Search Articles & Publications

Showing 1157 articles found for "Belum"

Desain Pelatihan Menggambar Ornamen Bali Sebagai Implementasi Nilai Pendidikan Agama Hindu

Gunada, I Wayan Agus, Yoga Pramana, Ida Bagus Kade
Abstract: Abstract: The community service part of Tri Dharma Higher Education, through devotion then theory in the education process is implemented through activities in the community that benefit and supports community development.… t. The purpose of this writing is to describe one of the programs in community service implemented by the Hindu Religious Education Study Program, STAHN Gde Pudja Mataram in Pasraman Amerta Sanjiwani, Rincung Village which is training to draw Balinese ornaments. Hindus in Rincung Village is still bloody and of Balinese descent, so it certainly still brings Balinese culture in the daily life of its people, based on the results of interviews that children know Balinese ornaments but are not yet adept at drawing them so that through the training process of drawing Balinese ornaments on children in Rincung village to introduce and preserve Hindu cultural values namely Balinese ornaments as ancestral art heritage. The methods used in this service include the process of planning implementation and evaluation wherein the planning emphasizes the strengthening of the design of learning design. Based on this devotional activity, it was obtained as a result that the children in the training to draw Balinese ornaments were very enthusiastic and began to generate motivation to continue preserving the cultural heritage of their ancestors. Through training activities on community service, this can be used as insight and source of information and can be resumed in the next devotional activities.   Keywords : learning, drawing, ornament, Hindu, devotion   Abstrak: Pengabdian kepada masyarakat bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, melalui pengabdian maka teori dalam proses Pendidikan  diimplementasikan melalui kegiatan di masyarakat yang bermanfaat dan menunjang pembangunan masyarakat. Tujuan penulisan ini adalah menggambarkan salah satu program dalam pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh program studi Pendidikan Agama Hindu, STAHN Gde Pudja Mataram di Pasraman Amerta Sanjiwani Desa Rincung yaitu pelatihan menggambar ornamen Bali. Umat Hindu di Desa Rincung masih berdarah dan keturunan suku Bali sehingga tentu masih membawa budaya Bali dalam keseharian masyarakatnya, berdasarkan hasil wawancara bahwa anak-anak mengenal ornamen Bali namun belum mahir untuk menggambarnya sehingga melalui proses pelatihan menggambar ornamen Bali pada anak-anak di desa Rincung  untuk mengenalkan dan melestarikan kembali nilai-nilai budaya yang bernuansa Hindu yaitu ornamen Bali sebagai warisan kesenian leluhur. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah meliputi proses perencanaan pelaksanaan dan evaluasi dimana dalam perencanaannya menekankan kepada penguatan perancangan desain pelatihan. Berdasarkan kegiatan pengabdian ini maka didapatkan hasil bahwa anak-anak dalam pelatihan menggambar ornamen Bali sangatlah antusias dan mulai timbul motivasi untuk terus melestarikan warisan budaya leluhurnya. Melalui kegiatan pelatihan pada pengabdian kepada masyarakat ini dapat dijadikan sebagai suatu wawasan dan sumber informasi dan dapat dilanjutkan kembali dalam kegiatan pengabdian selanjutnya.   Kata Kunci : pembelajaran, menggambar, ornamen, hindu, pengabdian

Pedampingan Penggunaan Sistem Informasi Profil Desa Banyuasin Berbasis Internet Dan Aplikasi Mobile

