Search Articles & Publications

Showing 901 articles found for "Bangun"

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENGEMBANGAN TAMAN APOTEK HIDUP BERBASIS TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) SEBAGAI SARANA EDUKASI KESEHATAN DI DESA KUBU I, KECAMATAN PEKAITAN, KABUPATEN ROKAN HILIR

Khoiri, M. Amrul, Aldiza, Dafa, Anggraini, Diva, Usmayanti, Kamelia Ayu, Zahra, Jihan habibatus, Syani, Bekti Rahayu, Lestari, Putri Syachhilda, Safitri, Amelia, Rahma, Siti, Nabihah, Nisrina Medri, Khatimah, Khusnul, Fayadh, M. Farhan
Abstract: Keterbatasan pemanfaatan lahan pekarangan di Desa Kubu I yang didominasi kawasan kelapa sawit mendorong dilaksanakannya program pengabdian masyarakat berbasis Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Program ini bertujuan mengoptimalkan… alkan potensi pekarangan produktif sebagai sarana edukasi kesehatan dan pemenuhan kebutuhan obat tradisional keluarga. Metode pelaksanaan menerapkan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) melalui survei potensi, konsolidasi bibit warga secara swadaya, gotong royong pembersihan lahan, hingga sosialisasi interaktif berbasis experiential learning di SDN 004 Desa Kubu I. Hasil kegiatan menunjukkan keberhasilan pembangunan Taman Apotek Hidup Percontohan sebagai laboratorium hidup yang dimanfaatkan sebagai media pembelajaran dan praktik langsung. Keberadaan kebun contoh ini terbukti meningkatkan pengetahuan siswa dan warga sekolah mengenai pemanfaatan tanaman herbal, sekaligus memicu antusiasme masyarakat untuk mereplikasi gerakan penanaman TOGA di pekarangan rumah masing-masing. Kesimpulannya, sinergi partisipatif ini secara efektif mewujudkan kemandirian kesehatan berbasis kearifan lokal serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 3, 15, dan 17 secara berkelanjutan.

PENDAMPINGAN INTENSIF OLIMPIADE SAINS NASIONAL BIDANG FISIKA BAGI SISWA SMA NEGERI 3 GORONTALO

Samatowa, Lukman, Meidji, Icha Untari, Jayadi, Harsano
Abstract: Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Fisika merupakan salah satu program resmi nasional yang menuntut penguasaan konsep, penalaran matematis, dan kemampuan pemecahan masalah yang sistematis. Kegiatan pengabdian ini dilakukan… kukan oleh dosen Fisika Fakultas Mipa Universitas Negeri Gorontalo melalui pendampingan dengan tujuan memperkuat kesiapan siswa peserta OSN Fisika SMA Negeri 3 Gorontalo ke tingkat Provinsi hingga Nasional. Kegiatan dilakukan sejak awal tahun yaitu Januari 2026 hingga ujian tingkat provinsi di Bulan Juli 2026 selama dua kali dalam seminggu menggunakan pendekatan partisipatif dan beriorientasi latihan soal. Kegiatan diawali dengan mengidentifikasi kebutuhan, pemetaan kemampuan awal siswa, penguatan konsep, pembahasan soal nonrutin, latihan mandiri, diskusi, simulasi soal, serta refleksi umpan balik. Evaluasi dilakukan secara deskriptif melalui observasi mentor, lembar kerja siswa, latihan formatif, kinerja pada simulasi, dan umpan balik lisan maupun tertulis. Hasil pendampingan menunjukkan perkembangan positif pada kemampuan siswa dalam mengenali prinsip fisika yang relevan, mengubah persoalan menjadi diagram dan persamaan, menyusun langkah penyelesaian, memeriksa satuan dan kewajaran jawaban, serta mengomunikasikan alasan penyelesaian. Siswa juga tampak lebih aktif dan percaya diri dalam diskusi. Kendala yang masih memerlukan penguatan adalah soal multikonsep, aljabar atau kalkulus tingkat lanjut, dan manajemen waktu. Peserta menilai penjelasan bertahap dan koreksi langsung sebagai bagian paling membantu, serta mengusulkan penambahan simulasi dan bank soal lanjutan. Kolaborasi perguruan tinggi dan sekolah secara berkelanjutan diperlukan untuk membangun ekosistem pembinaan OSN Fisika yang terstruktur.

