Search Articles & Publications

Showing 7 articles found for "Ornamen"

PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS BUDAYA BATAK UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP GEOMETRI SISWA

Rahmah, Fathiah Nurul, Sembiring, Nabilla Tasya Br, Hutabarat, Rustina, Barus, Kristin Angel Br, Ketaren, Maya Alemina
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran budaya Batak dalam pembelajaran matematika sebagai upaya meningkatkan pemahaman konsep geometri siswa. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan mengkaji berbagai… gai artikel ilmiah yang relevan mengenai etnomatematika budaya Batak dalam pembelajaran matematika. Data diperoleh melalui proses identifikasi, seleksi, pengkajian, dan sintesis terhadap sumber-sumber pustaka yang membahas pemanfaatan rumah adat Batak, motif ulos, ornamen tradisional, serta media dan model pembelajaran berbasis budaya Batak. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi untuk menemukan tema-tema utama dan kontribusi masing-masing penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa budaya Batak mengandung berbagai konsep matematika, khususnya geometri, seperti bangun datar, bangun ruang, transformasi geometri, simetri, pola, dan numerasi. Integrasi budaya Batak dalam pembelajaran matematika terbukti mampu meningkatkan pemahaman konsep geometri, kemampuan visualisasi, penalaran geometris, motivasi belajar, serta keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Selain itu, pemanfaatan media pembelajaran berbasis budaya Batak, seperti komik matematika dan aplikasi GeoGebra, memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan bermakna. Dengan demikian, pembelajaran matematika berbasis budaya Batak dapat menjadi alternatif pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran geometri sekaligus melestarikan budaya lokal.

STUDY OF ICONOGRAPHY AND ISLAMIC CULTURAL EXPRESSION AT THE GRAVE OF MARHUM PEKAN IN PEKANBARU

Prawito, Edi
Abstract: This study examines the visual symbols and cultural values ​​contained in the Marhum Pekan Tomb, one of the historical sites inherited from the Siak Sri Indrapura Sultanate which is the cultural identity of Pekanbaru City.… City. The purpose of this study is to reveal the meaning, philosophical values, and forms of acculturation of Islamic culture with local Malay traditions represented through the physical form and ornamentation of the tomb. This study uses a qualitative descriptive method with Erwin Panofsky's iconographic approach which includes three stages of analysis, namely pre-iconography, iconography, and iconology. Data sources were obtained through field observations, in-depth interviews, as well as literature and documentation reviews. The results of the study show that visually (pre-iconography), the Marhum Pekan Tomb displays the architectural characteristics of the Selaso Jatuh Kembar House, the use of Malay regalia, stepped jirat forms, and headstones with gender-differentiating shapes, all of which are a blend of local and Islamic culture. Based on the iconographic analysis, all ornaments in the form of plant and flower motifs contain symbolic meanings of purity, fragrant names, good deeds, and obedience to Islamic teachings that prohibit the depiction of living creatures. Meanwhile, iconological analysis reveals the fundamental meaning that this tomb complex is a tangible manifestation of the Malay people's philosophy of life, namely "Adat bersendi Syarak, Syarak bersendi Kitabbullah". The tomb of Marhum Pekan is not merely a burial place, but also evidence of the history of Islamic-Malay civilization and the collective memory of the community, which confirms that the development of Pekanbaru City grew and developed on a foundation of religious values ​​and harmonious local cultural wisdom.

Desain Pelatihan Menggambar Ornamen Bali Sebagai Implementasi Nilai Pendidikan Agama Hindu

