Abstract:Penanaman nilai tauhid sejak usia dini merupakan fondasi utama dalam pembentukan karakter religius anak dalam konteks pendidikan Islam. Lembaga Raudhatul Athfal memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran ketuhanan…
n melalui pembiasaan ibadah harian yang terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses konstruksi makna nilai tauhid dalam pembentukan karakter religius anak usia dini melalui pembiasaan ibadah harian di Raudhatul Athfal Al Misbah Curug Kecamatan Klari. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi untuk menggali pengalaman dan pemaknaan guru serta dinamika praktik keseharian di lembaga. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi makna tauhid terbentuk melalui integrasi pembiasaan ibadah yang konsisten, peran guru sebagai mediator nilai melalui narasi kontekstual, serta dukungan budaya sekolah religius yang memperkuat pesan simbolik dan verbal. Praktik ibadah tidak sekadar menjadi rutinitas ritual, tetapi berfungsi sebagai pengalaman sosial yang membangun kesadaran ketuhanan secara bertahap. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan peran guru dan pengembangan budaya sekolah religius dalam merancang pembiasaan ibadah yang reflektif dan bermakna sebagai strategi pembentukan karakter religius anak usia dini.
Abstract:Motivasi belajar merupakan unsur penting yang sangat memengaruhi keberhasilan pendidikan, terutama pada tingkat sekolah dasar. Pada jenjang ini, peserta didik berada pada fase perkembangan yang cepat dalam ranah kognitif,…
, afektif, dan sosial. Dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), motivasi belajar memegang peran besar dalam mendorong keaktifan siswa dan membantu mereka memahami materi secara lebih mendalam. Namun demikian, masih banyak siswa yang menganggap mata pelajaran IPS kurang menarik sehingga sering menurunkan minat belajar mereka. Tantangan ini menuntut guru untuk merancang pembelajaran yang mampu membangkitkan motivasi siswa.
Penelitian ini bertujuan menggambarkan secara menyeluruh bagaimana peran guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS di sekolah dasar. Guru berfungsi sebagai fasilitator, motivator, sekaligus inspirator yang memiliki pengaruh langsung maupun tidak langsung terhadap semangat belajar siswa. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru dan siswa, serta analisis dokumentasi kegiatan pembelajaran.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa dapat ditingkatkan melalui berbagai strategi pembelajaran aktif, seperti diskusi, studi kasus, role play, serta penggunaan media pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan kehidupan siswa. Pemberian apresiasi, baik secara verbal maupun simbolik, juga mampu menumbuhkan antusiasme dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran.
Selain itu, pembelajaran yang kontekstual, bermakna, dan menyenangkan turut memberikan pengaruh besar terhadap peningkatan minat belajar IPS. Guru yang dapat menjalin hubungan emosional positif dengan siswa mampu menciptakan suasana kelas yang nyaman dan mendukung aktivitas belajar. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peran guru sangat menentukan dalam membangun dan mempertahankan motivasi belajar siswa. Oleh sebab itu, peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan berkelanjutan dan penerapan strategi pembelajaran inovatif menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPS di sekolah dasar.
Abstract:Epistemologi modern merupakan landasan filosofis penting dalam memahami hakikat, sumber, dan validitas pengetahuan yang berimplikasi langsung terhadap pengembangan pendidikan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara…
komparatif aliran-aliran utama dalam epistemologi modern, yaitu rasionalisme, empirisme, kritisisme, pragmatisme, dan positivisme, serta menganalisis implikasinya bagi pengembangan kurikulum dan pembelajaran dalam konteks Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI). Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pustaka (library research) dengan mengkaji berbagai literatur berupa buku, jurnal ilmiah, dan sumber akademik relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa rasionalisme menekankan peran akal sebagai sumber utama pengetahuan, empirisme menitikberatkan pengalaman indrawi, sementara kritisisme berupaya mensintesiskan keduanya. Selanjutnya, pragmatisme memandang kebenaran dari segi manfaat praktis, sedangkan positivisme menekankan verifikasi empiris melalui metode ilmiah. Implikasi epistemologi modern dalam PGMI terlihat pada pengembangan kurikulum yang holistik, tidak dogmatis, dan integratif antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai Islam, serta pada pembelajaran yang mendorong penalaran logis, pengalaman langsung, pemikiran kritis, dan pemecahan masalah nyata. Selain itu, pemahaman epistemologi modern menuntut transformasi peran guru PGMI menjadi fasilitator yang reflektif dalam membimbing siswa membangun pengetahuan secara aktif. Dengan demikian, epistemologi modern memberikan kontribusi signifikan dalam menciptakan proses pembelajaran yang efektif, relevan, dan bermakna di Madrasah Ibtidaiyah.
