, membantu mempercepat penyusunan presentasi, sekaligus meningkatkan mutu dan kreativitas tampilan. Selain itu, canva dianggap memberi manfaat akademik nyata, mendukung kerja sama, dan mendorong eksplorasi gaya visual yang beragam. Meski demikian, masih ditemukan sejumlah kelemahan, seperti keterbatasan fitur versi gratis, desain visual yang dinilai kurang sesuai untuk konteks akademik formal, serta sebagian kecil mahasiswa yang merasa ruang berkreasi mereka terbatasi. Dari penelitian ini dapat ditemukan bahwa canva dapat dijadikan media alternatif untuk menunjang proses pembelajaran di perguruan tinggi, khususnya dalam pengembangan keterampilan presentasi mahasiswa. Dosen dan institusi pendidikan juga dapat memanfaatkan canva sebagai sarana pembelajaran inovatif yang mendorong kreativitas, kolaborasi, serta peningkatan kualitas penyampaian materi. Selain itu, hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi pengembangan kebijakan penggunaan media digital dalam kegiatan akademik yang lebih efektif dan relevan dengan kebutuhan mahasiswa.
Abstract:Implementasi Kebijakan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kuapan adalah untuk meningkatkan kemakmuran masyarakat desa dengan mengelola sumber daya lokal. BUMDes Kuapan didirikan untuk mengelola dan mengembangkan potensi desa…
a dengan tujuan meningkatkan pendapatan dan kualitas hidup masyarakat. Dalam hal ini, tujuan kebijakan BUMDes Kuapan adalah untuk mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan dan meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pengambilan keputusan. Namun, implementasi kebijakan ini masih menghadapi beberapa masalah. Ini termasuk keterbatasan sumber daya, kegagalan manajemen, dan partisipasi masyarakat yang belum optimal. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pelaksanaan kebijakan BUMDes Kuapan dan menemukan komponen yang memengaruhi keberhasilannya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara,observasi,dan dokumentasi. Pengumpulan data,reduksi data,penyajian data dan penarikan kesimpulan yang dilakukan pada teknik analisis data. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori George Edward III dengan empat indikator, yakni komunikasi, Sumber Daya, Disposisi, dan Struktur Birokrasi. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa Implementasi Kebijakan Tentang Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Kuapan Kecamatan Tambang belum terlaksana dengan baik. Faktor yang menjadi penghambat dalam Implementasi Kebijakan Tentang Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)Desa Kuapan ialah keterbatasan sumber daya manusia,kurangnya sosialisasi dan komunikasi serta persaingan usaha yang ketat.
Abstract:This socialization activity aimed to introduce the use of CorelDRAW as a graphic editing tool among university students. CorelDRAW was chosen because it is easy to use, flexible, and supports various design needs such as…
logo creation, posters, flyers, and visual illustrations. The activity was conducted using a descriptive qualitative approach with a participatory method, where students not only received material but also practiced directly. The program involved 12 students and took place at Universitas Pangeran Antasari. The results showed that most participants understood the material well, particularly in recognizing the interface and basic vector drawing techniques. This activity proved to be helpful in improving students' communicative visual design skills to support both academic and organizational purposes.
Abstract:Pengembangan dan inovasi kurikulum merupakan elemen kunci dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Dalam menghadapi perubahan zaman dan tantangan global, sistem pendidikan Indonesia telah mengalami berbagai reformasi…
masi kurikulum, seperti Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), Kurikulum 2013 (K13), hingga konsep Merdeka Belajar. Setiap kurikulum dirancang untuk menciptakan peserta didik yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan mampu bersaing secara global. Inovasi seperti kebijakan Full-Day School dan Merdeka Belajar mencerminkan upaya penggabungan antara pendidikan akademik dan pembentukan karakter. Dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI), penyusunan silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) memiliki peranan penting dalam menanamkan nilai-nilai keislaman yang kontekstual dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, inovasi kurikulum bukanlah sebatas revisi administratif, tetapi merupakan langkah strategis dalam menyesuaikan sistem pendidikan dengan kebutuhan zaman, peserta didik, serta nilai-nilai luhur bangsa. Pengembangan kurikulum harus dilaksanakan secara berkelanjutan, partisipatif, dan adaptif agar mampu mencetak generasi yang berilmu, berkarakter, dan relevan dengan tuntutan masa depan.