Gunada, I Wayan Agus, Yoga Pramana, Ida Bagus Kade
Abstract: Abstract: The community service part of Tri Dharma Higher Education, through devotion then theory in the education process is implemented through activities in the community that benefit and supports community development.… t. The purpose of this writing is to describe one of the programs in community service implemented by the Hindu Religious Education Study Program, STAHN Gde Pudja Mataram in Pasraman Amerta Sanjiwani, Rincung Village which is training to draw Balinese ornaments. Hindus in Rincung Village is still bloody and of Balinese descent, so it certainly still brings Balinese culture in the daily life of its people, based on the results of interviews that children know Balinese ornaments but are not yet adept at drawing them so that through the training process of drawing Balinese ornaments on children in Rincung village to introduce and preserve Hindu cultural values namely Balinese ornaments as ancestral art heritage. The methods used in this service include the process of planning implementation and evaluation wherein the planning emphasizes the strengthening of the design of learning design. Based on this devotional activity, it was obtained as a result that the children in the training to draw Balinese ornaments were very enthusiastic and began to generate motivation to continue preserving the cultural heritage of their ancestors. Through training activities on community service, this can be used as insight and source of information and can be resumed in the next devotional activities.   Keywords : learning, drawing, ornament, Hindu, devotion   Abstrak: Pengabdian kepada masyarakat bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, melalui pengabdian maka teori dalam proses Pendidikan  diimplementasikan melalui kegiatan di masyarakat yang bermanfaat dan menunjang pembangunan masyarakat. Tujuan penulisan ini adalah menggambarkan salah satu program dalam pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh program studi Pendidikan Agama Hindu, STAHN Gde Pudja Mataram di Pasraman Amerta Sanjiwani Desa Rincung yaitu pelatihan menggambar ornamen Bali. Umat Hindu di Desa Rincung masih berdarah dan keturunan suku Bali sehingga tentu masih membawa budaya Bali dalam keseharian masyarakatnya, berdasarkan hasil wawancara bahwa anak-anak mengenal ornamen Bali namun belum mahir untuk menggambarnya sehingga melalui proses pelatihan menggambar ornamen Bali pada anak-anak di desa Rincung  untuk mengenalkan dan melestarikan kembali nilai-nilai budaya yang bernuansa Hindu yaitu ornamen Bali sebagai warisan kesenian leluhur. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah meliputi proses perencanaan pelaksanaan dan evaluasi dimana dalam perencanaannya menekankan kepada penguatan perancangan desain pelatihan. Berdasarkan kegiatan pengabdian ini maka didapatkan hasil bahwa anak-anak dalam pelatihan menggambar ornamen Bali sangatlah antusias dan mulai timbul motivasi untuk terus melestarikan warisan budaya leluhurnya. Melalui kegiatan pelatihan pada pengabdian kepada masyarakat ini dapat dijadikan sebagai suatu wawasan dan sumber informasi dan dapat dilanjutkan kembali dalam kegiatan pengabdian selanjutnya.   Kata Kunci : pembelajaran, menggambar, ornamen, hindu, pengabdian

SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN PENENTUAN JENIS TANAMAN HIAS DI TAMAN KOTA

Hernando, Luki, Mardiansyah, Yopy
Abstract: Abstract: Currently  in almost every city around the world that loves flowers, including ornamental plants,. All cities are aggressively arranging their landscaping to compensate for motorized vehicle pollution or the arrangement… rrangement of city parks planted with decorative gardens with the aim of greening the city. Sometimes there are problems in making decisions to determine suitable and good ornamental plants for planting in the city, in a decision that takes a long time. Determination of the types of ornamental plants to be planted through several factors such as leaf shape, color, stems and branches, roots and soil. On these issues, the authors conducted research on the determination of ornamental plants for city parks in the form of a decision support system application using the Analytical Hoerarchy Process (AHP) method.   Keywords: analytical hoerarchy process (AHP); decisionnsupporttsystem (SPK),     Abstrak: Saat ini hampirrdi setiap kota di seluruh dunia yang menyukai bunga termasuk tanaman hias, Semua kota gencar menata pertamanannya untuk mengimbangi polusi kendaraan bermotor maupun untuk penataan taman kota yang ditanami tamanan hias bertujuan untuk menghijaukan kota. Terkadang terdapat masalah dalam pengambilan keputusan untuk menentukan tanaman hias yang cocok dan bagus umtuk ditanam pad ataman kota, dalam pengambilan keputusan yang dilakukan terkadang memakan waktu yang cukup lama . Penentuan jenis tanaman hias yang akan ditanam melalui beberapa faktor seperti bentuk daun, warna, batang dan cabang, akar dan Tanah. Atas permasalahan tersebut penulis melakukan penelitian tentang penentuan tanaman hias untuk taman kota yang berupa aplikasi sistem pendukug keputusan yang menggunakan metode Analytical Hoerarchy Process (AHP).   Kata kunci: proses analisis hirarkie (AHP); sistem pendukung keputusan (SPK)