Abstract:Integrasi sains dan Islam dalam pembelajaran biologi merupakan upaya strategis untuk membangun pemahaman ilmu pengetahuan yang utuh serta menanamkan nilai-nilai keislaman pada peserta didik. Pembelajaran biologi tidak hanya…
nya berorientasi pada penguasaan konsep dan keterampilan ilmiah, tetapi juga diarahkan untuk menumbuhkan kesadaran akan kebesaran Allah Swt. melalui kajian terhadap fenomena alam dan makhluk hidup. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep, bentuk, dan implementasi integrasi sains dan Islam dalam pelajaran biologi. Metode yang digunakan adalah studi literatur terhadap sumber-sumber relevan berupa buku, jurnal ilmiah, dan dokumen kurikulum. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi sains dan Islam dapat dilakukan melalui pengaitan materi biologi dengan ayat-ayat Al-Qur’an dan hadis, penguatan nilai tauhid, serta penanaman sikap ilmiah yang selaras dengan akhlak mulia. Integrasi ini berdampak positif terhadap peningkatan pemahaman konsep biologi, penguatan karakter religius, serta pembentukan sikap spiritual peserta didik. Dengan demikian, pembelajaran biologi berbasis integrasi sains dan Islam diharapkan mampu mencetak generasi yang berilmu, beriman, dan berakhlak mulia.
Abstract:Perkembangan sains dan teknologi memberikan kontribusi besar terhadap kemajuan peradaban manusia, namun sering kali berjalan terpisah dari nilai-nilai agama dan moral. Dalam perspektif Islam, sains dan agama bukanlah dua…
entitas yang saling bertentangan, melainkan saling melengkapi dan terintegrasi. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji integrasi sains dan Islam dengan menitikberatkan pada integrasi pemikiran serta rumusan masalah yang mencakup peran manusia, hakikat kehidupan yang bersifat sementara dan harus dipertanggungjawabkan, serta hubungan manusia dengan alam sebagai objek kajian ilmiah. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menganalisis sumber-sumber primer dan sekunder yang relevan dengan tema integrasi ilmu dan agama. Hasil kajian menunjukkan bahwa Islam memandang manusia sebagai khalifah di bumi yang memiliki tanggung jawab moral dalam mengembangkan dan memanfaatkan sains. Kesadaran akan kehidupan dunia yang sementara mendorong sikap ilmiah yang etis dan bertanggung jawab, sementara alam dipahami sebagai ayat-ayat kauniyah yang harus dikaji dan dijaga keseimbangannya. Dengan demikian, integrasi sains dan Islam berperan penting dalam membangun peradaban yang maju, beretika, dan berkelanjutan.
Abstract:Integrasi sains dan Islam merupakan upaya menyatukan pengetahuan empiris dengan nilai-nilai wahyu dalam suatu kerangka keilmuan yang holistik dan tidak terfragmentasi. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan konsep dasar…
sar integrasi, istilah-istilah semakna, serta urgensi penerapannya dalam konteks keilmuan dan pendidikan Islam modern. Secara teoretis, integrasi dipahami sebagai proses penyelarasan dan perpaduan antara disiplin ilmu agar tercipta hubungan yang koheren dan saling melengkapi. Dalam perspektif Islam, integrasi menegaskan kembali prinsip unity of knowledge yang memandang bahwa seluruh ilmu berasal dari satu sumber kebenaran, yaitu Allah SWT. Pembahasan ini juga menyoroti urgensi integrasi dalam mengatasi dikotomi ilmu yang memisahkan antara sains dan agama, sekaligus menegaskan pentingnya nilai-nilai Islam sebagai pedoman etis dalam perkembangan ilmu pengetahuan. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi sains dan Islam berperan penting dalam membangun paradigma pendidikan yang holistik, mendorong perkembangan sains yang beretika, serta memberikan arah spiritual dan moral bagi inovasi ilmiah. Dengan demikian, integrasi sains dan Islam tidak hanya memiliki landasan filosofis yang kuat, tetapi juga relevan dalam menjawab tantangan peradaban modern dan mewujudkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat serta berorientasi pada kemaslahatan umat manusia.