Abstract:This study aims to determine the influence of public perception on the quality of public services at the Department of Population and Civil Registration (Disdukcapil) of Bogor Regency. The type of research used is descriptive…
ptive quantitative. The population in this study consists of people who carried out administrative services at the Disdukcapil office of Bogor Regency, with a total sample of 100 respondents. Data analysis was conducted using the Weighted Means Score (WMS) method. The results of the study show that: (1) The highest average score from the analysis of public service quality indicators was the indicator related to “technical service requirements at Disdukcapil being easy to understand by the public,” which obtained an average value of 3.50, categorized as good. Another high indicator was “the completion of administrative processes at Disdukcapil on time,” with an average score of 3.55, also categorized as good. Meanwhile, the lowest average score was 3.19, categorized as fairly good, on indicators such as “the public feeling that their security is guaranteed when managing administrative services at Disdukcapil” and “service officers being disciplined in providing services to the community.” (2) The final recapitulation of the analysis across the ten main indicators of public service quality shows that the highest average score was found in the Certainty indicator, with a score of 3.48, categorized as fairly good. On the other hand, the lowest average scores were in the Discipline and Comfort indicators, both with scores of 3.23, also categorized as fairly good. (3) Overall, the average score of all public service quality indicators in this study was 3.34, categorized as fairly good. This indicates that, in general, the public perceives the quality of public services at the Disdukcapil of Bogor Regency to be fairly good. The recommendation given is that Disdukcapil Bogor Regency should further improve the discipline of its officers regarding their presence at the workplace or service counters, as well as their punctuality in serving the community, and also create a more comfortable environment and waiting area for the public accessing services.
Abstract:This study aims to examine the effect of job satisfaction and work motivation on organizational commitment of employees at the Civil Service Police Unit (Satpol PP) of Bogor Regency. The research employed a quantitative…
causal approach with a population of 65 employees working in the Guidance and Inspection Division of Satpol PP Bogor Regency. Data were analyzed using multiple linear regression. The results revealed that, partially, both job satisfaction and work motivation have a significant effect on organizational commitment, as indicated by the t-value being greater than the t-table. Simultaneously, both variables also showed a significant effect with a P Value of 20.706 and Sig. 0.000 < 0.05. The Adjusted R Square value of 0.381 indicates that job satisfaction and work motivation contribute 38.1% to organizational commitment, while the remaining 61.9% is influenced by other factors not examined in this study. The regression equation obtained is Y = 13.869 + 0.271X1 + 0.449X2, which demonstrates a positive influence of both independent variables on organizational commitment. Among the two variables, work motivation was found to be the most dominant factor, with a regression coefficient of 0.449.
Abstract:This study discusses the implementation of Government Goods/Services Procurement Electronically (E-Procurement) from the perspective of Collaborative Governance in Pekanbaru City. The focus of this research is on the effetiveness…
etiveness of e-catalogs, the involvement of local business actors, and cooperation between local government agencies. The aim of this research is to analyze and describe the e-procurement process within a collaborative framework and to identify the obstacles faced. This research uses a descriptive qualitative approach with data collection techinuques through interviews with the local UKPBJ of Pekanbaru City, the Departement of Trade and Industry of Pekanbaru City, the Inspectorate of Pekanbaru dan the Department of Cooperatives and MSMEs of Pekanbaru City. The result of this study indicate that collaboration among actors is on going but not yet optimal, especially in horizontal dimensions. The involvement of local business actors is still limited due to a lack of technical assistance and information. This research recommends strebgthening the role of local governments as facilitators of collaboration, enchancing the capatity of business actors, and fostering synergy between institutions to achieve participatory, transparent procurement using domestic products.
Abstract:This study explores how Bugis-Makassar women construct and navigate plural reproductive knowledge in response to abortus imminens (threatened miscarriage), drawing on Talcott Parsons’ AGIL framework to analyze the sociocultural…
ocultural functions of care practices. Based on ethnographic fieldwork in Makassar, Indonesia, including interviews and participant observation with ten pregnant women, the study reveals that reproductive behavior is shaped by adaptive strategies (A), collective goals (G), moral integration (I), and intergenerational transmission of norms (L). Rather than following a singular medical logic, women mobilize syncretic forms of care that blend biomedical treatment, spiritual rituals, and ancestral taboos. These plural responses reflect not only epistemic hybridity but also reproductive governance enacted through kinship, religious authority, and clinical institutions. Women's agency is expressed not through open resistance, but through strategic moral navigation and embodied alignment with normative expectations—a form of what Mahmood terms the ethics of self-formation. The findings challenge biomedical-centric approaches to maternal health and highlight the need for culturally responsive interventions that respect local logics of risk, protection, and care. This study contributes to sociological debates on medical pluralism, moral regulation, and the reproduction of gendered knowledge in the Global South.