Putra, Ghiri Basuki, Atmaja, Eddy Jajang Jaya
Abstract: Abstract: The development of information and communication technology is currently growing rapidly and has touched almost all levels of society. With the advancement of information technology, the dissemination of information… ation is accelerating and is not limited to space and time. The village is currently getting special attention from the government with the large budget given to each village to advance rural villages in Indonesia. However, these funds are still very minimal for development in the field of information technology. In fact, every village needs information technology, especially information systems to help the performance of the village government in providing services to the community and to facilitate data and information management. This information system will provide complete information and facilitate the dissemination of information in the digital era by utilizing the Internet. Banyuasin Village does not yet have a village information system in managing data and information and for conveying information to the community. This service method is community education by conducting discussions, interviews, socialization and training for the system that has been built so that it can be used by the village of Banyuasin. The village information system that was built provided benefits in the field of information technology and made Banyuasin Village a mobile application-based Information and Communication Technology-based village.   Keywords: information system; village profile; website     Abstrak: Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi saat ini semakin pesat dan telah menyentuh hampir ke seluruh lapisan masyarakat. Dengan kemajuan teknologi informasi menyebabkan penyebarluasan informasi semakin cepat dan tidak terbatas dengan ruang dan waktu. Desa saat ini mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah dengan besarnya anggaran yang diberikan ke tiap desa untuk memajukan desa desa di Indonesia. Hanya saja, dana tersebut masih sangat minim untuk pengembangan di bidang teknologi Informasi. Padahal setiap desa membutuhkan teknologi informasi terutama sistem informasi untuk membantu kinerja pemerintah desa dalam memberikan layanan kepada masyarakat serta memudahkan dalam pengelolaan data dan informasi. Sistem informasi ini akan memberikan informasi lengkap dan dan memudahkan penyebarluasan informasi pada   era   digital   dengan pemanfaatan Internet.   Desa Banyuasin belum mempunyai sistem informasi desa dalam pengelolaan data dan informasi serta untuk menyampaikan informasi ke masyarakat. Metode pengabdian ini adalah pendidikan masyarakat dengan melakukan diskusi, wawancara, sosialisasi dan pelatihan untuk sistem yang telah dibangun agar dapat digunakan oleh desa Banyuasin. Sistem informasi desa yang di bangun memberikan manfaat di bidang teknologi informasi dan membuat Desa Banyuasin menjadi desa yang berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi berbasis aplikasi mobile.   Kata kunci : profil desa; sistem informasi; website

EDUKASI PEMANFAATAN BULU-BABI (SEA URCHIN) MELALUI BUDI DAYA KERAMBA JARING APUNG

Baruadi, Alfi Sahri Remi, Nane, La
Abstract: Abstract: Sea urchin is one of the fisheries resources products where its gonad can be consumed either in fresh or processed. Unfortunately, sea urchin has not been consumed due to society suspicion that may cause death… if sea urchin gonad consumed. Thereby, we need to educate the society by instructing them in a participatory way on how to consume and cultivate sea urchin cultivation with a floating net cage. This work was conducted at Desa Lambangan Office (February 2020–March 2020) by involving 25 fishermen and 30 students from Gorontalo State University as the fellows of the society. The results of the counseling and practicing that conducted at desa Lambangan had been switched the paradigm of society that was formerly assuming sea urchin as a marine organism that has toxicity to be an organism that could be consumed and traded. Furthermore, the fishermen have overcome and able to handle how to build a floating net cage for the cultivation of sea urchins that they have learned in simulation on how to make floating net cage of sea urchins.             Keywords: sea urchin; counseling; floating net cage      Abstrak: Bulu Babi (sea urchin) merupakan salah satu produk perikanan penting yang telurnya dapat dikonsumsi baik dalam keadaan segar maupun olahan. Sayangnya Bulu Babi belum dimanfaatkan karena dianggap beracun dan bila dikonsumsi dapat menimbulkan kematian. Karena itu, perlu dilakukan edukasi pada masyarakat melalui kegiatan penyuluhan bagaimana cara mengonsumsi dan membudidayakan Bulu Babi dengan sistem keramba jaring apung. Kegiatan ini dilaksanakan di desa Lambangan, kecamatan Pagimana, Sulawesi Tengah selama dua bulan (Februari 2020–Maret 2020 dengan melibatkan 25 masyarakat nelayan dan 30 mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo sebagai pendamping masyarakat. Hasil dari kegiatan penyuluhan dan simulasi yang kami laksanakan telah mengubah paradigma masyarakat yang tadinya menganggap Bulu Babi sebagai biota laut beracun menjadi sesuatu yang dapat dikonsumsi dan dapat diperjualbelikan di pasar-pasar lokal. Selain itu, masyarakat juga telah menguasai dan mampu menerapkan konstruksi keramba budi daya Bulu Babi yang dilaksanakan melalui metode praktik simulasi  pembuatan keramba jaring apung.   Kata kunci: Bulu Babi; penyuluhana; keramba jaring apung