STRATEGI PEMBELAJARAN PARTISIPATIF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BACA ALQURAN SESUAI KAEDAH TAJWID

Firdaus, Rano, Samsudin, Samsudin, Choeroni, Choeroni
Abstract: Penelitian ini bertujuan mengembangkan model strategi pembelajaran partisipatif untuk meningkatkan pemahaman bacaan Al-Qur’an pada jamaah Majelis Ta’lim Desa Ujungbatu Timur, Kecamatan Ujungbatu, Kabupaten Rokan Hulu. Penelitian… . Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan penelitian meliputi pengajar atau pembina, pengurus majelis ta’lim, dan jamaah aktif yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan bacaan Al-Qur’an jamaah masih beragam. Sebagian jamaah sudah cukup lancar, tetapi masih memerlukan perbaikan pada tajwid, makhraj, mad, waqaf, ibtida’, dan kelancaran. Sebagian lainnya masih membaca terbata-bata karena faktor usia, kebiasaan belajar, rasa malu, dan keterbatasan fasilitas. Model yang dikembangkan menekankan kegiatan membaca bersama, membaca bergilir, menyimak, bertanya, diskusi sederhana, koreksi langsung, muraja’ah, takrar, dan evaluasi lisan. Penerapan model ini meningkatkan keaktifan, keberanian, dan pemahaman jamaah terhadap bacaan Al-Qur’an secara bertahap. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran yang melibatkan jamaah secara aktif lebih sesuai dengan karakter majelis ta’lim karena mampu membangun suasana belajar yang ramah, kolaboratif, dan berkelanjutan. Dengan demikian, strategi pembelajaran partisipatif relevan digunakan sebagai alternatif pembelajaran Al-Qur’an di majelis ta’lim berbasis komunitas serta dapat menjadi rujukan bagi pengembangan pembelajaran keagamaan nonformal di masyarakat desa.

PEMBINAAN AKHLAK MULIA MELALUI KEGIATAN HALAQAH TARBIYAH SANTRI PONDOK TAHFIDZ AL-QUR’AN ASY-SYAFAAT KOTA MAKASSAR

Hasir, Hasir
Abstract: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan metode, peran, serta faktor pendukung dan penghambat kegiatan halaqah tarbiyah dalam pembinaan akhlak mulia santri di Pondok Tahfidz Al-Qur’an Asy-Syafaat Kota Makassar. Penelitian… ian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan pembina, santri, dan orang tua santri, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan akhlak dilakukan melalui metode nasihat (mau‘izhah), pembiasaan (ta‘widiyah), serta pengawasan dan evaluasi (mutaba‘ah). Halaqah tarbiyah berperan dalam menanamkan nilai-nilai keislaman, membentuk kebiasaan positif, memberikan keteladanan, mengembangkan karakter religius, serta membangun kecerdasan emosional dan sosial santri. Keberhasilan pembinaan didukung oleh kompetensi dan keteladanan murabbi, program yang terstruktur, lingkungan pondok yang kondusif, dukungan orang tua, serta motivasi santri. Adapun faktor penghambat meliputi pengaruh pergaulan, teknologi dan media sosial, serta kurangnya sinergi antara pondok dan keluarga. Disimpulkan bahwa halaqah tarbiyah merupakan sarana pembinaan yang efektif dalam membentuk akhlak mulia dan karakter religius santri.

RELEVANSI NILAI TASAWUF DALAM MEMBANGUN KESADARAN LINGKUNGAN MAHASISWA MUSLIM CHINA DI ERA MODERN

Analisa, Suci, Fianingtyas, Mawarda Alistina, Chamami, M. Rikza
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi nilai-nilai tasawuf dalam membangun kesadaran lingkungan mahasiswa Muslim China di UIN Walisongo Semarang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode… wawancara mendalam terhadap mahasiswa Muslim China. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memahami tasawuf sebagai ajaran yang membentuk ketenangan batin, kesederhanaan, rasa syukur, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai tersebut berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran lingkungan melalui perilaku hemat sumber daya, mengurangi pemborosan, serta mengendalikan sikap konsumtif. Penelitian juga menemukan bahwa gaya hidup modern memiliki pengaruh ganda terhadap kepedulian lingkungan. Di satu sisi, perkembangan teknologi dan informasi dapat meningkatkan pengetahuan lingkungan, namun di sisi lain budaya konsumtif berpotensi mendorong perilaku yang kurang ramah lingkungan. Oleh karena itu, tasawuf memiliki relevansi sebagai landasan moral dan spiritual dalam membangun kesadaran lingkungan yang berkelanjutan di kalangan mahasiswa Muslim China.