Abstract:Integrasi sains dan Islam merupakan konsep penting dalam pembangunan peradaban ilmu yang berlandaskan nilai-nilai wahyu dan rasionalitas. Sains modern yang berkembang pesat sering kali bersifat sekuler dan memisahkan dimensi…
ensi spiritual dari realitas ilmiah. Hal ini menimbulkan kebutuhan akan model integrasi yang mampu menghubungkan pengetahuan empiris dengan nilai-nilai ilahiah. Artikel ini membahas pengertian model integrasi, ragam pendekatan yang dapat digunakan dalam menyatukan sains dan Islam, serta tiga model utama yaitu nusus al-shar'iyah, tahlil imani, dan al-naqd al-islami. Model nusus al-shar'iyah menekankan pentingnya penggalian nilai-nilai ilmiah dari teks wahyu, sedangkan tahlil imani berorientasi pada pembentukan kesadaran iman melalui pemahaman terhadap fenomena alam. Sementara itu, al-naqd al-islami berfungsi sebagai kritik terhadap paradigma sains modern yang bertentangan dengan prinsip tauhid. Dengan ketiga model ini, integrasi sains dan Islam diharapkan dapat melahirkan keilmuan yang seimbang antara akal dan wahyu, rasionalitas dan spiritualitas, serta ilmu dan moralitas.
Abstract:Pemahaman konsep jarak, waktu, dan kecepatan merupakan salah satu aspek penting dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa siswa masih mengalami kesulitan dalam melihat hubungan…
ubungan fungsional antarbesaran tersebut, sehingga pemahaman yang terbentuk bersifat parsial dan cenderung berbasis hafalan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk pemahaman siswa serta miskonsepsi yang muncul terkait hubungan jarak dan waktu dalam pengukuran kecepatan. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menelaah berbagai artikel ilmiah yang relevan mengenai konsep dasar kecepatan, representasi matematis, dan kesalahan umum siswa dalam menyelesaikan soal berbasis hubungan jarak–waktu. Hasil analisis menunjukkan bahwa kelemahan utama siswa terletak pada kemampuan translasi informasi, interpretasi grafik, dan pemahaman rasio, yang berdampak pada munculnya miskonsepsi seperti membaca grafik sebagai lintasan atau menganggap kecepatan sebagai angka terbesar tanpa mempertimbangkan waktu. Penelitian ini menegaskan pentingnya pembelajaran yang mengintegrasikan representasi multipel dan pengalaman konkret agar siswa mampu membangun pemahaman konseptual yang utuh. Temuan ini diharapkan menjadi dasar bagi pengembangan strategi pembelajaran yang lebih efektif dalam materi pengukuran kecepatan di sekolah dasar.
Abstract:Pembelajaran bangun datar di sekolah dasar sering dianggap abstrak sehingga siswa mengalami kesulitan memahami konsep dasar geometri. Artikel ini bertujuan menjelaskan bagaimana integrasi kearifan lokal Sumatera Utara dalam…
lam perspektif etnomatematika dapat digunakan sebagai pendekatan kontekstual untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap bangun datar. Metode yang digunakan adalah kajian literatur melalui analisis berbagai jurnal, buku, dan sumber ilmiah terkait etnomatematika, budaya lokal, dan pembelajaran geometri. Hasil kajian menunjukkan bahwa artefak budaya seperti Rumah Bolon, motif ulos, kain tenun Melayu, Bika Ambon, dan onde-onde mengandung representasi bangun datar, seperti persegi, persegi panjang, segitiga, trapesium, belah ketupat, dan lingkaran yang dapat dijadikan media konkret dalam pembelajaran. Integrasi budaya tersebut membantu siswa menghubungkan konsep abstrak dengan objek nyata, meningkatkan motivasi belajar, serta menumbuhkan apresiasi terhadap budaya daerah. Implikasinya, pembelajaran matematika berbasis etnomatematika dapat menjadi strategi efektif untuk menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna dan relevan bagi siswa sekolah dasar.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan model pembelajaran inovatif yang mengintegrasikan coding blok visual dengan konteks etnomatematika Melayu Riau pada materi geometri bangun datar siswa kelas…
kelas 2 SD Negeri 192 Pekanbaru. Latar belakang didorong oleh rendahnya relevansi pembelajaran matematika dan kebutuhan mendesak untuk mengembangkan Berpikir Komputasional (Computational Thinking/CT) (Astuti et al., 2023). Konteks etnomatematika Melayu, seperti motif Songket atau bentuk Tabak, digunakan sebagai dasar penyusunan algoritma coding (Ain et al., 2025). Metode yang digunakan adalah kuasi-eksperimen dengan desain Non-equivalent Control Group Design, membandingkan kelompok eksperimen (perlakuan gabungan) dan kelompok kontrol (konvensional). Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman konsep yang signifikan pada kelompok eksperimen (p < 0,05), yang dibuktikan dengan nilai N-gain yang lebih tinggi. Integrasi budaya lokal dalam coding terbukti berhasil meningkatkan motivasi belajar sekaligus memfasilitasi visualisasi konsep geometri secara kontekstual dan algoritmik.