BUDIDAYA LELE TERPAL SEBAGAI ALTERNATIF PENINGKATAN KESEJAHTERAAN BURUH PABRIK DI DUKUH REJOSARI

Gunawan, Yordan, Elven, Tareq Muhammad Azis
Abstract: Abstract: Located at the foot of Mount Merbabu, Dukuh Rejosari was bestowed with beautiful scenery, cool weather and fertile land for farming such as coffee, tea, corn and tobacco. Regrettably, these have yet been maximally… lly utilized by the locals because of their busy work as laborers who depend on wages. This is compounded by the very strict working hours that leave workers no time to utilize the blessing as additional income. In dealing with this situation, breeding catfish using tarpaulin method is likely the most appropriate alternative solution for the locals to earn more income without having to leave their main job as factory workers. This is possible as the catfish cultivation using tarpaulin method is effortless and does not consume much time to manage it. Moreover, with the annual increase in demand for catfish consumption in the surrounding regions as well as competitive selling prices (ranging from IDR14,000 to IDR17,000 per kilogram) making tarpaulin cultivation of catfish solution for the locals in Dukuh Rejosari. The method used in this service was socialization by providing outreach and training from the catfish cultivation expert. The result shows that villagers are enlightened to have a new source of income in the midst of busyness working as laborers.   Keywords: catfish cultivation; economic empowerment; dukuh rejosari     Abstrak: Berlokasi di kaki gunung Merbabu, Dukuh Rejosari dianugerahi dengan pemandangan yang indah, cuaca yang sejuk, dan lahan yang subur untuk bercocok tanam seperti kopi, teh, jagung, dan tembakau. Namun hal belum dimanfaatkan secara maksimal oleh para penduduk dikarenakan kesibukan mereka sebagai pekerja buruh harian yang bergantung pada upah pabrik. Hal ini diperparah dengan jam kerja yang sangat padat membuat para pekerja tidak memiliki waktu lebih untuk memanfaatkan lingkungan sebagai tambahan penghasilan. Dalam menghadapi situasi tersebut, pengembangbiakan ikan lele dengan menggunakan terpal merupakan solusi alternatif yang paling tepat guna memberi para penduduk penghasilan lebih tanpa harus meninggalkan pekerjaan utama mereka sebagai buruh pabrik. Hal ini dimungkinkan karena budidaya lele terpal sangat mudah dilakukan dan tidak memerlukan banyak waktu untuk merawatnya. Juga, dengan peningkatan tahunan permintaan ikan lele konsumsi di daerah sekitar serta harga jual yang kompetitif (berkisar Rp. 14.000,- – Rp. 17.000,- per kilogram) menjadikan budidaya ternak lele terpal sebagai alternatif paling ideal untuk memberikan tambahan penghasilan kepada masyarakat Dukuh Rejosari. Metode yang digunakan adalah metode sosialisasi dengan memberikan pelatihan dari pembudidaya lele terpal berpengalaman. Hasil dari kegiatan ini yaitu masyarakat mendapatkan kesempatan untuk membentuk sumber pendapatan baru ditengah-tengah kesibukan bekerja sebagai buruh pabrik.   Kata kunci: budidaya ikan lele; peningkatan ekonomi; dukuh rejosari

Pemberdayaan Masyarakat dan Identifikasi Faktor Risiko Kesehatan Di Dusun Jaranan

Jatmika, Septian Emma Dwi
Abstract: Abstract:  Jaranan Hamlet has never identified health risk factors related to PHBS and KADARZI. The purpose of this service is to find out the lowest indicators of PHBS and KADARZI. The methods used are program socialization,… ation, data analysis, and problem priority determination, Hamlet Community Deliberation (MMD), intervention, and partner participation. The results obtained, the priority problem in RT 10 and 11 Dusun Jaranan is the low number of people who do not do physical activity every day. It was agreed to be held together and blood pressure measurement before and after exercise. People are very enthusiastic and experience a decrease in blood pressure after participating in gymnastics. It is hoped that this community service program in the form of community empowerment can be used as a motivation for the community to routinely do gymnastics which can be beneficial for residents. Keywords: identification of health risk factors; community empowerment; gymnastics   Abstrak: Dusun Jaranan belum pernah dilakukan identifikasi faktor risiko kesehatan terkait dengan PHBS dan KADARZI. Tujuan pengabdian ini untuk mengetahui indikator dari PHBS dan KADARZI yang paling rendah. Metode yang digunakan yaitu sosialisasi program, analisis data dan penentuan prioritas masalah, Musyawarah Masyarakat Dusun (MMD), intervensi, dan partisipasi mitra. Hasil yang didapatkan, prioritas masalah di RT 10 dan 11 Dusun Jaranan yaitu masih rendahnya masyarakat yang tidak melakukan aktifitas fisik setiap hari. Disepakati untuk diadakan senam bersama dan pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah senam. Masyarakat sangat antusisas dan mengalami penurunan tekanan darah setelah mengikuti senam. Diharapkan dengan adanya program pengabdian berupa pemberdayaan masyarakat ini dapat dijadikan motivasi masyarakat untuk rutin mengadakan senam yang dapat bermanfaat bagi warga. Kata kunci: identifikasi faktor risiko kesehatan; pemberdayaan masyarakat; senam