Penerapan Metode MOORA Pada Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa

Lidya Rizki Ananda, Julianto Simatupang, Rio Bayu Sentosa, Nadia Astri Wulandari, Tika Christy
Abstract: Pemilihan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) merupakan proses penting dalam menentukan mahasiswa yang memiliki kompetensi terbaik untuk memimpin organisasi kemahasiswaan. Namun, proses seleksi yang masih bergantung pada… da popularitas dan penilaian subjektif berpotensi menghasilkan keputusan yang kurang optimal. Penelitian ini bertujuan membangun Sistem Pendukung Keputusan (SPK) menggunakan metode Multi-Objective Optimization on the Basis of Ratio Analysis (MOORA) untuk membantu proses pemilihan Ketua BEM secara objektif. Data penelitian diperoleh melalui wawancara dengan pembina BEM untuk menentukan kriteria dan bobot penilaian. Lima kriteria yang digunakan meliputi kepemimpinan, kemampuan komunikasi, pengalaman organisasi, integritas, dan indeks prestasi kumulatif (IPK). Tahapan metode MOORA terdiri atas penyusunan matriks keputusan, normalisasi, perhitungan nilai optimasi, dan proses perangkingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alternatif K1 memperoleh nilai optimasi tertinggi sebesar 0,473 sehingga direkomendasikan sebagai Ketua BEM terpilih. Penerapan metode MOORA mampu menghasilkan proses pengambilan keputusan yang lebih objektif, sistematis, transparan, dan akurat sehingga dapat dijadikan sebagai alat bantu dalam menentukan Ketua BEM berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. The selection of the Student Executive Board (BEM) President is an important process in determining the most qualified student to lead the student organization. However, conventional selection processes often rely on popularity and subjective judgments, which may lead to less optimal decisions. This study aims to develop a Decision Support System (DSS) using the Multi-Objective Optimization on the Basis of Ratio Analysis (MOORA) method to support a more objective selection process. Research data were collected through interviews with BEM advisors to determine the assessment criteria and their corresponding weights. Five criteria were used, namely leadership, communication skills, organizational experience, integrity, and grade point average (GPA). The MOORA method consists of decision matrix construction, normalization, optimization value calculation, and ranking. The results indicate that candidate K1 achieved the highest optimization value of 0.473 and was therefore recommended as the selected BEM President. The implementation of the MOORA method provides a more objective, systematic, transparent, and accurate decision-making process, making it an effective tool for supporting the selection of the most suitable BEM President based on predetermined criteria.

The Effect of Work Discipline, Compensation, and Work Environment on Employee Performance at PT. Pembangunan Teknik Konstruksi

Rahman, Rusman Nopriady, Mahcmud, Mulyana, Sudirman, Irmayanti, Tijjang, Bakhtiar, Safrida
Abstract: This study aims to analyze the effect of work discipline, compensation, and work environment on employee performance at PT. Pembangunan Teknik Konstruksi. This research employs a quantitative approach using SPSS version… 27 for data analysis. Data were collected through questionnaires, interviews, literature review, and documentation. The population in this study consisted of 103 employees, and the sampling technique used was saturated sampling, resulting in 103 respondents. The results of the study indicate that partially, work discipline has a positive and significant effect on employee performance, and compensation also has a positive and significant effect on employee performance. Meanwhile, the work environment does not have a significant effect on employee performance. Simultaneously, work discipline, compensation, and work environment have a significant effect on employee performance. The findings of this study reveal that work discipline and compensation are the dominant factors in improving employee performance, while the work environment is not the main factor in this research context. Therefore, the company is recommended to focus more on enhancing work discipline and providing fair and appropriate compensation to improve employee performance optimally

Rancang Bangun Sistem Informasi Manajemen Surat Masuk Dan Surat Keluar Berbasis Web Menggunakan Framework Laravel Pada Bagian Tata Usaha Dan Kepegawaian Sekretariat DPRD Provinsi Jambi