Batik Tulis Pada Sanggar Batik Katura Di Trusmi Kulon Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon

Fadia Khairunisa, Gilang Subagja, Adi Prayogi, Dini Selasi
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan batik tulis yang ada di Trusmi Kulon Cirebon dari proses tahapan, harga dan media promosi penjualannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif atau… tau obeservasi dan wawancara. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa, teknik yang digunakan dalam membuat kain batik di Sanggar Batik Katura menggunakan batik tulis , produk yang disajikan sesuai dengan yang di request oleh pembeli, Kreasi batik cirebon oleh Katura bermula dari motif batik cirebon yang awalnya dikelompokkan menjadi dua kategori yaitu motif keraton dan motif pesisiran, salah satu bentuk motif klasik "mega mendung" yang sudah hampir punah namun diangkat kembali oleh Katura pada tahun 1990 an dengan berbagai eksperimen dan tambahan ornamen baru.

TIBAQ DALAM AL-QURʼAN: KAJIAN BALAGHAH DAN IMPLEMENTASINYA SEBAGAI KEINDAHAN STILISTIKA BAHASA ARAB

Arif Rahman Zebua, Brian Avandi, Muhammad Mashduhqi Rifai’i
Abstract: Studi ini meneliti tibaq sebagai figur retorika dalam disiplin ilmu badiʼ yang muncul secara konsisten di seluruh Al-Qur'an. Berbeda dengan studi umum tentang balaghah Arab, penelitian ini berfokus pada fungsi komunikatif… if tibaq—bagaimana penjajaran dua kata yang berlawanan tidak hanya memperindah bahasa tetapi sekaligus memperkuat pesan teologis, etis, dan kosmologis Al-Qur'an. Dengan menggunakan metode kualitatif-tahlili dan tinjauan pustaka dari sumber-sumber balaghah klasik dan karya-karya tafsir, studi ini mengidentifikasi dua bentuk utama tibaq: tibaq ijab (antitesis afirmatif) dan tibaq salab (antitesis afirmatif-negatif). Analisis menunjukkan bahwa tibaq bukanlah sekadar ornamen linguistik tetapi strategi retorika yang bekerja secara sinergis dengan isi semantik setiap ayat. Temuan ini diharapkan dapat memperkaya studi tentang keunikan linguistik Al-Qur'an (i’jaz lughawi), khususnya dari perspektif stilistik.

Repetition as Rhetorical Strategy in the English Translation of Surah Al-Mursalat: A Stylistic and Discourse Analysis

M. Asril Marpaung
Abstract: This study investigates the rhetorical and discourse functions of repetition in the English translation of Surah Al-Mursalat by M.A.S. Abdel Haleem, focusing on the refrain “Woe on that Day to those who denied the truth.”… h.” Using a qualitative descriptive method grounded in stylistics and discourse analysis, the study explores how this fixed phrase, repeated ten times across the chapter, operates at multiple linguistic levels. The analysis reveals that the refrain serves three interrelated functions: stylistically, it foregrounds divine warning and creates rhythmic cohesion; structurally, it segments the surah into thematic units and signals discourse boundaries; rhetorically, it intensifies condemnation and engages the reader emotionally through cumulative repetition. Abdel Haleem’s consistent rendering of the refrain retains these functions effectively, unlike other translations that introduce lexical variation. The findings demonstrate that repetition in Qur’anic translation is not merely ornamental but performs essential linguistic and communicative roles. This study contributes to Qur’anic stylistics, translation studies, and discourse analysis by showing that sacred texts, when translated with rhetorical sensitivity, can preserve the stylistic integrity of the original.