PELATIHAN APLIKASI MICROSOFT POWERPOINT BAGI GURU DAN STAF SD NEGERI 010240 PEMATANG CENGKRING KECAMATAN MEDANG DERAS

Hutahaean, Jeperson, Azhar, Zulfi, Mulyani, Neni
Abstract: Abstract: Teachers And Staff Of Elementary School 010240 Pematang Cengkring, Medang Deras Subdistrict are required to be dynamic towards the development of technology that is developing so rapidly that their students are… able to develop by using applications that are already available such as Powerpoint applications. In using the Microsoft Powerpoint application by using a sliding percentage at SD Negeri 010240 Pematang Cengkring, Medang Deras District, this is not optimal due to the lack of teachers and staff's ability to present presentations using media presentations. This is from the STMIK Royal Kisaran Community Service Team (PKM) providing training to teachers and staff as an addition to the deepening of Microsoft Powerpoint material in order to provide skills to this application. This activity is carried out by preparing material, ensuring the place and supporting facilities, explaining theories about the material by way of direct practice, making student learning media, and also this activity is carried out in the form of lectures, discussions, and questions and answers in the classroom. Keywords: computers; microsoft power points;  presentations; teachers and staff;  training     Abstrak: Guru Dan Staf SD Negeri 010240 Pematang Cengkring Kecamatan Medang Deras dituntut bersifat dinamis terhadap perkembangan teknologi yang sangat berkembang pesat agar peserta didiknya mampu berkembang dengan menggunakan aplikasi yang sudah tersedia seperti aplikasi powerpoint. Dalam penggunaan aplikasi microsoft powerpoint dengan menggunakan slide presentase di SD Negeri 010240 Pematang Cengkring Kecamatan Medang Deras  ini  belum optimal dengan kurangnya kemampuan guru dan staf dalam menyajikan presentasi dengan menggunakan media presentasi.  Hal ini dari Tim Pengabdian kepada masyarakat (PKM) STMIK Royal Kisaran memberikan pelatihan kepada guru dan staf tersebut sebagai penambahan pendalaman materi microsoft powerpoint agar memberikan skill pada aplikasi ini. Kegiatan ini  dilakukan dengan mempersiapkan materi,  memastikan tempat dan fasilitas pendukung,  menjelaskan teori tentang materi dengan cara praktek langsung, pembuatan media pembelajaran siswa dan juga kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk ceramah, diskusi serta tanya jawab di ruangan kelas. Kata kunci: guru dan staf; komputer; microsoft powerpoint; pelatihan; presentasi

PELATIHAN PENERAPAN SIMULAH 1.0 BERBASIS WEB BAGI GURU SMK NEGERI 1 KISARAN

Handoko, Wiwin, Iqbal, Muhammad, Efendi, Zulfan
Abstract: Abstract: the Daily Exam is an Assessment to carried out each time for this learning. The Implementation of Daily exam in SMK is still done manually and used the question and answer papers, so that the process couldn’t… �™t be received and not efficient for this time, as the procedure of the students' exams. This way, that was very difficult for teachers. The program of  SIMULAH 1.0 is a web-based information system that we used to manage the exam. Management includes the question management for a teacher, subject, and assessment. This training was conducted to help teachers of SMK Negeri 1 Kisaran to implement this program and more efficient as the daily exam by using the information system.             Keywords: daily exam; training; simulah 1.0    Abstrak: Ulangan Harian adalah Penilaian yang dilakukan setiap menyelesaikan satu muatan pembelajaran. Pelaksanaan Ulangan Harian di SMK Negeri 1 kisaran masih dilakukan dilakukan secara manual menggunakan kertas soal dan jawaban sehingga dalam proses pelaksanaannya belum efisien baik dalam waktu maupun pemeriksaan hasil ujian peserta didik tersebut. Hal ini tentunya sangat menyulitkan bagi guru. SIMULAH 1.0 merupakan sistem informasi berbasis web yang digunakan mengelola ujian tersebut. Pengelolaannya meliputi manajemen soal, guru, mata pelajaran dan penilaian. Pelatihan ini dilakukan untuk membantu guru SMK Negeri 1 Kisaran dalam pelaksanaan ujian ulangan harian yang lebih efisien dengan memanfaatkan sebuah sistem informasi. Kata kunci: ulangan harian; pelatihan; simulah 1.0