Mhd. Theo Ari Bangsa, Isti Kartika Baiduri, Emeliyah, Jihan Amalia Az-zahra, Salsa Nur Fitria, Ahmad Fikri Gunawan, Daniel Kurniawan
Abstract: Sekretariat DPRD Provinsi Jambi masih menggunakan sistem manual dalam pengelolaan surat masuk dan surat keluar sehingga proses pencatatan, pencarian, dan penyusunan laporan kurang efisien. Penelitian ini bertujuan merancang… ang Sistem Informasi Manajemen Surat Berbasis Web menggunakan metode pengembangan Waterfall. Perancangan sistem dilakukan menggunakan Unified Modeling Language (UML), sedangkan implementasi sistem menggunakan Framework Laravel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang dirancang mampu mendukung pengelolaan surat masuk dan keluar, pengarsipan dokumen, pencarian data, serta penyajian laporan secara lebih cepat, efektif, dan akurat. The Secretariat of DPRD Jambi Province still uses a manual system for managing incoming and outgoing mail, resulting in inefficient recording, retrieval, and reporting processes. This study aims to design a web-based mail management information system using the Waterfall software development method. The system was designed using Unified Modeling Language (UML) and implemented using the Laravel Framework. System design employed Unified Modeling Language (UML), while implementation was carried out using the Laravel Framework. The results show that the proposed system supports mail management, document archiving, data retrieval, and report generation more quickly, effectively, and accurately.

SIMULASI PEMBELAJARAN MEMBACA, MENULIS DAN SASTRA DI KELAS RENDAH DAN TINGGI SD/MI

Nurafni Hidayah, Putri Handayani, Putri Nurfadilla, Radia Tul Hadawia, Raodatul Janna, Musdalifah Arsyad
Abstract: Simulasi pembelajaran membaca, menulis, dan sastra pada kelas rendah dan kelas tinggi merupakan salah satu strategi pembelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi berbahasa siswa melalui kegiatan praktik yang… terstruktur. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan yang dihadapi siswa dalam Simulasi pembelajaran membaca, menulis, dan sastra pada kelas rendah dan kelas tinggi SD/MI dan untuk mengetahui hasil belajar siswa melalui Simulasi pembelajaran membaca, menulis, dan sastra pada kelas rendah dan kelas tinggi SD/MI. penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian tinjauan literature guna membangun dasar yang kuat dalam pembahasan. Berdasarkan hasil penelitian, Simulasi pembelajaran membaca, menulis, dan sastra pada kelas rendah dan kelas tinggi dipengaruhi oleh rendahnya kemampuan membaca yang ditunjukkan oleh siswa, termasuk keterbatasan pengenalan kata, kesulitan membaca suku kata, dan keterbatasan pemahaman kalimat sederhana. Oleh karena itu penelitian ini menyimpulkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan membaca siswa secara signifikan.

TRANSFORMASI NILAI AKHLAK DALAM PENGEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA DINI MELALUI BUDAYA SEKOLAH ISLAMI

Gina Kania, Ade Ismail Fahmi, Kurniasih, Abdul Fatah, Deden Deni Mahendra
Abstract: Transformasi nilai akhlak pada anak usia dini menjadi fondasi penting dalam pembentukan karakter dan pengembangan sosial emosional yang berkelanjutan. Pada fase perkembangan awal, anak belajar mengelola emosi, membangun… empati, serta membentuk kebiasaan sosial melalui interaksi yang bermakna di lingkungan pendidikan. Budaya sekolah Islami berperan sebagai sistem nilai yang menghadirkan pembiasaan, keteladanan, dan penguatan moral dalam aktivitas sehari-hari. Studi ini bertujuan untuk menganalisis proses transformasi nilai akhlak dalam pengembangan sosial emosional anak usia dini melalui budaya sekolah Islami di Pos PAUD Merpati Kecamatan Kutawaluya. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa transformasi nilai akhlak berlangsung melalui integrasi pembiasaan rutin, keteladanan guru, serta penguatan regulasi emosi berbasis praktik religius seperti doa dan istighfar. Nilai akhlak terinternalisasi dalam aktivitas konkret seperti berbagi, antre, meminta maaf, dan mengendalikan emosi dalam situasi konflik. Budaya sekolah berfungsi sebagai sistem yang menjaga konsistensi antara perencanaan program dan praktik pembelajaran. Implikasinya, budaya sekolah Islami dapat menjadi model integratif dalam pengembangan karakter dan sosial emosional anak usia dini secara kontekstual dan aplikatif.