PEMBINAAN BLOGGING PADA MASYARAKAT SEKUPANG BATAM KEPULAUAN RIAU

Simanjuntak, Pastima, Elisa, Erlin, Handayani, Nurma Dhona
Abstract: Abstract: Along with advances in information technology that is increasingly changing and encouraging various efforts to change, where the Sei Harapan Sekupang community is still unfamiliar with information and communication… tion technology, many people, especially school children and adolescents who still do not understand the application of information technology in the field of blogging and also still lack of understanding of the application of ICT, especially applications that are on the computer, therefore the purpose of this coaching is to invite the Sei Harapan community to find out the use of information technology in the field of Blogging. This blogging coaching is also to find out the latest technology and information that is currently growing rapidly including blogging and know the benefits of information technology development in the field of blogging so that the public can be motivated to evaluate and learn information technology in the field of blogging as a basis for learning and to support various activities in daily life are included in online sales activities using blogs, and are accustomed to using information technology tools appropriately and optimally to obtain and process information in learning, working and other activities so that the community is able to be creative, develop imaginative attitudes, develop independent exploration capabilities , and easy to adapt to new developments in the environment.             Keywords: Coaching, Training, Applications, Blogging     Abstrak: Seiring dengan kemajuan teknologi informasi yang semakin mengalami perubahan dan mendorong berbagai usaha perubahan, dimana masyarakat Sei Harapan Sekupang masih awam tentang teknologi informasi dan komunikasi, banyaknya masyarakat khususnya anak-anak sekolah dan remaja yang masih belum paham akan penerapan teknologi informasi dibidang blogging dan juga masih kurang paham akan penerapan TIK khususnya aplikasi yang ada di komputer, maka dari itu tujuan pembinaan ini mengajak masyarakat Sei Harapan untuk mengetahui pemanfaatan teknologi  informasi dibidang Blogging. Pembinaan blogging ini juga untuk mengetahui teknologi dan informasi terbaru yang saat ini berkembang dengan pesat termasuk blogging dan mengetahui manfaat perkembangan teknologi informasi dibidang blogging sehingga masyarakat dapat termotivasi untuk mengevaluasi dan mempelajari teknologi informasi dibidang blogging sebagai dasar untuk belajar dan untuk mendukung berbagai aktifitas dalam kehidupan sehari-hari termasuk dalam hal aktivitas penjualan secara online dengan menggunakan blog, dan terbiasa menggunakan perangkat teknologi informasi secara tepat dan optimal untuk mendapatkan dan memproses informasi dalam kegiatan belajar, bekerja, dan aktifitas lainnya sehingga masyarakat mampu berkreasi, mengembangkan sikap imaginatif, mengembangkan kemampuan eksplorasi mandiri, dan mudah beradaptasi dengan perkembangan baru di lingkungannya.   Kata kunci: Pembinaan, Pelatihan, Aplikasi, Blogging

PEMBELAJARAN BUTA AKSARA BERBASIS INOVASI DI DESA AIR HITAM

Putra, Anshari
Abstract: Abstract: Literacy education is education for anyone who is illiterate, whether children or parents or even the elderly. What must be considered in this matter is that literacy education is a very sensitive education, an… attitude that seems to be patronizing tends to be responded negatively. They tend to avoid, reject and feel offended when treated like children. They will reject learning situations that conflict with their self-concept as independent individuals. the method is carried out after observation and study of the material, the results achieved after the presentation of the material read, write, count are quantitative results. The ability of citizens to learn after functional literacy learning in the advanced literacy sector was assessed in the good category. This can be seen from the results that show that the results obtained by residents from those who are not yet fluent in reading, writing, and arithmetic, are now fluent in reading, writing, and arithmetic. Keywords: illiterate Abstrak: Pendidikan keaksaraan merupakan pendidikan bagi siapa saja yang menyandang buta aksara, baik anak-anak maupun orang tua atau lansia sekalipun. Harus diperhatikan dalam persoalan ini adalah pendidikan keaksaraan merupakan pendidikan yang sangat sensitif, sikap yang terkesan menggurui cenderung ditanggapi negative. Mereka cenderung menghindar, menolak dan merasa tersinggung apabila diperlakukan seperti anak-anak. Mereka akan menolak situasi belajar yang bertentangan dengan konsep dirinya sebagai individu yang mandiri. metode yang dilakukan setelah observasi dan pengajian materi, maka hasil yang dicapai setelah penyajian materi baca, tulis, hitung ialah hasil secara kuantitaif. Kemampuan warga belajar setelah pembelajaran keaksaraan fungsional bidang buta aksara lanjutan dinilai dalam kategori baik. Hal ini dapat dilihat dari hasil yang menunjukkan bahwa hasil yang diperoleh oleh warga dari yang belum lancar membaca, menulis, dan berhitung, sekarang menjadi lancar membaca, menulis, dan berhitung. Kata kunci: buta aksara

PEMBUATAN APLIKASI PENGENALAN RAMBU LAMPU LALULINTAS PADA POLSEK PORSEA

Manurung, Nuriadi, Ihsan, Mhd., Efendi, Bachtiar
Abstract: Abstract: Traffic signs that are installed on either side of the road that we often see when driving on the highway have certain meanings and goals. The installation of traffic signs is one of the public services that the… e government must carry out by the relevant agencies for the convenience of road users and reduce the number of traffic accidents. Aside from being a guide, the signs also functioned as a warning for road users about the conditions and situation of the road to be passed. For this reason, road users must understand and understand the meaning of the signs installed. But for various reasons, many people have not had the opportunity to learn and understand the meaning and purpose of signs of traffic signs. With the development of computer technology and video animation, learning methods about understanding the meaning and purpose of traffic signs can be made easier and more efficient to attract the public's interest in understanding them. Because it takes the form of animated videos and tutorials, so it's easy to display and play back if the learning participants don't understand. With the community service from STMIK Royal to Porsea Sector Police, we are trying to help the police station to introduce traffic signs to the community using the animated video tutorial method. This animated video tutorial uses Adobe Flash.  Keywords: Adobe Flash, Animation, Traffic Signs               Abstrak: Rambu-rambu lalu lintas yang dipasang pada kanan kiri jalan yang sering kita lihat saat berkendara dijalan raya memiliki arti dan tujuan tertentu. Pemasangan rambu-rambu lalulintas adalah salah satu dari pelayanan publik yang wajib diadakan pemerintah oleh dinas terkait demi kenyamanan  pengguna jalan dan mengurangi angka kecelakaan lalulintas. Selain sebagai penunjuk jalan, rambu tersebut juga difungsikan untuk peringatan untuk pengguna jalan tentang kondisi dan situasi jalan yang akan dilalui. Untuk hal tersebut maka pengguna jalan harus mengerti dan memahami arti dari rambu-rambu yang terpasang. Namun dengan berbagai sebab, banyak masyarakat yang belum  berkesempatan belajar dan memahami tentang arti dan maksud dari tanda rambu lalu lintas. Dengan berkembangnya teknologi komputer dan video animasi, metode pembelajran tentang pemahaman arti dan maksud dari rambu lalulintas dapat dibuat semakin mudah dan efisien untuk menarik minat masyarakat dalam memahaminya. Karena berbentuk video  animasi dan tutorial, sehingga mudah ditampilkan dan putar ulang jika peserta pemebelajaran belum paham. Dengan adanya pengabdian masyarakat  dari STMIK Royal ke Polsek Porsea ini, kami berusaha membantu polsek untuk mengenalkan rambu lalulintas kepada masyarakat dengan metode video tutorial animasi. Video tutorial animasi ini menggunakan adobe flash.   Kata kunci: Adobe Flash, Animasi, Rambu-Rambu Lalulintas